Palembang, Bidik-kasusnews.com — Dalam upaya menjaga kebugaran dan memastikan kesiapan fisik personel tetap optimal, Staf Satbrimob Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan pembinaan Indeks Massa Tubuh (IMT) di Markas Komando Satbrimob Polda Sumsel, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kompol Sugeng selaku Kasubbagrenmin Satbrimob Polda Sumsel. Pembinaan IMT menjadi salah satu langkah pembinaan internal untuk memantau kondisi kesehatan personel sekaligus mendukung kesiapan mereka dalam menjalankan tugas-tugas operasional di lapangan. Dalam kegiatan ini, setiap personel menjalani pemeriksaan berat badan dan pengukuran tinggi badan guna mengetahui nilai indeks massa tubuh masing-masing. Hasil pengukuran tersebut digunakan sebagai indikator awal untuk menilai kondisi kesehatan dan kebugaran anggota. Menurut Kompol Sugeng, kesehatan fisik merupakan modal utama bagi setiap anggota Polri, khususnya personel Brimob yang memiliki tugas dengan tingkat mobilitas dan tantangan tinggi. “Personel Brimob dituntut selalu siap menjalankan tugas kapan pun diperlukan. Karena itu, kondisi tubuh yang sehat, ideal, dan bugar harus terus dijaga,” ujarnya. Selain untuk memantau kondisi fisik, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran anggota tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, dan menjaga asupan makanan agar tetap memiliki tubuh yang proporsional dan prima. Seluruh personel mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan tertib dan antusias. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Satbrimob Polda Sumsel berharap pembinaan IMT ini dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, daya tahan fisik, dan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memimpin Rapat Tahunan Tutup Buku Tahun 2025 Yayasan Dhekarta di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan yayasan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja dan kondisi keuangan selama tahun anggaran 2025. Sebagai Ketua Pembina Yayasan Dhekarta, Kasad menegaskan pentingnya pengelolaan yayasan yang profesional, transparan, dan akuntabel guna mendukung kesejahteraan prajurit, PNS TNI AD, serta keluarga besar Angkatan Darat. Menurut Kasad, Yayasan Dhekarta memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pendidikan, kesehatan, sosial, dan kesejahteraan, termasuk pengelolaan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) dr. Soepraoen serta RS Pelamonia, yang manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga besar TNI AD dan masyarakat. Kasad juga menekankan kepada seluruh pengurus yayasan untuk terus meningkatkan kinerja dan tata kelola organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan ke depan. “Pengelolaan yayasan harus dilakukan secara optimal, profesional, dan bertanggung jawab sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat nyata,” tegas Kasad. Rapat tahunan tersebut juga membahas tentang laporan pertanggungjawaban pengurus, evaluasi pelaksanaan program, serta rencana kerja ke depan guna meningkatkan efektivitas pelayanan dan kontribusi Yayasan Dhekarta. Kegiatan ini dihadiri para pejabat utama Mabesad, Ketua Yayasan Dhekarta Brigjen TNI (Purn) dr. Bidik Catur Prasetya, beserta jajaran pengurus Yayasan Dhekarta. (Agus)

Bidik-kasusnews.com – Jakarta Barat – Tumpukan sampah yang menggunung di area lapangan Jalan Palem Lestari, RT 02 RW 018, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menuai keluhan warga. Kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu bulan dan dinilai mengancam kesehatan lingkungan karena menimbulkan bau tidak sedap. Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret agar persoalan ini tidak semakin berdampak buruk, khususnya bagi anak-anak yang kerap beraktivitas di sekitar lokasi. Ketua RT 002 RW 018, Jethro Odolf Atmapralieto, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah berinisiatif untuk mengangkut sampah secara mandiri. Namun, upaya tersebut terhambat oleh persoalan administratif di tingkat wilayah. “Pada dasarnya kami sudah siap mengangkut dan membuang sampah itu. Namun saat petugas akan bergerak, ada penghadangan oleh pihak keamanan dengan alasan pengeluaran sampah harus mendapatkan persetujuan dari Ketua RW terlebih dahulu,” ujar Jethro, Selasa (12/5/2026). Menurut Jethro, persoalan utama yang saat ini dirasakan warga adalah aroma menyengat dari tumpukan sampah yang terus mengganggu kenyamanan. “Baunya sudah sangat menyengat. Kami khawatir jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit,” tambahnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua RW 018, Iskandar, membenarkan