KUNINGAN,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Viral video sejumlah kerusuhan terjadi di Jalan Raya Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Insiden itu terjadi usai nonton bareng yang berlangsung di daerah setempat, pertandingan Persib vs Persija Super League 2025/2026. Menanggapi video viral tersebut, AKP Mugiyono yang juga Kasi Humas Polres Kuningan mewakili Kapolres AKBP Muhamad Ali Akbar, mengatakan, sebanarnya pengamanan dalam laga berlangsung sudah menjadi perhatian petugas keamanan. “Sudah kondusif, dan kemarin pun sejumlah petugas Polres di susul dengan Anggota kepolisian sektor setempat melakukan Patroli di sejumlah titik lokasi nonton bareng,” kata AKP Mugiyono saat di konfirmasi. Bentrokan terjadi usai laga Persib vs Persija akibat dari kalangan mereka ada seseorang yang mengenakan kaos salah satu pendukung. “Kalau dugaan akibat keributan dari adanya seseorang yang mengenakan kaos pendukung bola, kita hingga kini terus melakukan pendalaman. Namun, permalasahan tersebut sudah aman setelah di lerai sekaligus di mediasi petugas Polsek,” katanya. Berita sebelumnya, menghadap pertandingan Persib vs Persija yang berlangsung di Stadion Samarinda, tidak sedikit titik nonton bareng terjadi di Kuningan. “Jumlah titik nonton bareng pertandingan Persib vs Persija, tentu akan mendapat perhatian dan pengawasan. Petugas kami pasti patroli,” kata Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiyono saat memberikan keterangan kepada awak media. Selain melakukan pengawasan melalui Patroli, kata Mugiyono mengklaim bahwa Polres Kuningan juga melakukan pelarangan terhadap komunitas atau para pendukung Persib menggunakan knalpot brong dan konvoi. “Ya larang selain tidak boleh konvoi dan menggunakan knalpot brong, juga tidak boleh menyalakan petasan atau flare. Juga, tidak boleh melakukan kegiatan anarkis lainnya,” katanya. Informasi sebelumnya, jelang pertandingan Persib vs Persija di Stadion Samarinda dalam laga Liga 1 BRI musim 2025 – 2026. “Sejumlah titik di Kuningan menyiapkan lokasi untuk nonton bareng,” kata Hendra yang juga Bobotoh Persib yang tergabung dalam Biking Distrik Kuningan. Hendra menyebut lokasi nonton bareng saat laga Persib berlangsung. “Sebenarnya sering dilakukan oleh komunitas tertentu di Kuningan. Dan hampir merata titik nobar di Kuningan di adakan saat laga Persib,” katanya. Untuk persiapan agenda nobar sekarang, Hendra mengklaim bahwa kegiatan ini rencanakan sedemikian mewah. Pasalnya, laga Persib vs Persija yang berlangsung di Samarinda tidak boleh di tonton langsung. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan stimulan untuk penyelesaian pembangunan Masjid Atta’awun yang berlokasi di lingkungan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka, Kamis (7/5/2026). Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana. Ia didampingi Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Embed Humed, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Drs. H. Idi Purnama, serta Kepala Divisi Humas dan Protokoler Fijay Muhamad Faozan. Rombongan BAZNAS disambut Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Sukma Djaya Negara, di ruang kerjanya sebelum pelaksanaan penyerahan bantuan. Agus Asri Sabana mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung sarana peribadatan sekaligus apresiasi kepada jajaran Kejari Majalengka yang telah rutin menyalurkan zakat profesi melalui BAZNAS. “Ini bagian dari tanggung jawab kami dalam menyalurkan amanah kepada mustahik, sekaligus bentuk apresiasi atas konsistensi zakat profesi dari pegawai Kejari Majalengka,” ujarnya. Sementara itu, Sukma Djaya Negara menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat mempercepat proses penyelesaian pembangunan masjid sehingga segera dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah. Ia juga menilai kinerja BAZNAS Majalengka saat ini semakin baik, khususnya dalam hal realisasi program dan pelaporan keuangan. “Transparansi dan akuntabilitas BAZNAS Majalengka sangat baik dan patut dipertahankan,” katanya. Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis di depan bangunan Masjid Atta’awun, disaksikan oleh jajaran dari kedua lembaga. (Asep Rusliman)
