SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Sukabumi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesan tersebut disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar saat bertindak sebagai inspektur pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Alun-alun Palabuhanratu, Kamis (1/10/2026). Upacara dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, Forkopimcam, kepala desa, TNI-Polri, serta organisasi kemasyarakatan. Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diperingati melalui upacara seremonial. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, kita harus terus memperkuat persatuan dan kesatuan. Semangat kebersamaan perlu terus dijaga untuk mempertahankan keutuhan negara,” ujar Asep Japar. Menurutnya, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan memperkokoh kehidupan kebangsaan. Bupati juga menaruh perhatian terhadap generasi muda. Pemahaman mengenai sejarah perjuangan bangsa dinilai penting agar generasi penerus tidak kehilangan nilai-nilai perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan Indonesia. “Generasi muda harus mengetahui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam mempertahankan serta menyatukan negara. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus diterapkan dan dilanjutkan,” tegasnya. Dalam pelaksanaan upacara tersebut, Komandan Upacara dipercayakan kepada Letda Inf. M. Yasin Tuakia dari Batalyon TP 331 Sanca Manggala. Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo membacakan teks Pancasila, sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali membacakan naskah Pembukaan UUD 1945. Momentum Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus merawat persatuan, memperkuat kebersamaan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (Dicky)

MAJALENGKA – Bidik-kasusnews.com            Bupati Majalengka, Eman Suherman secara resmi melantik Sri Rahayu Damayanti sebagai Direktur Perumdam Tirta Bhakti Raharja/PDAM Majalengka yang bertempat di halaman kantor setempat Jalan Laswi Kelurahan Tonjong Majalengka, Rabu, (23/09/26). Rangkaian kegiatan diawali dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dan dilanjutkan dengan sambutan Bupati Majalengka dilanjutkan ucapan selamat dan ramah tamah. “Selamat semoga ibu bisa amanah, menjalankan tugas dengan sebaik baiknya, dan saya ingin misi besar kami, Bupati dan Wakil Bupati Majalengka harus menjadi rujukan yakni Majalengka Langkung SAE, ‘ kata Bupati Majalengka, Eman Suherman dalam sambutannya. Masih kata Eman, bagaimana agar PDAM ini menjadi Langkung Sae, sebagai bagian dari internal PDAM tentu ibu tahu apa yang menjadi penyakit di tubuh PDAM sendiri. “Hal inilah yang akan menjadi dasar bagaimana membawa PDAM ke depan Langkung Sae. Selain itu PDAM tidak hanya fokus kepada provit, akan tetapi bagaimana peningkatan layanan sosial kepada masyarakat, ” tutur Eman. Sementara itu, Direktur PDAM Majalengka, Sri Rahayu Damayanti mengucap syukur alhamdulillah atas pelantikan ini. “Pertama kali akan membangun konsolidasi internal, menyatukan langkah untuk membangun PDAM yang sehat serta meningkatkan layanan air bersih untuk Majalengka Langkung Sae, ” ujar Sri. Sambung Sri, perjalanan panjang dimulai dari Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka melalui Panitia Seleksi membuka Calon Direksi BUMD tahun 2026 pada bulan Juni lalu. “Saya Sri Rahayu Damayanti masuk ke PDAM Majalengka pada tahun 1993, ssmpai dengan saat ini sudah 33 tahun. Pertama kali masuk sebagai staf administrasi pembukuan, lalu pernah juga menjadi kasir. Kemudian menjadi Kepala/Kaur di administrasi, setelah itu menjabat Kepala Unit, kemudian menjadi Kepala Cabang. Selanjutnya menjadi Kepala SDM, Kepala Bagian lalu mengikuti seleksi Direktur PDAM dan alhamdulillah proses seleksi dari mulai bulan Juni 2026 berhasil lolos dan sekarang diberikan amanah ini dari Bapak Bupati Majalengka. Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak, maru kita sama sama mewujudkan Majalengka Langkung Sae, ‘ tutupnya. (Asep Rusliman)

