PALI, Bidik-kasusnews.com – Personel Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di ruas Jalan Lintas PALI–Muara Enim KM 10, Desa Handayani Mulya, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (25/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap banjir yang menggenangi badan jalan akibat tingginya intensitas hujan. Kegiatan dipimpin oleh IPDA Aep Hayun dengan melibatkan 10 personel Brimob. Kehadiran aparat di lokasi bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melintasi jalur tersebut. Di tengah kondisi jalan yang tergenang, personel Brimob mengatur lalu lintas secara bergantian pada titik-titik rawan, sembari memberikan imbauan kepada para pengendara agar mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta meningkatkan kewaspadaan saat melewati genangan air. Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, personel juga sigap membantu pengendara yang mengalami kendala akibat kondisi jalan yang licin dan tergenang. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Brimob Polda Sumatera Selatan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Berkat kesiapsiagaan personel di lapangan, arus lalu lintas di ruas Jalan Lintas PALI–Muara Enim tetap terpantau lancar dan kondusif. Tidak terjadi kemacetan panjang maupun gangguan keamanan selama pelaksanaan tugas. Melalui aksi kemanusiaan ini, Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sumsel kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, serta memastikan keselamatan pengguna jalan dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana banjir. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Kepedulian terhadap akses komunikasi bagi penyandang disabilitas melahirkan sebuah gerakan inspiratif dari mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business. Melalui program INTUISI (Interaksi Untuk Inklusi), para mahasiswa berupaya membangun lingkungan yang lebih ramah bagi teman tuli dengan mengedukasi masyarakat tentang bahasa isyarat dan pentingnya komunikasi yang inklusif. Program Community Development tersebut dilaksanakan di wilayah Kelurahan Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, setelah tim melakukan observasi berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang telah diverifikasi. Data tersebut menunjukkan terdapat lebih dari 40 penyandang disabilitas yang berdomisili di kawasan tersebut, termasuk lebih dari 20 penyandang tuli dari berbagai kelompok usia. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Konsentrasi Public Relations Digital Communication LSPR menghadirkan INTUISI sebagai upaya mengurangi hambatan komunikasi yang selama ini masih dihadapi teman tuli dalam kehidupan sehari-hari. Program ini dikembangkan di bawah pendampingan dosen LSPR Institute of Communication & Business, yaitu Shopia Bernadette, S.E., M.I.Kom., Dr. Alexander Mamby Aruan, M.Si., Wynne Wardhani, S.I.Kom., serta Salsabila Andi Akil, M.I.Kom. Project Leader INTUISI, Carizsa Pasha Lady Jacob, menjelaskan bahwa hasil observasi menunjukkan tantangan terbesar yang dihadapi teman tuli bukan hanya keterbatasan akses terhadap informasi, tetapi juga minimnya kemampuan masyarakat sekitar dalam menggunakan bahasa isyarat. “INTUISI hadir sebagai jembatan yang menghubungkan teman tuli dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat agar tercipta komunikasi yang lebih setara serta lingkungan yang semakin inklusif,” ujarnya. Mengusung tagline “Interaksi Untuk Inklusi”, program ini menghadirkan berbagai kegiatan berkelanjutan. Salah satunya adalah DIAM (Dengan Isyarat Aku Menyapa), yakni edukasi bahasa isyarat bagi kelompok Dasawisma, kunjungan langsung dari rumah ke rumah kepada teman tuli dan keluarganya, kampanye edukasi digital, hingga program BISIK (Bahasa Isyarat Itu Asik) yang dirancang untuk memperkenalkan bahasa isyarat kepada masyarakat luas. Dalam pelaksanaannya, INTUISI juga menggandeng SMKN 45 Jakarta dengan melibatkan para siswa sebagai bagian dari tim pelaksana kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang inklusif. Tak hanya itu, program ini turut melibatkan Dipa Rizky Prakusha, mahasiswa LSPR School of Special Needs Education (SSNE), serta Razka Nayla Asshiddiqi, siswi SMKN 45 Jakarta, sebagai Brand Ambassador. Keduanya yang merupakan teman tuli menjadi representasi penting agar setiap kegiatan benar-benar dibangun berdasarkan pengalaman dan kebutuhan