SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi mengintensifkan edukasi hukum kepada pelajar melalui programSatpol PP Goes To School. Kali ini, sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) digelar di SMA Negeri 1 Surade, Selasa (14/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kasat Pol PP Kabupaten Sukabumi Deni Yudoyono bersama jajaran, Camat Surade Unang Suryana, unsur Forkopimcam, serta pihak sekolah. Ratusan siswa dan dewan guru tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Perwakilan Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Dr. Dikdik Supriyadi, menyampaikan materi yang menyoroti berbagai isu kedisiplinan remaja. Di antaranya pencegahan kenakalan remaja, bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, pentingnya tertib berlalu lintas, hingga kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diisi dialog interaktif. Para siswa diberi ruang untuk bertanya dan berdiskusi terkait penerapan aturan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Kepala sekolah Hardika menilai program ini sangat relevan dalam membentuk karakter pelajar. Ia berharap, melalui sosialisasi tersebut, siswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, serta memiliki kesadaran hukum sejak dini. Senada, Kasat Pol PP Deni Yudoyono menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi langkah preventif dalam menekan potensi pelanggaran di kalangan remaja. Menurutnya, pelajar harus didorong menjadi agen perubahan dan pelopor ketertiban. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Makmur di Kampung Loji, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, kembali menggelar kursus bahasa Inggris bagi para peserta didik, Minggu (8/3/2026). Program tersebut diadakan guna meningkatkan keterampilan hidup (life skill) siswa agar lebih siap menghadapi berbagai peluang di masa depan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program bimbingan belajar yang rutin dikembangkan PKBM Makmur untuk memperluas kemampuan peserta didik. Artinya tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga keterampilan praktis yang bermanfaat di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan materi pembelajaran bahasa Inggris yang mencakup kemampuan membaca, menulis, berbicara, hingga mendengarkan. Proses belajar dipandu oleh tutor berpengalaman dengan metode pembelajaran yang interaktif agar peserta lebih mudah memahami materi. Kepala PKBM Makmur, Irwan Setiadi yang akrab disapa Eko, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi sekaligus membangun kepercayaan diri para siswa. “Kami berharap kursus bahasa Inggris ini dapat membantu siswa meningkatkan life skill serta membuka lebih banyak peluang bagi masa depan mereka,” ujarnya. Ia menambahkan, PKBM Makmur tidak hanya menyediakan kursus bahasa Inggris, tetapi juga berbagai pelatihan keterampilan lain yang dapat menunjang kemampuan peserta didik. Beberapa program life skill yang dikembangkan di antaranya pelatihan anyaman bambu berbasis kearifan lokal, pelatihan broadcast penyiaran radio yang melatih siswa menjadi presenter atau pembawa acara, serta kursus komputer yang membekali peserta dengan kemampuan penggunaan aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office. Menurut Eko, berbagai pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi para siswa agar lebih mandiri dan memiliki daya saing. “Melalui berbagai program pelatihan ini, kami ingin membekali siswa dengan kemampuan yang bisa mereka manfaatkan dalam dunia kerja maupun usaha mandiri,” katanya. PKBM Makmur sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan nonformal dengan menghadirkan berbagai program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, para peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi diri sekaligus meraih masa depan yang lebih baik. (Dicky)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Larangan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon kepada Sekolah Dasar Negeri untuk tidak