Indramayu,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Kenaikan harga bahan bakar dinilai berpotensi memicu meningkatnya pengangguran masyarakat pesisir wilayah Pantura Jawa Barat. Kondisi tersebut muncul setelah aktivitas melaut sejumlah kapal nelayan mulai terhenti akibat tingginya biaya operasional. Ketua Gerakan Nelayan Pantura, Kajidin, mengaku khawatir dampak kenaikan bahan bakar semakin meluas terhadap masyarakat pesisir. Menurutnya, banyak awak kapal hanya mengandalkan pekerjaan melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya selama ini. “Yang paling menakutkan adalah ketika kapal mandek,” ujarnya kepada Media pada Jumat, 8 Mei 2026. Ia mengatakan kondisi tersebut dapat menyebabkan ribuan pekerja pesisir kehilangan sumber penghasilan utama keluarga mereka. Kajidin menjelaskan sebagian besar awak kapal tidak memiliki kemampuan kerja lain selain menjadi nelayan tradisional sehari-harinya. Menurutnya, keterbatasan pendidikan membuat masyarakat pesisir sulit memperoleh pekerjaan alternatif ketika kapal berhenti beroperasi. Ia menilai pemerintah perlu segera menghadirkan langkah konkret mengatasi persoalan kenaikan harga bahan bakar nelayan saat ini. Langkah tersebut dinilai penting demi mencegah memburuknya kondisi sosial masyarakat pesisir berbagai daerah wilayah Pantura. “Ribuan orang akan menjadi pengangguran,” katanya. Ia khawatir kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial akibat meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, pemerintah perlu menjaga keseimbangan harga bahan bakar serta pendapatan hasil tangkapan ikan para nelayan. Ia berharap aktivitas ekonomi nelayan tetap berjalan sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus terjaga stabil. (Asep.R)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Anggota DPR RI Dapil Jabar IX dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka tepatnya di Komplek Kebon Dalem Desa Lengkonag Wetan Kecamatan Sindangwangi untuk bertemu dengan DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Majalengka. “Hari ini saya memfasilitasi untuk pelatihan penyembelihan hewan secara halal dan toyiban untuk anggota juru sembelih halal,DPD Juleha Kabupaten Majalengka. Harusnya kan penyembelihan hewan itu berada di rumah potong tetapi kebiasaan di kita itu boleh tidak di rumah potong sehingga bida dilaksanakan di masing masing tempat tetapi sebaiknya yang sudah mengikuti pelatihan karena bukan hanya bisa memotong dan membacakan doa nya saja. Yang baik itu bagaimana menyembelih hewan dalam posisi hewannya tidak stres, secara hewani harus diperlakukan dengan baik jangan sampai disembelih saat hewan sudah lari lari,” papar Ateng, Minggu (10/05/26). Sambung dia, kalau kita melihat di beberapa media, ada sapi yang mau disembelih malah sapinya lari lari dulu atau dalam kondisi ngos ngos an kan berarti itu hewan tersebut dalam keadaan stres. Nah sebaiknya hewan itu disembelih dalam keadaan rileks. “Dan ini ada pelatihannya yang kita lakukan,” imbuhnya. Masih kata Ateng, keberadaan Juru Sembelih Halal atau Jukeha saya dukung pembentukan juleha di Kab Majalengka, kan sebelum itu yang menyembelih hewan itu siapa saja yang penting dia berani bisa baca doa dan lainnya. Akan tetapi bukan hanya bisa memotong dan baca doa saja akan tetapi ada teknik teknik cara menyembelih yang baik. Nampk peserta antusias mengikuti pelatihan tersebut yang dikolaborasikan dengan dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) menggelar kegiatan religi bertajuk “Jampang Berdzikir” di Masjid Besar Al-Jalil Bunderan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu malam (10/5/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya mempererat ukhuwah islamiah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di selatan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah ulama dan tokoh agama turut hadir memberikan tausiyah dan memimpin dzikir bersama. Di antara tokoh agama yang hadir yakni KH. Asep Mustofa selaku Ketua MUI Kecamatan Surade, KH. Ahmad Sidik Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Surade, serta Ustadz Encep Jaenal Mutaqin yang dikenal sebagai mubalig sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Lewi Cagak Desa Cipeundeuy. Panitia juga menghadirkan Abuya Singa, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadoh Al-Karomah dari Kecamatan Cidolog yang juga merupakan Imam Besar Majelis Dzikir Jam’iyah Manaqib Tuan Syekh Abdul Qadir Jaelani. Ketua PJTM H. Hendra Permana, S.Sos., MM., bersama Sekretaris Jenderal PJTM Hendrik Firmansyah dan jajaran pengurus hadir langsung memimpin kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan bahwa “Jampang Berdzikir” menjadi sarana memperkuat persatuan dan mempererat hubungan antarwarga melalui kegiatan keagamaan. