JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengajak seluruh Komandan Satuan (Dansat) TNI Angkatan Darat untuk memperkuat kepedulian terhadap prajurit, institusi, dan masyarakat, sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah sebagai wujud nyata pengabdian TNI AD kepada bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pengarahan kepada lebih dari 700 peserta Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD Tahun 2026 yang dipusatkan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). Dalam arahannya, Kasad menegaskan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di tingkat satuan. Seorang komandan tidak hanya dituntut mampu melaksanakan tugas operasional, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap prajurit beserta keluarganya, membangun satuan yang solid, serta menjadi teladan dalam sikap dan tindakan. “Kita tingkatkan pengawasan kita, latih anggotamu dengan baik dan buat kedekatan sebagai komandan dengan anggota, sehingga setiap permasalahan anggota dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Kasad. Kasad juga mengingatkan agar para Dansat terus meningkatkan profesionalisme prajurit melalui pembinaan yang terukur, latihan yang berkelanjutan, serta penegakan disiplin yang humanis. Menurutnya, kepemimpinan yang baik akan melahirkan satuan yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas. Selain pembinaan internal, Kasad menekankan pentingnya peran aktif TNI AD dalam mendukung berbagai program pemerintah, seperti ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana, serta kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Para Dansat juga didorong untuk menyampaikan berbagai kontribusi positif TNI AD kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Pada kesempatan tersebut, Kasad juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas peningkatan tunjangan kinerja prajurit dan ASN TNI sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan personel. Menurutnya, kebijakan tersebut harus disyukuri dengan meningkatkan dedikasi, profesionalisme, dan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara. Rangkaian Apel Dansat TNI AD Tahun 2026 juga diisi dengan pembekalan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan mengenai Transformasi Ekonomi Indonesia: Penguatan Program Strategis Pemerintah. Selain itu, Kasad meninjau hasil Program Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Litbanghan) Mandiri alutsista TNI AD serta menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Pencak Silat Militer dan komandan satuan berprestasi pada kategori renang militer, kesegaran jasmani, dan menembak. (Agus)
Bidik-kasusnews.com – Kepulauan Riau Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., meninjau langsung Latihan Integrasi TNI Tahun 2026. Peninjauan dilaksanakan di daerah latihan Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (05/08/2026). Dalam peninjauan tersebut, Pangkormar menyaksikan secara langsung operasi pendaratan amfibi korps marinir, serta kemampuan tempur seluruh unsur Tri Matra TNI meliputi. Latihan Integrasi TNI Tahun 2026 merupakan latihan gabungan yang bertujuan untuk menguji doktrin, interoperabilitas, dan soliditas antar matra TNI. “Latihan ini penting untuk memastikan setiap prajurit Marinir siap digerakkan kapan saja sebagai pasukan pemukul TNI. Sinergi dengan seluruh Matra TNI harus terus kita pupuk agar operasi gabungan berjalan efektif,” tegas Pangkormar. Lebih lanjut, Pangkormar menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin dan semangat juang prajurit korps marinir. Pangkormar juga mengapresiasi semangat dan militansi prajurit petarung korps marinir yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Latihan Integrasi TNI Tahun 2026. Latihan Integrasi TNI 2026 diikuti oleh seluruh unsur tri matra TNI dengan melibatkan alutsista darat, laut, dan udara. TNI berharap melalui latihan ini kemampuan pertahanan negara semakin solid dalam menghadapi dinamika ancaman di masa depan. (Agus)
Bidik-kasusnews.com – Dabo Singkep Kepulauan Riau – Korps Marinir TNI Angkatan Laut kembali mencatat sejarah dengan mengangkat lima tokoh nasional sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada tokoh bangsa yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, keteladanan, serta kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan, pembinaan, dan pengembangan Korps Marinir, sekaligus menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap penguatan pertahanan negara. Prosesi pengangkatan warga kehormatan Korps Marinir digelar di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026), dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., selaku Inspektur Upacara, didampingi Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. Berdasarkan Keputusan Panglima Korps Marinir Nomor KEP/125/VIII/2026 tentang Pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir serta Penganugerahan Brevet Kehormatan Anti Teror Aspek Laut, Intai Para Amfibi Marinir, dan Komando Korps Marinir, Korps Marinir TNI Angkatan Laut menganugerahkan status Warga Kehormatan Korps Marinir beserta Brevet Kehormatan kepada lima pejabat negara dan pejabat tinggi TNI yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, serta kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan Korps Marinir. Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., resmi dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir ke-50. Selanjutnya, Ketua Komisi I DPR RI Drs. H. Utut Adianto dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan ke-51, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos., sebagai Warga Kehormatan ke-52, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai Warga Kehormatan ke-53, serta Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., M.Tr.(Han.), sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir ke-54. Prosesi pengangkatan warga kehormatan Korps Marinir diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Panglima Korps Marinir, dilanjutkan penyematan Baret Ungu Korps Marinir dan Brevet Kehormatan Anti Teror Aspek Laut, Intai Para Amfibi, serta Komando Korps Marinir oleh Kasal didampingi Pangkormar kepada kelima pejabat. Upacara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan sebagai tanda resmi pengangkatan mereka menjadi bagian dari keluarga besar Korps Marinir TNI AL. Dengan pengangkatan tersebut, jumlah Warga Kehormatan Korps Marinir kini bertambah menjadi 54 orang. Tradisi pembaretan ini merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di lingkungan Korps Marinir yang telah dianugerahkan kepada sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden RI ke-6 Jenderal TNI Susilo Bambang Yudhoyono (Warga Kehormatan ke-21), Menteri Pertahanan Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro (ke-26), Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu (ke-34), Presiden RI Jenderal TNI (Hor.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang menerima pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir saat menjabat Menteri Pertahanan RI (ke-47), serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (ke-49). Pengangkatan Warga Kehormatan Korps Marinir menjadi salah satu rangkaian kegiatan setelah para pejabat negara dan pimpinan TNI meninjau Latihan Integrasi TNI 2026 di daerah Latihan TNI AL Dabo Singkep. Momentum tersebut menjadi wujud penghormatan Korps Marinir kepada para pemimpin bangsa yang dinilai memiliki komitmen, kepedulian, dan kontribusi nyata terhadap kemajuan Korps Marinir serta pembangunan kekuatan pertahanan negara. (Agus)
DABO SINGKEP, Bidik-kasusnews.com Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut di sela peninjauan Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) TNI Tahun 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Pengukuhan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi Kasad dalam memperkuat sinergi dan interoperabilitas antar matra TNI. Kasad hadir mendampingi Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Hor.) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. dalam peninjauan latihan yang bertujuan menguji kesiapan operasi gabungan TNI menghadapi berbagai dinamika ancaman. Prosesi pengukuhan dilaksanakan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali melalui penyematan brevet dan baret ungu khas Korps Marinir. Selain Kasad, penghargaan Warga Kehormatan Korps Marinir juga dianugerahkan kepada Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. Pengukuhan tersebut mencerminkan eratnya soliditas antarmatara TNI sekaligus komitmen bersama dalam membangun interoperabilitas yang semakin kuat guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pertahanan negara. Pada kesempatan yang sama, rombongan meninjau pelaksanaan Latihan Operasi Terintegrasi TNI Tahun 2026 yang menguji kemampuan komando dan pengendalian, koordinasi antar matra, serta kesiapan satuan dalam melaksanakan operasi gabungan. Salah satu materi latihan yang ditampilkan adalah penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar _drop zone_ Bandara Dabo Singkep. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pesawat angkut CN-235 Skadron Udara 27, Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), dan Yonif 328 sebagai bagian dari skenario operasi gabungan untuk mengamankan daerah sasaran sebelum penerjunan pasukan utama. Momentum pengukuhan Warga Kehormatan Korps Marinir di tengah pelaksanaan Latopslagab TNI semakin menegaskan semangat kebersamaan, soliditas, dan sinergi antarmatara sebagai fondasi utama dalam mewujudkan TNI yang profesional, modern, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas. (Agus)
