Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Jajaran Polsek Babirik terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Monitoring tanaman jagung Kuartal III dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita di lahan pertanian Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah.
Lahan seluas 3 hektare tersebut dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia dengan Bahri sebagai pemilik sekaligus ketua kelompok tani.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung telah berusia sekitar 21 hari setelah tanam (HST). Tanaman tersebut ditanam pada 21 Juli 2026 dan diperkirakan memasuki masa panen sekitar 21 November 2026, apabila pertumbuhan berjalan sesuai dengan target budidaya.
Jagung yang ditanam merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18. Untuk lahan seluas 3 hektare tersebut, petani menggunakan sekitar 75 kilogram atau 75 bungkus benih.
Dalam proses perawatan tanaman, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Adapun kegiatan pengolahan lahan dan perawatan tanaman masih dilakukan secara manual.
Polri Dorong Produktivitas Petani
Monitoring yang dilakukan kepolisian menjadi bagian dari upaya pendampingan terhadap perkembangan lahan jagung binaan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan.
Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui kondisi tanaman sejak masa awal pertumbuhan hingga memasuki masa panen. Dengan demikian, berbagai kendala yang berpotensi menghambat produktivitas dapat diketahui lebih awal dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Program budidaya jagung tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan komoditas jagung untuk kebutuhan pakan.
Kehadiran personel kepolisian di tengah kelompok tani menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan di tingkat desa.
Dengan perawatan yang berkelanjutan dan pemantauan secara rutin, lahan jagung seluas 3 hektare di Desa Pinangkara diharapkan dapat tumbuh optimal hingga masa panen yang diproyeksikan pada November mendatang.
Polres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan monitoring pada Selasa tersebut berlangsung aman dan lancar. Perkembangan tanaman jagung akan terus dipantau hingga memasuki tahap panen.
(Agus)