komunitas tuli. Sebagai puncak kegiatan, INTUISI menggelar talkshow edukatif yang diikuti sebanyak 171 peserta. Acara tersebut menghadirkan Nunur Aeni, dosen LSPR School of Special Needs Education (SSNE), serta Phieter Angdika, CEO PTI-Ruang Isyarat, perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan teknologi inklusif bagi komunitas tuli di Indonesia. Dalam sesi diskusi, para narasumber mengupas berbagai persoalan mengenai akses komunikasi bagi penyandang tuli, pentingnya penguasaan bahasa isyarat oleh masyarakat, hingga perlunya membangun lingkungan yang menghargai keberagaman. Peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti simulasi bahasa isyarat sehingga dapat mempraktikkan komunikasi dasar secara langsung. Melalui kolaborasi bersama keluarga, kelompok Dasawisma, tokoh masyarakat, institusi pendidikan, dan komunitas tuli, INTUISI berharap mampu menumbuhkan budaya komunikasi yang lebih inklusif di Kelurahan Sukabumi Selatan. Program ini menjadi bukti bahwa membangun masyarakat inklusif tidak hanya membutuhkan kepedulian, tetapi juga aksi nyata melalui edukasi, kolaborasi, dan keterlibatan langsung komunitas. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami bahasa isyarat, diharapkan tercipta ruang komunikasi yang setara sehingga setiap individu, termasuk teman tuli, dapat berinteraksi, berpartisipasi, dan merasa diterima sepenuhnya dalam kehidupan bermasyarakat. (Agus)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) resmi membuka Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolres Cup 2026 di Gedung Bulu Tangkis GOR Suryanata, Amuntai, Jumat (26/6/2026). Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres HSU Kompol Sony F.L. Gaol, S.E., M.M., para pejabat utama, perwira, bintara, ASN Polres HSU, serta para atlet dan peserta yang akan berlaga dalam turnamen. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa sebagai ungkapan rasa syukur agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Dalam sambutannya, Kapolres HSU menyampaikan bahwa Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolres Cup tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, membangun semangat sportivitas, serta meningkatkan kebersamaan di lingkungan Polri dan masyarakat. “Melalui olahraga, kita dapat memperkuat kekompakan, menjunjung tinggi nilai sportivitas, sekaligus menjaga kesehatan. Kami berharap kejuaraan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres. Sebagai tanda dimulainya kejuaraan, Kapolres HSU secara simbolis membuka turnamen dengan melakukan pukulan pertama shuttlecock, yang kemudian dilanjutkan dengan pertandingan ekshibisi bersama para peserta. Turnamen ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pecinta bulu tangkis untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Hulu Sungai Utara di tingkat yang lebih tinggi. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Polres HSU dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui kegiatan positif yang mengedepankan kebersamaan dan semangat persatuan. Rangkaian pembukaan Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolres Cup 2026 berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat. Antusiasme peserta dan para pendukung semakin menambah semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Melalui kegiatan ini, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung pembinaan olahraga, memperkuat silaturahmi, serta membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan jajaran Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) melalui Program Jumat Asri yang digelar di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Babinsa Kelurahan Garuntang Koramil 410-02/Telukbetung Selatan (TBS), Pelda Sulindra, bersama aparat kelurahan dan masyarakat. Aksi bersih-bersih dilaksanakan secara serentak di dua lokasi, yakni kawasan Lampu Merah Garuntang di Jalan Gatot Subroto RT 04 Lingkungan 1 serta depan Trakindo di Jalan Gatot Subroto RT 26 Lingkungan 2. Sejak pagi hari, personel TNI bersama warga bergotong royong membersihkan sampah, saluran drainase, serta area publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat. Pelda Sulindra mengatakan, Program Jumat Asri merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus sarana mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat di wilayah binaan. “Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Selain