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta mengajak masyarakat untuk senantiasa berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya. Kegiatan tersebut juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Surade yang dipimpin Camat Surade, Unang Suryana. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat karakter religius masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan persatuan masyarakat. Antusiasme jamaah menunjukkan bahwa kegiatan bernuansa religi masih menjadi perekat sosial yang kuat di tengah masyarakat,” kata Unang. Selain unsur pemerintahan, hadir pula perwakilan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, anggota Banser, para Ketua DPC JTM dari berbagai kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Marhaba, dilanjutkan dzikir bersama dan tausiyah agama. Seluruh acara dipandu oleh Ustadz Dendi dengan suasana yang tertib, hangat, dan penuh kekhusyukan hingga kegiatan selesai. (Dicky)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin angkat bicara terkait persoalan penambangan ilegal di wilayah Kabupaten Majalengka. “Penambangan galian C yang berlangsung tanpa izin (ilegal) di berbagai wilayah Kabupaten Majalengka menimbulkan persoalan yang mempertemukan dua kepentingan yang sama pentingnya: upaya mempertahankan mata pencaharian masyarakat dan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” kata Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin kepada media, Minggu (10/05/26). Menurutnya, masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana atau hanya memihak satu kepentingan saja. “Ini adalah dilema yang nyata. Di satu sisi, aktivitas ini menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga, namun di sisi lain cara pelaksanaannya yang tidak teratur kerap menimbulkan kerusakan alam. Mengacu pada pemikiran Gustav Radbruch, penyelesaiannya tidak sekadar melarang atau membiarkan, tetapi bagaimana menciptakan keseimbangan yang adil bagi semua pihak,” papar Iing. Selanjutnya, kata Iing. ada tiga landasan utama yang harus dijadikan pedoman dalam menangani persoalan tersebut: Pertama, kepastian hukum. Ia menegaskan bahwa aktivitas penambangan yang dilakukan secara melawan hukum tidak dapat dibiarkan terus berlanjut. “Penambangan ilegal harus ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Penegakan hukum perlu dilakukan agar tidak ada pihak yang semena-mena merusak sumber daya alam yang menjadi milik bersama,” ujarnya. Kedua, prinsip keadilan. Ia menyampaikan bahwa dampak buruk akibat kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya yang melakukan penambangan. “Setiap warga berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan layak huni, dan hak ini wajib kita lindungi. Kerusakan ekosistem sungai yang terjadi akibat penambangan yang tidak terkontrol merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat umum, sehingga hal ini harus menjadi perhatian utama,” katanya. Ketiga, prinsip kemanfaatan. H. Iing mengingatkan bahwa penindakan hukum tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. “Jika kita hanya melarang aktivitas ini tanpa memberikan solusi yang jelas, maka masalah baru akan muncul. Banyak warga yang menggantungkan kehidupannya dari kegiatan ini, sehingga pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan pilihan mata pencaharian lain agar mereka tidak kehilangan sumber penghasilan,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa keadilan dalam menjaga lingkungan harus menjadi prioritas, namun negara juga bertanggung jawab memastikan kesejahteraan rakyatnya. “Negara tidak bisa hanya diam atau hanya menindak, tetapi harus hadir dengan solusi nyata. Solusi tersebut dapat berupa penyuluhan mengenai cara penambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, maupun proses pelegalan kegiatan penambangan rakyat yang disusun sedemikian rupa agar tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada,” tutupnya. Ia berharap dengan penerapan pendekatan yang seimbang ini, persoalan penambangan galian C ilegal dapat diselesaikan dengan baik, sehingga kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam dapat terwujud sekaligus. (Asep.R)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. PT. Sindangkasih Multi Usaha (SMU), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Majalengka, akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait sorotan publik terhadap kinerja direksi dan manajemen baru yang baru menjabat sekitar enam bulan terakhir. Direktur Utama PT. SMU, Iyan Kurniawan didampingi oleh Direktur Umum, Indra Dwi Budi Rahardian, dan