SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM), H. Hendra Permana, S.Sos., MM., menegaskan komitmen kuat organisasinya dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Sukabumi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah nyata bersama seluruh jajaran organisasi dan elemen masyarakat. Menurut H. Hendra Permana, pengurus PJTM bersama unsur organisasi kemasyarakatan yang tergabung di dalamnya telah melakukan berbagai tindakan konkret, mulai dari penutupan tempat yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba hingga langkah pengamanan terhadap para pelaku. “Gerakan kami bersama seluruh pengurus PJTM dan elemen organisasi lainnya merupakan bentuk kepedulian untuk menjaga keamanan lingkungan dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba,” tegasnya, Selasa (12/5/2026). Gerakan anti narkoba yang digagas PJTM mendapat dukungan luas dari kalangan pemuda dan organisasi kemasyarakatan. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Sukabumi menyatakan kesiapan untuk membangun sinergi dan bergerak bersama memberantas peredaran narkotika. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menjalankan gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar demi menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Dukungan penuh juga datang dari Ketua Bidang Jaga Raksa sekaligus Panglima PJTM, Yudi Pratama atau yang dikenal dengan sapaan Si Peci Merah Tijampang. Ia menegaskan kesiapan seluruh jajaran yang dipimpinnya untuk berada di garis terdepan dalam upaya pemberantasan narkoba. “Saya bersama seluruh jajaran siap bergerak dan menjaga wilayah agar bersih dari peredaran narkoba. Tidak ada kompromi terhadap pelaku yang merusak masa depan generasi muda,” tegas Yudi Pratama. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PJTM, Hendrik Firmansyah, menambahkan bahwa seluruh langkah organisasi akan tetap berpegang pada prinsip menjaga ketertiban umum, keamanan masyarakat, dan perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika. H. Hendra Permana kembali menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolis, melainkan aksi nyata yang akan terus dilakukan secara berkelanjutan bersama seluruh elemen masyarakat. “Kami mengajak seluruh masyarakat, pemuda, ormas, dan organisasi kepemudaan untuk bersatu. Bersama KNPI dan OKP, kami ingin memastikan Kabupaten Sukabumi bersih dari narkoba,” pungkasnya. Pernyataan sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga keamanan, ketentraman, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi dari bahaya narkotika. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aparat kepolisian dari Polsek Ciracap tengah memburu pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di depan Puskesmas Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 20.45 WIB. Korban diketahui bernama Danil Lubis (25), warga Kampung Cisasak, Desa Ciracap. Ia mengalami luka di bagian punggung dan paha kiri akibat diduga diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit oleh terlapor RK. Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula dari komunikasi melalui pesan WhatsApp antara dirinya dengan terlapor. Keduanya kemudian sepakat bertemu di lokasi kejadian, tepatnya di depan Puskesmas Ciracap. Saat berada di lokasi, terlapor diduga datang bersama seorang rekannya yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Tanpa diduga, pelaku langsung melakukan penyerangan terhadap korban menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan luka serius. Usai melakukan aksinya, pelaku bersama rekannya melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah wilayah Ciracap. Korban sempat berusaha mengejar, namun terjatuh di Jalan H. Anwari, Kampung Babakan Sawah, Desa Ciracap. Akibat luka yang dialaminya, korban mendapatkan penanganan medis dan menjalani jahitan sebanyak enam jahitan pada bagian paha kiri. Kapolsek Ciracap AKP Taopick Hadian membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah melakukan penanganan dan saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Ciracap. “Kami masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang diduga terlibat dalam kejadian ini. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan pelaku agar segera melapor kepada pihak kepolisian,” ujar AKP Taopick Hadian, Selasa (12/5/2026). Polisi juga telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan korban, melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, hingga mengajukan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyidikan. Hingga berita ini diterbitkan, kondisi korban dilaporkan stabil setelah mendapatkan penanganan medis, sementara aparat kepolisian terus mengumpulkan bukti dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepedulian sosial ditunjukkan gabungan pengusaha di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, dengan membangun rumah layak huni untuk Nunung, seorang lansia warga Kampung Telagasari, Desa Bojongsari. Gerakan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh pengusaha H. Iin Sodikin yang berhasil mengoordinasikan bantuan hingga terkumpul dana sebesar Rp75 juta. H. Iin Sodikin yang juga pemilik CV Nadzma Zakia Umroh Paramount Cinagen menjadi sosok sentral di balik gerakan sosial tersebut. Bersama para pengusaha lainnya, ia bergerak cepat menggalang dukungan untuk membangun rumah baru lengkap dengan perlengkapan rumah tangga bagi Nunung. Menurut H. Iin Sodikin, kepedulian itu lahir setelah melihat langsung kondisi rumah Bu Nunung yang memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. “Kami bersama para pengusaha bersepakat membantu penuh pembangunan rumah Bu Nunung agar beliau bisa tinggal lebih nyaman dan aman di usia lanjut,” ujarnya, Senin (11/5/2026). Ia menjelaskan, pembangunan rumah sudah dimulai sejak Minggu (10/5/2026) melalui pembongkaran bangunan lama yang dilakukan secara gotong royong bersama warga. Seluruh proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Gerakan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Camat Jampangkulon, Dading. Bahkan, sebagai bentuk kepedulian dan pemicu awal gerakan sosial, Dading rela mengalihkan uang pribadi sebesar Rp5 juta yang sebelumnya dipersiapkan sebagai DP ibadah umroh untuk membantu pembangunan rumah tersebut. “Pak Camat menjadi penyemangat awal gerakan ini. Setelah itu para pengusaha ikut bergerak dan Alhamdulillah terkumpul dana hingga Rp75 juta,” kata H. Iin Sodikin. Kepala Desa Bojongsari, Rahmat Efendi, mengapresiasi kekompakan para pengusaha yang dipimpin H. Iin Sodikin dalam membantu warga lanjut usia tersebut. Ia menilai kepedulian seperti ini menjadi contoh nyata sinergi sosial yang positif di tengah masyarakat. “Peran H. Iin Sodikin bersama para pengusaha sangat luar biasa. Mereka bergerak cepat dan menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Rahmat. Sementara itu, Bu Nunung tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat melihat rumahnya mulai dibangun kembali. Ia terus mengucapkan syukur dan terima kasih kepada H. Iin Sodikin, para pengusaha, pemerintah kecamatan, dan seluruh warga yang telah membantu mewujudkan rumah layak huni untuk dirinya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota MPR RI Iman Adi Nugraha menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Olahraga (GOR) Gerbang Mapak, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Senin (11/5/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Kelompok Kerja Hutan Hanjuang Selatan (Pokjahasil) itu berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta tokoh daerah. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrat Aris Triyadi, unsur Forkopimcam Jampangkulon yang dipimpin Camat Dading, Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi Yandra, serta para kepala desa se-Kecamatan Jampangkulon. Camat Dading dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar MPR RI memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta menjaga keharmonisan masyarakat di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan juga diwarnai sesi dialog dan penyampaian aspirasi masyarakat. Peserta tampak antusias menyampaikan pandangan, harapan, dan masukan terkait pembangunan daerah maupun penguatan nilai kebangsaan di lingkungan masyarakat. Materi sosialisasi disampaikan oleh Asep Abdul Wasit yang memberikan penjelasan mendalam mengenai implementasi Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari. Jalannya acara dipandu oleh Teh Resti selaku pembawa acara dan pengatur waktu kegiatan. Suasana semakin semarak saat Iman Adi Nugraha memberikan apresiasi berupa hadiah uang tunai sebesar Rp500 ribu kepada peserta yang mampu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan baik dan penuh semangat. Momen tersebut mendapat sambutan meriah dari para peserta yang hadir. Menurut Iman, langkah tersebut menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan penghormatan terhadap simbol-simbol negara di tengah masyarakat. “Kami ingin nilai-nilai kebangsaan ini tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar persatuan bangsa tetap terjaga,” ujarnya. Kegiatan ditutup dalam suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga negara, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI serta mendukung kemajuan Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) menggelar kegiatan religi bertajuk “Jampang Berdzikir” di Masjid Besar Al-Jalil Bunderan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu malam (10/5/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya mempererat ukhuwah islamiah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di selatan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah ulama dan tokoh agama turut