SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi memastikan tetap serius menghadapi ajang Porprov Jabar 2026 meski di tengah kondisi anggaran yang terbatas. Target 12 medali emas pun tetap dicanangkan sebagai capaian utama kontingen Kota Sukabumi di event tahunan tersebut. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan persoalan pembiayaan akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Namun ia meminta para atlet menunjukkan hasil nyata dengan membawa pulang medali emas. “Tenang, wali kota yang mencari anggaran. Tapi saya minta targetnya jelas, ukurannya emas, bukan perak atau perunggu,” ujar Ayep, usai membuka Rakerda KONI, Kamis (21/5/2026). Ia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini tengah mengalami tekanan karena banyak program pembangunan yang juga harus diprioritaskan, mulai dari perbaikan jalan, trotoar hingga penataan lingkungan perkotaan. Meski begitu, Ayep memastikan dukungan terhadap dunia olahraga tetap menjadi perhatian. Termasuk pembahasan bonus bagi atlet berprestasi yang masih terus dimatangkan. Kepala Disporapar Kota Sukabumi Rahmat Sukandar mengatakan target 12 emas menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh atlet dan official yang akan berlaga di Porprov mendatang. Menurutnya, kebutuhan ideal anggaran untuk persiapan hingga pelaksanaan Porprov mencapai sekitar Rp5 miliar. Namun dengan kondisi efisiensi saat ini, pihaknya tetap optimistis kontingen Kota Sukabumi mampu tampil kompetitif. “Kami tetap siap all out. Berapa pun anggaran yang tersedia, target emas harus diperjuangkan,” katanya. Sebanyak 39 cabang olahraga dipastikan lolos babak kualifikasi dengan total 535 atlet dan official yang akan memperkuat kontingen Kota Sukabumi pada Porprov Agustus mendatang. Di sisi lain, Ketua KONI Kota Sukabumi Yoseph Mahdi Yunansyah memastikan persiapan atlet terus berjalan tanpa terpengaruh kondisi anggaran. Menurut Yoseph, kesiapan fisik dan mental atlet tetap menjadi fokus utama agar mampu bersaing dan memenuhi target yang telah ditetapkan. Ia juga mengungkapkan adanya rencana bonus minimal Rp100 juta bagi atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas untuk Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Sukabumi menjadi momentum penegasan arah pembangunan sumber daya manusia. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menekankan bahwa pendidikan unggul harus menjadi motor utama dalam mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing. Dalam kegiatan yang digelar di Halaman Setda Kota Sukabumi, Senin (4/5/2026), Ayep menegaskan bahwa kekuatan sebuah daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Menurutnya, pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga karakter dan integritas. “Pendidikan harus menjadi mesin yang melahirkan generasi unggul, bukan hanya pintar, tapi juga berintegritas dan siap menghadapi tantangan,” tegasnya. Ia menyoroti pentingnya membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan individu tangguh, bermental kuat, serta berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dalam pandangannya, hanya generasi yang teruji melalui proses pendidikan berkualitas yang mampu bertahan dalam ketatnya kompetisi global. Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Sukabumi terus memperkuat dukungan pembiayaan pendidikan melalui berbagai sumber. Selain mengandalkan anggaran pemerintah pusat, provinsi, dan APBD, pemerintah juga mengoptimalkan peran filantropi seperti wakaf dan Baznas. Pemanfaatan dana tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Salah satu program yang didorong adalah pemberian beasiswa bagi siswa Sekolah Dasar melalui skema dana wakaf. Di sisi lain, perhatian terhadap pendidikan tinggi juga terus ditingkatkan. Pemerintah kota telah menyalurkan bantuan kepada 418 mahasiswa dengan total anggaran mencapai sekitar Rp1,37 miliar sebagai upaya menjaga kesinambungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ia menyebut, pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama. “Pendidikan harus inklusif, adil, dan merata. Semua elemen harus bergerak bersama untuk mewujudkannya,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan berfokus pada pembinaan jenjang PAUD, SD, dan SMP, sementara program lain melibatkan perangkat daerah terkait. Saat ini, program beasiswa dari dana filantropi telah mulai disalurkan kepada 72 siswa SD dengan nominal Rp500 ribu per orang. Melalui momentum Hardiknas 2026, Pemkot Sukabumi menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan, sekaligus mesin pencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, belum mengungkap secara rinci sumber pendanaan dalam kegiatan penyambutan 14 duta besar yang berlangsung di Kota Sukabumi pada 21 April 2026. Kegiatan berskala internasional tersebut diketahui telah dipersiapkan sejak enam bulan sebelumnya dan menghadirkan perwakilan negara sahabat serta tiga duta besar Indonesia yang bertugas di luar negeri. Agenda ini diklaim sebagai bagian dari upaya membuka jejaring kerja sama global bagi daerah. Meski menuai perhatian luas, Ayep tidak memberikan penjelasan detail terkait besaran maupun asal anggaran yang digunakan. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh pembiayaan akan dipertanggungjawabkan. “Saya akan pertanggungjawabkan semuanya. Dampak yang dihasilkan akan jauh lebih besar,” ujarnya, Selasa malam (21/4/2026). Dalam rangkaian kegiatan, para duta besar diajak meninjau sejumlah potensi daerah, termasuk sektor kesehatan di RSUD R. Syamsudin S.H. yang menampilkan fasilitas stem cell sebagai salah satu layanan unggulan. Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan serta ekonomi, termasuk rencana ekspor komoditas kopi ke negara seperti Georgia dan Armenia. Di tengah berbagai peluang yang ditawarkan, belum terbukanya informasi detail terkait anggaran menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menilai transparansi penting untuk memastikan kegiatan internasional tersebut benar-benar memberikan manfaat yang sebanding bagi masyarakat. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pertemuan dengan langkah konkret, sekaligus membuka informasi secara lebih jelas agar kepercayaan publik tetap terjaga. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana berbeda terasa di jantung Kota Sukabumi saat ribuan warga memadati jalur karnaval budaya yang digelar dalam rangka perayaan hari jadi ke-112. Ragam atraksi seni, kostum warna-warni, hingga penampilan kreatif dari berbagai elemen masyarakat menjadikan momen ini sebagai pesta rakyat yang penuh antusiasme. Di tengah kemeriahan tersebut, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa karnaval bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi besar untuk menghidupkan sektor ekonomi kreatif dan memperkuat identitas kota. Menurutnya, keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah bersama masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbasis kebijakan, tetapi juga partisipasi kolektif. Terlebih, kegiatan ini didukung penuh oleh sponsor dan swadaya warga tanpa membebani anggaran daerah. “Ini bukti bahwa Sukabumi punya energi besar dari masyarakatnya. Kita ingin karnaval ini menjadi agenda tetap setiap tahun,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026). Ayep juga menyinggung posisi Sukabumi sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia dalam bidang seni dan budaya. Ia menilai, potensi tersebut harus terus didorong agar mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah. Tak hanya soal hiburan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mendorong kinerja keuangan daerah. Ia menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak boleh stagnan, serta berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui Transfer ke Daerah (TKD) dapat segera terealisasi. Di sisi lain, Ayep mengungkapkan langkah berani Pemkot Sukabumi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur. Program yang semula dirancang dalam jangka panjang kini dipadatkan menjadi target dua hingga tiga tahun ke depan. Langkah ini dinilai krusial sebagai respons terhadap potensi kenaikan harga di masa mendatang, termasuk dampak dari naiknya biaya energi dan bahan konstruksi. “Kalau kita bergerak cepat sekarang, beban anggaran ke depan bisa ditekan,” tegasnya. Karnaval ini juga menjadi etalase kekayaan seni lokal. Berbagai penampilan menunjukkan bahwa Sukabumi tidak kekurangan talenta, bahkan memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat, menyampaikan apresiasi atas kemeriahan acara tersebut. Ia mengaku terkesan dengan kualitas pertunjukan yang ditampilkan. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menjadi magnet baru bagi kunjungan wisata serta memperkuat citra Sukabumi sebagai kota berbasis budaya. “Ini bukan hanya tontonan, tapi juga potensi besar untuk mendatangkan wisatawan,” ungkapnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki mengingatkan bahwa bekerja ke luar negeri bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga tentang menjaga martabat diri, keluarga, dan daerah. Pesan menyentuh itu disampaikannya saat melepas 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Sukabumi yang akan berangkat ke Turki dan Kuwait, Kamis (16/4/2026). Dalam suasana yang hangat dan penuh haru di Balai Kota Sukabumi, pelepasan berlangsung sederhana namun sarat makna. Penyerahan simbolis paspor dan tiket menjadi penanda dimulainya perjalanan baru para CPMI menuju harapan yang lebih luas. Ayep Zaki menekankan bahwa kesempatan ini harus dimaknai sebagai amanah. Ia mengajak para pekerja migran untuk menempatkan kejujuran, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai pegangan utama selama berada di negeri orang. “Ini bukan hanya tentang bekerja, tetapi tentang bagaimana kita membawa nilai dan karakter sebagai orang Indonesia,” pesannya, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan di luar negeri tidak ringan. Perbedaan budaya, bahasa, hingga lingkungan kerja membutuhkan kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, para CPMI diminta untuk tetap rendah hati, disiplin, serta menjaga sikap dalam setiap situasi. Menurutnya, keberangkatan ini adalah bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam membuka jalan bagi masyarakat untuk berkembang. Namun lebih dari itu, keberhasilan para pekerja migran nantinya akan menjadi cermin kualitas sumber daya manusia Sukabumi. “Ketika kalian pulang, bawalah lebih dari sekadar hasil materi. Bawalah pengalaman, keterampilan, dan cara pandang baru yang bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. Di sisi lain, momen pelepasan juga diwarnai rasa haru dari keluarga yang mengantar. Doa dan harapan mengiringi langkah para CPMI yang akan menempuh perjalanan jauh demi masa depan yang lebih baik. Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan tersebut. Ia berharap dapat bekerja dengan baik serta kembali dengan membawa hasil yang membanggakan bagi keluarga. Pelepasan ini bukan hanya seremoni, melainkan titik awal perjalanan hidup yang sarat makna. Dengan bekal pesan bijak dari pemimpin daerah, para CPMI diharapkan mampu melangkah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan, dan menorehkan kisah keberhasilan di tanah rantau. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat yang ditunjukkan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam memperjuangkan program strategis daerah patut diacungi jempol. Hal ini ditunjukkan saat menghadiri Musrenbang RKPD 2027 tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026). Datang bersama Kepala Bappeda, Hasan Asari, Ayep membawa “amunisi” usulan prioritas yang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik di Kota Sukabumi. Bagi Ayep, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi arena strategis untuk memastikan suara daerah benar-benar masuk dalam kebijakan provinsi. “Kami datang dengan agenda jelas, memastikan program prioritas Sukabumi tidak hanya didengar, tapi juga diakomodasi,” tegasnya. Ia menilai, sinkronisasi pusat–provinsi–daerah harus bergerak cepat dan konkret, agar pembangunan tidak jalan di tempat. Di forum yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, memberi sinyal keras soal disiplin anggaran. Ia meminta kepala daerah tidak sekadar hemat, tetapi cerdas dalam membelanjakan anggaran. “Efisiensi jangan jadi alasan turunnya pelayanan. Anggaran harus tepat guna, tepat sasaran, dan transparan,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong arah pembangunan yang lebih berkarakter—tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan alam dan budaya lokal. “Jabar harus maju tanpa kehilangan jati diri,” singkatnya. Forum ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama pembangunan lintas daerah se-Jawa Barat, sebagai sinyal kuat penguatan kolaborasi. Menanggapi hal itu, Ayep Zaki optimistis peluang realisasi program Sukabumi semakin terbuka lebar. “Ini bukan sekadar wacana. Kita kawal sampai realisasi, supaya dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi tancap gas mempercepat perbaikan Jalan Gudang, menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan berisiko tinggi terhadap keselamatan. Tidak sekadar perbaikan biasa, proyek ini dilakukan secara menyeluruh dengan standar konstruksi yang ditingkatkan agar memberikan manfaat jangka panjang. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, turun langsung meninjau proses pengerjaan guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan, langkah ini merupakan respons konkret pemerintah terhadap aspirasi warga yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan bergelombang dan rawan kecelakaan. Menurutnya, Jalan Gudang merupakan salah satu jalur vital dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya. Kondisi jalan yang tidak rata selama ini menjadi pemicu utama kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Karena itu, Pemkot memilih melakukan pembangunan ulang secara total, bukan lagi tambal sulam yang sifatnya sementara. “Perbaikan ini kita lakukan dengan standar tinggi. Jalan harus kuat, tahan lama, dan yang paling penting aman bagi masyarakat,” ujarnya saat peninjauan, Selasa (14/4/2026). Dalam pengerjaannya, jalan dibangun menggunakan beton K350 dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter. Spesifikasi ini dipilih untuk menjamin kekuatan struktur jalan dalam menghadapi beban kendaraan berat serta tingginya intensitas lalu lintas. Dengan metode tersebut, Jalan Gudang diharapkan tidak mudah rusak dan mampu digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 60 hingga 70 hari. Meski demikian, percepatan terus diupayakan agar dampak terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalisir. Pemerintah menyadari, selama masa konstruksi akan terjadi gangguan arus lalu lintas, termasuk potensi kemacetan di sekitar lokasi. “Kami memahami akan ada ketidaknyamanan. Untuk itu kami mohon maaf kepada masyarakat. Namun ini bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik ke depan,” tambahnya. Dari sisi pembiayaan, proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, dengan fokus pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain perbaikan Jalan Gudang, Pemkot juga telah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur lain sebagai bagian dari prioritas pembangunan. Beberapa di antaranya meliputi perbaikan trotoar Jalan Bhayangkara, pembangunan Kantor Kecamatan Gunung Puyuh, penataan sejumlah ruas jalan, hingga pengembangan Gedung Aher. Bahkan, dalam rencana perubahan anggaran mendatang, pemerintah berencana mengalihkan sebagian anggaran pembangunan jembatan di wilayah Cibeureum untuk memperkuat program perbaikan jalan yang dinilai lebih mendesak. Langkah ini menegaskan arah baru kebijakan pembangunan di Kota Sukabumi yang tidak lagi berorientasi pada perbaikan jangka pendek, melainkan pada kualitas dan keberlanjutan. Pemerintah ingin memastikan setiap ruas jalan yang dibangun benar-benar memberikan rasa aman, nyaman, dan manfaat nyata bagi masyarakat. Perbaikan Jalan Gudang pun diharapkan menjadi simbol perubahan tersebut—bahwa pembangunan infrastruktur dilakukan secara serius, terukur, dan berpihak pada kebutuhan warga. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan tiga pelajar asal Kota Sukabumi yang sukses menembus panggung modeling nasional hingga internasional. Mereka adalah Nadia Putri Ramadhani, Rafa Elviana Supriatna, dan Aurin Julianti Tiga model cilik yang kini menjadi perhatian publik setelah tampil di ajang bergengsi di Bangkok dan Hanoi. Atas capaian tersebut, Ayep Zaki menyampaikan apresiasi langsung dalam pertemuan yang berlangsung hari ini. Ia menilai keberhasilan ketiganya menjadi bukti bahwa talenta muda daerah mampu bersaing di level global. “Prestasi ini bukan hal biasa. Mereka sudah membawa nama Sukabumi ke panggung internasional,” ujar Ayep, Selasa (14/4/2026). Menurutnya, keberanian dan konsistensi menjadi kunci utama hingga ketiganya mampu tampil di luar negeri. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus membuka ruang agar ekosistem industri kreatif terutama modeling bisa berkembang lebih luas. Ia juga menegaskan pentingnya peran pembinaan sejak dini melalui sanggar-sanggar yang kini mulai tumbuh di Kota Sukabumi. Kehadiran wadah tersebut dinilai mampu mencetak bibit-bibit baru yang siap berkompetisi. “Jangan berhenti sampai di sini. Terus kejar prestasi dan tingkatkan kemampuan. Pemerintah siap mendukung,” tegasnya. Ketiga model cilik ini diketahui merupakan anak dari pasangan Ucup Supriatna dan Epi Sumanti. (Usep)