Kutai Timur, Bidik-kasusnews.com Wujud pengabdian nyata Brigif TP 32/Mangkalihat kembali hadir untuk masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Rt 05 dan Rt 07 Desa Sepaso Selatan Kec. Bengalon Kutai Timur yang kesulitan mendapatkan akses air bersih. Rabu (5/08/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya satuan untuk meringankan beban masyarakat serta memenuhi kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari. Kekeringan dan keterbatasan sumber air bersih yang dialami masyarakat dalam waktu cukup lama mendorong prajurit Brigif TP 32/Mangkalihat untuk segera turun ke lapangan menyalurkan air bersih langsung ke pemukiman warga. Dengan membawa 1 unit mobil tangki air dan 2 unit mobil Damkar, prajurit menyambangi rumah-rumah warga, titik-titik kerumunan, serta fasilitas umum agar air bersih dapat diterima secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Saat dikonfirmasi ditempat terpisah Komandan Brigif TP 32/Mangkalihat Kolonel Inf Agussalim Tuo, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah rakyat, bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan hadir membawa solusi dan kebaikan bagi masyarakat. “Air adalah sumber kehidupan. Ketika warga kesulitan mendapatkan air bersih maka itu adalah panggilan tugas bagi kami untuk hadir. Kami tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tapi juga hadir membagi kehidupan dan kesejahteraan kepada rakyat yang kami lindungi,” tegas Danbrigif. Kami akan selalu berkomitmen untuk terus hadir, mendengar keluhan dan melayani masyarakat di seluruh wilayah yang dapat dijangkau. Di mana rakyat membutuhkan, disitu pula prajurit Mangkalihat akan hadir untuk Mengabdi kepada masyarakat Demi keutuhan NKRI. Tutup Kolonel Inf Agussalim Tuo. Warga menyambut kehadiran prajurit dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Banyak warga yang menyampaikan bahwa bantuan air bersih ini sangat membantu sekali, terutama untuk keperluan minum, mandi, dan kebersihan sehari-hari yang selama ini sulit dipenuhi. “Terima kasih kepada Brigif TP 32/Mangkalihat. Kami sudah lama kesulitan air, hari ini datang membawa air bersih sampai ke depan rumah. Ini benar-benar membawa kehidupan bagi kami,” ujar salah satu warga dengan penuh harapan dan kebanggaan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Hasanudin di Jalan Mata Air, Bandar Lampung, kini hampir selesai. Memasuki tahap akhir, progres pembangunan rumah yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL tersebut telah mencapai 98 persen, Rabu (5/8/2026). Sejumlah personel Satgas TMMD masih terlihat melakukan pekerjaan penyelesaian di lokasi. Salah satunya adalah pengecatan pintu dan kusen jendela yang menjadi bagian dari tahap finishing sebelum rumah tersebut dinyatakan rampung. Aktivitas itu dilakukan secara teliti untuk memastikan bagian-bagian rumah terlihat lebih rapi sekaligus memberikan sentuhan akhir pada bangunan yang telah mengalami pembenahan. Pembangunan RTLH tersebut dikerjakan melalui semangat gotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik tersebut. Bagi Hasanudin dan keluarganya, perubahan rumah tersebut menjadi kabar yang menggembirakan. Hunian yang sebelumnya membutuhkan banyak pembenahan kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Perubahan itu tidak hanya terlihat dari bagian luar bangunan. Sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan membuat kondisi rumah semakin mendekati bentuk akhir yang diharapkan dalam program rehabilitasi RTLH. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, menyampaikan apresiasi kepada personel Satgas dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, penyelesaian RTLH harus tetap memperhatikan kualitas pekerjaan agar hasilnya dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima dalam jangka panjang. “Kami mengapresiasi kerja keras seluruh personel di lapangan dan partisipasi masyarakat. Harapannya, rumah yang telah dibangun ini dapat memberikan manfaat, kenyamanan dan kebahagiaan bagi keluarga Bapak Hasanudin,” ujar Kolonel Arm Roni Hermawan. Ia menambahkan, program TMMD tidak hanya menjadi sarana pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong. Capaian 98 persen menandakan pembangunan RTLH Hasanudin telah berada di penghujung pekerjaan. Tinggal sejumlah penyelesaian akhir sebelum rumah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh keluarga penerima manfaat. Bagi Hasanudin, perubahan rumah ini menjadi simbol hadirnya harapan baru. Dari proses pembangunan yang dilakukan bersama, tumbuh pula rasa kebersamaan antara prajurit TNI dan warga di lingkungan Jalan Mata Air. Program TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL pun kembali menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai perubahan sebuah bangunan, tetapi juga tentang kepedulian, gotong royong dan upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Di tengah kesibukan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan, suasana berbeda terlihat di sebuah mushola di wilayah kegiatan TMMD, Rabu (5/8/2026) malam. Para prajurit TNI tidak hanya hadir untuk mengerjakan pembangunan fisik, tetapi juga meluangkan waktu untuk berbaur bersama warga dan anak-anak dalam kegiatan pengajian serta doa bersama. Suasana hangat terlihat ketika personel Satgas TMMD duduk bersama warga dan anak-anak di dalam mushola. Kegiatan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan, diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta penyampaian tausiah keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD yang diarahkan untuk membangun kedekatan antara personel TNI dengan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pembinaan kehidupan keagamaan di lingkungan warga. Kehadiran anak-anak dalam pengajian juga menjadi bagian menarik dari kegiatan tersebut. Selain mengikuti rangkaian acara, mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan para prajurit yang sehari-hari mereka jumpai dalam kegiatan pembangunan di lingkungan sekitar. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan pembangunan dalam program TMMD tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga mencakup pembinaan masyarakat. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun karakter sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. “Pembangunan fisik dan pembangunan karakter masyarakat harus berjalan beriringan. Kegiatan keagamaan seperti pengajian menjadi bagian penting untuk memperkuat nilai moral, kebersamaan dan keharmonisan masyarakat,” ujar Kolonel Arm Roni Hermawan. Ia menambahkan, interaksi langsung antara prajurit dan warga merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan sederhana seperti pengajian, hubungan yang terjalin tidak hanya sebatas pada pekerjaan pembangunan, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial masyarakat. Bagi warga, kehadiran Satgas TMMD di lingkungan mereka memberikan warna tersendiri. Para prajurit yang pada siang hari bekerja membangun berbagai fasilitas, pada malam hari dapat berbaur bersama masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan. Program TMMD Ke-129 pun menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari perubahan fisik suatu wilayah. Nilai kebersamaan, kepedulian dan pembinaan kehidupan masyarakat menjadi bagian penting yang turut dibangun. Dari sebuah mushola sederhana, kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali tumbuh. Pengajian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat dibangun melalui berbagai kegiatan, termasuk melalui kebersamaan dalam kehidupan keagamaan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Hendi di Jalan Mata Air, Bandar Lampung, terus dikebut. Hingga Rabu (5/8/2026), progres pembangunan rumah yang menjadi salah satu sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0410/KBL tersebut telah mencapai 79 persen. Memasuki tahap lanjutan, personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat kini memusatkan pekerjaan pada pemasangan plafon serta pengecatan bagian luar dan dalam rumah. Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pembangunan berlangsung sejak pagi. Prajurit TNI bersama warga bekerja secara bergotong royong menyelesaikan bagian-bagian rumah yang masih dalam proses pengerjaan. Pemasangan plafon menjadi salah satu pekerjaan penting untuk menyempurnakan bagian dalam hunian. Sementara pengecatan dilakukan untuk memberikan perlindungan sekaligus memperbaiki tampilan rumah agar lebih rapi dan nyaman ditempati. Kolaborasi antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan. Warga turut membantu berbagai pekerjaan di lapangan sehingga sejumlah tahapan dapat dikerjakan secara bersama-sama. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembangunan RTLH agar setiap sasaran dapat diselesaikan sesuai target. “Seluruh sasaran fisik RTLH akan terus kita pantau dan evaluasi setiap harinya. Target kita bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memastikan kualitas bangunan kokoh, aman dan nyaman untuk dihuni dalam jangka panjang,” ujar Kolonel Arm Roni Hermawan. Menurutnya, penyelesaian pembangunan harus tetap memperhatikan kualitas setiap bagian rumah. Karena itu, personel Satgas diarahkan untuk bekerja secara teliti pada setiap tahapan hingga memasuki proses finishing. Bagi Hendi dan keluarganya, progres pembangunan tersebut menjadi kabar baik. Rumah yang sebelumnya membutuhkan pembenahan kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih layak. Program RTLH melalui TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL diharapkan tidak hanya memberikan manfaat berupa tempat tinggal yang lebih nyaman, tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan turut memperkuat semangat gotong royong. Interaksi antara prajurit TNI dan warga selama pengerjaan menjadi gambaran kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dijaga melalui pelaksanaan TMMD. Dengan capaian 79 persen, pembangunan RTLH milik Hendi kini semakin mendekati tahap penyelesaian. Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL bersama masyarakat terus berupaya menuntaskan pekerjaan tersebut agar hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan oleh keluarga penerima bantuan. (Agus)
Bandung Lampung, Bidik-kasusnews.com Pembangunan fasilitas sanitasi umum MCK-5 di kawasan Jalan Nangka 1, Kota Bandar Lampung, terus dikebut. Memasuki tahap finishing, pembangunan fasilitas berukuran 3 x 2,5 meter yang menjadi salah satu sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0410/KBL itu kini telah mencapai progres sekitar 80 persen, Rabu (5/8/2026). Sejumlah personel Satgas TMMD bersama masyarakat terlihat bergotong royong menyelesaikan bagian-bagian akhir bangunan. Pekerjaan yang dilakukan antara lain pengecatan dinding bagian luar serta penyempurnaan plesteran pada bagian dalam. Tahap tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembangunan MCK-5 telah memasuki bagian akhir. Setelah seluruh pekerjaan rampung, fasilitas sanitasi tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan warga untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Pembangunan MCK-5 juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas umum yang mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan. Keberadaan sarana sanitasi yang memadai diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pola hidup bersih sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih nyaman. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan program TMMD tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas lingkungan, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, fasilitas sanitasi merupakan salah satu kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup warga. “TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga memprioritaskan penyediaan fasilitas dasar yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembangunan MCK ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Kolonel Arm Roni Hermawan. Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam pengerjaan sasaran TMMD menjadi bagian penting dari semangat gotong royong. Kolaborasi antara personel Satgas dan warga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang nantinya digunakan bersama. Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, MCK-5 kini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir sebelum dapat digunakan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar Jalan Nangka 1. Pembangunan MCK-5 sekaligus memperlihatkan bahwa pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL tidak semata mengejar capaian pembangunan fisik, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung melalui penyediaan fasilitas dasar yang menunjang kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnees.com Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Siswanto di Jalan Nangka, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, terus menunjukkan perkembangan. Memasuki Rabu, 5 Agustus 2026, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0410/KBL mempercepat sejumlah pekerjaan pada rumah berukuran 6 x 6 meter tersebut. Di bawah kendali Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, personel Satgas bersama masyarakat setempat mengerjakan sejumlah tahapan pembangunan, mulai dari pengacian kamar mandi, pemasangan rangka plafon hingga pemasangan plafon PVC. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD yang ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, aman dan nyaman. Sejak pagi, prajurit TNI bersama warga terlihat bekerja secara bergotong royong. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kerapian dan kualitas hasil pembangunan. Pengacian kamar mandi dilakukan untuk merapikan permukaan dinding sekaligus mempersiapkan bagian tersebut menuju tahap penyelesaian. Sementara pemasangan rangka plafon menjadi tahapan penting sebelum lembaran plafon PVC dipasang. Penggunaan plafon PVC juga membuat tampilan bagian dalam rumah menjadi lebih bersih dan rapi. Material tersebut relatif mudah dirawat sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan mengatakan, pelaksanaan pembangunan RTLH tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat. “Program TMMD merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap sasaran yang telah direncanakan dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Kolonel Arm Roni Hermawan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Kebersamaan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara prajurit TNI dan warga. “Yang kita bangun bukan hanya rumah, tetapi juga semangat kebersamaan, kepedulian dan harapan baru bagi masyarakat,” lanjutnya. Bagi Siswanto dan keluarganya, pembangunan rumah melalui program TMMD menjadi harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman. Seiring berjalannya pekerjaan, perubahan kondisi rumah mulai terlihat dari berbagai bagian yang sebelumnya membutuhkan pembenahan. Selain sasaran RTLH, pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL di wilayah Kelurahan Pinang Jaya juga mencakup berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sasaran fisik dikerjakan beriringan dengan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan pembinaan masyarakat. Kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah. Dengan progres pekerjaan yang terus dikebut, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL berupaya menyelesaikan seluruh sasaran sesuai target. Bagi warga penerima manfaat, setiap tahap pembangunan yang selesai bukan sekadar perubahan pada bangunan, melainkan menjadi bagian dari hadirnya harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik. Program TMMD pun kembali memperlihatkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat sekaligus mendorong pembangunan di tingkat wilayah. (Agus)