hadir memberikan tausiyah dan memimpin dzikir bersama. Di antara tokoh agama yang hadir yakni KH. Asep Mustofa selaku Ketua MUI Kecamatan Surade, KH. Ahmad Sidik Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Surade, serta Ustadz Encep Jaenal Mutaqin yang dikenal sebagai mubalig sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Lewi Cagak Desa Cipeundeuy. Panitia juga menghadirkan Abuya Singa, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadoh Al-Karomah dari Kecamatan Cidolog yang juga merupakan Imam Besar Majelis Dzikir Jam’iyah Manaqib Tuan Syekh Abdul Qadir Jaelani. Ketua PJTM H. Hendra Permana, S.Sos., MM., bersama Sekretaris Jenderal PJTM Hendrik Firmansyah dan jajaran pengurus hadir langsung memimpin kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan bahwa “Jampang Berdzikir” menjadi sarana memperkuat persatuan dan mempererat hubungan antarwarga melalui kegiatan keagamaan. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta mengajak masyarakat untuk senantiasa berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya. Kegiatan tersebut juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Surade yang dipimpin Camat Surade, Unang Suryana. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat karakter religius masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan persatuan masyarakat. Antusiasme jamaah menunjukkan bahwa kegiatan bernuansa religi masih menjadi perekat sosial yang kuat di tengah masyarakat,” kata Unang. Selain unsur pemerintahan, hadir pula perwakilan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, anggota Banser, para Ketua DPC JTM dari berbagai kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Marhaba, dilanjutkan dzikir bersama dan tausiyah agama. Seluruh acara dipandu oleh Ustadz Dendi dengan suasana yang tertib, hangat, dan penuh kekhusyukan hingga kegiatan selesai. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Surade, Kabupaten Sukabumi, menggelar kegiatan Pesta Siaga di Gedung Olahraga (GOR) Jalan Raya Nasional, Kecamatan Surade, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Ceria Berkarya, Santun Berbudaya” itu berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari seluruh gugus depan se-Kecamatan Surade. Pesta Siaga menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus pengembangan kreativitas bagi anggota Pramuka usia siaga. Kegiatan ini juga dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, sopan santun, dan kecintaan terhadap budaya sejak dini. Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Surade, Kak Purna Irawan, S.Pd., mengatakan tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut memiliki pesan penting bagi generasi muda agar mampu berkarya dengan penuh keceriaan tanpa meninggalkan nilai budaya dan etika. “Anak-anak harus tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, aktif, dan tetap menjunjung tinggi sopan santun serta budaya bangsa. Itu yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini,” ujarnya dalam sambutan pembukaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pendidikan dan kepramukaan di wilayah Surade, mulai dari Ketua Gugus Depan, Ketua K3S, Ketua PGRI, pengawas pendidikan, kepala sekolah, hingga para pembina dan pendamping peserta. Ketua Panitia Pelaksana, Kak Ai Anggraeni, menjelaskan Pesta Siaga tahun ini diikuti sebanyak 55 barung dari 55 Gugus Depan dengan jumlah peserta mencapai 330 anak. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan untuk memberikan pengalaman edukatif sekaligus menyenangkan bagi peserta. “Berbagai kegiatan lomba dan permainan edukatif disusun untuk melatih kreativitas, kekompakan, dan keberanian anak-anak sesuai semangat tema yang diusung,” jelasnya. Kegiatan secara resmi dibuka oleh perwakilan Komandan Satuan Radar 402 Cibalimbing, Letda Alif Abadi, dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan Pesta Siaga yang dinilai mampu menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda. “Kegiatan Pramuka seperti ini sangat positif karena membentuk anak-anak menjadi generasi yang aktif, disiplin, santun, dan memiliki rasa cinta terhadap budaya daerah maupun bangsa,” ungkapnya. Sepanjang kegiatan, suasana GOR Surade dipenuhi semangat dan antusiasme peserta yang mengikuti berbagai aktivitas permainan, seni, keterampilan, dan pembelajaran karakter. Keceriaan peserta terlihat mewarnai seluruh rangkaian acara yang berlangsung penuh keakraban dan semangat persaudaraan khas Gerakan Pramuka. Melalui kegiatan ini, Kwartir Ranting Surade berharap Gerakan Pramuka semakin berperan sebagai wadah pendidikan nonformal dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, mandiri, dan berbudaya luhur. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Insiden perkelahian yang melibatkan sejumlah siswa kelas 9 di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan dari pihak orang tua siswa. Selain dugaan pengeroyokan yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Kamis (7/5/2026), keterlambatan komunikasi dari pihak sekolah turut memicu kekecewaan keluarga korban. Informasi yang dihimpun menyebutkan, orang tua korban pertama kali mengetahui kejadian tersebut bukan dari pihak sekolah, melainkan dari kabar yang beredar di lingkungan warga dan media sosial Facebook. Pihak keluarga mengaku baru mendapat penjelasan setelah mendatangi sekolah secara langsung pada Sabtu (9/5/2026). Situasi tersebut membuat keluarga korban merasa kecewa karena pihak sekolah dinilai tidak segera menyampaikan informasi resmi kepada orang tua siswa, Komite Kelas maupun Komite Sekolah sesaat setelah kejadian terjadi. Akibatnya, keluarga korban berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Di sisi lain, pihak sekolah disebut telah mengirimkan surat panggilan kepada orang tua siswa yang terlibat untuk melakukan musyawarah bersama. Sekolah juga dikabarkan mengakui adanya kekurangan dalam penyampaian informasi kepada wali murid dan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi internal. Wakil Bidang Pembinaan Peserta Didik sekolah setempat, Purwanti, menjelaskan bahwa perkelahian terjadi di dalam lingkungan sekolah dan sempat menimbulkan kepanikan di kelas. “Korban sempat dicekik saat perkelahian berlangsung. Beruntung teman-teman siswa dan guru dari kelas lain segera melerai,” ujar Purwanti. Ia menambahkan, guru yang berada di kelas saat kejadian tidak dapat langsung menangani situasi karena tengah dalam kondisi hamil dan merasa khawatir menghadapi keributan tersebut. Sementara itu, kepala sekolah belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ketua Komite Sekolah, Ibrohim, mengatakan pihaknya akan berupaya memfasilitasi penyelesaian masalah secara musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait. “Kami akan mengadakan pertemuan bersama orang tua siswa yang terlibat agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik dan tetap mengedepankan kepentingan anak-anak,” katanya. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait pentingnya respons cepat, keterbukaan informasi, serta koordinasi antara sekolah dan orang tua dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan pendidikan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komisi II DPRD Kota Sukabumi menegaskan komitmennya mengawal optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengawasan langsung terhadap sektor pajak restoran dan hotel. Langkah itu mencuat dalam rapat bersama sejumlah mitra kerja yang digelar Jumat (8/5/2026). Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, H. Muchendra, mengatakan pihaknya memberi perhatian serius terhadap capaian PAD Kota Sukabumi pada kuartal pertama tahun 2026, khususnya dari sektor pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) restoran. Menurutnya, capaian pajak restoran dinilai belum mencerminkan potensi usaha yang sebenarnya di lapangan. Karena itu, Komisi II akan melakukan pendampingan bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) melalui uji petik langsung ke sejumlah rumah makan besar. “Kami ingin memastikan kesesuaian antara omzet usaha dengan laporan pajak yang disampaikan. Minggu depan kami akan turun langsung ke lapangan,” ujar Muchendra. Ia menjelaskan, pengawasan akan dilakukan dengan membagi dua tim yang memantau aktivitas usaha sejak pagi hingga rumah makan tutup. Langkah itu dilakukan untuk melihat secara riil potensi penerimaan pajak daerah. Menurutnya, pajak restoran sebesar 10 persen yang dibayarkan masyarakat seharusnya seluruhnya disetorkan kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku. “Jangan sampai masyarakat sudah membayar pajak, tetapi yang dilaporkan justru tidak sesuai dengan omzet sebenarnya,” katanya. Setelah sektor restoran, Komisi II juga akan melakukan pengawasan terhadap sektor perhotelan yang dinilai memiliki potensi besar terhadap peningkatan PAD Kota Sukabumi. Selain PBJT, DPRD turut menyoroti pengawasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Muchendra menilai sistem transaksi yang masih mengacu pada nilai pelaporan rawan dimanipulasi sehingga perlu pengawasan lebih ketat. “Kami akan mendampingi BPKPD sampai ke notaris untuk memastikan transaksi berjalan sesuai aturan,” tegasnya. Dalam rapat tersebut, Komisi II juga meminta penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang terkait pengalihan anggaran pembangunan jembatan di wilayah Cibeureum senilai Rp12,2 miliar yang disebut dialihkan ke program pembangunan jalan. DPRD meminta rincian kegiatan penerima pengalihan anggaran tersebut agar proses perencanaan dan penggunaan anggaran tetap transparan. Sementara kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, Komisi II mempertanyakan kontribusi Gedung Dekranasda terhadap peningkatan PAD. DPRD ingin memastikan setiap fasilitas daerah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Tak hanya itu, DPRD juga menyoroti minimnya anggaran pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, terutama untuk program pembibitan dan pengembangan benih ikan yang dinilai penting bagi penguatan sektor pangan daerah. Di akhir rapat, Komisi II mengingatkan seluruh perangkat daerah agar pelaksanaan program pembangunan tetap mengacu pada prioritas dalam RPJMD Kota Sukabumi. “Program yang sudah tertuang dalam RPJMD harus menjadi prioritas utama pembangunan,” pungkas Muchendra. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komisi II DPRD Kota Sukabumi mengingatkan pemerintah daerah agar lebih serius melakukan pengawasan terhadap potensi kebocoran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya dari sektor restoran dan rumah makan. Karena keduanya dinilai memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kritikan tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Melan Maulana, usai rapat kerja bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Jumat malam (08/05/2026). Menurut Melan, masyarakat selama ini telah memenuhi kewajiban membayar pajak 10 persen saat bertransaksi di restoran atau rumah makan. Karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh pajak yang dipungut benar-benar masuk ke kas daerah. “Jangan sampai masyarakat sudah membayar pajak, tetapi pajak tersebut tidak disetorkan sebagaimana mestinya. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya. Ia menilai pengawasan terhadap pemungutan PBJT perlu diperkuat agar tidak terjadi kebocoran yang dapat merugikan daerah. Selain itu, DPRD juga meminta seluruh aparatur terkait lebih optimal menggali potensi PAD yang selama ini belum maksimal. Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD menemukan masih banyak potensi penerimaan daerah yang belum tergarap secara optimal, baik karena faktor teknis maupun lemahnya pengawasan di lapangan. “Setelah kita dalami bersama, ternyata masih banyak peluang peningkatan PAD yang belum dimaksimalkan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara legislatif dan eksekutif,” katanya. Melan menyebut, berdasarkan hitungan sementara pihaknya, optimalisasi sektor PBJT berpotensi menambah PAD Kota Sukabumi hingga sekitar Rp80 miliar per tahun. Menurutnya, angka tersebut sangat signifikan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan maupun peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Sukabumi. “Kalau potensi ini bisa dimaksimalkan, tentu dampaknya akan sangat besar untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Penataan dan pengamanan kawasan Lapang Merdeka Kota Sukabumi dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga fungsi ruang publik agar tetap nyaman, tertib, dan representatif bagi masyarakat. Kehadiran petugas satuan pengamanan (satpam) di area tersebut disebut mulai membawa perubahan positif terhadap aktivitas warga yang memanfaatkan Lapang Merdeka sebagai pusat olahraga dan rekreasi. Anggota DPRD Kota Sukabumi, Sahat Simangunsong, menilai Lapang Merdeka memiliki posisi penting bagi masyarakat karena menjadi ruang terbuka yang digunakan berbagai kalangan setiap hari. “Lapang Merdeka ini rumah terbuka bagi masyarakat dan juga wajah Kota Sukabumi. Karena itu kenyamanan, kebersihan, dan ketertibannya harus dijaga bersama,” ujarnya, Jumat (8/5/2026). Menurutnya, langkah Pemerintah Kota Sukabumi menempatkan petugas keamanan merupakan bentuk respons terhadap harapan masyarakat yang menginginkan fasilitas publik lebih tertata dan nyaman digunakan. Ia mengatakan, keberadaan satpam bukan untuk membatasi aktivitas warga, melainkan memastikan fungsi Lapang Merdeka tetap berjalan sesuai peruntukannya sebagai ruang olahraga dan ruang interaksi masyarakat. “Tujuannya agar masyarakat yang datang untuk olahraga maupun beraktivitas di sana merasa aman dan nyaman,” katanya. Sahat menilai, sejak dilakukan penataan dan pengawasan, kondisi kawasan Lapang Merdeka mulai terlihat lebih tertib. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan pun dinilai perlahan meningkat karena adanya pengawasan dan imbauan langsung dari petugas. Menurutnya, ruang publik yang baik tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut merawat dan menjaga lingkungan bersama. “Kalau masyarakat sama-sama memiliki rasa memiliki, tentu Lapang Merdeka akan tetap menjadi tempat yang nyaman untuk semua,” ungkapnya. Ia berharap para petugas keamanan dapat terus menjalankan tugas secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat, sekaligus aktif memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga fasilitas umum. “Lapang Merdeka ini milik masyarakat Kota Sukabumi. Jadi harus dijaga bersama agar tetap menjadi ruang publik yang bersih, sehat, dan membanggakan,” pungkasnya. (Usep)