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Upaya menjaga kestabilan harga pangan sekaligus memperkuat sektor pertanian terus didorong Pemerintah Kabupaten Kuningan. Hal itu ditegaskan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar saat membuka kegiatan Bazar Pangan Murah dan Segar di kawasan Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (12/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kuningan bersama PDAU dan Rumah Tani ini menjadi langkah awal menuju pembentukan program “Rumah Sayur” yang tengah dipersiapkan dalam waktu dekat. Dalam sambutannya, Dian menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran vital sebagai penopang ekonomi daerah, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global. “Pertanian terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ini sektor yang harus terus diperkuat,” ujarnya. Ia menjelaskan, bazar sayur bukan hanya berfungsi sebagai sarana distribusi pangan murah, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal teknologi pertanian modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, Pemkab Kuningan juga menaruh perhatian pada standar kualitas hasil pertanian. Dengan pengelolaan yang baik, produk lokal diharapkan mampu bersaing di pasar dan memiliki daya serap yang tinggi. Dari sisi distribusi, program ini diyakini dapat memperkuat rantai pasok dan menekan potensi lonjakan harga, sehingga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah. Pemkab Kuningan juga akan mengintegrasikan program ini dengan pembinaan petani, termasuk dukungan permodalan dan pendampingan melalui kolaborasi lintas pihak. Ke depan, konsep ini direncanakan berkembang menjadi pasar sayur yang lebih luas dan berkelanjutan. Bazar Sayur sendiri akan digelar rutin setiap Minggu pagi bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di kawasan pendopo. Produk yang ditawarkan dipastikan segar dengan harga lebih terjangkau karena telah melalui survei harga sebelumnya. “Masyarakat bisa olahraga sekaligus belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih murah,” kata Dian. Sementara itu, CEO Rumah Tani Nusantara, Bahtiar menambahkan bahwa program Rumah Sayur nantinya akan mengutamakan petani lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis daerah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melontarkan pesan yang tegas, lugas dan sarat makna di momen Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Sukabumi. Ia menegaskan, peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan alarm keras untuk membenahi kinerja birokrasi dan tata kelola anggaran. Dari Lapang Merdeka, Rabu (1/4/2026), Ayep secara terbuka menuntut lonjakan kualitas kerja aparatur. Ia bahkan memasang standar tinggi, dengan target capaian kinerja di atas 90. “Kalau ingin kesejahteraan tercapai, kinerja tidak boleh biasa-biasa saja. Harus di atas standar,” tegasnya. Ayep menyoroti bahwa selama ini masih ada pola kerja yang belum sepenuhnya efektif. Karena itu, empat tahun ke depan harus menjadi fase percepatan, bukan lagi tahap uji coba kebijakan. Di sektor program, rencana pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu yang disorot. Namun, kendala klasik kembali muncul yaitu keterbatasan lahan datar dengan luas ideal. Kondisi geografis Kota Sukabumi dinilai membuat biaya pembangunan melonjak. Alih-alih berhenti di kendala, Pemkot memilih tancap gas dengan skema sekolah perintis. Langkah ini disebut sebagai solusi cepat agar program tetap berjalan sambil menyiapkan konsep jangka panjang. Tak hanya itu, Ayep juga “ngegas” di sektor infrastruktur. Ia memastikan tiga tahun ke depan pembangunan akan difokuskan pada proyek-proyek yang benar-benar berdampak, bukan sekadar mengejar realisasi anggaran. “Jangan sampai bangun hari ini, beberapa tahun sudah rusak. Kita ingin yang tahan lama, minimal 25 tahun manfaatnya,” ujarnya. Sorotan tajam juga diarahkan pada belanja daerah. Ayep terang-terangan menargetkan efisiensi besar-besaran hingga 20–30 persen, khususnya pada belanja barang dan jasa yang selama ini dinilai masih berpotensi boros. Langkah tersebut akan dikawal bersama lembaga pengawas seperti BPK dan BPKP, sebagai upaya memastikan anggaran tidak lagi bocor di titik-titik yang tidak produktif. “Anggaran itu uang rakyat. Harus dipakai seefektif mungkin,” kata Ayep. Sementara itu, terkait kebijakan pusat seperti pembatasan BBM dan penerapan work from home (WFH), Pemkot Sukabumi memilih mengikuti garis kebijakan nasional. Namun, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal, dengan pejabat strategis tetap bekerja di kantor. Di akhir, Ayep menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pembangunan ada pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tanpa fiskal yang kuat, menurutnya, program sehebat apa pun akan sulit direalisasikan. “HUT ke-112 ini jadi momentum berbenah. Kita gas semua—kinerja, anggaran, dan pembangunan—biar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya. (Usep)