SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Keterbatasan ruang fiskal tidak membuat Pemerintah Kota Sukabumi menghentikan program pemberdayaan masyarakat. Dalam APBD Perubahan 2026, Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) tetap dipertahankan dengan alokasi anggaran sekitar Rp9 miliar. Keberlanjutan P2RW menjadi salah satu hasil pembahasan perubahan APBD Kota Sukabumi yang telah ditetapkan bersama DPRD Kota Sukabumi, Jumat (25/9/2026). Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menegaskan, P2RW merupakan program yang selama ini menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah dan legislatif kepada masyarakat. “Janji kami DPRD kepada masyarakat Sukabumi bahwa program unggulan yang selama ini kita jalankan, yaitu P2RW, tetap jalan,” tegas Wawan. Menurutnya, anggaran P2RW dapat direalisasikan setelah seluruh proses perubahan APBD selesai. Tahapannya meliputi evaluasi oleh gubernur, penyempurnaan, pengundangan hingga proses pencairan. Wawan mengatakan, pembahasan APBD Perubahan 2026 memang berlangsung dalam situasi fiskal yang tidak mudah. Sejumlah program dan kegiatan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, sementara beberapa program yang belum terealisasi kembali menjadi perhatian dalam pembahasan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi agar program-program unggulan yang telah direncanakan tidak kembali mengalami hambatan dalam pelaksanaan. “Ini jadi catatan untuk ke depan. Insyaallah tidak akan terjadi lagi program-program unggulan ini tidak terekseskusi. Ini program bagus yang harus berkelanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menjelaskan, penyesuaian APBD Perubahan dilakukan karena kemampuan fiskal daerah tengah menghadapi tekanan. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah transfer ke daerah (TKD) yang belum sepenuhnya diterima. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus memilah kembali sejumlah kegiatan agar struktur anggaran tetap seimbang. “Karena kondisi fiskal, TKD dan sebagainya sedang lemah, kita pun menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Dari kegiatan-kegiatan itu banyak yang direposisi dan dikurangi demi balancing,” kata Ayep usai mengikuti rapat paripurna. Selain TKD, kewajiban pembayaran Universal Health Coverage (UHC) juga menjadi salah satu beban yang harus diperhitungkan dalam penataan anggaran. Ayep mengatakan, setelah dilakukan komunikasi dengan BPJS Kesehatan, pembayaran kewajiban tersebut dapat dilakukan secara bertahap pada 2027. Dengan skema itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. Penyesuaian juga dilakukan terhadap pembayaran tunjangan kinerja aparatur. Pembayaran yang semula direncanakan pada November 2026 akan digeser ke Januari 2027. “Besaran pembayaran sekitar 50 persen dan tanpa adanya potongan,” ujarnya. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah juga menerima sebagian dana kurang salur dari pemerintah pusat. Namun, Ayep menyebut penyaluran TKD hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Bahkan, masih terdapat akumulasi dana transfer sejak 2021 yang belum dibayarkan pemerintah pusat kepada daerah. “TKD itu dibayar ke daerah tidak langsung sekaligus. Transfer ke daerah bertahap. Sampai saat ini pun ada yang belum tuntas 100 persen. Ada akumulasi dari 2021, masih ada sekitar Rp46 miliar yang merupakan utang dari pusat ke daerah yang belum dibayar,” jelasnya. Meski menghadapi tekanan fiskal, penetapan APBD Perubahan 2026 akhirnya menghasilkan postur anggaran yang berimbang. Penyesuaian dilakukan melalui reposisi maupun pengurangan sejumlah kegiatan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Setelah ditetapkan, dokumen APBD Perubahan 2026 selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjalani evaluasi. Pemerintah Kota Sukabumi memiliki waktu tiga hari untuk mempersiapkan dan menyerahkan dokumen tersebut. Proses evaluasi gubernur berlangsung selama 14 hari kerja, sebelum kemudian dilakukan penyempurnaan oleh pemerintah daerah. “Sabtu, Minggu dan hari libur tidak dihitung. Setelah itu kembali ke sini untuk kita sempurnakan dalam waktu sepekan. Paling lama kita kembalikan lagi ke sana untuk register,” terang Ayep. Dengan demikian, meski ruang fiskal masih terbatas, pemerintah daerah bersama DPRD tetap mempertahankan program yang dinilai telah menjadi bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat, termasuk P2RW. Ke depan, kondisi fiskal daerah diharapkan membaik seiring proyeksi peningkatan transfer ke daerah pada 2027 dan 2028. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kebijakan serta penyaluran anggaran pemerintah pusat. (Usep)
AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti kegiatan webinar dan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) melalui Zoom Meeting, Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut digelar di Rupatama 1 Polres HSU. Sosialisasi ini diikuti sejumlah pejabat dan personel Polres HSU sebagai bagian dari penyampaian informasi mengenai penerimaan murid baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Dalam kegiatan tersebut hadir Kabag SDM Polres HSU, Kasat Binmas yang diwakili PS Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas, Kasi Humas Polres HSU, para Kapolsek jajaran Polres HSU, serta para Bhabinkamtibmas. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, informasi mengenai SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara disampaikan kepada jajaran kepolisian di tingkat polres hingga sektor. Kehadiran para Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian dari keterlibatan personel dalam menerima dan menyampaikan informasi kepada masyarakat di wilayah binaannya. Kegiatan webinar berlangsung secara daring dan diikuti dengan tertib oleh peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga selesai. Sosialisasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara tersebut diharapkan dapat membantu jajaran Polres HSU memahami informasi penerimaan murid baru sehingga informasi yang diterima dapat disampaikan secara tepat kepada masyarakat. (Agus)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial digaungkan Palang Merah Indonesia (PMI) Wilayah Sukabumi Selatan melalui Latihan Gabungan Remaja yang dipusatkan di areal persawahan Kampung Neglasari, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “PMI Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan”, kegiatan tersebut digelar selama tiga hari, 25–27 September 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PMI ke-81. Ketua Pelaksana, Yosep Rustandi, mengatakan kegiatan ini merupakan pelaksanaan ke-12 yang digelar PMI se-Wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi. Pesertanya berasal dari Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira dari berbagai sekolah di wilayah Sukabumi Selatan. “Peserta terdiri dari 16 kontingen tingkat Madya dan 11 kontingen tingkat Wira. Jumlah keseluruhan mencapai sekitar 1.000 peserta,” ujar Yosep. Dengan mengusung semangat “Kemanusiaan Tanpa Batas”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan dan jejaring relawan muda. Kegiatan juga mengangkat tema “Terus Melayan Terus Mengabdi 81 Tahun Mengabdi—PMI Sahabat Sejati” serta dirangkaikan dengan Jumpa Relawan Remaja dan Forum Komunitas Palang Merah (FKP) 2026. Sejumlah kegiatan digelar selama pelaksanaan, mulai dari lokakarya kepalangmerahan dengan pemateri dari PMI Kabupaten Sukabumi hingga berbagai perlombaan yang menguji kemampuan dan kreativitas peserta. Tujuh cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Pertolongan Pertama (PP), LKDT, Panduan Suara, Traveling, PMR Pintar, Pentas Seni, dan Moka. Pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars PMI. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka Camat Surade, Usep Supelita. Dalam sambutannya, Usep menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, selain meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kepalangmerahan, hal terpenting dari kegiatan tersebut adalah membangun hubungan dan silaturahmi antarremaja yang tergabung dalam organisasi kepalangmerahan. “Yang paling pokok dari kegiatan ini adalah terjalinnya silaturahmi antar sesama relawan muda,” kata Usep. Ia juga meminta dukungan seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, mengingat jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.000 orang. Pembukaan turut dihadiri Ketua PGRI Kecamatan Surade Iwan Gunawan, para kepala sekolah tingkat SMP dan SMA, pendamping kontingen, Kepala Desa Pasiripis Nandang Saepul Mikdar, Kepala Desa Buniwangi Dadan Hermawan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Melalui kegiatan tersebut, PMI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan dalam bidang kepalangmerahan, tetapi juga memiliki kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk terus bergerak dalam aksi-aksi kemanusiaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat jaringan relawan muda serta mempererat persaudaraan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
