JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 26 Juni 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan Pra-Rekonsiliasi Laporan Keuangan dan Pemutakhiran Data Barang Milik Negara (BMN) Semester I Tahun Anggaran 2026 Tingkat Wilayah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah.   Kegiatan yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di Semarang tersebut diikuti oleh jajaran pengelola keuangan dan BMN dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah, termasuk Rutan Jepara.   Pra-rekonsiliasi ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian dan validitas data laporan keuangan serta data Barang Milik Negara sebelum dilakukan rekonsiliasi tingkat wilayah. Selain itu, kegiatan ini menjadi forum evaluasi dan pembinaan guna meningkatkan kualitas pelaporan keuangan serta pengelolaan aset negara yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan BMN yang tertib merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik. “Keakuratan laporan keuangan dan data BMN menjadi salah satu indikator akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan aset negara secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Renza.   Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Rutan Jepara diharapkan semakin meningkatkan kualitas penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan BMN sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berintegritas.(Wely)

Bidik_Kasusnews.com -JATENG – Magelang – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menghadiri Upacara Prasetya Perwira Diktukpa TNI Integratif Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., di Stadion Sapta Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang, Kamis (25/6/2026). Upacara tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta pendidikan yang resmi dilantik menjadi perwira dan siap mengemban amanah pengabdian kepada bangsa dan negara. Prosesi Prasetya Perwira berlangsung khidmat dan penuh semangat. Dengan pengucapan sumpah perwira, para lulusan Diktukpa TNI Integratif resmi memasuki jenjang kepemimpinan sebagai perwira TNI. Momen tersebut menjadi tonggak awal lahirnya generasi pemimpin baru yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan tugas di masa mendatang dengan profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi yang tinggi.   Usai menghadiri upacara, Pangdam IV/Diponegoro mendampingi Panglima TNI melaksanakan kunjungan ke Museum Diponegoro Magelang. Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau berbagai koleksi sejarah dan dokumentasi perjuangan Pangeran Diponegoro yang menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi sarana untuk mengenang nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, dan patriotisme yang diwariskan kepada generasi penerus.   Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke Museum Jenderal Sudirman Magelang. Panglima TNI beserta rombongan melihat berbagai koleksi bersejarah yang menggambarkan perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya semangat pengabdian, keteladanan, dan jiwa juang yang telah diwariskan para pahlawan bangsa.   Melalui rangkaian kegiatan tersebut, semangat membangun pemimpin masa depan berpadu dengan upaya meneladani jejak perjuangan para pahlawan. Nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para perwira muda dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara. (Pendam IV/Diponegoro) (Kasnadi)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kamis, 25 Juni 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara bersama Pemerintah Kabupaten Jepara resmi memperkuat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan Nota Kesepakatan yang berfokus pada penguatan pembinaan, pelayanan, serta reintegrasi sosial warga binaan pemasyarakatan. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, dan Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan berbagai program pemerintah daerah dengan sistem pembinaan di dalam rutan.   Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan akses pendidikan bagi warga binaan, pelatihan keterampilan kerja, layanan kesehatan, serta penguatan program pengelolaan lingkungan dan pengembangan sektor pertanian. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pemadanan data kependudukan dan dukungan terhadap proses reintegrasi sosial setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam membangun sistem pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan.   Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh lembaga pemasyarakatan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.   Melalui Nota Kesepakatan ini, diharapkan tercipta program-program terpadu yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan, sehingga mereka dapat lebih siap untuk kembali beradaptasi dan berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat.   Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen kuat antara Rutan Jepara dan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam memperkuat pelayanan publik serta pembangunan sosial di wilayah Kabupaten Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 25 Juni 2026, Srikandi DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan melaksanakan kegiatan takziah ke rumah duka salah satu anggotanya, Ibu Fitri, yang tengah berduka atas wafatnya sang suami.   Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Cepogo Ringin (Watu Lembu), RT 02 RW 05, Kabupaten Jepara. Kehadiran rombongan Srikandi menjadi bentuk empati dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.   Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Bidang Sosial (Wabid Sos) Srikandi DPC Jepara, Ibu Dian, bersama sejumlah anggota lainnya. Mereka turut menyampaikan belasungkawa secara langsung serta mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.   Ibu Dian menyampaikan bahwa kegiatan takziah ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mempererat rasa persaudaraan dan kepedulian antaranggota, terutama di saat menghadapi musibah. “Ini adalah wujud kebersamaan dan solidaritas kami di Srikandi Squad Nusantara. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkapnya. Kegiatan sosial seperti ini menjadi salah satu peran aktif Srikandi Squad Nusantara dalam memperkuat ikatan kekeluargaan serta menumbuhkan nilai kepedulian di tengah masyarakat Kabupaten Jepara.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika terus dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar bekerja sama dengan Satresnarkoba Polres Jepara, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran warga binaan dan petugas terhadap bahaya narkotika yang dapat merusak masa depan, kesehatan, serta keamanan lingkungan pemasyarakatan. Program P4GN sendiri merupakan salah satu upaya yang banyak diterapkan di lingkungan rutan dan lapas untuk memperkuat pencegahan peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan.   Dalam penyampaian materi, narasumber dari Polres Jepara menjelaskan berbagai jenis narkotika, modus peredarannya, dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental, hingga ancaman pidana bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkoba. Peserta juga diajak untuk memahami pentingnya peran individu dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengatakan bahwa kegiatan edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran bersama dalam memerangi narkoba. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan mendukung proses pembinaan warga binaan. “Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang harus dijauhi bersama. Kesadaran dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan Rutan yang bersih dari narkoba,” ujarnya.   Renza juga menegaskan bahwa Rutan Jepara terus mendukung program Zero HALINAR serta berbagai langkah pengawasan dan pembinaan guna mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan rutan. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pembinaan dan keamanan di Rutan Jepara.   Suara Garda Nasional Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi tanya jawab serta menyimak materi yang disampaikan. Diharapkan, melalui sosialisasi ini, kesadaran akan bahaya narkoba semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Warga Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di sebuah kamar kos pada Kamis (25/6/2026) pagi. Korban diketahui telah meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).   Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Andika, saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews, via WhatsApp 25/6/2026,menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri yang mengakibatkan henti napas. “Pihak kepolisian menerima laporan segera setelah kejadian diketahui warga. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat gantung diri hingga mengalami henti napas,” ujar AKP Andika.   Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan dari tiga orang saksi yang berada di sekitar tempat kejadian guna melengkapi proses penyelidikan.   Menurut AKP Andika, pihak keluarga korban telah menerima hasil pemeriksaan awal yang dilakukan petugas. Hingga saat ini, kepolisian juga belum menemukan adanya dugaan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. “Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Sementara ini belum ditemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut,” tambahnya.   Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang dilakukan aparat berwenang.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Squad Nusantara Ranting Pecangaan. Pada Rabu malam, 24 Juni 2026, Ketua Ranting Pecangaan Amir Yahya bersama sejumlah anggota melakukan kunjungan dan menjenguk salah satu anggota yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Pecangaan.   Anggota yang dijenguk adalah Rohayati, warga Desa Karangrandu RT 04 RW 04, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Ia diketahui telah dirawat sejak Senin, 22 Juni 2026, akibat menderita penyakit tipes.   Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moral sekaligus perhatian kepada anggota yang sedang mengalami musibah sakit. Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Amir Yahya bersama anggota memberikan semangat serta doa agar Rohayati segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.   Ketua Ranting Pecangaan, Amir Yahya, mengatakan bahwa kebersamaan dan kepedulian antaranggota merupakan nilai yang selalu dijaga dalam organisasi Squad Nusantara.   “Kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada saudari Rohayati. Semoga lekas sembuh dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga maupun rekan-rekan Squad Nusantara,” ujarnya.   Kegiatan menjenguk anggota yang sakit ini menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas yang terus dipupuk di lingkungan Squad Nusantara. Selain aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, organisasi ini juga berkomitmen untuk selalu hadir di tengah anggota yang membutuhkan perhatian dan dukungan.   