mengadakan buku Modul diabaikan oleh sejumlah SDN 1 Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Buktinya, masih banyak oknum Guru dan kepala sekolah yang menyuruh murid untuk membeli buku Modul yang di tunjuk toko fotocopy oleh sekolah. Jumat, 13/02/2026 Sejumlah orangtua wali murid kepada awak media menuturkan, instruksi pembelian buku Modul ini disampaikan secara lisan saja kepada para murid oleh masing-masing guru wali kelas. Murid ditekankan untuk segera membeli buku Modul. “Yang anehnya ketika kita orangtua tanya ke guru buku itu tidak wajib harus membeli, tapi saat anak pulang sekolah nanti anak nangis-nangis minta uang buat beli buku Modul, katanya guru mereka suruh supaya beli buku Modul. Jadi bingung kami orangtua ini,” ujar orangtua wali murid SDN 1 Kaliwadas. Begitu juga dengan orangtua murid lain pengadaan buku Modul ini terkesan diwajibkan kepada murid. Meskipun tidak secara gamblang disampaikan ke orangtua namun diam-diam oknum guru memaksakan anak murid untuk memiliki buku Modul. Pihak toko fotocopy yang merasa di titipi buku Modul ini semata mata hanya mencari ke untungan, pembelinya dari SDN mana saja, kata pemilik toko Lanjut, pihak toko tidak ada mengharuskan absen siswa/siswi yang membeli buku itu, ada beberapa wali murid meminta nota pembelian sejumlah buku Modul untuk di perlihatkan ke Guru nya bahwa Sanya anaknya sudah membeli buku Modul dengan menunjukan Noto toko penyedia buku Modul. Pungkasnya Kepala SDN 1 Kaliwadas yang baru di pindah jabat kepala SDN 1 Tukmudal pada bulan Februari, Wardina, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa buku Modul yang di jual Toko FotoCopy diri beralibi tidak tau dan tidak ada penggiring sekolah memerintahkan agar murid murid nya membeli buku modul di Toko FotoCopy tersebut. Ucapnya. Dugaan awak media di sini ada koordinasi yang baik antara penyedia barang dengan pihak Sekolah tentunya hal ini ada timbal balik ke untungan yang di dapat dari jumlah buku Modul yang terjual di toko fotocopy. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – SMAN 1 Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, secara konsisten membiasakan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah bagi seluruh siswa sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembentukan disiplin sejak dini. Program pembiasaan ini telah berjalan dalam jangka waktu lama dan menjadi salah satu kegiatan unggulan sekolah dalam menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pembinaan spiritual. Setiap pagi, siswa melaksanakan shalat dhuha sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, yakni pukul 06.30 hingga 07.30 WIB, dari Selasa sampai Jumat. Shalat dhuha yang dilaksanakan secara rutin tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi keimanan, tetapi juga membentuk sikap disiplin, ketenangan batin, serta kesiapan mental siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Kepala SMAN 1 Surade, Hardika, S.Pd, menuturkan bahwa pembiasaan shalat dhuha merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik. “Kebiasaan memulai hari dengan ibadah akan membantu siswa lebih fokus, tenang, dan bersemangat dalam menjalani aktivitas sekolah,” ujarnya. Setiap pagi kata dia, siswa berkumpul di halaman sekolah untuk melaksanakan shalat dhuha secara berjamaah. Kegiatan ini dibimbing oleh guru bidang pendidikan agama dan diikuti oleh hampir seluruh warga sekolah. Pihak sekolah juga menyiapkan waktu khusus serta memberikan pendampingan bagi siswa yang masih mempelajari tata cara pelaksanaan shalat dhuha. Melalui program ini, SMAN 1 Surade berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak baik, dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi. Sekolah menilai pembiasaan ibadah sebagai fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang utuh dan berkelanjutan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kondisi bangunan SDN Cikeresek di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, semakin memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Sekolah yang berdiri sejak 2005 tersebut mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas hingga mengganggu proses belajar mengajar. Dari lima ruang kelas yang ada dengan total 84 siswa, tiga di antaranya dilaporkan rusak cukup parah. Saat musim hujan, beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan akibat atap bocor dan kondisi bangunan yang tidak aman. Kepala SDN Cikeresek, Mumin, S.Pd.I, mengatakan sebagian ruang kelas terpaksa ditopang dengan tiang bambu untuk mencegah ambruk. “Kondisi bangunan sudah tidak layak. Beberapa ruang belajar ditopang bambu karena rawan roboh. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah,” ujarnya, Selasa (27/1/2026). Selain kerusakan struktur, atap ruang kelas juga sudah bergelombang dan rawan runtuh. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sering dipindahkan ke ruang lain yang dinilai lebih aman. SDN Cikeresek juga belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai. Hingga kini, sekolah tersebut tidak memiliki ruang perpustakaan, UKS, maupun ruang administrasi khusus. Kegiatan administrasi sementara dilakukan di ruang seadanya dengan kondisi terbatas. “Kami sudah melaporkan kondisi ini ke dinas terkait, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Mumin. Pihak sekolah dan masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan langsung serta merealisasikan perbaikan gedung sekolah. Perbaikan dinilai mendesak demi keselamatan dan kenyamanan siswa serta guru dalam menjalankan kegiatan pendidikan. (Dicky)

Indramayu Bidik-kasusnews.com,.Pemahaman dasar tentang rambu lalu-lintas dan perilaku aman di jalan raya, menjadi bekal penting bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan sadar hukum. Bahkan tertib berlalu-lintas ini, bukan cuma kesadaran akan hukum, tetapi yang terpenting adalah keselamatan terhadap diri sendiri maupun orang lain. ‎ ‎Upaya tersebut terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indramayu melalui Bidang Pengembangan dan Keselamatan. Mereka terus berupaya agar masyarakat makin tertib berlalulintas dengan menyosialisasikan Program Sadar Lalu-Lintas Usia Dini (SALUD) bersama siswa-siswi TK Trisula Perwari di Taman Aspirasi Rakyat Indramayu pada Rabu, (24/1/26). ‎ ‎Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 anak-anak yang dengan antusias mengikuti rangkaian edukasi keselamatan berlalu-lintas. Selain pengenalan rambu-rambu lalu-lintas dan tata cara menyeberang jalan yang aman, anak-anak juga diajak mengikuti Senam SALUD serta Senam Memakai Helm sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. ‎ ‎Kepala Dishub Indramayu, Ali Fikri melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Andri Sigit Supriatna, menyampaikan, Program SALUD merupakan agenda rutin Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu yang menyasar pelajar tingkat TK dan PAUD di seluruh wilayah Indramayu. ‎ ‎Program ini bertujuan membentuk karakter anak agar sejak dini memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mengenal rambu-rambu yang terdapat di sepanjang jalan. ‎ ‎“Melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan, kami berharap anak-anak dapat memahami dasar-dasar tertib berlalu lintas, sehingga ke depannya tumbuh menjadi generasi yang sadar dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ujarnya. ‎ ‎Sementara itu, Kepala Sekolah TK Trisula Perwari, Tati Rohayati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Indramayu atas edukasi yang telah diberikan kepada peserta didik. Menurutnya, kegiatan SALUD memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak dengan metode yang interaktif dan ceria. ‎ ‎“Anak-anak sangat antusias mengikuti pembelajaran tentang tata tertib di jalan, mengenal rambu lalu-lintas, cara memakai helm, serta praktik menyeberang jalan dengan benar. Seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan riang dan penuh semangat,” ungkapnya. ‎ ‎Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman dan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas dapat tertanam sejak dini, sekaligus mendukung terwujudnya budaya tertib lalu lintas di Kabupaten Indramayu. ‎ (Asep.R)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Polemik dalam media sosial terkait ada pemberitaan yang terbit pada hari Rabu, 21/1 oleh media Bidik-kasusnews.com, judul “Nobar CYBER BULLYING diduga ajang pungli SMPN 2 Sumber pungut 50rb/siswa” Mendapat reaksi cepat dari pihak sekolah dan langsung menghubungi Masto entah apa poksi nya dengan SMPN 2 Sumber. Masto menghubungi awak media yang memberitakan SMPN 2 Sumber di hari esok nya agar bisa bertemu dan ngobrol bersama, tanpa ada maksud lain awak media bertiga menemuinya . Kamis, 22/1/2026. Masto yang datang mempertanyakan adanya berita SMPN 2 Sumber yang di muat media Bidik-kasusnews.com kenapa wartawan hanya itu itu lagi, ketegang berseteru ketika menanyakan dasar undangan yang menjadi acuan pemberitaan, jelas awak media merasa keberatan karena foksi sebagai apa dan himbau Nobar di kirim melalui wa group masing masing wali murid. Dalam obrolannya Masto mengungkapkan pesan jika ada temuan di SMPN 2 Sumber tolong di bicarakan dengan dirinya untuk di fasilitasi dan wartawan nya jangan itu lagi itu lagi karena wartawan Asep sudah berapa kali menyikapi SMPN 2 Sumber ini sehingga dirinya merasa tidak enak sebagai sesama wartawan tidak bisai persoalan soudara nya. Ucap Masto Lanjut, dari mengaku sebagai soudara kepsek SMPN 2 Sumber sampai teman dekat sejak kecil, minta tolong kepada wartawan boleh menyikapi kepsek lain, asal kan jangan kepsek SMPN 2 Sumber saja (ada apa) dan bukan gak boleh silakan jika ada temuan main cantik dengan ganti wartawannya jangan Asep agar diri dalam mediasi tetep di anggap soudara oleh kepsek. Hal ini tidak hanya sampai di sini awak media menemui Kabid PLT SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon “Zen” obrol terkaitan berita Nobar, dan Kabid pun memanggil kepsek SMPN 2 Sumber agar bisa duduk bersama dan persoalan salah paham bisa di selesaikan dengan kepal dinginj, masing masing baik dari kepsek maupun media menyampaikan hal hal dalam obrolan bahwa SMPN 2 Sumber mengirim pemberitahuan Nobar “Sehubungan dengan sedikitnya siswa yg berminat dalam kegiatan nonton maka nonton sementara dipending atau tdk jadi sabtu besok bagi ank yg sdh menitipkan uang akan dikembalikan hari ini. hingga menemui titik Adem dan karena ada tamu DPRD kepsek pamit minta awak media datang ke SMPN 2 Sumber di tunggu. Mendapat tawar itu awak media menjumpai kepek di ruangannya, dalam ruangan kepsek tidak banyak berkata hanya satu kata kami akan melayangkan sanggahan ke media lain, sempat kami menawarkan agar sanggahan kami yang buat kembali karena berita awal nya dari kami, kepsek menolak dan muncul Masto sebelum di TLP sudah datang. Ujar kepsek. Hal itu benar ada berita sanggah terbit di salah satu media online “AKJII Sesalkan Tiket Nobar Film “CYBER BULLYING” Di SMPN2 Di Beritakan Sebagai Dugaan Pungli”. Ada apa dengan kepsek SMPN 2 Sumber yang adanya dugaan pungli namun di buat sanggah. Di tempat terpisah ketua GPAB kabupaten Cirebon M. Maulana sangat menyayangkan ada debat kusir antara media yang satu menemukan ada temuan temuan pungli bukan hanya terkait Nobar tapi di sisi lain malah terkesan membek up karena soudara hingga teman sejak kecil, jelas hal ini sangat di sayangkan kenapa harus terjadi bahkan menurut ucapan media mengatakan hal ini sudah di obrolkan dengan baik, memas karena ada pemberitahuan sanggahan yang di duga sanggah terkesan membela dan membenarkan kepala sekolah. (Asep.R)