menciptakan kawasan yang sehat dan nyaman, kegiatan gotong royong seperti ini juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan warga,” ujarnya. Program tersebut melibatkan berbagai unsur di Kelurahan Garuntang, mulai dari Lurah Garuntang, Babinsa, ketua lingkungan, para ketua RT, anggota Linmas, kader kelurahan, hingga masyarakat yang secara sukarela ikut berpartisipasi. Kolaborasi lintas elemen itu menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih terpelihara dengan baik dan menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. Program Jumat Asri juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial Kodim 0410/KBL yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendorong kepedulian sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dinilai mampu memperkuat komunikasi, membangun kedekatan, serta menjadi penggerak berbagai program kemasyarakatan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan lancar. Kodim 0410/Kota Bandar Lampung berharap Program Jumat Asri dapat terus menjadi budaya positif yang memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Agus)

JEMBER, Bidik-kasusnews.com – Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada (RS DKT) Jember terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan meresmikan sejumlah gedung dan layanan medis baru, Kamis (25/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari penguatan fasilitas kesehatan guna memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi prajurit TNI, anggota Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), peserta BPJS Kesehatan, hingga masyarakat umum. Peresmian dipimpin langsung oleh Kepala Rumkit Tk. III Baladhika Husada Jember, Letkol CKM dr. Zaltonys Tolombot, Sp.M, di lingkungan rumah sakit yang berlokasi di Jalan Panglima Besar Sudirman Nomor 45, Patrang, Kabupaten Jember. Dalam sambutannya, Letkol CKM dr. Zaltonys Tolombot menegaskan bahwa pengembangan fasilitas ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan sekaligus memperluas akses pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah Tapal Kuda, meliputi Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. “Penambahan fasilitas ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan medis sehingga masyarakat, prajurit TNI, PNS, beserta keluarganya dapat memperoleh layanan kesehatan yang semakin cepat, nyaman, dan profesional,” ujarnya. Fasilitas yang diresmikan meliputi ruang staf, layanan Medical Check-Up (MCU), Instalasi Rehabilitasi Medik, Poli Paru, layanan TB DOTS untuk penanganan tuberkulosis, area parkir yang lebih representatif, serta ruang Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit (HCU) yang dilengkapi fasilitas penunjang untuk perawatan pasien dengan kondisi khusus. Kehadiran layanan baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan rujukan, penanganan pasien gawat darurat, hingga perawatan intensif yang lebih komprehensif. Sebagai rumah sakit yang melayani pasien umum, peserta BPJS, serta anggota dan keluarga TNI/Polri, RS DKT Jember selama ini menyediakan berbagai layanan kesehatan mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga instalasi gawat darurat yang beroperasi selama 24 jam dengan dukungan tenaga medis profesional. Pengembangan fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pelayanan kesehatan di lingkungan TNI AD, sekaligus memperkuat peran RS DKT Jember sebagai salah satu rumah sakit rujukan di kawasan Tapal Kuda. Dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, didukung sarana medis yang semakin lengkap dan tenaga kesehatan yang kompeten. Manajemen RS DKT Jember berharap pengembangan layanan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi langkah berkelanjutan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com –  Asisten Operasi (Asops) Panglima Korps Marinir Brigadir Jenderal TNI (Mar.) Arief Rahman Hendrata Anggoro Jati, S.E., CTMP., M.M., didampingi Perwira Staf Ahli Panglima Korps Marinir Bidang Operasi (Sahli A Bid Ops Pangkormar) Kolonel Marinir Didiet Hendra Wijaya, M.Mp., dan dan Perwira Staf Operasi Kormar menghadiri Sidang Dewan Pengembangan Operasi dan Taktik (Wanbangopstik) LXXXI Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Mako Pushidrosal, Jakarta, Kamis (25/06/2026). Kegiatan tersebut merupakan forum pembahasan dan pengembangan bidang operasi serta taktik TNI Angkatan Laut