BANDUNG, Bidik-kasusnews.com Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin Upacara Palagan Utama Bandung Lautan Api dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI, yang berlangsung di Taman Bandung Lautan Api, Jalan BKR, Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jumat (25/9/2026). Upacara yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali semangat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus meneguhkan nilai patriotisme, nasionalisme, persatuan dan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi bersama Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi Ny. Riri Kosasih tiba di tribun VIP pada pukul 07.34 WIB. Selanjutnya, pada pukul 08.04 WIB, Pangdam III/Siliwangi memasuki lapangan upacara dan bertindak selaku pimpinan upacara. Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Palagan Utama Bandung Lautan Api, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga oleh pimpinan acara, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, serta doa. Dalam amanatnya, Pangdam III/Siliwangi menegaskan bahwa Palagan Bandung Lautan Api bukan sekadar catatan sejarah, tetapi merupakan warisan nilai perjuangan yang harus terus dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Barat dan para pejuang Siliwangi. Semangat pengorbanan, keberanian, persatuan dan kecintaan kepada tanah air yang ditunjukkan para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi kita semua.” “Dalam momentum peringatan HUT ke-81 TNI ini, saya mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin dan soliditas, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jadikan semangat para pahlawan sebagai landasan dalam melaksanakan setiap tugas dan pengabdian.” Usai upacara, Pangdam III/Siliwangi bersama jajaran PJU Kodam III/Siliwangi melaksanakan foto bersama. Selanjutnya, Pangdam meninjau sejumlah pelaku UMKM yang berjualan di sekitar Taman Bandung Lautan Api. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memborong dagangan para pelaku UMKM untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada warga. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan dukungan TNI terhadap keberadaan UMKM serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Irdam III/Siliwangi beserta Ibu, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi beserta Ibu, para Asisten Kasdam III/Siliwangi beserta Ibu, Danrindam III/Siliwangi beserta Ibu, Perwira Liaison Officer TNI AL dan TNI AU beserta Ibu, para Dansat dan Kabalak jajaran Kodam III/Siliwangi beserta Ibu, Dandeninteldam III/Siliwangi, Dandim 0618/Kota Bandung beserta Ibu, serta Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi beserta Pengurus Persit KCK PD III/Siliwangi Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Pangdam III/Siliwangi meninggalkan Taman Tegallega menuju Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung. (Agus)
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya mendukung pengembangan sektor pertanian terus dilakukan jajaran kepolisian melalui pemantauan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program penanaman jagung kuartal III tahun 2026. Polsek Babirik melakukan monitoring pertumbuhan tanaman jagung di lahan milik kelompok tani (Poktan) Berkat Setia, Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (25/9/2026). Monitoring yang berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus mencatat kondisi pertanian di lapangan. Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 3 hektare dan dikelola Poktan Berkat Setia yang diketuai Bahri. Tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 21 Juli 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia sekitar 66 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung memiliki rata-rata tinggi sekitar 160 sentimeter. Komoditas yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18 sebanyak 75 bungkus atau sekitar 75 kilogram. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Dalam pengelolaan lahan tersebut, kelompok tani masih menggunakan metode manual dan belum menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai perkiraan, panen jagung di lahan tersebut ditargetkan sekitar 21 November 2026. Monitoring ini menjadi bagian dari pendataan dan pemantauan perkembangan budidaya jagung di wilayah HSU. Kondisi tanaman, usia tanam, penggunaan benih hingga perkiraan masa panen menjadi sejumlah aspek yang dicatat dalam kegiatan tersebut. Melalui pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman diharapkan dapat terus diketahui sehingga potensi kendala dalam proses budidaya dapat diidentifikasi lebih awal oleh pihak terkait bersama kelompok tani. Kegiatan monitoring pertumbuhan jagung di Desa Pinangkara berlangsung aman, tertib, dan lancar. (Agus)