Kuningan – Bidik-kasusnews.com                        Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang semakin cepat, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan peran serta mutu pendidik senantiasa menjadi kunci utama kemajuan pendidikan. Hal tersebut beliau sampaikan saat membuka secara resmi Pelatihan Nasional Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial, yang berlangsung di lingkungan SMPN 5 Kuningan, Selasa, (22 September 2026). Kegiatan bertema “Membangun Pendidik yang BerkarakterKomunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas” ini merupakan wujud kerja sama yang baik antara Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta berserta PGRI Kabupaten Kuningan. Bupati menyampaikan pesan yang mendalam: sebelum berharap dapat membentuk dan menempa karakter peserta didik — para pendidik sendirilah yang terlebih dahulu harus kokoh dan matang kepribadiannya. “Kalau hendak menanamkan akhlak serta membentuk watak kepada murid — gurunyalah yang terlebih dahulu harus memiliki keteguhan hati, keteladanan, serta kemampuan bersosialisasi yang kuat. Tanpa itu, ajaran belum tentu berbekas,” ujar beliau tegas. Di samping itu, kemajuan zaman dan teknologi berubah dengan kecepatan yang luar biasa — termasuk pesatnya penyebaran serta pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau AI. “Perubahan dulu butuh puluhan tahun — kini cukup berbulan‑bulan saja sudah berubah wajahnya. Siapa yang tak memahami, tak mau belajar dan memanfaatkannya — kelak justru akan tertinggal oleh murid‑muridnya sendiri,” peringatannya. Namun demikian, Bupati menegaskan hal yang tak akan pernah tergantikan: “Segala kemajuan alat, kecanggihan ilmu pengetahuan — semuanya tak akan pernah mampu menggantikan hati nurani, keteladanan, kasih sayang, empati, serta hubungan kemanusiaan yang tulus antara guru dan murid. Itulah keunggulan kita yang tak tergantikan mesin apa pun,” ujarnya. “Maka kuncinya: kuatkanlah ilmu pengetahuan dan ikutlah berkembang bersama zaman — namun kokohkanlah pula watak, budi pekerti, dan jiwa kemanusiaan itu. Jangan sampai maju pengetahuannya, namun goyah karakternya — lalu apa yang akan diajarkan kepada generasi muda kelak?” tambahnya. Perubahan pun tak dapat dipaksakan serentak dan seketika — hendaknya berjalan bertahap, disesuaikan keadaan, serta dibiasakan hingga tumbuh menjadi kebiasaan dan budaya yang kokoh. Sementara itu, Rektor Universitas Indraprasta PGRI, Prof. Dr. H. Sumaryoto, menyampaikan sepenuhnya sejalan dengan pandangan tersebut — di era yang penuh perubahan ini, kemampuan profesional saja belum cukup, melainkan mutlak diperlukan kematangan kepribadian serta kemampuan bermasyarakat dan berkomunikasi yang baik. Selaku perguruan tinggi yang berafiliasi dengan organisasi pendidik, pihaknya berkomitmen senantiasa turut meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan demi kemajuan pendidikan di daerah ini. Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan pelatihan ini diikuti sekitar 150 orang — terdiri atas kepala sekolah serta guru yang mewakili 32 cabang organisasi se‑Kabupaten Kuningan — dan dibagi menjadi empat kelompok agar pembelajaran berlangsung lebih akrab, mendalam, serta saling bertukar pengalaman. Kegiatan ini juga dirangkaikan kuliah umum bagi mahasiswa pascasarjana Unindra. Turut hadir pula jajaran pimpinan dinas terkait, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Semoga semangat memperbaiki diri ini senantiasa tumbuh — demi pendidik yang makin bermutu, dan murid yang kelak tumbuh menjadi insan yang cerdas sekaligus berbudi luhur. (Asep Rusliman)

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com             Kemarau panjang mulai berdampak pada sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan. Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kuningan, Senin (21/9/2026). Salat Istisqa menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun. Kegiatan ini juga menjadi sarana muhasabah, introspeksi diri, sekaligus pengingat agar masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan sumber daya air. Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Salat Istisqa tidak sekadar menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan. Menurut dia, kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat melakukan evaluasi diri, bertobat, dan memperbaiki kepedulian terhadap lingkungan. “Hari ini kita hadir dalam rangka menyelenggarakan Salat Istisqa, permohonan hujan, dan untuk introspeksi. Kita hadir untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri,” ujar Dian. Dian berharap hujan segera turun dan menjadi rahmat bagi masyarakat Kuningan. Ia juga berharap hujan yang turun nantinya memberikan manfaat bagi kehidupan serta tidak menimbulkan bencana. “Mari berdoa dengan khusyuk agar Allah SWT menurunkan hujan, hujan yang bermanfaat, hujan yang membawa keberkahan, dan tentu saja hujan yang tidak menimbulkan bencana,” katanya. Namun, Dian menegaskan bahwa menghadapi kekeringan tidak cukup hanya dengan berdoa. