KUNINGAN, BIDIK-KASUSNEWS.COM      Suasana khidmat menyelimuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kabupaten Kuningan yang digelar di Stadion Mashud Wisnusaputra, Senin (17/8/2026). Upacara yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Kuningan tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kabupaten Kuningan, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi profesi, organisasi wanita, organisasi kepemudaan, serta peserta upacara lainnya. Rangkaian upacara berlangsung dengan penuh penghormatan. Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H. mendapat tugas membacakan teks Pancasila, sedangkan Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si. membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam amanatnya, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memaknai kemerdekaan sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan perubahan yang dirasakan masyarakat. “17 Agustus 1945 adalah sejarah, tetapi kemerdekaan bukanlah benda sejarah yang cukup kita simpan di museum, kita kenang dalam upacara, lalu kita tinggalkan setelah bendera diturunkan. Kemerdekaan adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai,” ujar Dian dalam pidatonya. Ia menjelaskan, tantangan bangsa saat ini memang tidak lagi berbentuk penjajahan seperti masa lalu. Namun, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, keterbatasan akses dan kesempatan, ketidakberdayaan ekonomi, ketimpangan, kerusakan lingkungan, hingga pola pikir yang membuat seseorang merasa tidak mampu mengubah keadaan. Karena itu, pembangunan daerah menurutnya tidak boleh hanya dilihat dari jumlah pembangunan fisik maupun angka pertumbuhan ekonomi. Tolok ukur yang lebih penting adalah seberapa besar pembangunan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. “Ukuran paling jujur dari pembangunan bukanlah seberapa tinggi bangunan yang kita dirikan. Ukuran pembangunan adalah seberapa tinggi kehidupan masyarakat dapat kita angkat,” tegasnya. Kuningan Melesat Harus Libatkan Semua Dalam pidatonya, Bupati Dian juga menyinggung visi Kuningan Melesat, yakni Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh. Ia menekankan bahwa semangat Melesat tidak boleh dimaknai sebagai kemajuan yang hanya dinikmati sebagian masyarakat. Kemajuan harus dibangun dengan memastikan semakin banyak warga mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. “Melesat bukan berarti berlari meninggalkan siapa pun. Melesat berarti bergerak maju dengan membawa sebanyak mungkin masyarakat bersama kita,” katanya. Dian kemudian mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak berhenti pada ukuran administratif dalam menjalankan program pembangunan. Pemerintah harus mampu melihat dampak nyata dari setiap kebijakan yang dibuat. “Jangan hanya bertanya apa yang sudah kita kerjakan, tetapi bertanyalah lebih dalam, apa yang berubah dalam kehidupan masyarakat karena pekerjaan kita?” ujarnya. Gotong Royong Jadi Kekuatan Lebih lanjut, Bupati Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan daerah. Ia mencontohkan persoalan lingkungan. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan tidak cukup hanya dengan mencari pihak yang membuang sampah, tetapi membutuhkan kesadaran dan tindakan bersama. Begitu pula persoalan kemiskinan dan pengangguran yang harus dijawab melalui pembangunan ekosistem pemberdayaan, peningkatan keterampilan, inovasi, penciptaan peluang usaha, serta terbukanya akses terhadap kesempatan ekonomi. “Jika ada persoalan di tengah masyarakat, jangan buru-buru mencari siapa yang salah, mari terlebih dahulu mencari apa yang bisa kita perbaiki,” tuturnya. Dian juga menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus tercermin dalam berbagai bentuk pengabdian. Mulai dari kerja yang jujur, pelayanan publik yang tulus, kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, ekonomi yang membuka kesempatan, pendidikan yang memberikan harapan masa depan, hingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. “Pemerintahan bukan tentang seberapa besar kewenangan yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan,” katanya. Menutup amanatnya, Bupati Dian mengajak seluruh masyarakat Kuningan menjadikan peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai energi untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, dan melanjutkan pembangunan daerah. “Dari Kuningan kita raih Indonesia. Dengan kerja kita maknai kemerdekaan, dengan kebersamaan kita wujudkan Kuningan Melesat,” pungkasnya. Upacara Detik-Detik Proklamasi tersebut menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat Kuningan bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada peringatan setiap 17 Agustus, tetapi harus diterjemahkan melalui kerja bersama, pelayanan yang bermanfaat, serta pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong pemerataan pelayanan kesehatan dengan memperkuat fasilitas medis berteknologi tinggi. Upaya tersebut ditandai dengan peresmian Cathlab, ICVCU, CT Scan, dan Laboratorium Mikrobiologi di UOBK RSUD Sekarwangi, Rabu (12/8/2026). Peresmian