Direktur Operasional El Suparto memaparkan kondisi terkini perusahaan yang sedang dalam tahap pemulihan dan pembenahan menyeluruh. Menurut mereka, fokus utama saat ini adalah melakukan perbaikan internal agar perusahaan kembali sehat dan kuat secara finansial. “Salah satu langkah strategis yang sedang dijalankan adalah efisiensi sumber daya manusia (SDM). Manajemen melakukan penataan ulang kepegawaian guna menekan beban belanja pegawai yang selama ini dinilai cukup besar. Target efisiensi yang ingin dicapai mencapai sekitar 30 persen dari beban gaji dan tunjangan secara bertahap dan mekanisme yang benar,” kata Indra kepada media, Sabtu (09/05/26). Maaih kata Indra, selain masalah SDM, manajemen juga tengah mengevaluasi sektor-sektor usaha yang selama ini berjalan namun dinilai tidak sehat dan justru merugikan perusahaan. Beberapa lini usaha yang diputuskan tidak akan dilanjutkan kontraknya atau tidak akan dikembangkan lagi antara lain adalah sektor penyewaan tanah bengkok, UMKM dan beberapa sektor usaha di bidang pertanian yang dinilai tidak memberikan keuntungan maksimal. “Kita sedang benahi internal, salah satunya efisiensi karyawan untuk kurangi beban belanja pegawai sekitar 30 persen. Selain itu, kita evaluasi usaha yang tidak sehat dan merugi agar tidak dilanjutkan,” jelas Indra. Dalam paparannya, Indra menegaskan bahwa untuk mengimplementasikan program-program usaha baru yang telah dirancang, pihaknya saat ini masih menunggu kepastian hukum. Mereka sedang menanti putusan pengadilan terkait hasil analisis niai kerugian kepada perusahaan yang akan dihitung olek KAP pada pengurusan sebelumnya. Putusan hukum ini sangat penting karena akan menjadi acuan utama mengenai seberapa besar kerugian yang harus ditanggung dan berapa modal dasar yang seharusnya tersedia untuk dijalankan oleh manajemen baru. “Saat ini kita baru jalan 6 bulan. Untuk program baru, kita tunggu putusan pengadilan dulu terkait hitungan kerugian pasca direksi lama. Itu jadi dasar kita tahu kerugian berapa dan modal berapa yang jalan,” ujarnya. Sementara menunggu kepastian hukum tersebut, operasional perusahaan saat ini hanya berjalan pada lini bisnis lama yang masih memberikan pemasukan dan dinilai sehat, seperti sektor pengelolaan Gas dan juga Farmasi atau Apotek. Kabar baiknya, manajemen menyampaikan bahwa titik terang sudah di depan mata. Berdasarkan informasi yang diterima, putusan pengadilan diprediksi akan keluar pada minggu depan. Hal ini menjadi angin segar karena Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang sangat dinantikan direncanakan akan segera digelar pada akhir Mei 2026. Setelah RUPS dilaksanakan dan segala legalitas serta modal disepakati, seluruh program usaha baru yang sudah matang dirancang akan segera direalisasikan pada awal Juli 2026 mendatang. “Informasinya putusan pengadilan keluar minggu depan. Insya Allah akhir Mei ini RUPS bisa dilakukan. Dengan begitu, program usaha baru bisa kita luncurkan awal Juli 2026,” tegas Indra. Sementara itu, Direktur Utama Ian menyampaikan harapan besarnya. Ia berharap perusahaan bisa segera kembali sehat dan segera menjalankan berbagai sektor usaha baru yang potensial. Berbagai bidang yang siap digarap antara lain di sektor konstruksi, pariwisata, dan lini bisnis strategis lainnya. Ian berkomitmen menjadikan PT. SMU tidak hanya sebagai perusahaan daerah yang sehat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memajukan perekonomian masyarakat. Selain itu, keberadaan PT. SMU diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka di masa depan. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Majalengka menggelar rapat koordinasi terkait Pilot Project Program Sertifikasi Lahan bagi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) TA 2025 yang dikolaborasikan dengan Progam PTLS penerima bantuan BSPS di Desa Lame, Sukamenak dan Rajawangi dalam mendukung program 3 juta rumah di Kabupaten Majalengka. Hadir Kepala DPKPP Kabupaten Majalengka Sidharta, A.P.M.P dari perwakilan Kementrian PKP dari Balai Pelaksanaan Penyelenggaraan Perumahan Kawasan Permukiman Jawa II, Yadi dan perwakilan dari ATR/BPN Kepala Seksi Pengukuran Okka Pratama dan Kepala Desa penerima bantuan BSPS tahun 2025. Dikatakan Kepala DPKPP, Sidharta bahwa file projek Kementrian PKP dan ATR BPN se Indonesia ini untuk Program di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 100 unit yang tersebar di tiga kabupaten percontohan yakni Kabupaten Majalengka sebamyak 30 unit, Sumedang 40 unit dan Subang