yang diikuti oleh peserta secara tatap muka maupun melalui video conference (vicon). Sidang Wanbangopstik dilaksanakan untuk menyusun dan menyempurnakan piranti lunak berupa petunjuk referensi dan pedoman sebagai acuan dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi dan latihan. Dalam sidang tersebut dibahas tiga konsep naskah strategis, yaitu Pedoman Penyelenggaraan Operasi Amfibi, Petunjuk Referensi Pemetaan untuk Kepentingan Militer, serta Petunjuk Referensi Pembuatan Direktif Operasi di Lingkungan TNI Angkatan Laut. Pembahasan tersebut bertujuan menghasilkan dokumen yang sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis serta kebutuhan organisasi. Dalam sambutan Asops Kasal yang dibacakan Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Waasops Kasal) Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, S.E., M.Tr.Opsla., CRMP. menyampaikan bahwa Sidang Wanbangopstik menjadi wadah untuk merumuskan, mengkaji, dan mengembangkan konsep operasi serta taktik peperangan matra laut secara berkelanjutan. Pembaruan piranti lunak diperlukan agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika tugas TNI Angkatan Laut. Kehadiran Asops Pangkormar Brigadir Jenderal TNI (Mar.) Arief Rahman Hendrata Anggoro Jati, S.E., CTMP., M.M., dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Korps Marinir terhadap proses pengembangan doktrin, operasi, dan latihan TNI Angkatan Laut. Melalui sidang ini diharapkan menghasilkan pedoman yang aplikatif guna mendukung peningkatan kesiapan operasional satuan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com –  Menanggapi informasi terkait pelaksanaan pendidikan bagi peserta Sekolah Pembentukan Perwira Intelektual (SPPI), Korps Marinir TNI Angkatan Laut memberikan penjelasan mengenai pola kegiatan dan metode pembinaan yang diterapkan selama pelaksanaan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendidikan SPPI dilaksanakan secara terintegrasi melalui pembelajaran di kelas, pembinaan fisik, pembentukan karakter, serta kegiatan lapangan. Jadwal kegiatan disusun secara terukur mulai pagi hingga malam hari dengan tetap memperhatikan waktu istirahat, ibadah, makan, serta pemulihan kondisi fisik peserta. Selain pembinaan karakter dan kedisiplinan, pendidikan SPPI juga mencakup pembekalan materi sesuai dengan bidang tugas yang akan diemban peserta. Dalam pelaksanaannya, terdapat dua fokus pembelajaran, yaitu materi untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta materi untuk mendukung pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Materi terkait KDKMP diberikan oleh Kementerian Koperasi, sedangkan materi terkait KNMP disampaikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Berdasarkan pelaksanaan kegiatan di Brigif 1 Marinir pada 22 Juni 2026, rangkaian kegiatan peserta dimulai pukul 04.30 WIB dengan persiapan pagi dan ibadah, dilanjutkan olahraga pagi, pembelajaran, serta kegiatan pembinaan lainnya hingga waktu istirahat malam. Sebagian besar kegiatan difokuskan pada penyampaian materi, pembinaan kedisiplinan, serta penguatan karakter peserta. Terkait adanya informasi mengenai pola pendidikan yang disebut cukup berat, Korps Marinir menjelaskan bahwa setiap kegiatan pembinaan dalam pendidikan dasar memiliki unsur kedisiplinan dan pembentukan fisik. Kegiatan seperti olahraga, baris-berbaris, dan pembinaan ketahanan fisik merupakan bagian dari metode pembentukan karakter, namun seluruhnya dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan menyesuaikan dengan kondisi peserta. Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris tidak dilakukan sebagai bentuk latihan militer untuk membentuk peserta menjadi prajurit, melainkan sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan, kerapian, dan tata tertib selama mengikuti pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terbatas, salah satunya pada saat perpindahan peserta dari barak menuju ruang pembelajaran. Korps Marinir menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan SPPI adalah membentuk peserta yang memiliki karakter kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan dalam mengelola program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selama pelaksanaan pendidikan, aspek keselamatan dan kesehatan peserta menjadi perhatian utama dengan pengawasan instruktur serta dukungan tenaga kesehatan. Melalui pendidikan tersebut, nilai-nilai kedisiplinan, kerapian, tanggung jawab, dan akhlak menjadi bagian penting yang ditanamkan kepada para peserta. Korps Marinir berharap para peserta memperoleh bekal karakter, wawasan, dan kemampuan manajerial yang dapat mendukung pelaksanaan tugas sebagai pengelola KDKMP dan KNMP di masa mendatang. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Jajaran Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dengan melakukan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut dipimpin oleh personel Polsek Amuntai Tengah sebagai bagian dari upaya memantau kondisi lahan pertanian sekaligus memastikan keberlanjutan program swasembada jagung di wilayah hukumnya. Monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Eko Yuli Setyawan bersama personel Polsek Amuntai Tengah dengan dukungan satu unit mobil patroli serta alat komunikasi lapangan untuk memudahkan koordinasi selama kegiatan berlangsung. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek Amuntai Tengah menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara rutin guna mengetahui perkembangan tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan. “Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi dan laporan kepada pimpinan, sehingga langkah-langkah yang diperlukan dalam mendukung program ketahanan pangan dapat dilakukan secara tepat,” ungkap petugas. Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah masih tergenang air. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya curah hujan yang menyebabkan lahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman jagung. Genangan air yang masih bertahan diperkirakan akan berdampak terhadap rencana tanam pada beberapa bulan mendatang. Apabila kondisi belum membaik, sebagian besar lahan pertanian berpotensi belum dapat ditanami sesuai jadwal yang telah direncanakan. Meski demikian, Polsek Amuntai Tengah memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan dan tinggi debit air sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat, sekaligus mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional. Selain melakukan pengecekan kondisi lahan, personel kepolisian juga menjalin komunikasi dengan para petani untuk memperoleh informasi terkait kondisi pertanian serta berbagai kendala yang dihadapi selama musim penghujan. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan petani serta memberikan motivasi agar tetap semangat dalam mengembangkan sektor pertanian meski menghadapi tantangan cuaca. Program monitoring ini merupakan salah satu bentuk komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung swasembada jagung dan menjaga ketahanan pangan di daerah, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah tetap aman, tertib, dan kondusif. Monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai dasar penyusunan rekomendasi dan langkah strategis dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) memainkan peran strategis dalam mendukung kelancaran Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malindo Darsasa 12AB/2026, latihan bilateral antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) yang berfokus pada penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan. Rangkaian latihan yang berlangsung sejak 17 hingga 25 Juni 2026 itu resmi ditutup dalam sebuah upacara di Pantai Puri Gading, Bandar Lampung, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kerja sama pertahanan Indonesia dan Malaysia dalam meningkatkan interoperabilitas serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam di kawasan. Di bawah kepemimpinan Komandan Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., jajaran Kodim 0410/KBL berperan aktif dalam mendukung seluruh tahapan latihan. Mulai dari pengamanan, koordinasi lintas instansi, hingga memastikan setiap skenario latihan berjalan sesuai prosedur dan target yang telah ditetapkan. Asisten Operasi Panglima TNI, Letjen TNI Bobby Makmun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan latihan, termasuk Kodim 0410/KBL yang dinilai memberikan kontribusi besar terhadap suksesnya kegiatan. “Dukungan dan sinergi seluruh unsur, termasuk Kodim 0410/Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah, menjadi faktor penting dalam kelancaran dan keberhasilan latihan gabungan ini,” ujarnya. Selama pelaksanaan latihan, personel Kodim 0410/KBL turut mendukung berbagai simulasi penanggulangan