CIREBON,-Bidik-kasusunews.com,. Baru memasuki masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sejumlah wali murid di SMP Negeri 2 Jamblang, Kabupaten Cirebon, mulai mengeluhkan banyaknya pungutan yang berkedok sebagai sumbangan sukarela. Keluhan yang diterima tim investigasi media menyebutkan, orang tua siswa dimintai sejumlah uang dengan berbagai alasan. Antara lain sumbangan pembelian sapu sebesar Rp20.000 per siswa, iuran rutin setiap hari Senin sebesar Rp2.000 untuk keperluan kelas, serta iuran hari Jumat sebesar Rp2.000 untuk kebutuhan mushola termasuk biaya pencucian mukena dan sajadah. Perlu diketahui, SMPN 2 Jamblang pada tahun ajaran baru ini menerima sebanyak 320 siswa baru. Jika dikalikan dengan nominal yang diminta, potensi dana yang terkumpul cukup besar. Sumbangan sapu saja jika seluruh siswa membayar akan mencapai Rp6.400.000. Sementara itu, iuran Senin dan Jumat masing-masing sebesar Rp2.000 per siswa, jika dikumpulkan setiap minggu selama satu bulan, setiap pos akan meraup Rp2.560.000. Artinya, dalam satu bulan saja, pihak sekolah berpotensi menerima dana tambahan sebesar Rp5.120.000 dari dua jenis iuran rutin tersebut. Tim investigasi kemudian turun langsung ke lokasi untuk mengklarifikasi informasi tersebut dan mempertanyakan hal itu kepada Kepala SMPN 2 Jamblang, Bapak Nono. Menanggapi hal itu, Bapak Nono membantah keras adanya pungutan dengan nominal yang ditetapkan seperti yang dikeluhkan. Ia justru melempar balik pertanyaan tersebut agar dikonfirmasi langsung kepada wali kelas masing-masing. “Saya juga paham aturan yang berlaku. Yang namanya infaq itu tidak ada nominal yang ditentukan, melainkan seikhlasnya saja. Kalau soal sumbangan sapu itu tidak ada, bahkan kami pihak sekolah sudah membelinya sendiri,” pungkas Nono. Namun, pernyataan kepala sekolah ini ternyata berbanding terbalik dengan keterangan yang disampaikan sejumlah siswa yang sedang mengikuti MPLS saat diwawancarai secara terpisah. Beberapa siswa membenarkan adanya permintaan uang sumbangan untuk pembelian sapu sebesar Rp20.000. Ada siswa yang menyebut uang tersebut dikumpulkan kepada Ketua OSIS, sementara siswa lain menyatakan uang diserahkan langsung kepada wali kelas. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta aturan larangan pungutan di satuan pendidikan dasar dan menengah, sumbangan sukarela tidak boleh ditetapkan nominalnya, tidak boleh dipaksakan, dan tidak boleh dijadikan syarat bagi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya. Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih berupaya meminta keterangan lebih lanjut dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon serta menelusuri aliran dana yang diduga dikumpulkan tersebut guna mendapatkan kejelasan utuh. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – SDN Bagasih di Jalan Cipancur, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, resmi memulai program revitalisasi dan rehabilitasi gedung sekolah yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi para siswa maupun tenaga pendidik. Acara dihadiri Kepala SDN Bagasih Sadiah, S.Pd., seluruh guru dan tenaga kependidikan, Ketua Komite Sekolah sekaligus Ketua Panitia P2SP Wawan beserta jajaran, perangkat Pemerintah Desa Kademangan, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Surade Sulaeman, S.Pd., serta perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Surade. Program revitalisasi yang akan dilaksanakan meliputi rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan satu Ruang Kelas Belajar (RKB), pembangunan serta perbaikan fasilitas toilet, hingga rehabilitasi ruang kantor sekolah. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Ketua K3S Kecamatan Surade Sulaeman, Kepala SDN Bagasih Sadiah, dan Ketua Komite Sekolah Wawan sebagai tanda dimulainya pekerjaan pembangunan. Kepala SDN Bagasih berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana, selesai tepat waktu, dan menghasilkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif sehingga mampu menunjang peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Selain memperbaiki kondisi fisik bangunan, revitalisasi ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman, sehingga siswa semakin termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah bersama komite menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terlaksananya program tersebut. Sinergi antara sekolah, komite, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga proses pembangunan rampung dan dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai acara perpisahan siswa kelas IX sekaligus penetapan kenaikan kelas siswa kelas VII dan VIII di MTsN 2 Sukabumi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang digelar di lingkungan madrasah di Jalan Raya Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi momentum penting menandai berakhirnya