JATENG;Bidik-kasusnews.com
JEPARA, 1 September 2026 – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara berlangsung penuh khidmat. Pengajian Akbar yang digelar bersama warga binaan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepribadian sekaligus membangun karakter religius.

Mengangkat tema “Meneladani Akhlaq Rasulullah untuk Membangun Karakter WBP yang Religius”, kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan jajaran Rutan Jepara.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdul Majid Ghufron memberikan tausiyah keagamaan kepada para peserta. Ia mengajak warga binaan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun sikap dan perilaku sehari-hari.
Sejumlah nilai yang ditekankan antara lain kejujuran, kesabaran, amanah, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk pribadi yang lebih baik, terlebih bagi warga binaan yang tengah menjalani proses perubahan dan persiapan kembali ke masyarakat.
Antusiasme terlihat dari para WBP yang mengikuti kegiatan dengan tertib hingga selesai. Pengajian tidak hanya menjadi sarana untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merenungkan kesalahan masa lalu dan menumbuhkan semangat memperbaiki diri.
Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan.
“Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kami berharap nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab dan kepedulian dapat benar-benar diterapkan oleh warga binaan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses pembinaan warga binaan membutuhkan pendekatan yang menyentuh aspek perilaku sekaligus mental dan spiritual. Karena itu, kegiatan keagamaan terus didorong sebagai bagian dari pembentukan karakter positif.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Rutan Jepara berharap para warga binaan memperoleh motivasi untuk terus memperbaiki diri. Bekal keagamaan dan nilai moral yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi modal penting ketika mereka kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran, memperkuat keimanan, dan mendorong perubahan positif dalam diri warga binaan.(Wely)
Sumber:Humas Rutan jepara