Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Polsek Babirik melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman jagung kuartal III di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan monitoring yang berlangsung sekitar pukul 15.00 Wita tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan kondisi lahan dan pertumbuhan jagung yang menjadi bagian dari program swasembada pangan.
Berdasarkan hasil pemantauan, lahan yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare. Bahri tercatat sebagai pemilik lahan sekaligus Ketua Poktan.
Tanaman jagung mulai ditanam pada 21 Juli 2026. Saat dilakukan monitoring, tanaman telah memasuki usia 26 hari setelah tanam (HST), dengan tinggi tanaman yang dilaporkan sekitar 7 sentimeter.
Jenis jagung yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18 sebanyak 75 bungkus atau sekitar 75 kilogram. Untuk pemupukan, petani menggunakan NPK Mutiara 16.16.16, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang.
Dalam proses pengolahan lahan, kelompok tani masih mengandalkan peralatan secara manual. Sementara penggunaan pestisida tidak tercatat dalam kegiatan budidaya yang dilaporkan.
Apabila pertumbuhan tanaman berjalan sesuai dengan target budidaya, lahan tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 21 November 2026.
Monitoring lapangan ini menjadi bagian dari upaya jajaran kepolisian dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polres HSU. Pemantauan secara berkala juga penting untuk mengetahui perkembangan tanaman sejak masa awal pertumbuhan hingga mendekati masa panen.
Selain memastikan perkembangan tanaman, kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi antara petugas dengan petani sehingga berbagai kendala yang berpotensi menghambat produksi dapat diketahui lebih awal.
Polres HSU melalui jajaran Polsek di wilayahnya terus mendorong sinergi dengan kelompok tani dan masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan. Pendekatan langsung ke lapangan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten HSU.
(Agus)