perjalanan pendidikan para siswa kelas IX. Acara diawali sejak pagi hari dengan lantunan Asmaul Husna yang menciptakan suasana religius dan khidmat. Setelah registrasi tamu undangan, kegiatan resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Deni Firmansyah dan Asma Nadia Septiani. Ketua Komite Sekolah KH. Ahmad Sodikin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung proses pendidikan di MTsN 2 Sukabumi. Acara semakin semarak dengan penampilan tarian kreasi dari siswa-siswi kelas IX yang mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Kepala MTsN 2 Sukabumi, Musolhan Masir, S.Ag, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada komite sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap kemajuan madrasah. “Keberhasilan siswa hari ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Semoga ilmu yang diperoleh selama belajar di MTsN 2 Sukabumi menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Sementara itu, Pengawas Pembina Dr. Widad Arifin, M.Ed memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para siswa agar terus melanjutkan pendidikan dan menjaga akhlak di manapun berada. Momen penting berlangsung saat pembacaan keputusan kelulusan serta pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi kelas IX oleh Rida Khamilawati, S.Pd.I bersama Kepala Madrasah. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi yang telah diraih selama menempuh pendidikan. Perwakilan siswa kelas VII dan VIII, Putri Maulidha dan Hermansyah, turut menyampaikan pesan dan doa terbaik bagi kakak-kakak kelas yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Suasana haru semakin terasa saat pemutaran video dokumenter perjalanan belajar siswa kelas IX, dilanjutkan penampilan paduan suara, vokal tunggal, pembacaan puisi, serta penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan siswa kelas IX. Puncak acara ditandai dengan prosesi sungkeman kepada Kepala Madrasah dan Ketua Komite Sekolah sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih. Selanjutnya dilakukan penyerahan siswa secara simbolis dari pihak madrasah kepada Komite Sekolah yang menandai berakhirnya masa pendidikan mereka di MTsN 2 Sukabumi. Prosesi pelepasan ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Acep Miptah, S.Ag, sebelum Kepala Madrasah mengalungkan medali kepada seluruh siswa kelas IX sebagai simbol kelulusan dan penghargaan atas perjuangan mereka selama belajar di madrasah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Nenden Sri Sulastri, berharap kegiatan tersebut menjadi kenangan berharga sekaligus motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi. “Semoga para lulusan MTsN 2 Sukabumi mampu menjaga nama baik almamater, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta menjadi generasi yang membanggakan bangsa dan agama,” pungkasnya. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antara siswa, guru, orang tua, dan seluruh keluarga besar MTsN 2 Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – SDN Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menggelar kegiatan Paturay Tineung sekaligus pelepasan siswa kelas VI dan penetapan kenaikan kelas bagi siswa kelas I hingga V Tahun Pelajaran 2025–2026, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut mengusung tema “Masagi Berkreasi untuk Negeri”. Acara berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta. Suasana semakin hangat saat para guru yang dipimpin Kepala SDN Sukatani, Purna Irawan, S.Pd, tampil menghibur dengan berjoget bersama, disambut antusias siswa dan para orang tua. Rangkaian kegiatan dipandu oleh Wawan Ahmad Yani, S.Pd, yang bertindak sebagai pembawa acara. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komite Sekolah Samsi menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas dedikasi dan kerja keras dalam mendidik siswa selama satu tahun pelajaran. Kepala SDN Sukatani, Purna Irawan, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada komite sekolah, para guru, dan orang tua siswa yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. “Momentum ini bukan sekadar perpisahan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan harus terus berlanjut. Semoga para siswa dapat terus berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dan tarian kreasi yang dibawakan para siswa. Selain menjadi ajang unjuk bakat, penampilan tersebut mencerminkan kreativitas dan kepercayaan diri peserta didik yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah. Panitia juga menghadirkan pembacaan nomor undian doorprize yang menambah keceriaan dan menjadi bentuk apresiasi kepada siswa maupun orang tua yang hadir. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimcam Surade, Kasi Trantib Kecamatan Surade H. Rimbayana yang mewakili Camat Surade Unang Suryana, perangkat Pemerintah Desa Sukatani, perwakilan PGRI Cabang Surade, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para ketua RT setempat. Sebagai penutup, digelar prosesi adat Paturay Tineung yang sarat makna. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas selesainya proses pembelajaran selama satu tahun sekaligus doa dan harapan agar siswa kelas VI sukses melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sementara siswa yang naik kelas semakin termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi yang lebih baik. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – SMA Negeri 1 Surade, Kabupaten Sukabumi, resmi merilis jadwal pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027. Seluruh tahapan disusun secara sistematis guna memberikan kemudahan bagi calon peserta didik maupun orang tua dalam mengikuti proses penerimaan siswa baru. Kepala SMAN 1 Surade, Hardika, S.Pd., mengatakan bahwa sekolah telah menyiapkan seluruh mekanisme pelaksanaan dengan matang agar proses penerimaan berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah melibatkan seluruh unsur manajemen sekolah mulai dari Wakasek Kurikulum Jalaludin Sayuti, S.Ag., M.Ag, Wakasek Kesiswaan,Sugeng Nuryanto, S.Pd. Wakasek Sarana Prasarana Ahmad, S.Pd., hingga Wakasek Humas Dian Wardiana, S.Pd. “Seluruh tahapan kami persiapkan secara detail agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan pelayanan terbaik selama proses penerimaan murid baru berlangsung,” ujar Hardika, Kamis (28/5/2026). Tahapan awal diawali dengan kegiatan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang dijadwalkan pada 29 Mei serta 2, 3, 4, 5, dan 8 Juni 2026. Dalam tahap ini, calon peserta didik diwajibkan mengisi sejumlah data penting seperti nilai rapor, pilihan sekolah tujuan, data domisili, hingga dokumen pendukung berupa bukti bantuan sosial maupun prestasi jika dimiliki. Sementara itu, pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 15, 17, 18, dan 19 Juni 2026. Sedangkan tahap kedua berlangsung pada 30 Juni serta 1, 2, 3, dan 6 Juli 2026. Untuk persyaratan umum, calon murid diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen seperti ijazah atau surat keterangan lulus SMP/MTs, akta kelahiran atau KIA, KTP orang tua, kartu keluarga, hingga Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) yang diunduh melalui laman resmi SPMB. Selain jalur umum, SMAN 1 Surade juga membuka jalur prestasi dan afirmasi bagi siswa yang memiliki capaian akademik maupun non-akademik tingkat kabupaten dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Jalur ini juga diperuntukkan bagi siswa yang memiliki pengalaman kepemimpinan seperti Ketua OSIS maupun Ketua Pramuka yang dibuktikan dengan surat keputusan kepala sekolah. Adapun jalur khusus diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga pindah tugas orang tua/wali serta anak guru atau tenaga kependidikan. Persyaratan administrasi disesuaikan dengan kategori masing-masing pendaftar. Pada tahap kedua, sekolah juga membuka jalur domisili dengan syarat utama melampirkan nilai rapor semester 1 hingga semester 5. Selain itu tersedia pula jalur KETM-DTSEN bagi calon murid dari keluarga ekonomi lemah, penerima bantuan sosial, maupun anak panti asuhan yang terdata resmi pada instansi terkait. Tak hanya itu, SMAN 1 Surade turut memberikan kesempatan kepada Murid Berkebutuhan Khusus (MBK) dengan melampirkan kartu atau surat keterangan penyandang disabilitas serta rekomendasi tenaga medis atau psikolog. Hardika berharap seluruh calon peserta didik dan orang tua dapat memahami seluruh ketentuan yang telah ditetapkan agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa hambatan administrasi. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal dengan prinsip transparansi dan keadilan agar kepercayaan masyarakat terhadap SMAN 1 Surade tetap terjaga,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat sportivitas dan kreativitas mewarnai peringatan Dies Natalis ke-22 SMKN 1 Surade yang digelar meriah, Sabtu (16/5/2026). Mengusung tema “Disiplin Tangguh dan Siap Berkarya” serta semangat “Sportivitas dan Kreativitas Tanpa Batas”, kegiatan tersebut menghadirkan agenda unggulan Jelajah Alam “Ngider Kahirupan”. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMKN 1 Surade itu dilepas langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKS, Erpa Aris Purnama. Sebanyak 1.500 peserta dari berbagai sekolah di wilayah Pajampangan turut ambil bagian dalam kegiatan lintas alam tersebut. Suasana acara tampak semarak dengan dekorasi bernuansa budaya dan nilai karakter, seperti Gapura Panca Waluya hingga simbol Jangkar Empat Sikap V yang menjadi representasi jati diri dan semangat pembentukan karakter siswa. Dalam sambutannya, Erpa Aris Purnama mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu membangun mental, kedisiplinan, dan kebersamaan generasi muda. Ia juga secara simbolis melepas peserta jelajah alam sekaligus memberikan dukungan berupa bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta kepada panitia pelaksana. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya menumbuhkan semangat olahraga dan kreativitas, tetapi juga memperkuat karakter serta kebersamaan antar pelajar,” ujarnya. Jelajah Alam “Ngider Kahirupan” menjadi salah satu rangkaian utama Dies Natalis yang bertujuan melatih ketangguhan fisik, kedisiplinan, serta mempererat silaturahmi antar pelajar di wilayah Pajampangan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMKN 1 Surade, Asep Suhendi, perwakilan KCD Wilayah V Provinsi Jawa Barat, unsur komite sekolah, tenaga pendidik, serta panitia pelaksana. Asep Suhendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya kegiatan Dies Natalis ke-22 tersebut. “Dukungan ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mencetak generasi muda yang disiplin, tangguh, dan siap berkarya demi kemajuan daerah,” ungkapnya. Melalui peringatan Dies Natalis ini, SMKN 1 Surade menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembinaan karakter, olahraga, dan kreativitas siswa agar mampu bersaing dan berprestasi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Surade, Kabupaten Sukabumi, menggelar kegiatan Pesta Siaga di Gedung Olahraga (GOR) Jalan Raya Nasional, Kecamatan Surade, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Ceria Berkarya, Santun Berbudaya” itu berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari seluruh gugus depan se-Kecamatan Surade. Pesta Siaga menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus pengembangan kreativitas bagi anggota Pramuka usia siaga. Kegiatan ini juga dirancang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, sopan santun, dan kecintaan terhadap budaya sejak dini. Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Surade, Kak Purna Irawan, S.Pd., mengatakan tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut memiliki pesan penting bagi generasi muda agar mampu berkarya dengan penuh keceriaan tanpa meninggalkan nilai budaya dan etika. “Anak-anak harus tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, aktif, dan tetap menjunjung tinggi sopan santun serta budaya bangsa. Itu yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini,” ujarnya dalam sambutan pembukaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pendidikan dan kepramukaan di wilayah Surade, mulai dari Ketua Gugus Depan, Ketua K3S, Ketua PGRI, pengawas pendidikan, kepala sekolah, hingga para pembina dan pendamping peserta. Ketua Panitia Pelaksana, Kak Ai Anggraeni, menjelaskan Pesta Siaga tahun ini diikuti sebanyak 55 barung dari 55 Gugus Depan dengan jumlah peserta mencapai 330 anak. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan untuk memberikan pengalaman edukatif sekaligus menyenangkan bagi peserta. “Berbagai kegiatan lomba dan permainan edukatif disusun untuk melatih kreativitas, kekompakan, dan keberanian anak-anak sesuai semangat tema yang diusung,” jelasnya. Kegiatan secara resmi dibuka oleh perwakilan Komandan Satuan Radar 402 Cibalimbing, Letda Alif Abadi, dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan Pesta Siaga yang dinilai mampu menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda. “Kegiatan Pramuka seperti ini sangat positif karena membentuk anak-anak menjadi generasi yang aktif, disiplin, santun, dan memiliki rasa cinta terhadap budaya daerah maupun bangsa,” ungkapnya. Sepanjang kegiatan, suasana GOR Surade dipenuhi semangat dan antusiasme peserta yang mengikuti berbagai aktivitas permainan, seni, keterampilan, dan pembelajaran karakter. Keceriaan peserta terlihat mewarnai seluruh rangkaian acara yang berlangsung penuh keakraban dan semangat persaudaraan khas Gerakan Pramuka. Melalui kegiatan ini, Kwartir Ranting Surade berharap Gerakan Pramuka semakin berperan sebagai wadah pendidikan nonformal dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, mandiri, dan berbudaya luhur. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Sekolah SMAN 1 Surade, Hardika, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi gemilang yang diraih para siswa dalam berbagai ajang kompetisi tingkat Kabupaten Sukabumi. Dalam ajang tersebut, SMAN 1 Surade berhasil meraih 9 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu, serta dinobatkan sebagai Juara Umum. Tak hanya itu, sejumlah siswa juga berhasil melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Prestasi membanggakan datang dari cabang olahraga atletik. Muhammad Fahmi Mubarok (atletik putra) dan Carissa Huaidah (atletik putri) tampil impresif dan berhasil mengamankan tiket ke tingkat provinsi. Selain di bidang olahraga, prestasi juga diraih dalam ajang PLS3N (Pekan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat kabupaten. Dalam event tersebut SMAN 1 Surade meraih Juara 1 Kreativitas Musik Tradisional dan Juara 1 Menulis Cerita Pendek. Kedua kategori tersebut juga mengantarkan perwakilan sekolah ke tingkat provinsi. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Ini merupakan hasil kerja keras siswa, dukungan guru, serta peran orang tua dan seluruh warga sekolah,” ujar Hardika, Sabtu (2/5/2026). Ia menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti bahwa SMAN 1 Surade tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga aktif mengembangkan bakat dan minat siswa. Lebih lanjut, capaian sebagai juara umum dan keberhasilan melaju ke tingkat provinsi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Sekolah berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar para siswa dapat kembali berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Hardika juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini. “Terima kasih kepada siswa, guru, dan masyarakat atas dukungannya. Semoga ini menjadi awal dari prestasi yang lebih besar di masa depan,” tutupnya. Seluruh warga SMAN 1 Surade berharap para perwakilan yang akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Barat mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMAN 1 Surade berlangsung penuh makna. Kepala sekolah, Hardika, S.Pd., menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh warga sekolah dengan menegaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai luhur pendidikan. Dalam sambutannya, Hardika mengutip semboyan pendidikan nasional warisan Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,” sebagai pedoman utama dalam dunia pendidikan. Menurutnya, semboyan tersebut mengandung makna bahwa seorang pendidik harus mampu menjadi teladan di depan, membangun semangat di tengah, dan memberikan dorongan dari belakang. Nilai-nilai ini, kata dia, terus diterapkan oleh para guru di SMAN 1 Surade dalam membimbing siswa menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing. “Selamat Hari Pendidikan Nasional. Terima kasih kepada seluruh guru dan siswa yang terus berinovasi dan tak lelah memberi inspirasi,” ujar Hardika, Sabtu (2/5/2026). Ia menambahkan, semangat inovasi dan kreativitas menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Menurutnya, baik guru maupun siswa memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan produktif. Peringatan Hardiknas tahun ini juga dimaknai sebagai momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan. Dengan berpegang pada nilai-nilai yang memanusiakan manusia, SMAN 1 Surade diharapkan terus melahirkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Melalui peringatan ini, semangat Hari Pendidikan Nasional diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi seluruh insan pendidikan, khususnya di lingkungan SMAN 1 Surade, demi kemajuan pendidikan Indonesia. (Dicky)
MAJALENGKA-BIDIK-KASUSNEWS.CO – Aksi unjuk rasa digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Majalengka pada Jumat (24/4/2026), menyusul polemik penerbitan statuta baru tahun 2026. Aksi tersebut melibatkan perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas yang menuntut kejelasan dan transparansi dalam proses penyusunannya. Dalam orasinya, mahasiswa menilai statuta 2026 disusun tanpa mengikuti prosedur yang semestinya. Mereka menyebut dokumen tersebut diduga cacat administratif karena tidak melalui tahapan uji publik serta tidak dibahas dalam forum senat akademik. Ketua BEM UNMA, Nendi Nurdiana, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan hasil konsolidasi lintas organisasi mahasiswa yang telah dilakukan secara bertahap. Ia menegaskan, sejumlah tuntutan telah disampaikan dan diklaim mendapat respons awal dari pihak rektorat maupun yayasan. “Ini bentuk akumulasi aspirasi mahasiswa dari berbagai forum yang sudah kami gelar. Tuntutan kami sudah disampaikan dan pada prinsipnya diterima oleh rektorat serta yayasan,” ujarnya, Sabtu (25/4). Adapun tuntutan mahasiswa antara lain meminta rektor mencatat dan menindaklanjuti seluruh aspirasi, merevisi statuta UNMA 2026 yang dinilai bermasalah secara prosedural, serta kembali memberlakukan statuta tahun 2022. Selain itu, mahasiswa juga mendesak pembubaran panitia atau tim seleksi pemilihan rektor dan dekan. Mahasiswa turut menetapkan batas waktu kepada yayasan untuk merespons tuntutan tersebut, yakni sebelum 10 Mei 2026, bertepatan dengan berakhirnya masa surat keputusan (SK) rektor dan dekan. Menurut Nendi, dugaan cacat prosedural merujuk pada ketentuan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 16 Tahun 2018. Di mana di dalamnya mengatur bahwa penyusunan statuta perguruan tinggi swasta harus melalui pembahasan dan persetujuan senat akademik sebelum diajukan kepada badan penyelenggara. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak yayasan terkait tuntutan mahasiswa tersebut. (Asep Rusliman)