Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Komitmen mendukung program swasembada pangan terus ditunjukkan jajaran Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Selasa (18/8/2026), personel Polsek Amuntai Tengah melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Pinang Kara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 Wita tersebut merupakan bagian dari pemantauan rutin terhadap perkembangan tanaman jagung sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan lahan jagung secara langsung di lapangan. Data dan kondisi pertanian yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan laporan kepada pimpinan sebagai bagian dari evaluasi program ketahanan pangan. Dalam kegiatan tersebut, personel juga memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif. Pemantauan dilakukan secara langsung dengan dukungan satu unit kendaraan patroli Polsek Amuntai Tengah serta alat komunikasi HT Motorola APX 1000. Lima personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Aiptu Rofik PN, Aipda Sahat MTS, SH, Bripka Sugeng Ari Bowo, Bripka Eko Wahyudi, dan Brigpol Bayu Fitrianto. Program pemantauan lahan jagung tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat. Produksi hasil pertanian diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan domestik, termasuk kebutuhan pakan ternak maupun bahan pangan. Kehadiran personel kepolisian di lapangan sekaligus menjadi bentuk sinergi dengan masyarakat petani dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan. Monitoring secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses budidaya. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah menyatakan perkembangan situasi akan terus dipantau dan dilaporkan sesuai kebutuhan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres HSU dalam mendukung ketahanan pangan serta memperkuat sinergi kepolisian dengan masyarakat demi terciptanya kemandirian pangan di daerah. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya mendukung program swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Senin (17/8/2026), personel Polsek Banjang melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU. Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan lahan pertanian binaan Polri sekaligus memperoleh gambaran kondisi tanaman menjelang masa panen. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan melalui Poktan Mandiri yang menjadi binaan Polri. Berdasarkan hasil pemantauan pada pukul 11.30 Wita, tanaman jagung telah memasuki usia sekitar 99 hari setelah tanam. Jagung ditanam pada 12 Mei 2026 menggunakan benih Hibrida Bisi 18, dengan kebutuhan benih sekitar 100 kilogram atau 100 bungkus. Tanaman yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan. Saat dilakukan monitoring, pertumbuhan tanaman tercatat berada pada kisaran tinggi 2 meter hingga 2,10 meter. Dengan kondisi tersebut, masa panen diperkirakan berlangsung sekitar 10 Oktober 2026. Dalam perawatan tanaman, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, serta herbisida Basmilang. Sementara proses pengolahan lahan dan kegiatan pertanian masih dilakukan secara manual. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh tiga personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto, dan Aiptu Sukadi. Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya pengembangan komoditas jagung di wilayah Kecamatan Banjang. Jajaran Polsek Banjang memastikan kegiatan monitoring berlangsung aman dan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang selama kegiatan juga terpantau kondusif. Melalui pemantauan secara berkala, diharapkan perkembangan lahan jagung dapat terus terjaga hingga memasuki masa panen, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)