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Bupati Sukabumi H. Asep Japar memimpin langsung rombongan kegiatan silaturahmi dan perjalanan bertajuk “Hayu Ngalongok Dulur Dilembur, Maruruh Hikmah Mihareup Berkah, Pikeun Sukabumi Mubarokah”, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung Sabtu, 19 September 2026, berangkat pukul 06.00 WIB dari Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi menuju Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap. Bupati didampingi Wakil Bupati H. Andreas, Dandim Kabupaten Sukabumi Letkol. Inf. Agung Ariwibowo beserta istri, jajaran Forkopimda, serta ribuan warga yang turut berpartisipasi. Bupati mengajak seluruh warga untuk turut serta. “Hayu dulur, tong cicing di imah-hayu gabung, ngabring, nguriling! Urang ramekeun, urang sauyunan, urang jaga duduluran, bergembira bersama!” ajaknya. Rombongan melintasi rute: Kantor Dishub, Jampang Tengah, Lengkong, Alun-alun Jampangkulon, Surade, Pantai Ujunggenteng Ciracap, dengan berbagai kegiatan di setiap titik pemberhentian. Di Alun-alun Jampang Tengah Bupati meresmikan Festival Bonsai. Di Jampangkulon Penyerahan sumur bor air bersih, dilanjutkan istirahat, sholat, dan makan bersama (ISOMA). Kemudian di Kampung Cibarehong, Desa Jagamukti Peresmian sekaligus penyerahan kunci hasil bedah rumah kepada warga. Rumah tersebut direnovasi oleh tim Dinas PU Kabupaten Sukabumi di bawah pimpinan Kadis PU Uus Firdaus, yang bertepatan dengan Hari Bhakti PU 2026. Kepala Desa Jagamukti Apay Suyatman menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian Bupati. Di terminal Bus Surade, Bupati, didampingi istri, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda turut berjoget bersama warga, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban. Secara simbolis diserahkan bantuan perbaikan rumah bagi warga Desa Pasiripis dan Desa Warnasari yang terdampak gempa, serta paket sembako bagi puluhan lansia, anak yatim, dan penyandang disabilitas-kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bhakti Sosial HJKS ke-156. Sementara, Camat Surade Usep Supelita menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Bupati Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, serta Kepala Dinas PU atas perhatian dan bantuan bagi warga Kecamatan Surade. Beliau juga memperkenalkan Mars Surade SAKTI- akronim Sejahtera, Aman, Kompak, Takwa, Indah- sebagai semangat baru pembangunan Kecamatan Surade. Sebelum tiba di Pantai Ujunggenteng, tepatnya di Kampung Cipaku, Desa Ujunggenteng, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan secara simbolis dua unit rumah program Rutilahu kepada warga yang telah dibangunkan. Dandim Sukabumi Letkol. Inf. Agung Ariwibowo turut hadir dan menyemarakkan acara. Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) H. Hendara Permana menyampaikan apresiasi. “Semoga kegiatan silaturahmi seperti ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ucapnya. Kegiatan ini ditutup dengan bermalam di kawasan wisata Pantai Ujunggenteng, Ciracap. Bukan sekadar perjalanan, acara ini menjadi momen persatuan, kepedulian sosial, sekaligus penguatan persaudaraan warga Sukabumi-menuju Sukabumi Mubarokah.(Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat melalui program “Ngalongok Dulur di Lembur”. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 tersebut dikemas dengan perjalanan bersama sekaligus pelayanan sosial di sejumlah wilayah. Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah memulai perjalanan dari Pusbangdai, Kecamatan Cikembar, Sabtu (19/9/2026). Perjalanan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan kebersamaan. Di sejumlah titik, rombongan menghadirkan berbagai bentuk pelayanan masyarakat, mulai dari bakti sosial, pasar murah, pelayanan publik, penyaluran bantuan air bersih hingga bantuan bedah rumah. Dari Kecamatan Cikembar, rombongan bergerak menuju Alun-Alun Jampangtengah untuk melaksanakan bakti sosial, pasar murah dan pelayanan publik. Selanjutnya, kegiatan berlanjut ke Puncak Buluh, Desa Karanganyar, Kecamatan Jampangkulon, dengan agenda penyaluran bantuan air bersih dan bakti sosial. Rombongan kemudian dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Surade untuk kembali menggelar bakti sosial sekaligus menyerahkan bantuan bedah rumah. Kegiatan serupa juga dilakukan di Kecamatan Ciracap melalui bantuan air bersih, bakti sosial dan program bedah rumah. Rangkaian “Ngalongok Dulur di Lembur” direncanakan berakhir di kawasan Pantai Ujunggenteng dengan agenda pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. Bupati juga mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat. Turun ke lapangan, menurutnya, juga penting untuk melihat potensi sekaligus mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di setiap wilayah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dan komunikasi dengan masyarakat. Kami yang merupakan pelayan masyarakat, harus turun langsung ke masyarakat. Ini upaya memperkuat pelayanan serta pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Asep Japar. Ia menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya menerima laporan dari balik meja. Kehadiran langsung di tengah masyarakat diperlukan agar persoalan yang ada dapat diketahui secara lebih nyata sekaligus menjadi bahan dalam menentukan langkah pembangunan. Di sisi lain, Bupati mengingatkan seluruh peserta yang mengikuti perjalanan agar tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama berkendara. “Patuhi aturan lalu lintas dan saling mengingatkan selama perjalanan,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar membuka Festival Bonsai di Alun-Alun Jampangtengah, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-156 Kabupaten Sukabumi sekaligus menjadi wadah bagi pelaku dan komunitas bonsai untuk memperkenalkan karya tanaman hias kepada masyarakat. Dalam arahannya, Bupati H. Asep Japar menyampaikan bahwa bonsai tidak hanya berkembang sebagai hobi, tetapi juga memiliki potensi untuk mendukung aktivitas ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. “Di era modern ini, bonsai telah bermutasi menjadi sebuah ekosistem ekonomi kreatif dan komoditas hortikultura yang sangat strategis,” ujarnya. Menurut Bupati, pameran dan kontes bonsai dapat menjadi salah satu daya tarik yang memperkenalkan potensi tanaman hias Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat dari luar daerah. Pengembangan potensi tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Festival bonsai tersebut terselenggara melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan komunitas Rumah Bonsai Indonesia (Rubi) Kabupaten Sukabumi yang diketuai Wahyu Kurniawan. Camat Jampangtengah Ikhsan Muchlis Sani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pengrajin dan pecinta bonsai untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan potensi tanaman hias di wilayahnya. “Mudah-mudahan nanti kalau orang luar, seperti orang Jakarta, mencari bonsai itu ingatnya adalah Kabupaten Sukabumi,” harapnya. Selain festival bonsai, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan sejumlah pelayanan kepada masyarakat, di antaranya layanan kesehatan gratis, pasar pangan murah, pelayanan administrasi kependudukan, serta pelayanan pajak kendaraan bermotor keliling. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat, meliputi paket sembako, kursi roda, intervensi penanganan stunting, serta bantuan tanggap darurat bagi warga Desa Nangerang yang terdampak musibah kebakaran. Bupati H. Asep Japar berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi dapat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. “Ngalongok dulur di lembur, ngaraketkeun silaturahmi, babarengan ngawangun Sukabumi anu Mubarokah,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepemimpinan kepala sekolah dinilai menjadi salah satu kunci dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Karena itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar meminta para kepala sekolah memastikan seluruh kebijakan dan pengelolaan satuan pendidikan tetap berorientasi pada kepentingan peserta didik. Pesan tersebut disampaikan Asep Japar saat memberikan pembinaan dan pengarahan kepada 210 kepala sekolah jenjang TK hingga SMP di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (15/9/2026). Bupati menekankan, kepala sekolah tidak cukup hanya mampu menjalankan administrasi sekolah. Mereka harus memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan supervisi agar mampu membawa satuan pendidikan berkembang secara profesional. “Guru dan kepala sekolah adalah profesi yang sangat penting dan mulia. Di tangan bapak dan ibu sekalian, masa depan anak-anak Kabupaten Sukabumi ditentukan,” tegas Asep Japar. Bupati menegaskan, tantangan pendidikan ke depan semakin besar. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab strategis dalam mempersiapkan generasi emas 2045. Untuk itu, pengelolaan sekolah harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Asep Japar juga meminta kepala sekolah tidak bekerja sendiri. Komunikasi dan koordinasi dengan guru, tenaga kependidikan serta orang tua siswa harus terus diperkuat. “Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah juga perlu ditingkatkan,” pintanya. Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan tersebut, keberadaan AKSI Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kolaborasi. Bupati menilai organisasi tersebut dapat mengambil peran dalam membangun kerja sama untuk mendorong kemajuan pendidikan di daerah. “Semoga AKSI mampu ikut mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarokah,” harapnya. Pembinaan ini juga menjadi momentum penguatan jajaran kepemimpinan sekolah. Sebanyak 53 guru menerima SK pemberian tugas sebagai kepala sekolah, dengan rincian 47 kepala SDN dan enam kepala SMPN. Selain penyerahan SK, kegiatan tersebut diwarnai pemberian penghargaan kepada para inisiator DPC AKSI Kabupaten Sukabumi. Buku karya Ketua DPP AKSI Jawa Barat Dudung Nurullah Koswara turut diserahkan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi, Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPSDM, Ketua Dewan Pendidikan, Ketua DPD AKSI Jawa Barat, Ketua DPC AKSI Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah instansi terkait. Dengan pembinaan tersebut, kepala sekolah diharapkan tidak hanya menjadi pengelola administrasi satuan pendidikan, tetapi mampu tampil sebagai pemimpin yang memastikan sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Kabupaten Sukabumi. (Dicky)

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com              Sebanyak 174 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya dalam apel pagi di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin pagi (14/9/2026). Pelantikan tersebut terdiri atas 139 tenaga pendidik atau guru, 31 tenaga kesehatan, serta 4 pejabat fungsional lainnya. Amanah yang Lebih Berat dari Sekadar Jabatan Administratif Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa pelantikan pejabat fungsional tidak boleh dimaknai sekadar sebagai perpindahan administratif maupun formalitas kepegawaian semata. Jabatan tersebut adalah amanah dengan tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurut Bupati Dian, pejabat fungsional memiliki karakter tugas yang berbeda karena lebih mengedepankan keahlian, kompetensi, profesionalisme, dan integritas dibandingkan pejabat struktural yang lebih bersifat administratif dan manajerial. “Ini sebenarnya mengemban amanah yang lebih berat, mengemban tugas yang sangat penting. Kalau pejabat struktural lebih bersifat administratif manajerial, pejabat fungsional lebih bersifat teknis karena punya keahlian, profesionalisme dan integritas,” ungkapnya. Ia menilai para pejabat fungsional merupakan bagian paling penting dari mesin birokrasi. Meskipun banyak bekerja di ruang-ruang yang tidak selalu terlihat secara langsung oleh masyarakat, kontribusi mereka sangat menentukan kualitas pelayanan pemerintahan yang dirasakan publik. “Pejabat fungsional adalah ujung tombak pelayanan, merupakan mesin birokrasi yang sebenarnya,” tegas Bupati Dian. Jabatan adalah Pengabdian, Bukan Sekadar Pangkat Karena posisinya yang strategis tersebut, Bupati meminta 174 pejabat yang baru dilantik menjalankan tugas dengan penuh integritas dan menjadikan jabatan sebagai bentuk pengabdian tulus, bukan sekadar sarana mengejar kenaikan pangkat semata. “Jabatan itu sementara, hanya hitungan tahun, bulan. Yang terpenting seberapa jauh kebermaknaan jabatan yang kita emban ini memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat,” katanya. Pesan Khusus untuk Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan Khusus kepada 139 tenaga pendidik yang dilantik, Bupati Dian menitipkan tugas strategis dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada pencapaian kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk anak-anak yang berkarakter dan berakhlak mulia. Pesan tersebut disampaikan menyusul masih ditemukannya persoalan kekerasan dan perundungan di lingkungan pelajar. Bupati meminta seluruh pihak di sektor pendidikan meningkatkan pengawasan serta mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk tindakan kekerasan. “Anak itu bukan hanya pintar, tapi juga berkarakter, berakhlak mulia,” ujarnya. Sementara itu, kepada 31 pejabat fungsional tenaga kesehatan, Bupati meminta agar pelayanan kesehatan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak dan terjangkau. Sinergi untuk Mewujudkan Kuningan Melesat Bupati juga mengingatkan seluruh pejabat fungsional agar mampu bersinergi dan mengoptimalkan kompetensi masing-masing untuk memperkuat birokrasi Pemerintah Kabupaten Kuningan secara keseluruhan. “Bersinergi, mengoptimalkan segala kemampuan, segala daya untuk saling mendukung, saling bersinergi untuk mewujudkan Kuningan Melesat,” tandasnya. Dengan pelantikan tersebut, Bupati berharap para pejabat fungsional yang baru dilantik dapat segera menjalankan tugas dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keahliannya, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kuningan yang semakin profesional, berintegritas, dan berkeadilan. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, didorong untuk mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimilikinya menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Pengembangan sektor pangan, pariwisata, kuliner, hingga usaha masyarakat dinilai dapat dikemas menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sukabumi H Asep Japar saat melepas Jalan Santai dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Sabtu (12/9/2026). Asep Japar melihat Desa Ubrug memiliki modal potensi yang cukup untuk dikembangkan lebih jauh. Keberadaan potensi alam dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat menjadi bagian dari daya tarik desa apabila dikelola secara terarah dan dikemas secara menarik. Menurutnya, pengembangan Ubrug tidak harus dilakukan dengan membangun sesuatu yang baru. Potensi yang sudah ada di masyarakat justru perlu dipetakan, diperkuat, kemudian dikembangkan menjadi produk unggulan desa. “Potensi ini bisa dikemas menjadi paket wisata terpadu sehingga kunjungan wisatawan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. Konsep tersebut, kata Bupati, dapat menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari potensi wisata, kuliner, produk UMKM hingga sektor pangan. Dengan demikian, wisatawan yang datang tidak sekadar berkunjung, tetapi juga memiliki pengalaman sekaligus memberikan perputaran ekonomi bagi masyarakat setempat. Asep Japar juga menaruh perhatian terhadap penguatan sektor pangan di wilayah Warungkiara. Ia mengapresiasi program yang dijalankan melalui BUMDes di 12 desa, termasuk bagaimana potensi desa dapat dikelola menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Pariwisata kita kembangkan, pangan kita kuatkan, BUMDes kita berdayakan, dan masyarakat kita sejahtera,” tegasnya. Bupati berharap pengembangan potensi Desa Ubrug tidak berjalan sendiri. BUMDes, pemerintah desa, pelaku UMKM dan masyarakat perlu membangun kolaborasi sehingga setiap potensi yang dimiliki dapat menghasilkan nilai tambah. Ia juga mendorong BUMDes antardesa di Kecamatan Warungkiara untuk membangun jejaring usaha. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar produk dan potensi lokal memiliki pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat perekonomian kawasan. Bagi Asep Japar, desa memiliki peran strategis dalam membangun kekuatan ekonomi Kabupaten Sukabumi. Karena itu, potensi lokal seperti yang dimiliki Ubrug harus terus didorong agar mampu menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dan bagian dari upaya mewujudkan Sukabumi Mubarokah. Rangkaian kegiatan di Desa Ubrug kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Selamat Datang Kecamatan Warungkiara. (Dicky)