SUKABUMI-BIDIK-KSUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi tengah mempersiapkan penetapan luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang akan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan di tengah perkembangan perkotaan. Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Frendy Yuwono penetapan tersebut mengacu pada Lahan Baku Sawah (LBS) yang sebelumnya ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dalam ketetapan tersebut, Kota Sukabumi memiliki LBS seluas sekitar 1.059 hektare. “Pemerintah menyadari kondisi perkotaan yang terus berkembang membuat seluruh luasan LBS tidak mungkin dipertahankan sebagai lahan pertanian secara keseluruhan,” kata Frendy, Selasa (11/8/2026). Karena itu, kata dia, pemerintah melakukan pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat terkait persentase lahan yang harus dipertahankan. “Dari hasil pembahasan tersebut, disepakati luasan yang dipertahankan berada di kisaran 65 persen dari total LBS Kota Sukabumi,” ujarnya. Dia menambahkan, angka tersebut setara dengan sekitar 650 hingga 690 hektare yang nantinya akan ditetapkan sebagai LP2B. Luasan tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), yang memiliki ketentuan perlindungan lebih kuat dan tidak dapat dengan mudah dialihfungsikan untuk kepentingan lain. Pemerintah Kota Sukabumi juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, serta Kantor Pertanahan. “Koordinasi dilakukan untuk memastikan lahan yang masuk dalam LP2B tidak menjadi lokasi pengajuan izin pembangunan,” kata Frendy. Dengan demikian, ketika LP2B tersebut telah ditetapkan melalui keputusan Wali Kota, keberadaannya akan menjadi salah satu acuan dalam proses perizinan. Pengembang maupun pihak swasta yang hendak membangun perumahan, pusat bisnis, pertokoan atau fasilitas lainnya wajib memperhatikan ketentuan tata ruang tersebut. “Kebijakan ini sekaligus meningkatkan luasan LP2B dibandingkan ketentuan dalam RTRW sebelumnya yang tercatat sekitar 425 hektare,” ungkapnya. Peningkatan tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan strategis nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Dalam hal ini pemerintah juga memastikan lahan yang akan ditetapkan sebagai LP2B saat ini masih aktif dan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Karena itu, perlindungan lahan tersebut nantinya perlu diikuti dengan pemberian insentif kepada para petani atau pengelola lahan. Pemberian insentif tersebut akan dikoordinasikan melalui perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), termasuk melalui pendataan terhadap lahan dan petani yang masuk dalam kawasan LP2B. Penetapan LP2B tersebut ditargetkan dilakukan tahun ini setelah proses penetapan dari pemerintah pusat selesai. Setelah keputusan dari kementerian diterbitkan, Pemerintah Kota Sukabumi akan menindaklanjutinya melalui SK Wali Kota sebagai dasar penetapan luasan LP2B yang berlaku di wilayah Kota Sukabumi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan perkotaan dengan kepentingan perlindungan lahan pertanian dan ketahanan pangan di Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, memperkuat koordinasi bersama unsur kepemudaan dan keagamaan dalam mempersiapkan rangkaian peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dan Hari Besar Islam (PHBI). Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan yang digelar Kepala Desa Tanjungsari, Aom Muharam, bersama Ketua Karang Taruna Desa Tanjungsari sekaligus Ketua Panitia PHBN, Asep, serta Sekretaris MUI Desa Tanjungsari yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia PHBI, Ustadz Ade, Senin (10/8/2026). Pertemuan menjadi momentum untuk menyatukan persepsi sekaligus mematangkan berbagai persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan di tingkat desa. Koordinasi dinilai penting agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketua Karang Taruna sekaligus Ketua Panitia PHBN, Asep, menyampaikan apresiasi atas perhatian serta dukungan yang diberikan Pemerintah Desa Tanjungsari. Apresiasi serupa disampaikan Ustadz Ade selaku Ketua Panitia PHBI. Menurut Kades Aom Muharam, koordinasi perlu dilakukan sejak awal karena pelaksanaan peringatan PHBI tahun ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Besar Nasional di bulan Agustus. “Karena peringatan Hari Besar Islam tahun ini bertepatan dengan bulan Agustus yang juga menjadi momentum Hari Besar Nasional, maka seluruh rencana kegiatan harus disusun dan dimatangkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Aom. Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah desa, Karang Taruna, MUI, panitia, serta seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan setiap kegiatan yang akan digelar. Aom berharap seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat semangat persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat. “Kita berharap Desa Tanjungsari terus maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Mari bersama-sama bersinergi dan berkontribusi dalam setiap kegiatan yang memberikan manfaat, sekaligus mempererat tali persaudaraan demi kemaslahatan bersama,” katanya. Dengan terbangunnya koordinasi dan kesepahaman antarunsur masyarakat, persiapan PHBN dan PHBI di Desa Tanjungsari diharapkan dapat berjalan optimal. Seluruh kegiatan pun diharapkan terlaksana secara tertib, lancar, serta mampu memperkokoh kerukunan dan kebersamaan masyarakat Desa Tanjungsari. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM– Kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan kembali ditunjukkan jajaran Polres Sukabumi. Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung menyambangi seorang lansia yang hidup seorang diri di Kampung Simpang RT 01/02, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026). Lansia tersebut diketahui bernama Mak Yani. Di usia senjanya, Ma Yani harus menjalani kehidupan tanpa sanak saudara yang tinggal bersamanya. Ia bahkan menumpang di rumah warga dan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari masih mengandalkan uluran tangan para tetangga. Kondisi semakin memprihatinkan lantaran kesehatan Mak Yani mulai menurun. Ia diketahui kerap mengalami sakit sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan dari lingkungan sekitar. Melihat kondisi tersebut, Kapolres Sukabumi bersama Tim Sidokkes Polres Sukabumi melakukan anjangsana sekaligus memastikan kondisi kesehatan Mak Yani. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bentuk pelayanan langsung kepolisian kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian. Tak hanya datang untuk melihat kondisi, rombongan Polres Sukabumi juga membawa bantuan sosial berupa kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar Ma Yani sekaligus meringankan beban yang selama ini harus dijalani seorang diri. Kehadiran Kapolres Sukabumi menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Di tengah masyarakat, polisi juga dituntut mampu hadir, mendengar, membantu, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang berada dalam kondisi rentan. Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Sukabumi melalui semangat “Bhayangkara Jaga dan Rawat Sukabumi.” “Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk merawat dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia yang hidup dalam keterbatasan,” ujar Benny, Selasa (11/8/2026) Menurutnya, kepedulian terhadap warga bukan hanya menjadi tugas satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan bersama antara kepolisian, pemerintah, serta masyarakat agar warga yang hidup dalam keterbatasan tetap mendapatkan perhatian dan tidak merasa sendirian. “Semoga kunjungan dan bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari serta memberikan semangat dan dukungan moril kepada Ibu Ma Yani,” katanya. Benny juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Menurutnya, perhatian sederhana terhadap warga yang membutuhkan dapat menjadi kekuatan besar dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih hangat dan penuh kebersamaan. Anjangsana tersebut pun mendapat respons positif dari Ma Yani dan warga sekitar. Kehadiran Kapolres bersama Tim Sidokkes bukan hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan perhatian serta dukungan moril bagi seorang lansia yang selama ini menjalani kehidupan seorang diri. Melalui kegiatan tersebut, Polres Sukabumi kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sosok Bhayangkara yang tidak hanya menjaga, tetapi juga merawat. Semangat “Bhayangkara Jaga dan Rawat Sukabumi” diwujudkan melalui kepedulian nyata agar keamanan, pelayanan, dan rasa kemanusiaan dapat berjalan beriringan di tengah masyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – Arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali diuji melalui pembahasan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna ke-14 Tahun Sidang 2026 DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026). Dua Raperda yang dibahas menyangkut penyertaan modal kepada Perumda Pesona Pariwisata dan perubahan regulasi penyelenggaraan ketenagakerjaan. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi dan dipimpin Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, S.IP. Hadir mendampingi Wakil Ketua I Yudha Sukmagara, Wakil Ketua II H. Usep, serta Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusuf, SM. Turut hadir Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E., jajaran Forkopimda, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, camat dan undangan lainnya turut mengikuti jalannya paripurna. Pada agenda pertama, DPRD mendengarkan pandangan umum tujuh fraksi terhadap Raperda Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Pesona Pariwisata. Penyampaian pandangan fraksi menjadi tahapan penting untuk menginventarisasi sikap, pertimbangan dan masukan sebelum Raperda memasuki pembahasan lebih lanjut. Fraksi Golkar dan PAN melalui H. M. Loka Tresnajaya, S.E., membuka penyampaian pandangan. Setelah itu secara berurutan disampaikan Fraksi Gerindra oleh Syarif Hidayat, Fraksi PKB oleh Aang Erlan Hudaya, Fraksi PKS oleh Hj. Leni Liawati, S.Si. Pandangan Fraksi PDI Perjuangan oleh Sendi A. Maulana, Fraksi Demokrat oleh Jalil Abdillah, dan Fraksi PPP oleh H. Apep Saepul Mahdan. Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali mengatakan, tujuh fraksi telah menyampaikan berbagai pandangan, termasuk saran dan masukan yang akan menjadi bahan pembahasan bersama Pemerintah Daerah. Menurutnya, proses tersebut belum memasuki tahap penetapan nilai penyertaan modal. “Semua sudah disampaikan oleh tujuh fraksi. Ada saran, pendapat, masukan dan sebagainya,” ujar Budi. Ia menegaskan, DPRD masih akan mengkaji secara mendalam mengenai tujuan dan kebutuhan penyertaan modal sebelum menentukan besaran anggaran. Dengan demikian, angka penyertaan modal belum menjadi keputusan dalam rapat paripurna tersebut. “Belum, nilainya belum. Nanti disepakati dulu seperti apa maksud, tujuan dan sebagainya. Kita kaji, kemudian kita dalami melalui pembahasan,” jelasnya. Berlanjut pada agenda kedua, Pemerintah Daerah menyampaikan pendapat atas Nota Penjelasan DPRD terkait Raperda perubahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Penyampaian pendapat tersebut dilakukan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas. Andreas menyatakan Pemerintah Daerah memberikan apresiasi terhadap inisiatif DPRD dalam mengusulkan perubahan regulasi ketenagakerjaan. Dia menambahkan, langkah tersebut mencerminkan perhatian terhadap kepentingan dan kesejahteraan pekerja di Kabupaten Sukabumi. “Pemerintah daerah mengapresiasi usulan dari DPRD Kabupaten Sukabumi yang menunjukkan bahwa DPRD mementingkan kesejahteraan bagi para pekerja,” kata Andreas. Meski mendukung proses pembahasan, Pemerintah Daerah mengingatkan pentingnya sinkronisasi regulasi. Setiap materi perubahan harus tetap mengacu pada ketentuan hukum yang lebih tinggi agar tidak menimbulkan persoalan dalam penerapannya. “Kita juga menyampaikan saran agar memperhatikan kekuatan hukum yang lebih tinggi, sehingga tidak bertabrakan dengan aturan yang ada di atasnya,” ungkapnya. Selanjutnya, pandangan tujuh fraksi terhadap Raperda Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata akan ditindaklanjuti Pemerintah Daerah melalui jawaban resmi dalam rapat paripurna berikutnya. DPRD dan Pemerintah Daerah kemudian akan memasuki tahapan pembahasan yang lebih mendalam sebelum menentukan substansi akhir kedua Raperda tersebut. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Tantangan besar menanti 327 pejabat administrator dan pengawas yang baru saja menerima amanah jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi H. Asep Japar meminta mereka tidak sekadar menduduki kursi jabatan, tetapi mampu membuktikan kinerja melalui pelayanan yang semakin cepat, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan H. Asep saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah 327 pejabat administrator dan pengawas di Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Senin (10/8/2026). Menurut Asep, penataan jajaran pejabat pemerintahan merupakan bagian dari upaya membangun organisasi perangkat daerah yang semakin solid. Kekuatan birokrasi menjadi salah satu faktor penting untuk menerjemahkan berbagai program pembangunan menuju terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah). Asep menegaskan, jabatan yang diberikan kepada seorang ASN harus dipandang sebagai amanah, bukan semata-mata prestise. Karena itu, setiap pejabat dituntut menunjukkan integritas, kedisiplinan, profesionalisme dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Ia memastikan proses rotasi, mutasi dan promosi jabatan dilakukan dengan mempertimbangkan sistem merit. Rekam jejak, kompetensi serta kinerja menjadi sejumlah aspek yang diperhatikan dalam menentukan penempatan aparatur, dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Lebih jauh, Asep meminta pejabat yang baru dilantik membangun kepemimpinan yang terbuka dan mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis. Hubungan antara pimpinan dan bawahan, kata dia, harus dibangun atas dasar kerja sama untuk mencapai tujuan organisasi, bukan berdasarkan sekat jabatan. “Jangan merasa lebih tinggi dari bawahan. Kita semua punya tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Tantangan birokrasi juga semakin berat ketika pemerintah daerah harus bekerja dalam kondisi anggaran yang terbatas. Namun, Asep meminta persoalan fiskal tidak dijadikan pembenaran untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, keterbatasan anggaran harus melahirkan pola kerja yang lebih efisien. Para pejabat dituntut mampu mengembangkan kreativitas, inovasi dan strategi kerja agar program pemerintah tetap berjalan optimal dengan sumber daya yang tersedia. “Efisiensi harus berjalan beriringan dengan kreativitas dan inovasi. Jangan sampai keterbatasan anggaran menjadi alasan pelayanan kepada masyarakat menurun,” tegasnya. Di sisi lain, Asep mengingatkan seluruh ASN agar tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri. Ia menyebut sejumlah jabatan diperkirakan akan kosong pada 2027 mendatang sehingga aparatur perlu mempersiapkan diri sejak sekarang dengan meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan memperlihatkan kinerja yang konsisten. “Siapkan diri, tingkatkan kemampuan dan tunjukkan kinerja. Hal itu harus dilakukan secara baik dan sesuai ketentuan,” pungkas Asep. Pelantikan ratusan pejabat tersebut diharapkan menjadi momentum mempercepat konsolidasi birokrasi Kabupaten Sukabumi. Dengan aparatur yang kompeten dan berorientasi pada hasil, pemerintah daerah diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus mengakselerasi agenda pembangunan daerah. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Prestasi membanggakan kembali datang dari Kota Sukabumi. Nadia Putri Ramadhani, siswi SMPN 2 Kota Sukabumi, sukses mencuri perhatian di panggung Grand Final Miss Bintang Indonesia 2026 dengan memborong tiga penghargaan sekaligus. Nadia berhasil menyandang gelar Winner Miss Bintang Preteen Indonesia 2026. Tak berhenti di mahkota utama, putri pasangan Ucup Supriatna dan Epi Sumanti tersebut juga dinobatkan sebagai peraih Best National Costume dan Best Personality. Capaian tiga gelar dalam satu ajang itu menjadi torehan istimewa bagi Nadia sekaligus mengangkat nama Sukabumi di tengah persaingan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan usia yang masih belia, Nadia mampu menunjukkan keberanian, kepercayaan diri, kepribadian, serta kemampuan tampil di panggung nasional. Perjalanan menuju kemenangan tersebut ditempa melalui rangkaian karantina yang berlangsung pada 4–8 Agustus 2026. Bersama para finalis dari berbagai provinsi, Nadia mengikuti pembekalan, penilaian, hingga berbagai tahapan kompetisi sebelum akhirnya tampil dalam malam Grand Final di Jakarta. Kerja keras selama proses tersebut berbuah manis. Nadia mampu melewati setiap tahapan dengan performa yang konsisten hingga akhirnya tiga penghargaan sekaligus berada dalam genggamannya. Prestasi itu sekaligus menjadi momentum penting bagi perjalanan Nadia dalam mengembangkan bakatnya di dunia modeling dan ajang kecantikan. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Winner Miss Bintang Preteen Indonesia 2026, Best National Costume, dan Best Personality. Terima kasih kepada orang tua, coach, keluarga, dan semua yang sudah memberikan dukungan serta doa,” kata Nadia Minggu (9/8/2026). Di balik kemenangan tersebut, Nadia menyadari bahwa mahkota bukan sekadar simbol kemenangan. Gelar yang diraihnya justru menjadi tanggung jawab baru untuk terus belajar, menjaga sikap, meningkatkan kemampuan, dan memberikan prestasi yang lebih besar. “Saya ingin terus berkembang dan semoga bisa membawa nama Jawa Barat serta Indonesia ke tingkat internasional,” ungkapnya. Harapan tersebut segera diwujudkan. Nadia dijadwalkan kembali tampil dalam ajang Miss Teen of the Years di Malaysia pada 24–29 Agustus 2026. Panggung internasional itu menjadi tantangan berikutnya sekaligus kesempatan bagi Nadia untuk kembali membawa nama Indonesia setelah sukses mengharumkan Sukabumi di tingkat nasional. Owner sekaligus coach Kamino Modeling, Kamino, menyebut pencapaian Nadia merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya mengasah kemampuan tampil di atas panggung, tetapi juga membentuk karakter. “Prestasi bukan hanya soal mahkota, tetapi juga proses membentuk pribadi yang percaya diri, disiplin, rendah hati, dan mampu memberi inspirasi,” kata Kamino. Menurutnya, keberhasilan Nadia diharapkan mampu membuka jalan bagi munculnya talenta-talenta muda lainnya dari Sukabumi. Prestasi tersebut menjadi pesan bahwa keterbatasan usia maupun daerah bukan penghalang untuk bersaing dan mengukir prestasi di panggung yang lebih luas. Kini, tiga gelar yang dibawa pulang Nadia bukan sekadar koleksi penghargaan. Di balik mahkota itu terselip nama Sukabumi yang ikut terangkat. Dari panggung Jakarta, Nadia membuktikan bahwa talenta muda Sukabumi mampu tampil percaya diri, bersaing, dan berdiri sejajar dengan talenta terbaik dari berbagai penjuru Indonesia. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 mulai terasa hingga pelosok kampung. Di Kampung Cicariu, RT 08/RW 03, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, warga bergotong royong mempercantik lingkungan sekaligus membangun suasana kemerdekaan, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan warga dari berbagai kalangan. Sejumlah ruas jalan dibersihkan, umbul-umbul dipasang, gapura kampung dibangun dan dihiasi bendera Merah Putih. Tidak hanya itu, lingkungan sekitar turut dipercantik, sementara pos ronda dirapikan agar semakin nyaman digunakan. Kekompakan warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Pekerjaan yang dilakukan secara gotong royong tersebut diwarnai canda dan tawa, menciptakan suasana akrab sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga. Ketua RT 08 Kampung Cicariu, Ateng, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar persiapan menyambut perayaan kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diwariskan para pejuang bangsa. “Kita tidak ikut berjuang, namun kita menikmati hasil perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Semoga para pahlawan bangsa yang telah gugur di medan perang senantiasa ditempatkan di surga-Nya Allah SWT, Amin,” ujar Ateng. Ia menegaskan, menghias dan membersihkan lingkungan menjelang HUT RI merupakan salah satu cara sederhana masyarakat dalam menunjukkan kecintaan kepada Tanah Air. Di balik kegiatan tersebut, terdapat pesan penting agar generasi saat ini tidak melupakan sejarah dan pengorbanan para pahlawan. “Kegiatan ini merupakan wujud kecintaan terhadap tanah air, rasa syukur sekaligus penghormatan yang tulus kepada para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan yang kita nikmati hari ini,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat yang secara mandiri menghidupkan suasana kemerdekaan di lingkungan masing-masing. Menurut Bakang, kegiatan serupa dilakukan oleh sejumlah RT dan RW di wilayah Desa Cipeundeuy. Semangat warga dalam membersihkan serta menghias lingkungan dinilai menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat. Bahkan, pemerintah desa berencana melakukan penilaian terhadap berbagai persiapan yang dilakukan setiap lingkungan. Warga atau wilayah yang dinilai paling aktif dan kreatif akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi. “Penilaian ini diharapkan menjadi motivasi agar tahun mendatang persiapan dan semangat warga dalam menyambut hari kemerdekaan semakin baik dan penuh semangat,” pungkas Bakang. Kemeriahan di Kampung Cicariu pun menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni. Bagi warga, menjaga kebersihan, memperindah lingkungan dan mempererat persaudaraan menjadi cara sederhana untuk mengisi kemerdekaan sekaligus merawat semangat gotong royong. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gelaran Apel Akbar Gerakan Cinta Prabowo (GCP) 08 se-Jawa Barat yang berlangsung di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Minggu (10/8), menjadi ajang penegasan komitmen politik sekaligus konsolidasi narasi publik di era digital. Tokoh relawan GCP, Ahmad Haikal Hasan Baras—yang akrab disapa Babeh Haikal—menyerukan agar seluruh simpatisan GCP dari Aceh hingga Papua aktif meredam disinformasi di media sosial melalui penyampaian informasi yang menyejukkan. “Banyak miskomunikasi dan narasi yang tidak sesuai fakta beredar di ruang publik. Oleh karena itu, relawan harus hadir membawa narasi yang santun, memilih diksi yang sopan, serta menghindari bahasa yang memicu perpecahan,” ujar Babeh Haikal usai menghadiri kegiatan tersebut. Selain membawa agenda konsolidasi, kehadiran pengurus pusat GCP di Sukabumi juga menjadi ajang apresiasi terhadap capaian pembangunan daerah yang dinilai menunjukkan grafik positif. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyambut baik konsolidasi tersebut dan menegaskan komitmen Pemkot Sukabumi untuk tegak lurus mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto. Ayep menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah direalisasikan secara konkret melalui dukungan APBD serta pengawasan ketat terhadap program nasional. “Salah satu bentuk nyatanya adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang kami targetkan rampung pada 30 Mei 2025, dengan pembiayaan yang disokong APBD Kota Sukabumi,” jelas Ayep. Tak hanya sektor ekonomi kerakyatan, Pemkot Sukabumi juga memberi perhatian khusus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah memastikan aspek kualitas dan higienitas makanan menjadi prioritas utama dalam penerapannya di lapangan. “Secara konstitusional, kami siap mengawal seluruh program prioritas Presiden. Penyelenggaraan Koperasi Merah Putih hingga program MBG akan terus dipantau agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dentuman tambur mengiringi pembukaan Palabuhanratu Festival (Plara Fest) di Pantai Bupolo, Sabtu (8/8/2026). Gelaran tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-156 Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas secara resmi membuka festival yang menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya. Tarian khas Singa Perbangsa dari Sanggar Seni Palabuhanratu hingga atraksi Barongsai menjadi bagian dari kemeriahan acara yang menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang juga Ketua Pelaksana Hari Jadi ke-156, H. Ali Iskandar, mengatakan Plara Fest merupakan satu dari 14 agenda utama yang disiapkan dalam rangkaian peringatan hari jadi tahun ini. Pelaksanaan Plara Fest kata dia, tidak terlepas dari respons positif masyarakat terhadap penampilan komunitas seni Palabuhanratu pada peringatan Hari Tari Dunia, 29 April lalu. Besarnya antusiasme publik kemudian menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut kembali digelar dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. “Antusiasme dan apresiasi masyarakat saat Hari Tari Dunia menjadi dorongan bagi kami untuk menghadirkan kembali kegiatan ini dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi,” ujar Ali. Plara Fest juga tidak hanya menawarkan hiburan. Festival tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Palabuhanratu. Sedikitnya 25 pelaku usaha mikro, industri kecil menengah dan UMKM dari Palabuhanratu serta daerah sekitarnya ambil bagian. Kehadiran pelaku usaha dari Provinsi Banten turut memperluas keberagaman produk yang ditampilkan dalam festival. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menilai Palabuhanratu memiliki posisi penting dalam pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi. Selain memiliki potensi wisata bahari, kawasan ini merupakan pintu gerbang menuju Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Kekayaan alam, budaya dan warisan geologi yang dimiliki kawasan tersebut, kata Andreas, merupakan modal besar yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan agar memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat. Karena itu, Andreas berharap Plara Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda yang mampu memperkuat daya tarik Palabuhanratu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kunjungan wisatawan terus meningkat, usaha mikro dan kecil semakin berkembang, serta ekonomi kreatif masyarakat semakin kuat dan memiliki daya saing,” tegas Andreas. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pembentukan karakter peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik. SMA Negeri 1 Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, turut memperkuat pendidikan keagamaan bagi siswi melalui kegiatan Keputrian bertema “Fiqih Muslimah”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membekali siswi dengan pemahaman keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan seorang muslimah, mulai dari menjaga kesucian diri, tata cara beribadah, hingga adab dan tata krama. Kepala SMA Negeri 1 Surade, Hardika, S.Pd., mengatakan pendidikan karakter perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan akademik. Menurutnya, siswi perlu memiliki bekal ilmu agama agar mampu memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. “Menjadi muslimah yang berilmu adalah langkah awal untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia,” ujar Hardika saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (8/8/2026). Ia berharap kegiatan Keputrian tidak berhenti sebagai kegiatan pembinaan di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan para siswi di luar sekolah. “Semoga kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat untuk membentuk generasi muslimah yang beriman, berilmu, dan mampu mengamalkan ajaran Islam dalam setiap langkah kehidupannya,” katanya. Menurut Hardika, pemahaman terhadap fiqih Muslimah penting diberikan sejak usia sekolah karena berkaitan langsung dengan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, para siswi juga diarahkan untuk memahami bahwa ilmu agama tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan sikap, perilaku, tanggung jawab, serta pembentukan akhlak. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Surade, Sugeng Nuryanto, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Apresiasi serupa disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Dian Wardiana, S.Pd. Menurutnya, kegiatan Keputrian bertema Fiqih Muslimah memiliki nilai strategis karena memberikan ruang bagi siswi untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus membangun jati diri yang berlandaskan akhlak. Dengan kegiatan tersebut, SMAN 1 Surade berupaya menempatkan pendidikan karakter dan nilai keagamaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Sehingga para siswi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, pengetahuan agama, keimanan, dan akhlak mulia. (Dicky)