adanya tumpukan sampah di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa persoalan serupa juga terjadi di beberapa titik lain di lingkungan RW 018. Menurut Iskandar, sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut perlu dievaluasi agar sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami tetap mengacu pada Pergub DKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2020 dan Pergub Nomor 55 Tahun 2021 sebagai dasar dalam pengelolaan lingkungan. Sistem yang ada memang perlu dibenahi agar penanganan sampah lebih efektif,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Hariadi, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan di lapangan. “Kami akan segera tindak lanjuti informasi ini dan berkoordinasi lebih lanjut agar persoalan di lapangan dapat segera teratasi,” katanya melalui sambungan telepon. Warga berharap koordinasi antara pengurus RT, RW, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup dapat berjalan lebih baik. Mereka menilai persoalan sampah seharusnya diselesaikan dengan langkah cepat dan terukur, bukan terhambat oleh prosedur administratif yang berlarut-larut. Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat berharap tumpukan sampah di ruang publik tersebut segera diangkut demi menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga sekitar. (Agus)

Musi Banyuasin, Bidik-kasusnews.com, Upaya menjaga keamanan di kawasan objek vital terus diperkuat. Sebanyak 10 personel Kompi 3 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Selatan diterjunkan untuk melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di wilayah hukum Polres Musi Banyuasin, khususnya di kawasan PT Hindoli, Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (11/5/2026). Penugasan tersebut dipimpin langsung oleh Danton 1 Kompi 3 Batalyon D Pelopor, Ipda Edi Mulyanto. Kehadiran personel Brimob bertujuan untuk mendukung pengamanan perusahaan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dapat mengganggu aktivitas operasional. Selama bertugas, personel melakukan patroli rutin, pemantauan situasi, serta berkoordinasi dengan petugas keamanan internal PT Hindoli. Pengawasan juga difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan sejak dini. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Satbrimob Polda Sumsel dalam memberikan dukungan pengamanan pada kawasan strategis dan objek vital nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah. Dengan kehadiran personel Brimob, situasi keamanan di kawasan PT Hindoli diharapkan tetap kondusif, sehingga aktivitas perusahaan dan masyarakat sekitar dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. (Agus)

Bidik-kasusnews.com – Amuntai – Unit Reskrim Polsek Amuntai Tengah berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di Jalan Inayah, RT 20, Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kapolsek Amuntai Tengah melalui Unit Reskrim menjelaskan bahwa kasus ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/2/V/2026/SPKT/Polsek Amuntai Tengah/Polres Hulu Sungai Utara/Polda Kalimantan Selatan tertanggal 10 Mei 2026. Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 15.30 WITA di depan rumah korban, Gusti Jaya (57), warga Jalan Inayah Blok J, RT 20, Kelurahan Sungai Malang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek kecil di pelipis mata kanan serta memar dan pembengkakan pada mata kanan. Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden bermula dari perselisihan antara anak korban dengan sejumlah warga. Ketua RT setempat sempat berupaya melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tidak lama setelah mediasi gagal, tiga pria berinisial S, MFAS, dan MS mendatangi rumah korban. Adu mulut kembali terjadi dan berujung pada aksi pemukulan secara bersama-sama terhadap korban di teras rumahnya. Setelah menerima laporan, personel Unit Reskrim Polsek Amuntai Tengah melakukan serangkaian penyelidikan, olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti berupa satu lembar kaos hitam dan rekaman CCTV. Pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 21.00 WITA, petugas berhasil mengamankan tiga terduga pelaku, yakni Sam’an (63), Muhammad Fitriadi Suhada (27), dan Muhammad Saubari (18). Ketiganya kemudian dibawa ke Mapolsek Amuntai Tengah untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kasus ini disangkakan dengan Pasal 262 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia 2023, terkait tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum hingga menyebabkan korban mengalami luka. Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi juga mengimbau warga agar menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur musyawarah dan menghindari tindakan main hakim sendiri. “Perkembangan lebih lanjut terkait penanganan perkara ini akan disampaikan kemudian,” demikian keterangan resmi yang disampaikan jajaran Polres Hulu Sungai Utara. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com   Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) melalui personel Siaga 3B (S3B) kembali melaksanakan patroli malam rutin di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Bandar Lampung, Senin malam (11/5/2026). Sebanyak 10 personel yang dipimpin oleh Serma Deki S. bergerak pada pukul 21.15 WIB menggunakan satu unit kendaraan operasional Toyota Hi-Lux bernomor registrasi 21029-XXI. Patroli difokuskan pada dua lokasi penting, yakni Rumah Dinas Wali Kota Bandar Lampung dan Rumah Dinas Pangdam II/Sriwijaya. Kegiatan ini merupakan langkah preventif TNI untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus menunjukkan kehadiran aparat di tengah masyarakat guna menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Dansatgas Patroli, Serma Deki S., menegaskan bahwa patroli malam tidak hanya bertujuan menjaga objek vital, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada warga. “Kehadiran kami di lapangan untuk memastikan masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman tanpa rasa khawatir. Rasa aman adalah hak setiap warga, dan menjadi tanggung jawab kami untuk menjaganya,” ujarnya saat pelaksanaan patroli. Selama kurang lebih satu jam, personel menyusuri kawasan perkantoran, permukiman dinas, serta sejumlah ruas jalan utama di Bandar Lampung. Dari hasil pemantauan, situasi di wilayah terpantau aman dan terkendali tanpa ditemukan aktivitas yang mencurigakan. Komandan Kodim 0410/KBL melalui Perwira Jaga Kodim menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan disiplin, sigap, dan humanis. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI selalu hadir sebagai pelindung dan sahabat rakyat. Patroli rutin akan terus ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan malam hari,” ungkapnya. Kodim 0410/Kota Bandar Lampung berharap kegiatan patroli malam ini semakin mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat. Lingkungan yang aman dan tertib diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang nyaman serta memperkuat ketahanan wilayah. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Kegiatan Persit Bisa Vol. 2 Tahun 2026 yang mengusung tema “Karya Wastra, Memberdayakan Ekonomi, Melestarikan Budaya” resmi ditutup dengan penuh kemeriahan di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen Persit Kartika Chandra Kirana dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga prajurit sekaligus melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Sebanyak 63 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka merupakan pengrajin terpilih yang telah melalui proses kurasi ketat dan menampilkan beragam produk unggulan hasil karya anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Tidak hanya menghadirkan produk UMKM berkualitas, Persit Bisa Vol. 2 juga menyuguhkan berbagai kegiatan menarik, seperti Wastra Pavilion, peragaan busana karya anggota Persit Kartika Chandra Kirana, pertunjukan seni tari, penampilan vocal group, serta Inspirational Talk Show yang melibatkan anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Pada hari ketiga penyelenggaraan, sekitar 4.500 pengunjung memadati area Kartika Expo, Balai Kartini, menandakan besarnya minat masyarakat terhadap produk kreatif dan karya budaya yang ditampilkan. Keberhasilan Persit Bisa Vol. 2 juga tercermin dari pencapaian penjualan UMKM yang melampaui target. Produk Engscraft dan Pragosa mencatat penjualan hingga tujuh kali lipat dari target yang ditetapkan, sementara Beelbe berhasil menembus angka penjualan lima kali lipat hingga hari terakhir kegiatan. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Persit Kartika Chandra Kirana tidak hanya menjadi organisasi pendamping prajurit, tetapi juga wadah strategis bagi anggota untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Pada acara penutupan, Pembina Utama Persit Kartika Chandra Kirana, Maruli Simanjuntak, bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Uli Simanjuntak, menyampaikan sambutan penutup sekaligus apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana, Yayasan Kartika Jaya, para pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Persit Bisa Vol. 2 Tahun 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota Persit Kartika Chandra Kirana di seluruh Indonesia untuk terus berkarya, mengembangkan potensi usaha, dan berperan aktif dalam pelestarian budaya bangsa melalui produk-produk wastra dan UMKM kreatif. (Agus)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel SPKT Polres Hulu Sungai Utara bersama piket Polsek Amuntai Tengah bergerak cepat mengevakuasi seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah, Senin (11/5/2026). Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Abdul Azis Gang Swarga, RT 06, Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Petugas menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang pria yang memerlukan penanganan segera demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Pria tersebut diketahui bernama Ahmad Yani (40). Setelah tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pendekatan secara humanis dan memastikan kondisi yang bersangkutan tetap aman selama proses evakuasi. Selanjutnya, Ahmad Yani dibawa ke RSUD Pembalah Batung untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. Kapolsek Amuntai Tengah melalui laporan situasi kamtibmas menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam merespons setiap laporan masyarakat, termasuk penanganan warga yang membutuhkan bantuan medis dan sosial. “Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pertolongan kepada warga yang memerlukan penanganan khusus,” demikian disampaikan dalam laporan resmi. Situasi selama proses evakuasi berlangsung aman dan kondusif. Pihak kepolisian memastikan perkembangan penanganan akan terus dipantau melalui koordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait. Tindakan sigap personel Polres Hulu Sungai Utara dan Polsek Amuntai Tengah ini menjadi wujud nyata implementasi semangat Presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)

Sumatera Selatan, Bidik-kasusnews.com   Personel Batalyon A Pelopor, Detasemen Gegana, dan Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan melaksanakan pengamanan dan penyekatan terhadap aktivitas pengeboran minyak ilegal (illegal drilling) di wilayah hukum Polres Musi Banyuasin, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya aparat kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mendukung penegakan hukum terhadap praktik illegal drilling yang selama ini dinilai membahayakan keselamatan warga, merusak lingkungan, dan menyebabkan kerugian negara. Dalam operasi tersebut, personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang diduga menjadi jalur akses keluar-masuk aktivitas pengeboran minyak ilegal. Selain melakukan penyekatan, petugas juga menggelar patroli serta pemantauan intensif guna memastikan situasi di lapangan tetap aman dan terkendali. Kehadiran personel Satbrimob Polda Sumsel di lokasi diharapkan dapat mempersempit ruang gerak para pelaku sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Satbrimob Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah penegakan hukum terhadap berbagai aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara, termasuk praktik illegal drilling yang masih menjadi perhatian serius di Sumatera Selatan. Melalui sinergi antara Satbrimob Polda Sumsel dan Polres Musi Banyuasin, aparat berharap upaya pemberantasan illegal drilling dapat berjalan lebih efektif demi terciptanya keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di wilayah tersebut. (Agus)

Musi Rawas, Bidik-kasusnews.com – Personel Batalyon B Satuan Brimob Polda Sumsel melaksanakan kegiatan panen jagung yang dipimpin langsung oleh Danki 2 Yon B Por, Iptu Joko Purnomo, pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan panen tersebut berlangsung di Desa Rejo Sari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan personel Brimob terhadap program ketahanan pangan sekaligus upaya memanfaatkan lahan produktif untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel bersama-sama melakukan proses panen jagung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Adapun hasil panen yang diperoleh mencapai 1,5 ton jagung dengan jenis varietas Simetal BISI 321. Hasil tersebut dinilai cukup baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar serta mendukung program swasembada pangan di wilayah Sumatera Selatan. Iptu Joko Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan pertanian seperti ini akan terus didorong sebagai bentuk kontribusi nyata Brimob kepada masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu meningkatkan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Dengan adanya kegiatan panen jagung ini, diharapkan sinergi antara aparat dan masyarakat semakin erat serta mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga di Kabupaten Musi Rawas. (Agus)