SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komunitas Wartawan Sukabumi (KOWASI) terus mematangkan konsolidasi organisasi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16. Salah satu agenda penting yang disiapkan yakni Rapat Kerja (Raker) KOWASI Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Perumahan Mayanti Residence, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Raker tersebut akan dipimpin langsung Ketua Umum KOWASI, Yudi Suyudi, didampingi Bendahara Umum Dody Suryadarma. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membahas berbagai persiapan organisasi menghadapi agenda HUT KOWASI ke-16. Ketua Umum KOWASI Yudi Suyudi mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat persatuan dan membangun organisasi yang semakin maju. “Dengan semangat kemerdekaan, mari kita tumbuhkan rasa persatuan organisasi menuju masa depan yang lebih baik dan maju,” tegas Yudi Suyudi. Untuk memastikan jalannya raker berjalan maksimal, Yudi sebelumnya telah mengundang seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KOWASI agar hadir dalam kegiatan tersebut. Seluruh anggota juga diharapkan dapat ikut ambil bagian dalam agenda organisasi itu. “Kami berharap kehadiran rekan-rekan sekalian. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih,” ujar Yudi. Selain agenda resmi organisasi, suasana kebersamaan juga akan dibangun sebelum rapat kerja dimulai. Anggota yang memiliki waktu luang diajak memeriahkan semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81 melalui kegiatan hiburan karaoke dan senam bersama di lokasi acara. “Khusus bagi rekan-rekan yang memiliki waktu luang sebelum acara dimulai, mari kita ramaikan dulu semarak HUT RI ke-81 di lokasi acara dengan hiburan karaoke dan bersenam bersama,” imbuhnya. Berdasarkan agenda yang telah disusun, kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dijadwalkan berakhir sekitar pukul 17.40 WIB. Rangkaian kegiatan diawali persiapan dan pra-acara pada pukul 08.00–11.00 WIB. Selanjutnya, pukul 11.00–12.00 WIB menjadi waktu berkumpulnya seluruh anggota. Setelah itu, peserta memasuki waktu istirahat, salat, dan makan (isoma) pada pukul 12.00–13.00 WIB. Agenda inti berupa Rapat Kerja berlangsung mulai pukul 13.00–15.00 WIB dan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan hingga waktu Salat Ashar. Sementara pada pukul 15.30–17.40 WIB, kegiatan diisi hiburan sekaligus penutupan. Raker KOWASI 2026 tersebut juga dijadwalkan dihadiri Sekretaris Jenderal KOWASI Heri Setiawan serta Dewan Penasehat KOWASI, H. Budi Widaya. Keduanya menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap langkah Ketua Umum Yudi Suyudi dalam mendorong kemajuan organisasi. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kekompakan dan keberlangsungan KOWASI sebagai wadah para wartawan di Sukabumi. Melalui Raker 2026, KOWASI diharapkan tidak hanya menghasilkan sejumlah agenda kerja, tetapi juga semakin memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan persatuan seluruh jajaran organisasi dalam menyongsong perjalanan KOWASI memasuki usia ke-16. (Dicky)
CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Surat panggilan resmi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon menjadi sorotan warga. Kuwu Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kredit pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cirebon Kartini. Selasa, 11/08/2026 Berdasarkan surat yang diterima dan terlihat dalam dokumen, pemanggilan tersebut tertuang dalam Surat Panggilan Saksi KE-II Nomor: SP-450/M.2.11/Fd.2/08/2026. Surat diterbitkan di Cirebon pada 6 Agustus 2026 dan ditandatangani atas nama Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus selaku penyidik, Bayu, S.H., M.H., Jaksa Muda. Dalam surat tersebut, Kepala Desa Megu Cilik diminta hadir: Hari: Selasa Tanggal: 11 Agustus 2026 Pukul: 13.00 WIB Tempat: Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Nomor 30, Kota Cirebon Menghadap: Bayu, S.H., M.H. Pemanggilan dilakukan untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kredit pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cirebon Kartini. Surat tersebut juga menyebut bahwa pemeriksaan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Nomor: PRIN-03/M.2.11/Fd.2/07/2026 tanggal 24 Juli 2026 tentang dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kredit pada BRI Kantor Cabang Cirebon Kartini. Pemanggilan Kedua, Ada Apa? Yang membuat pemanggilan ini menarik perhatian adalah dokumen tersebut secara tegas mencantumkan status “Surat Panggilan Saksi KE-II”. Artinya, berdasarkan dokumen yang terlihat, pemanggilan tersebut merupakan panggilan kedua terhadap pihak yang bersangkutan. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan publik mengenai materi perkara serta alasan Kepala Desa Megu Cilik diperlukan keterangannya oleh penyidik dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana kredit tersebut. Namun demikian, pemanggilan sebagai saksi tidak serta-merta berarti yang bersangkutan terlibat atau bersalah dalam perkara pidana. Status dan peran masing-masing pihak masih harus didasarkan pada hasil pemeriksaan serta alat bukti yang dimiliki penyidik. Kepala Desa Megu Cilik Belum Beri Penjelasan Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh konfirmasi maupun penjelasan resmi dari Kepala Desa Megu Cilik mengenai pemanggilan tersebut, termasuk mengenai kapasitas dan keterkaitannya sebagai saksi dalam perkara yang sedang ditangani Kejari Kota Cirebon. Publik kini tinggal menunggu bagaimana proses pemeriksaan tersebut berjalan dan apakah keterangan para saksi nantinya mampu membuka secara terang dugaan penyalahgunaan dana kredit yang sedang disidik Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Kejaksaan diharapkan dapat mengusut perkara ini secara transparan, profesional, dan berdasarkan alat bukti, sehingga tidak ada ruang bagi siapa pun untuk berlindung di balik jabatan maupun kepentingan tertentu. (Tim)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna dan Bobotoh Persib di Majalengka bersama Komunitas Viking Alengka berkumpul bersama nobar final Piala Presiden 2026 tidak ketinggalan Bupati Majalengka Eman Suherman dan jajaran, Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman dan jajaran yang bertempat di Saung Nganteur Kahayang Desa Salagedang Kecamatan Sukahaji Majalengka pada Kamis malam, (06/08/26). “Alhamdulillah nobar final Persib vs Persebaya dihadiri Bupati Majalengka dan jajaran serta Kapolres Majalengka dan jajaran, walaupun hasilnya kalah Namun kita semua tetap semangat, tempat ini, Saung Nganteur Kahayang Salagedang tetap untuk kita semua untuk melakukan kreatifitas,” ujar Anggota DPR RI, Ateng Sutisna usai nobar kepada sejumlah media. Maaih kata Ateng, tidak menyangka Persib kalah, saya tadinya optimis Persib menang. “Pesan yangdisampaikan untuk viking alengka Majalengka tetap semangat, tentu kita akan jadi juara lagi,” paparnya. Sementara itu Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengajak viking alengka untuk tetap santun, semangat dan berkreatifitas. Nobar di Saung Nganteur Kahayang ini diikuti 500 an penonton dengan layar raksana lebar dan dijaga oleh pihak kepolisian. Di sela sela acara Kapilres Majalengka memberikan beberapa helm kepada penonton yang bisa menjawab pertanyaan dan ada kaos kaos menarik Persib Bandung. Kemudian ada hadiah dari quiz yang digelar panitia. Di hari sebelumnya juga dilaksanakan nobar Persib vs Tampines Rovers dengan berbagai hiburan yang dilaksanakan mulai dari seni Sunda Rancage, penampilan DJ, festival UMKM, dialog interaktif hingga menikmati alam terbuka. Kegiatan nobar final Persib vs Persebaya berlangsung aan dan tenang tidak ada keributan sehingga kondusif. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti acara Nonton Bareng (Nobar) laga final Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya dalam ajang sepakbola Piala Presiden tahun 2026. Acara berlangsung meriah di Saung Nganteur Kahayang Ateng Sutisna, anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang beralamat di Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka pada Kamis malam, (06/08/26), acara dilaksanakan dengan kerjasama bersama komunitas Bobotoh Persib Viking Alengka Majalengka. Kegiatan ini turut dihadiri langsung Anggota DPR RI Bapak Ateng Sutisna, Bupati Majalengka, Eman Suherman serta Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman serta anggota DPRD Majalengka fraksi PKS dan undangan lainnya. Kehadiran para tokoh pimpinan daerah semakin menambah semarak dan kebersamaan seluruh pendukung yang hadir. Dalam sambutannya, Ateng Sutisna menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat. “Semoga laga ini berjalan indah dan penuh sportivitas. Dukung tim kesayangan dengan semangat, tetap jaga ketertiban, keamanan, serta kebersamaan,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan harapan agar kegiatan ini makin mempererat persaudaraan. “Sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan sarana menyatukan hati. Tetap rukun, saling menghormati, dan jaga nama baik daerah,” ujarnya. Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengajak seluruh pendukung untuk tetap santun, menjaga ketertiban, dan menjamin suasana aman hingga acara selesai. Sejak sore hari warga mulai berdatangan dengan penuh semangat. Selama pertandingan sorak-sorai bergema, namun suasana tetap tertib dan akrab — menunjukkan persatuan yang kuat di tengah masyarakat Majalengka. Panitia dari Viking Alengka Majalengka menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ateng Sutisna, Bupati, Kapolres, dan seluruh warga yang hadir. “Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan semoga Persib meraih hasil terbaik, menang atau kalah tetap kompak, ” ujar perwakilan panitia. Acara pun berakhir dengan penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga di Saung Nganteur Kahayang, Salagedang, Majalengka. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Majalengka, Efrans Galuh Setiawan, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara dekat berbagai program pembinaan bagi para warga binaan serta fasilitas pelayanan dasar di dalam Lapas pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam kunjungannya, rombongan Anggota DPRD diawali dengan meninjau program pembinaan kepribadian. Suasana khusyuk terlihat saat menyaksikan langsung kegiatan keagamaan warga binaan, salah satunya Program Pesantren Bina Santri Al-Awwabin di masjid Lapas Majalengka. Tak hanya fokus pada pembinaan rohani, Efrans juga menyempatkan diri untuk melihat langsung Klinik Pratama Lapas Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan ikut melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area pembinaan kemandirian yang menjadi wadah pemulihan serta pembekalan keterampilan kerja. Rombongan melihat langsung proses produksi di bidang tata boga, keterampilan merajut, menjahit, hingga pembuatan kerajinan rotan. Peninjauan dilanjutkan ke area Sarana Asimilasi dan Edukasi yang mencakup sektor pertanian, perikanan, serta peternakan yang dikelola secara terpadu oleh warga binaan. Efrans menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Lapas Majalengka dalam mengelola program pembinaan yang berjalan. Diharapkan pembinaan ini dapat menjadi bekal bagi para warga binaan saat bebas nanti. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Guna memastikan stabilitas keamanan, kelancaran acara adat budaya, serta mempererat tali silaturahmi dan sinergitas antarinstansi di wilayah Kabupaten Majalengka, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka Polda Jabar mengoptimalkan kehadiran dan pengamanan kegiatan masyarakat. Langkah proaktif yang dikemas dalam wujud pelayanan prima kepolisian di bidang kemitraan masyarakat dan pengamanan objek tradisi daerah ini difokuskan pada pengawalan prosesi adat hingga berjalan khidmat, aman, dan lancar, Senin (03/08/2026). Dalam pelaksanaannya di lapangan, Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. menghadiri secara langsung kegiatan Peresmian Wajah Baru Ruang Museum Talaga Manggung sekaligus Prosesi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung yang berlokasi di Museum Talaga Manggung, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Acara adat sakral dan peresmian tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M. Turut hadir mendampingi yakni Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdhan, Sekda Majalengka Aeron Randi, serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat Dr. H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si. (mantan Pj. Bupati Majalengka), beserta jajaran Forkopimda dan tokoh adat setempat. Sinergitas yang terjalin antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan para pemangku adat ini bertujuan nyata untuk melestarikan cagar budaya sekaligus memberikan rasa aman bagi para tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan jalannya prosesi tradisi tahunan tersebut. Kehadiran pimpinan daerah dan kepolisian di tengah-tengah acara tradisi ini menjadi momentum penting dalam merawat nilai sejarah serta memperkuat persatuan warga. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Suasana haru menyelimuti acara perpisahan dan penyambutan (Pisah Sambut) Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kuningan di Gedung Pemerintah Kabupaten Kuningan, baru-baru ini. Di tengah alunan doa dan tepuk tangan hangat, Bupati Kuningan menyampaikan pesan mendalam yang menjadi inti dari seluruh rangkaian acara tersebut. “Jabatan hanyalah sementara, tetapi kebaikan akan selalu dikenang masyarakat,” tutur Bupati dengan nada tegas namun penuh ketulusan. Pesan itu seolah menjadi benang merah yang mengikat dua momen penting dalam acara tersebut: pelepasan AKBP Muhammad Ali Akbar yang mutasi ke Brebes, dan penyambutan resmi Kapolres baru, AKBP Belen Anggara Pratama. Selamat Datang di Bumi Santri yang Sejuk Dalam sambutannya, Bupati secara khusus menyambut kedatangan AKBP Belen Anggara Pratama. Ia menggambarkan Kuningan bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sebuah komunitas yang hidup dengan nilai-nilai religius, berhawa sejuk, dan memiliki semangat gotong royong yang mengakar kuat. Namun, di balik kelembutan budaya tersebut, Kuningan sedang bergerak dinamis. Bupati menekankan bahwa percepatan pembangunan dan masuknya gelombang investasi saat ini menuntut fondasi keamanan yang kokoh. “Kuningan tidak membutuhkan pemimpin yang berjalan sendiri. Yang kami butuhkan adalah kolaborasi,” tegasnya. Bupati mengajak seluruh elemen—mulai dari Forkopimda, TNI, Polri, DPRD, ulama, hingga masyarakat umum—untuk bersinergi. Menurutnya, hanya melalui kekompakan inilah Kuningan dapat melaju lebih maju dan stabil. Pemimpin yang Menyentuh Hati Menutup sambutannya, Bupati kembali menyentuh sisi humanis dari seorang pemimpin. Kalimatnya disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh tamu undangan. “Pemimpin yang baik tidak diukur dari lamanya menjabat atau tingginya jabatan. Pemimpin dikenang karena mampu menyentuh hati masyarakat, menghadirkan pertolongan, dan menghadirkan senyum kebahagiaan,” ujarnya. Apresiasi dari Serikat Pekerja Acara ini juga mendapat perhatian luas dari kalangan buruh. Melalui tayangan video, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi AKBP Muhammad Ali Akbar selama memimpin Polres Kuningan. Andi Gani juga mengucapkan selamat bertugas kepada AKBP Ali Akbar di tempat tugas barunya, Brebes, serta memberikan selamat datang kepada AKBP Belen Anggara Pratama. Ia berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga kondusivitas yang mendukung iklim investasi, baik di Kuningan maupun Brebes. Pelukan Perpisahan, Awal Pengabdian Baru Acara ditutup dengan suasana yang sangat emosional. Pelukan hangat, jabat tangan erat, dan doa-doa terbaik mengiringi langkah AKBP Muhammad Ali Akbar menuju bab baru pengabdiannya. Sebaliknya, sorot mata penuh semangat terlihat pada wajah AKBP Belen Anggara Pratama, menandai dimulainya tanggung jawab barunya sebagai penjaga keamanan Bumi Kuningan. Pergantian kepemimpinan ini menjadi pengingat bijak bagi semua yang hadir: Seorang pemimpin boleh berganti tugas, namun jejak pengabdian, persaudaraan, dan ketulusan dalam melayani rakyat akan selalu hidup abadi dalam ingatan mereka yang pernah merasakannya. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Kekeringan di Majalengka kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Krisis air yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Ligung membuat banyak petani diliputi kekhawatiran gagal tanam hingga gagal panen pada musim kemarau tahun ini. Merespons kondisi tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman turun langsung menemui para petani di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Ligung, untuk mendengarkan keluhan sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan. Dalam dialog bersama petani, Eman mengakui bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat saat ini adalah minimnya pasokan air irigasi. Menurutnya, keberhasilan musim tanam di wilayah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air. “Di Ligung masyarakat masih harap-harap cemas. Berhasil panen atau tidak sangat ditentukan oleh ada atau tidaknya air,” ujarnya. Pemkab Bergerak Cari Solusi Kekeringan Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menangani persoalan kekeringan yang sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Jatitujuh dan Kertajati. Eman mengungkapkan, sejak awal menjabat sebagai Bupati Majalengka dirinya langsung mengusulkan pembangunan sodetan dari Bendungan Rentang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan air di sejumlah kawasan pertanian. Langkah tersebut kini mulai membuahkan hasil. Aliran air menuju lahan pertanian di Kecamatan Jatitujuh disebut sudah kembali normal sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan lebih baik. “Saya berasal dari keluarga petani dan tumbuh di desa. Saya memahami betul bagaimana sulitnya mencari air untuk sawah. Karena itu, persoalan ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” katanya. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,.Program bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM),kini program bantuan tersebut tersalurkan di Desa Heuleut Kecamatan Lewimunding,Kabupaten Majalengka.oleh penerima kelompok tani yang di ketuai oleh Asan. Pemerintahan melalui dinas terkait memberikan program bantuan IRPOM untuk menyediakan air irigasi dengan pompa di lahan pertanian yang tidak terjangkau jaringan irigasi (teknis), terutama lahan sawah dan daerah rawan kekeringan. Tujuannya meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan mendukung swasembada pangan lokal. Dari hasil temuan di lapangan program bantuan IRPOM tersebut kini masih dalam pembangunan di desa heuleut kecamatan Lewimunding,terlihat jelas para pekerja masih dalam proses pemasangan bata,dan baru mulai pada hari Minggu kemarin,dan tidak tau terkait sumber dana,karena di lokasi tidak terpangpang papan informasi. “Saya tidak tau pa terkait papan informasi,ini juga baru bekerja dari hari Minggu belum ada satu Minggu,dan ketua kelompok pun saya tidak tau ada dimana”.ujar si pekerja.Kamis 30/07/2026 Saat awak media mendatangi ketua kelompok Asan di kediaman nya, yang tak jauh dari proyek IRPOM,namun Asan tidak ada hanya ada kakak nya yang bernama Amin,ia pun menjelaskan kan terkait irpom yang saat ini lagi di kerjakan yang melibatkan kakak sebagai ketua kelompok. “Kalau masalah Asan betul adik saya yang menjadi ketua kelompok tani,tapi hanya sekedar di tulis tonggong,(punggung).mangga silahkan ke desa saja hubungi pak ambang Ato”.kata amin. Di sisi lain, saat di ruangan balai desa heuleut wartawan ini hanya bertemu dengan kepala Dusun (Kadus),dan membenarkan kan ada nya proyek IRPOM, “terkait proyek tersebut biasa nya ke pak ambang dan nanti juga di tembuskan ke pak Kuwu”.kata kadus Kami pun mengkonfirmasi pak ambang,menggunakan handpon nya Kadus bahwa pernyataan dari kakak nya Asan yakni amin itu tidak benar,dan terkait papan informasi itu dari RAB nya emang tidak di cantum kan. “Iya proyek IRPOM di situ betul lagi di laksanakan,terkait ketua kelompok Asan hanya sekedar di tulis punggung,itu tidak benar.dan tidak di pasang nya papan informasi karena dari RAB nya tidak ada,dan yang bikin RAB nya itu dari konsultan dan saya juga tidak tau nama nya”. pungkas ambang sambil matikan handpon. Sampai nya berita ini di tulis dan di terbitkan belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.dan program pembangunan bantuan IRPOM tersebut masih belum jelas sumerdana dari mana dan berapa nilai nya masih misteri.publik masih menunggu untuk keterbukaan dan transparansi. (Asep Rusliman)
Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,.27 Juli 2026 – Pemerintah membuat Peraturan dan undang-undang agar untuk bisa di laksanakan oleh seluruh pejabat pemerintah dengan sebaik mungkin, namun peraturan dan undang-undang ini selalu dilanggar oleh pejabat yang memiliki kewenangan. Salah satunya peraturan larangan tentang penjualan baju seragam di sekolah maupun di koperasi sekolah, hal ini diduga masih didapati pada sekolah negeri (SDN 2 Kerandon) yang menjual seragam sekolah . Menurut informasi yang diproleh bahwasanya kegiatan jual baju seragam di SDN 2 Kerandon ini diduga sudah berlangsung setiap tahunnya. Dari informasi warga masyarakat, awak media melakukan mengkonfirmasi salah satu wali murid yang anaknya bersekolah di SDN 2 Kerandon, sebut saja inisialnya A, terkait apakah benar anaknya membeli baju di sekolah, Ibu A mengatakan,”Iya benar pak, kami mebeli baju muslim, kaos olahraga, rompi batik dan map rapot total seluruhnya Rp. 480.000,- Senin, 27/07/2026 Sudah menjadi Kebiasan buruk bagi oknum menjual baju seragam kepada anak didik tanpa bisa dicegah oleh pengawas sekolah ( PS ) kenapa?! Karna diduga pengawas sekolah tidak menjalankan tupoksinya atau tugas yang di amanahkan selaku seorang pengawas dan oknum kepala sekolah tidak punya kesadaran pada dirinya serta sudah keenakan bisnis tersebut tanpa punya resiko. Padahal mereka tau adanya dasar hukum Larangan yang diatur dalam beberapa peraturan pemerintah, antara lain: Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan: Pasal 181 dan 198 secara tegas melarang pihak sekolah, tenaga pendidik, dewan pendidikan, dan komite sekolah menjual seragam. Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah: Pasal 12 ayat (1) menyebutkan bahwa pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua/wali murid. Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa menemui kepala SDN 2 Kerandon Ade Priyono karena yang bersahutan sedang tidak ada di tempat “alesan ada rapat di korwil”, ucap salah satu Guru. (Korwil)