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM Pelaksanaan Operasi Kepolisian Aman Nusa II dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat pengawasan melalui audit dengan tujuan tertentu oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Kalimantan Selatan, Jumat (25/9/2026). Kegiatan audit tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 Wita dan diikuti sejumlah pejabat serta personel Polres Hulu Sungai Utara (HSU) yang terlibat dalam operasi penanganan karhutla. Audit dengan tujuan tertentu ini merupakan bagian dari kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan operasi kepolisian, termasuk aspek administrasi dan pelaksanaan tugas personel yang terlibat dalam Operasi Aman Nusa II. Tim audit Itwasda Polda Kalsel dipimpin oleh Kompol Trias Inanggara, S.Sos., M.A. selaku Ketua Tim. Sementara Pengendali Teknis dijabat Kombes Pol Jimmy Kurniawan, S.I.K. Dalam pelaksanaan audit, tim juga diperkuat Penata-I Edi Subagio, S.H., M.M. sebagai sekretaris, Penata Trihatmodjo Nugroho, A.Md. sebagai anggota, serta Briptu Depri Anto dan Briptu M. Ageng Rahmat sebagai anggota. Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Ops Polres HSU, Kasiwas Polres HSU, para Kasatgas, serta personel yang terlibat dalam Operasi Aman Nusa II penanganan bencana karhutla. Pelaksanaan audit berlangsung di Polres Tabalong dan dimulai pada pukul 09.00 Wita hingga selesai. Melalui kegiatan pengawasan tersebut, pelaksanaan operasi diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan dan sasaran yang telah ditetapkan, sekaligus mendukung kesiapsiagaan kepolisian dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan. Seluruh rangkaian kegiatan audit berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (Agus)
PEMALANG – BIDIK-KASUSNEWS.COM Sejumlah warga dan pemuda Dusun Gombong, Desa Warungpring, mendatangi Balai Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jumat (25/9/2026). Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta adanya klarifikasi terkait isu yang belakangan beredar dan dikaitkan dengan Kepala Dusun (Kadus) Subehi, yang dikenal warga dengan sapaan Boim. Warga meminta persoalan tersebut dapat segera diklarifikasi secara terbuka agar tidak berkembang menjadi informasi simpang siur di tengah masyarakat. Perwakilan pemuda Dusun Gombong menyampaikan bahwa isu yang beredar telah menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat. Mereka berharap pemerintah desa dapat memfasilitasi pertemuan antara pihak-pihak terkait sehingga persoalan tersebut dapat dijelaskan secara terang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dalam penyampaiannya, warga juga meminta agar Kadus Subehi dapat hadir dalam forum yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda dan warga Dusun Gombong. Perwakilan pemuda Dusun Gombong, Muhamad Ali Munir, mengatakan masyarakat membutuhkan penjelasan langsung mengenai isu yang beredar dan meminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme yang baik. “Kami ingin ada kejelasan dan pertanggungjawaban secara terbuka. Dugaan perbuatan ini berdampak pada nama baik dusun kami, sehingga perlu ada klarifikasi langsung agar tidak menimbulkan kegaduhan yang berlarut-larut,” ujar Muhamad Ali Munir di lokasi. Menurut warga, permintaan klarifikasi tersebut bukan semata-mata untuk memperkeruh keadaan, melainkan sebagai upaya memperoleh informasi yang jelas mengenai persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Sibuyur mengenai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan warga. Konfirmasi kepada Kadus Subehi juga masih diupayakan untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai isu yang beredar. Redaksi menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan persoalan tersebut masih berupa isu dan tuntutan klarifikasi dari warga. Tidak ada kesimpulan bahwa pihak yang disebut telah melakukan pelanggaran atau perbuatan sebagaimana yang dituduhkan sebelum terdapat keterangan dan bukti yang dapat diverifikasi. Warga berharap pemerintah desa dapat memfasilitasi dialog secara terbuka dan proporsional sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik serta kondisi sosial masyarakat di Dusun Gombong tetap kondusif. Penji Pribana
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi. Melalui kegiatan bakti sosial Jumat Berkah, jajaran Lapas menyalurkan sebanyak 25 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dan panti asuhan, Jumat (25/9/2026). Dari total bantuan tersebut, sebanyak 19 paket diberikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan Lapas Sukabumi. Sementara enam paket lainnya disalurkan ke Panti Asuhan Muslimin Sukmawinata dan Panti Asuhan Umi Adah. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada penerima manfaat. Sebagian warga datang ke Lapas Sukabumi untuk menerima bantuan, sedangkan paket lainnya diantarkan langsung ke alamat penerima yang telah ditentukan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan tepat sasaran. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan kegiatan bakti sosial merupakan bentuk kepedulian jajaran Lapas terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. “Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat penerima,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan berbagi tersebut tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi bagian dari upaya Lapas Sukabumi untuk terus membangun kepedulian sosial dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Sukabumi ingin memastikan keberadaan institusi Pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat”, yang diwujudkan melalui aksi sosial dan semangat gotong royong secara berkelanjutan. (Usep)