Melalui kegiatan tersebut, seluruh anggota yang hadir turut memanjatkan doa agar Rohayati diberikan kesembuhan, kesehatan, serta kekuatan dalam menjalani masa perawatan. Kebersamaan yang terjalin diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan di antara keluarga besar Squad Nusantara Ranting Pecangaan.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 23 Juni 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan yang diselenggarakan secara virtual bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pemasyarakatan dari seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat implementasi program ketahanan pangan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. FGD dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, beserta jajaran terkait. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan program ketahanan pangan yang telah berjalan, sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai langkah penguatan program ketahanan pangan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengembangan kegiatan produktif lainnya yang melibatkan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan memiliki manfaat ganda, yakni mendukung kebijakan pemerintah sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. “Program ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembinaan untuk menumbuhkan keterampilan, kedisiplinan, dan produktivitas warga binaan. Oleh karena itu, penguatan dari pimpinan menjadi bekal penting bagi kami dalam mengembangkan program yang lebih optimal,” ujar Renza. Rutan Jepara sendiri terus mengembangkan berbagai program ketahanan pangan, seperti budidaya sayuran, cabai, kacang panjang, bayam, peternakan ayam, hingga budidaya ikan lele yang melibatkan warga binaan secara aktif. Kegiatan FGD berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program-program produktif yang berkelanjutan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 23 Juni 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima kedatangan tiga taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) untuk melaksanakan kegiatan praktik lapangan sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengembangan kompetensi calon aparatur pemasyarakatan. Penerimaan taruna dilaksanakan di Rutan Jepara dan disambut langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, beserta jajaran pejabat struktural. Selama masa praktik lapangan, para taruna akan memperoleh pengalaman langsung mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, mulai dari aspek pelayanan, pembinaan, pengamanan, hingga administrasi perkantoran. Kegiatan praktik lapangan ini menjadi sarana bagi taruna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan sekaligus memahami dinamika pelaksanaan tugas di satuan kerja pemasyarakatan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa praktik lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk calon insan pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas. “Praktik lapangan menjadi kesempatan bagi para taruna untuk belajar secara langsung di lapangan. Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Rutan Jepara dapat menambah wawasan, keterampilan, dan pemahaman mengenai tugas pemasyarakatan secara nyata,” ujar Renza. Selain mendapatkan pengalaman teknis, para taruna juga diharapkan dapat memahami nilai-nilai integritas, kedisiplinan, serta profesionalisme yang menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemasyarakatan. Kehadiran taruna Poltekip ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik sebagai sarana pembelajaran bagi taruna maupun sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman di lingkungan Rutan Jepara. Kegiatan penerimaan berlangsung dengan tertib dan lancar, menandai dimulainya rangkaian praktik lapangan yang akan dijalani oleh para taruna di Rutan Kelas IIB Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Senin, 22 Juni 2026 Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, melaksanakan kontrol langsung ke area brandgang dan blok hunian sebagai bagian dari upaya memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi dengan baik. Kegiatan kontrol dilakukan dengan menyusuri area brandgang dan kamar hunian untuk memantau kondisi lingkungan, sarana pengamanan, serta situasi dan kondisi warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan juga berdialog dengan warga binaan guna menyerap informasi secara langsung terkait pelaksanaan pembinaan maupun pemenuhan hak-hak mereka selama menjalani masa pidana.   Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi prinsip deteksi dini yang terus diperkuat di lingkungan Rutan Jepara guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban sejak dini.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa keamanan dan pemenuhan hak warga binaan harus berjalan beriringan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.   “Kontrol rutin ke area brandgang dan blok hunian penting dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Di sisi lain, kami juga ingin memastikan hak-hak warga binaan, baik terkait pelayanan, kesehatan, pembinaan, maupun kebutuhan dasar lainnya, dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Renza.   Melalui kegiatan kontrol langsung ini, Rutan Jepara terus berupaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis, sekaligus memperkuat komunikasi antara petugas dan warga binaan.   Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta menjadi bagian dari komitmen Rutan Jepara dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara