AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Tiga titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Sabtu (15/8/2026). Petugas gabungan langsung melakukan pengecekan lapangan dan upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.
Kegiatan monitoring dan penanganan karhutla tersebut dilakukan sejak sekitar pukul 09.00 WITA dengan menyasar wilayah Desa Mawar Sari dan Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah.
Informasi mengenai titik panas diperoleh melalui pemantauan aplikasi Lancang Kuning dan Sipongi. Dari hasil pemantauan, terdapat tiga titik hotspot dengan tingkat kepercayaan kategori medium.
Dua titik terdeteksi berada di wilayah Desa Mawar Sari, masing-masing terpantau melalui satelit SNPP-NASA dan NOAA-20 NASA. Sementara satu titik lainnya berada di Desa Pinangkara yang terpantau melalui satelit NOAA-20 NASA.
Tim gabungan kemudian mendatangi lokasi berdasarkan koordinat yang tersedia serta berkoordinasi dengan BPBD, aparatur desa dan masyarakat setempat. Upaya pemadaman dan pemantauan dilakukan secara bersama-sama untuk mengendalikan potensi penyebaran api.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kawasan yang terdampak merupakan lahan gambut dengan kondisi relatif lembap. Vegetasi di sekitar lokasi berupa semak belukar, bondong dan purun. Berdasarkan keterangan aparatur Desa Pinangkara, api diketahui mulai terlihat sekitar pukul 01.00 WITA.
Pada dua titik di Desa Mawar Sari, tim berada sekitar 1,2 kilometer dari lokasi hotspot. Kondisi medan membuat titik api belum dapat dijangkau secara langsung oleh petugas. Sementara pada titik ketiga di Desa Pinangkara, tim dapat mendekati lokasi hingga sekitar 50 meter.
Di titik tersebut, petugas menemukan kondisi masih berasap dan langsung melakukan pembasahan. Setelah dilakukan penanganan, kondisi lahan dilaporkan sudah padam.
Dari hasil ground check sementara, luas lahan yang diperkirakan terdampak kebakaran mencapai sekitar 2 hektare. Dalam laporan awal, faktor panas dan angin kencang disebut turut menjadi kondisi yang berpengaruh terhadap kejadian tersebut.
Penanganan melibatkan personel kepolisian bersama unsur Koramil, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga setempat. Personel Polres HSU yang terlibat di antaranya Ipda Sulistono, Aipda Rofik PN, Aipda Sahat MTS, Bripka Sugeng Ari dan Brigpol Ari Sujadmiko.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga terus memantau perkembangan titik panas guna mengantisipasi munculnya kembali api maupun perluasan area terdampak.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya saat kondisi cuaca panas dan angin kencang. Pemantauan secara cepat dan pelaporan apabila menemukan titik api dinilai penting untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Situasi terkini di lokasi terus dipantau dan perkembangan penanganan karhutla akan dilaporkan lebih lanjut.
(Agus)