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya mendorong produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus dilakukan melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal III Tahun 2026 yang digelar di lahan pertanian Desa Rantau Karau Hilir, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten HSU, Jumat (25/9/2026) pagi. Panen raya tersebut merupakan hasil budidaya jagung yang dikelola Kelompok Tani KWT Mawar Desa Rantau Karau Hilir, dengan pendampingan dari Polsek Sungai Pandan dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sungai Pandan. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 Wita itu turut dihadiri Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., Kapolsek Sungai Pandan Ipda Rahmadi Ansyar, S.H., M.H., Camat Sungai Pandan Fajriyanur, S.IP., perwakilan Dinas Pertanian HSU, perwakilan Danramil Sungai Pandan, jajaran pejabat utama Polres HSU, pemerintah Desa Rantau Karau Hilir, Bhabinkamtibmas, serta anggota kelompok tani. Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar 1 hektare dan merupakan lahan milik Hasnasiah Sri, yang menjadi bagian dari pembinaan Polsek Sungai Pandan bersama BPP Sungai Pandan. Jagung tersebut ditanam pada 28 Mei 2026 menggunakan jenis jagung pakan hibrida F1. Bibit berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten HSU, dengan jumlah sebanyak 18 bungkus. Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 2 ton. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan dari BPP Sungai Pandan, Camat Sungai Pandan, Kapolres HSU, serta perwakilan Dinas Pertanian HSU. Setelah itu, para pejabat dan kelompok tani mengikuti prosesi panen jagung secara bersama-sama. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama anggota kelompok tani sebelum ditutup dengan foto bersama. Kapolsek Sungai Pandan Ipda Rahmadi Ansyar menyampaikan bahwa kegiatan panen tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, di wilayah Kecamatan Sungai Pandan. Pelaksanaan program melibatkan sejumlah unsur, termasuk kepolisian, TNI, pemerintah daerah, kelompok tani, serta pemangku kepentingan lainnya. Dalam pelaksanaannya, Polri turut mendukung kegiatan penanaman jagung, sementara TNI memiliki fokus pada dukungan terhadap penanaman padi. Bagi Kelompok Tani KWT Mawar Desa Rantau Karau Hilir, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan untuk mengembangkan budidaya jagung dan memperluas lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk penanaman berikutnya. Pemerintah Desa Rantau Karau Hilir bersama kelompok tani juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan tersebut, termasuk harapan agar luas lahan yang ditanami jagung dapat ditambah pada periode selanjutnya. Kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal III Tahun 2026 tersebut selesai sekitar pukul 09.00 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. (Agus)
Cirebon – Bidik-kasusnews.com Warga di Jalan Raya Pangeran Sutajaya, Desa Babakan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan berinisial K yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kamis, 24, September 2026, Korban diketahui merupakan istri seorang dokter. Jasad K ditemukan setelah suaminya, dr Edi, pulang dari tempat praktik. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian menyebar dan mengundang perhatian warga. Sejumlah warga mendatangi rumah korban untuk melihat situasi di lokasi. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Irfan Alireja mengatakan, proses olah TKP masih akan dilanjutkan untuk mengungkap secara jelas peristiwa tersebut. “Pada saat ini kami baru saja melaksanakan olah TKP, yang akan dilanjutkan kembali besok, berkenaan dengan adanya penemuan jenazah,” kata Irfan. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara lebih mendalam kondisi korban dan penyebab kematiannya. “Dari hasil olah TKP sementara, kami menemukan memang ada beberapa luka yang terdapat pada tubuh korban. Namun saat ini kami akan melakukan pendalaman kembali di rumah sakit untuk dilaksanakan autopsi oleh ahli forensik,” ujarnya. Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya barang milik korban yang hilang. Namun, hingga olah TKP awal selesai, petugas belum dapat memastikan hal tersebut. “Pada saat ini kami sedang melaksanakan investigasi. Kami belum bisa menyimpulkan hal tersebut karena proses masih sedang berjalan,” kata Irfan. Terkait dugaan penyebab maupun motif di balik kematian korban, polisi belum memberikan kesimpulan. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut. (Asep Rusliman)