dilakukan Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Kehadiran empat layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas RSUD Sekarwangi sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan rujukan di Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerataan layanan dengan dukungan teknologi tinggi menjadi salah satu hal yang perlu terus diperkuat. Menurutnya, keberadaan Cathlab, ICVCU, CT Scan, dan Laboratorium Mikrobiologi membuat kemampuan RSUD Sekarwangi dalam memberikan pelayanan semakin komprehensif. Fasilitas tersebut juga diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan tindakan medis tertentu. “Program ini menjadi langkah strategis memperkuat jejaring pelayanan rujukan nasional melalui pemerataan akses terhadap kesehatan berteknologi tinggi,” ujar Asep Japar. Ia menjelaskan, penguatan fasilitas kesehatan bukan hanya berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pelayanan. Dengan dukungan teknologi yang semakin lengkap, masyarakat Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat dan berkualitas. Asjap sapaan bupati juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat. Direktur UOBK RSUD Sekarwangi dr. Asep Suherman, M.Kes., menyampaikan bahwa empat layanan tersebut dirancang sebagai satu kesatuan pelayanan. Integrasi itu terutama ditujukan untuk mendukung penanganan kasus kegawatdaruratan jantung, stroke, serta penyakit infeksi. Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa transformasi kesehatan nasional terus diarahkan pada modernisasi, digitalisasi, serta penguatan sistem pelayanan dan pengawasan. Budi mengatakan, penguatan fasilitas kesehatan di daerah diharapkan membuat semakin banyak pelayanan dapat diselesaikan di tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan. “Harapannya 80 persen pelayanan kesehatan bisa dilakukan di tingkat kabupaten/kota. Selain memudahkan masyarakat, pelayanan juga bisa dilakukan lebih cepat dan meminimalkan rujukan,” kata Budi. Menurutnya, pengembangan layanan kesehatan berteknologi tinggi di daerah merupakan bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pelayanan. Peresmian empat layanan kesehatan tersebut juga menjadi momentum tersendiri karena bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, perangkat daerah Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cibadak, serta tamu undangan lainnya. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Tantangan besar menanti 327 pejabat administrator dan pengawas yang baru saja menerima amanah jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi H. Asep Japar meminta mereka tidak sekadar menduduki kursi jabatan, tetapi mampu membuktikan kinerja melalui pelayanan yang semakin cepat, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan H. Asep saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah 327 pejabat administrator dan pengawas di Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Senin (10/8/2026). Menurut Asep, penataan jajaran pejabat pemerintahan merupakan bagian dari upaya membangun organisasi perangkat daerah yang semakin solid. Kekuatan birokrasi menjadi salah satu faktor penting untuk menerjemahkan berbagai program pembangunan menuju terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah). Asep menegaskan, jabatan yang diberikan kepada seorang ASN harus dipandang sebagai amanah, bukan semata-mata prestise. Karena itu, setiap pejabat dituntut menunjukkan integritas, kedisiplinan, profesionalisme dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Ia memastikan proses rotasi, mutasi dan promosi jabatan dilakukan dengan mempertimbangkan sistem merit. Rekam jejak, kompetensi serta kinerja menjadi sejumlah aspek yang diperhatikan dalam menentukan penempatan aparatur, dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Lebih jauh, Asep meminta pejabat yang baru dilantik membangun kepemimpinan yang terbuka dan mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis. Hubungan antara pimpinan dan bawahan, kata dia, harus dibangun atas dasar kerja sama untuk mencapai tujuan organisasi, bukan berdasarkan sekat jabatan. “Jangan merasa lebih tinggi dari bawahan. Kita semua punya tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Tantangan birokrasi juga semakin berat ketika pemerintah daerah harus bekerja dalam kondisi anggaran yang terbatas. Namun, Asep meminta persoalan fiskal tidak dijadikan pembenaran untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, keterbatasan anggaran harus melahirkan pola kerja yang lebih efisien. Para pejabat dituntut mampu mengembangkan kreativitas, inovasi dan strategi kerja agar program pemerintah tetap berjalan optimal dengan sumber daya yang tersedia. “Efisiensi harus berjalan beriringan dengan kreativitas dan inovasi. Jangan sampai keterbatasan anggaran menjadi alasan pelayanan kepada masyarakat menurun,” tegasnya. Di sisi lain, Asep mengingatkan seluruh ASN agar tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri. Ia menyebut sejumlah jabatan diperkirakan akan kosong pada 2027 mendatang sehingga aparatur perlu mempersiapkan diri sejak sekarang dengan meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan memperlihatkan kinerja yang konsisten. “Siapkan diri, tingkatkan kemampuan dan tunjukkan kinerja. Hal itu harus dilakukan secara baik dan sesuai ketentuan,” pungkas Asep. Pelantikan ratusan pejabat tersebut diharapkan menjadi momentum mempercepat konsolidasi birokrasi Kabupaten Sukabumi. Dengan aparatur yang kompeten dan berorientasi pada hasil, pemerintah daerah diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus mengakselerasi agenda pembangunan daerah. (Dicky)

CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Kabupaten Cirebon,_Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Cikalahang,, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih mulai 1 hingga 30 Agustus 2026. Ajakan tersebut disampaikan melalui Bewara Kawarga sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Rrpublik Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme. Warga diimbau untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah, tempat usaha,pariwisata, perkantoran, maupun lingkungan masing-masing selama periode tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air. Kepala Desa Cikalahang, Kusnan mengatakan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus dimaknai tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. “Melalui pengibaran Bendera Merah Putih, kami ingin mengajak seluruh warga Desa Cikalahang, menunjukkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan serta memperindah lingkungan dengan nuansa merah putih sebagai simbol kecintaan kepada bangsa dan negara,” ujar Kusnsn. Pemerintah Desa Cikalshang, berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif menyukseskan imbauan tersebut sehingga semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dapat dirasakan di setiap sudut desa. Dengan kibaran Merah Putih di setiap rumah dan lingkungan, semangat nasionalisme diharapkan semakin tumbuh dan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan yang harus di jaga bersama. (Asep Rusliman)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Kekeringan di Majalengka kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Krisis air yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Ligung membuat banyak petani diliputi kekhawatiran gagal tanam hingga gagal panen pada musim kemarau tahun ini. Merespons kondisi tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman turun langsung menemui para petani di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Ligung, untuk mendengarkan keluhan sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan. Dalam dialog bersama petani, Eman mengakui bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat saat ini adalah minimnya pasokan air irigasi. Menurutnya, keberhasilan musim tanam di wilayah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air. “Di Ligung masyarakat masih harap-harap cemas. Berhasil panen atau tidak sangat ditentukan oleh ada atau tidaknya air,” ujarnya. Pemkab Bergerak Cari Solusi Kekeringan Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menangani persoalan kekeringan yang sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Jatitujuh dan Kertajati. Eman mengungkapkan, sejak awal menjabat sebagai Bupati Majalengka dirinya langsung mengusulkan pembangunan sodetan dari Bendungan Rentang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan air di sejumlah kawasan pertanian. Langkah tersebut kini mulai membuahkan hasil. Aliran air menuju lahan pertanian di Kecamatan Jatitujuh disebut sudah kembali normal sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan lebih baik. “Saya berasal dari keluarga petani dan tumbuh di desa. Saya memahami betul bagaimana sulitnya mencari air untuk sawah. Karena itu, persoalan ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” katanya. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sukajadi dan Desa Karangmekar di Kampung Cadas Malang, Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu, Rabu (29/7/2026). Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di kedua desa. Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Jembatan ini merupakan aset bersama yang harus dipelihara. Mari kita rawat agar tetap aman digunakan dan menjadi penunjang kemajuan masyarakat,” ujarnya. Peresmian turut dihadiri Camat Cimanggu Dusep Sadeli, Kepala Desa Sukajadi M. Zen, jajaran Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cimanggu, para kepala desa se-Kecamatan Cimanggu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi H. Unang Sudarma, perwakilan Alfamart, Ketua Yayasan Sehati Abah Andri Kurniawan, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tamu undangan lainnya. Kepala Desa Sukajadi M. Zen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga pembangunan jembatan gantung tersebut dapat terealisasi. Sementara itu, Camat Cimanggu Dusep Sadeli mengatakan keberadaan jembatan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi dan aktivitas sehari-hari warga Desa Sukajadi maupun Desa Karangmekar. Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak melalui program Sedekah Konsumen Alfamart yang disalurkan bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, BAZNAS RI, serta Yayasan Sehati sebagai pelaksana pembangunan dengan dukungan Pemerintah Desa Sukajadi. Prosesi peresmian diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama, penyampaian laporan pembangunan oleh Yayasan Sehati, sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, hingga penandatanganan dan peresmian jembatan oleh Bupati Sukabumi sebagai simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas tersebut untuk masyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui pembangunan sarana publik.Salah satunya dengan meresmikan Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengendalian Penduduk (Dalduk) Kecamatan Cibitung yang bertepatan dengan peringatan Milad ke-25 Kecamatan Cibitung, Rabu (29/7/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di kawasan Lapang Olahraga Manggung, lokasi berdirinya gedung UPT Dalduk yang baru. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan program kependudukan dan keluarga berencana hingga lebih dekat dengan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan gedung pelayanan merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang lahir dari keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. “Keberadaan UPT Dalduk ini harus menjadi semangat baru bagi seluruh petugas untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta mendukung upaya menekan angka stunting dan membangun keluarga yang berkualitas,” ujar Asep Japar. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan gedung tersebut dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Masih dalam rangkaian Milad ke-25 Kecamatan Cibitung, Bupati mengapresiasi perkembangan wilayah tersebut yang terus menunjukkan kemajuan. Ia berharap semangat Cibitung Manggung (Maju, Agamis, Ngaraih Unggul) terus menjadi motivasi bagi pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. “Kebersamaan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk menjadikan Cibitung semakin maju dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Sukabumi,” katanya. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menjelaskan bahwa UPT Dalduk dibangun untuk memperpendek akses pelayanan masyarakat terhadap Program Bangga Kencana. Selain di Kecamatan Cibitung, pada hari yang sama Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga meresmikan UPT Dalduk di Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Waluran sebagai bagian dari pemerataan pelayanan di bidang pengendalian penduduk. Sementara itu, Camat Cibitung Hodan Firmansyah mengatakan perjalanan 25 tahun Kecamatan Cibitung telah diwarnai berbagai kemajuan, terutama pada sektor pembangunan infrastruktur dan meningkatnya sinergi antarinstansi. Menurutnya, berbagai program pembangunan terus diarahkan selaras dengan visi Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah). Ia pun optimistis pembangunan di wilayahnya akan terus berkembang, termasuk rencana pembangunan pusat olahraga yang diharapkan segera terealisasi. “Semoga seluruh program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Cibitung,” pungkasnya. (Dicky)

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan dievaluasi secara menyeluruh. Permintaan itu muncul setelah ia menerima laporan bahwa angka stunting justru mengalami kenaikan, meski dana MBG yang beredar di daerah tersebut diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun setiap tahun. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Dian saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa 28 Juli 2026. Menurut Dian, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama. Selain itu, Kabupaten Kuningan juga masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan, pengangguran, hingga pengelolaan sampah yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk PKK. Bupati mengaku terkejut setelah mengetahui besarnya anggaran Program MBG yang masuk ke Kabupaten Kuningan. Dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun per tahun, program tersebut dinilai semestinya mampu memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan gizi anak dan percepatan penurunan stunting. Namun, laporan dari Dinas Kesehatan menunjukkan hasil yang belum sesuai harapan. “Seharusnya anggaran sebesar itu mampu memberikan dampak besar terhadap perbaikan gizi anak. Tetapi laporan yang saya terima justru menunjukkan angka stunting belum membaik, bahkan meningkat. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tegas Dian. Minta Sekda Evaluasi Total Program MBG Bupati meminta Sekretaris Daerah bersama seluruh perangkat daerah terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi tersebut mencakup mekanisme pelaksanaan program, sistem distribusi makanan. Ketepatan sasaran penerima manfaat dan fektivitas program terhadap penurunan stunting. Menurut Dian, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi harus terlihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Kalau memang ada yang keliru dalam pelaksanaannya, harus segera diperbaiki. Sangat disayangkan apabila dana negara yang begitu besar tidak mampu menjadi daya ungkit untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap evaluasi tersebut menghasilkan langkah konkret agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak. Sebelumnya, Pemkab Kuningan juga telah menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan MBG melalui berbagai langkah pendukung di daerah. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Kecamatan Surade dan Kecamatan Ciracap di lokasi pembangunan Kantor Kecamatan Surade, Selasa (28/7/2026). Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat fungsi pemerintahan di wilayah selatan. Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menyampaikan bahwa pembangunan dua kantor kecamatan tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan gedung pemerintahan yang representatif akan mendukung kinerja aparatur dalam melayani warga. “Ini menjadi momentum dimulainya babak baru penguatan pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat Surade dan Ciracap,” ujar Bupati. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembangunan sejak awal proses pekerjaan. Seluruh tahapan pembangunan harus dilakukan secara transparan, sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Bupati meminta seluruh pihak, mulai dari pelaksana proyek hingga pengawas, menjalankan tugas secara profesional. Selain itu, masyarakat juga diharapkan ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang. “Saya minta jangan ada pengurangan volume atau spesifikasi bangunan. Kalau tidak sesuai, tidak akan dibayar,” tegasnya. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa pembangunan Kantor Kecamatan Surade dan Ciracap dibiayai melalui APBD Kabupaten Sukabumi. Desain bangunan mengusung arsitektur berciri khas lokal yang merepresentasikan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai identitas daerah. Menurut Sendi, konsep tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan kantor pemerintahan yang fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika serta mencerminkan karakter budaya dan potensi Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, Camat Surade Unang Suryana mengaku bersyukur atas dimulainya pembangunan kantor baru yang telah lama dinantikan masyarakat. Ia menyebut peletakan batu pertama menjadi momen bersejarah bagi Kecamatan Surade dan Ciracap. Unang berharap proses pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal sehingga gedung baru dapat diresmikan bertepatan dengan Hari Jadi Surade pada 5 Desember 2026. “Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Surade. Setelah sekian lama diperjuangkan, akhirnya kami akan memiliki kantor kecamatan yang lebih representatif untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Madrasah Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Kabupaten Sukabumi bukan sekadar kompetisi, melainkan menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membentuk karakter generasi muda yang religius dan berprestasi. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Porsadin VIII di Kecamatan Jampangkulon, Kamis (23/7/2026). Sebanyak 890 santri dari berbagai kecamatan mengikuti ajang yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Juli 2026. Mereka berkompetisi dalam 14 cabang perlombaan yang memadukan kemampuan keagamaan, seni, akademik, hingga olahraga. Beragam cabang yang dipertandingkan meliputi Tahfiz Juz Amma, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), cerdas cermat, pidato dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab, murotal, kaligrafi, puisi Islami, lari sprint 100 meter, bulu tangkis, tenis meja, sholawat, serta adzan. Dalam sambutannya, Asep Japar mengatakan Porsadin menjadi wadah strategis untuk melahirkan santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepribadian yang disiplin, tangguh, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, keberadaan madrasah diniyah memiliki peran penting dalam membangun fondasi akhlak generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Karena itu, kegiatan seperti Porsadin perlu terus didukung sebagai sarana pembinaan sekaligus pengembangan potensi santri. Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung nilai kejujuran dan semangat kebersamaan. Ia menegaskan kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti perlombaan. Selain itu, Asep Japar meminta seluruh dewan hakim menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab agar mampu menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Kabupaten Sukabumi pada jenjang berikutnya. Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sukabumi KH. Abdullah menjelaskan, para juara Porsadin tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, Ketua FKDT Provinsi Jawa Barat H. Atep Abdul Gopar mengungkapkan Kabupaten Sukabumi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan santri berprestasi. Bahkan, sejumlah peserta dari Sukabumi kerap meraih gelar juara di tingkat Jawa Barat hingga dipercaya menjadi wakil provinsi pada ajang nasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kualitas pembinaan madrasah diniyah di Kabupaten Sukabumi yang terus berkembang dari tahun ke tahun. (Dicky)