sebanyak 30 unit. “Ada program PTSL di Kabupaten Majlengka dengan kuota 30.000 hektar pengukuran dan 30.000 sertifikat yang dilaksanakan di 150 desa se Kabupaten Majalengka dengan kuota pembagian masing masing desa berbeda. Untuk yang 3:desa peserta BSPS tqhun 2025 yakni Desa Rajawangi, Sukamenak dan Lame sudah disinkronkan dengan program PTSL reguler. Jadi di PTSL Reguler itu adalah penerima bantuan BSPS tahun 2025,” kata Sidharta kepada media. Kamis (07/05/26). Sambung dia, jika program ini berhasil tentu penerima bantuan akan lebih banyak di Kabupaten Majalengka dan akan lebih lancar lagi jika menemukan kendala kendala.misalkan di BSPS itu nama penerima programnya adalah pemilik tanah nanti akab sinkrin tidak ada madakah lagi tinggal mengukur. “Program BSPS ini membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi layak dan aman serta sehat untuk dihuni,” jelasnya. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Surade kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali pasangan muda dengan pemahaman menyeluruh sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Bimbingan diikuti para calon pengantin dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya BKKBN, Puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Daldduk), serta Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar). Kepala KUA Kecamatan Surade, Drs. H. Solihin Mansur, M.Ag., mengatakan pernikahan bukan hanya sebatas seremoni, tetapi merupakan ibadah sekaligus pondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab. Menurutnya, pasangan suami istri harus memahami hak dan kewajiban masing-masing serta mampu menjaga komunikasi yang baik agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting. Perwakilan BKKBN memaparkan pentingnya perencanaan keluarga, pengelolaan ekonomi rumah tangga, hingga pencegahan stunting sejak dini. Sementara itu, pihak Puskesmas memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi, kesiapan fisik dan mental menjelang pernikahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin. Dari sisi administrasi, Daldduk menjelaskan tata cara pencatatan pernikahan dan kelengkapan dokumen kependudukan yang harus dimiliki pasangan. Sedangkan Motekar memberikan motivasi serta berbagi pengalaman mengenai cara menjaga keharmonisan rumah tangga dan memperkuat ketahanan keluarga di lingkungan masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan rumah tangga dan persiapan pernikahan. Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Kecamatan Surade berharap para calon pengantin memiliki kesiapan bukan hanya secara administrasi, tetapi juga secara mental, spiritual, dan sosial dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. (Dicky)
Indramayu,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Insiden kebakaran terjadi di area Pertamina yang berlokasi di Blok Cilogog, Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (6/5/2026) siang. Peristiwa tersebut mendadak ramai diperbincangkan setelah sejumlah warga mengunggah video dan foto di media sosial, yang memperlihatkan kobaran api disertai asap hitam pekat dari lokasi kejadian. Melaporkan langsung dari lokasi kejadian, Dwi (29), warga setempat, mengatakan kebakaran terjadi secara tiba-tiba dan membuat warga sekitar panik. “Kejadiannya cukup cepat, tiba-tiba sudah terlihat api besar dan asap hitam. Warga langsung ramai di sekitar lokasi,” ujarnya, saat ditemui di lokasi. Hingga saat ini, kronologi pasti maupun penyebab kebakaran masih belum diketahui dan dalam penyelidikan pihak terkait,Sejumlah Mobil Pemadam Kebakaran Indramayu dikerahkan ke Lokasi. Terlihat dua unit mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi, para pemadam kebakaran berupaya menjinakkan “si jago merah”. Sementara itu warga berjubel datang menyaksikan kobaran api dan kepulan asap yang membumbung tinggi. Mengingat kobaran api masih berusaha dipadamkan, pihak berwenang belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian ini. Masyarakat yang melintas di sekitar Desa Rajaiyang, khususnya Blok Cilogog, diimbau untuk tetap waspada dan tidak berkerumun agar tidak menghambat akses kendaraan pemadam kebakaran. “Tadi polisi mengimbau ke warga agar menjaga jarak. Jangan sampai lalai karena terlalu fokus melihat kebakaran,” ucap Dwi. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerugian akibat insiden ini. Warga berharap amukan jago merah segera dapat dikendalikan. “Semoga apinya cepat padam biar nggak terus-terusan panik warganya,” pungkas Dwi. (Asep Rusliman)