bencana, seperti evakuasi korban kebakaran, banjir, hingga tsunami. Keterlibatan tersebut menunjukkan kesiapan aparat teritorial dalam mendukung operasi kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi cepat dan terpadu. Selain latihan lapangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan bakti sosial berupa donor darah, pelayanan kesehatan, dan pembagian bantuan sosial kepada masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara aparat militer dengan masyarakat sekaligus mempertegas misi kemanusiaan yang diusung dalam Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026. Sementara itu, Kepala Staf Markas Angkatan Bersama ATM, Mej Jen Dato’ Khairul Anuar bin Abd Aziz, menegaskan bahwa latihan bersama ini bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan operasional kedua angkatan bersenjata, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan kemanusiaan di kawasan. Menurutnya, ancaman bencana alam memerlukan kolaborasi yang kuat, sehingga latihan seperti Malindo Darsasa menjadi sarana penting untuk membangun koordinasi dan kesiapan bersama. Menutup rangkaian kegiatan, Kolonel Arm Roni Hermawan menyampaikan bahwa keberhasilan Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026 merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang terlibat, baik dari TNI, ATM, pemerintah daerah, maupun berbagai instansi pendukung. Ia berharap pengalaman selama latihan dapat menjadi bekal berharga dalam meningkatkan profesionalisme personel sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan dan kemanusiaan antara Indonesia dan Malaysia di masa mendatang. Dengan berakhirnya Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026, Kodim 0410/Kota Bandar Lampung kembali menegaskan perannya sebagai satuan teritorial yang tidak hanya siap menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga menjadi motor penggerak sinergi, diplomasi pertahanan, dan aksi kemanusiaan demi terciptanya stabilitas serta keselamatan masyarakat di kawasan. (Agus)

CILODONG, Bidik-kasusnews.com – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 resmi digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Kartika, Divisi Infanteri 1/Kostrad, Cilodong, Depok, Kamis (25/6/2026). Kejuaraan yang diikuti ratusan judoka dari seluruh Indonesia ini menjadi ajang pembinaan sekaligus kompetisi untuk melahirkan atlet-atlet judo berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kejuaraan secara resmi dibuka oleh Asisten Operasi (Asops) Kasad Mayjen TNI Aminton Manurung yang membacakan sambutan tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI). Dalam sambutan tertulisnya, Kasad menegaskan bahwa Kejurnas Judo Piala Kasad bukan sekadar ajang memperebutkan medali dan gelar juara, tetapi juga menjadi wahana pembinaan karakter, penguatan persaudaraan, serta penanaman nilai-nilai luhur olahraga judo. “Kegiatan ini merupakan sarana pembinaan karakter, penguatan persaudaraan, serta penanaman nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan semangat pantang menyerah yang menjadi jiwa dari olahraga judo,” kutip Asops Kasad. Kasad juga menyampaikan rasa bangganya bahwa Kejurnas Judo Piala Kasad selama ini telah menjadi wadah pembinaan yang berkualitas bagi seluruh Pengurus Provinsi PJSI dalam menyiapkan atlet-atlet berprestasi secara berkelanjutan. Selain itu, kejuaraan ini menjadi simbol sinergi yang kuat antara TNI, Polri, dan masyarakat melalui olahraga. Kejurnas Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 mempertandingkan berbagai kategori, meliputi kategori cadet usia 13–16 tahun, junior usia 16–19 tahun, senior, kategori kata, hingga kategori TNI-Polri. Sebanyak 606 judoka dari 26 Pengurus Provinsi PJSI serta 186 judoka TNI-Polri dari 54 satuan juga turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Selama empat hari pelaksanaan, para peserta akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam cabang olahraga yang mengedepankan teknik, kekuatan, ketahanan, strategi, serta sportivitas sebagai nilai utama dalam setiap pertandingan. Masyarakat umum hingga para pecinta olahraga bela diri juga dapat menyaksikan langsung kompetisi di lokasi acara. Terakhir, Kejurnas Judo Piala Kasad ini diharapkan dapat menjadi momentum lahirnya judoka-judoka berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional, sekaligus memperkuat pembinaan olahraga judo di Indonesia. (Agus)