Kuningan Bidik-kasusnews.com,. Kepala Bidang (Kabid) SD baru di Kabupaten Kuningan Surya ,S.Pd.M.M.diharapkan dapat mengatasi peredaran Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sering disalahgunakan sebagai bahan ajar. LKS seharusnya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti buku teks Peran LKS dalam Pembelajaran: Bahan Ajar Pendukung: LKS dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik Alat Evaluasi: LKS dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa. Pengembangan Keterampilan: LKS dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis Namun, peredaran LKS yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti: Ketergantungan pada LKS: Siswa mungkin terlalu bergantung pada LKS dan tidak mengembangkan kemampuan berpikir kritis Kualitas LKS yang Buruk : LKS yang tidak berkualitas dapat memberikan informasi yang salah atau tidak akurat Untuk mengatasi masalah ini, Kabid SD baru diharapkan dapat: Mengawasi Penggunaan LKS : Mengawasi penggunaan LKS di sekolah-sekolah,Menyediakan Alternatif Bahan Ajar : Menyediakan alternatif bahan ajar yang lebih berkualitas. Meningkatkan Kualitas Guru_: Meningkatkan kualitas guru dalam mengembangkan bahan ajar Dengan demikian, diharapkan Kabid SD baru dapat mengatasi peredaran LKS yang tidak terkontrol dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan. (Asep.R)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Sejumlah orangtua siswa MTsN 2 Cirebon, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan kegiatan Study Tour Ziarah yang laksanakan pihak sekolah pada 21–22 Januari 2026. Mereka menilai biaya yang ditetapkan terlalu memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Salah satu orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan tersebut memang bukan hal baru. Sebelumnya, sekolah juga rutin menggelar kegiatan serupa dengan nama wisata religi. “Dulu namanya wisata religi, sekarang diganti jadi Ziarah+With Us, Tapi intinya sama saja. Bedanya hanya di nama,” ujarnya orang tua murid. Rabu, 21/1/2026. Saat mengantar anaknya terpaksa berangkat Study Tour Ziarah Menurutnya, meski pihak sekolah menyebut kegiatan itu sudah dibahas melalui musyawarah, namun penetapan biaya sebesar Rp600 ribu dilakukan tanpa persetujuan orangtua siswa. “Biayanya langsung ditetapkan. Kami tidak ikut musyawarah soal besarannya. Rp600 ribu itu besar “Cekik leher” bagi kami masyarakat kecil, apalagi rata-rata orangtua murid di sini Buruh Tani. Belum lagi uang jajan anak, bisa habis lebih dari satu juta,” katanya. Ia menyebut banyak orangtua yang sebenarnya keberatan, namun memilih diam karena khawatir berdampak pada anak mereka di sekolah. “Kami setuju kegiatan keagamaan, tapi jangan memberatkan. Kalau bisa ada keringanan atau alternatif lain,” ujar satu wali murid MtsN 2 Cirebon. Ziarah+ MTsN 2 Cirebon 2026. Berdasarkan hasil Polling orang tua kelas 8 MTsN 2 Cirebon, sebagian besar menyetujui pelaksanaan kegiatan Ziaroh+ MTsN 2 Cirebon yang diperuntukan “Kelas VIII MTsN 2 Cirebon” Kegiatan Ziaroh+, in syaa Allah akan dilaksanakan pada: 📅 Tanggal: 21 – 22 Januari 2026 ⏰ Pukul: 14.00 – selesai 📍 Tempat: Cirebon – Demak – The Jogja 💡 Fasilitas: ✅ Bus Pariwisata ✅ Kaos ✅ Snek ✅ Makan ✅ P3K 🏛️Lokasi Ziaroh+ : ✅. Maqbaro KH. Amin Sepuh ✅. Maqbaro KH. Hanan ✅. Maqbaro Sunan Gunung jati ✅. Maqbaro Sunan kali jaga ✅. Borobudur ✅. Museum Merapi ✅. Taman Pintar ✅. Malioboro 💲Biaya : Rp. 600.000 Wahh menarik dan bermanfaat sekali, “Joint With US”. (Sudrajat) Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi (KDM), bersikeras melarang study tour karena dianggap membebani ekonomi orang tua siswa, menjadikannya objek ekonomi, dan eksploitatif, Meskipun ziarah wali, bagian dari tradisi religius, jika dikemas dalam bentuk karyawisata sekolah yang memungut biaya, hal tersebut bertentangan dengan kebijakan larangan study tour yang dikeluarkan oleh KDM. Secara prinsip, jika MTs mengadakan ziarah yang dikategorikan sebagai study tour (terutama yang melibatkan biaya besar atau keluar kota), hal tersebut termasuk dalam aktivitas yang dilarang oleh KDM. Awak media melakukan kunjung ke MTsN 2 Cirebon gunakan melakukan klarifikasi atas kegiatan Study Tour Ziarah yang sedang berlangsung, namun sebagian guru panitia dan kepala sekolah sedang keluar dan awak media melakukan via wa Wakasek “Jaja” diri hanya berkata “Saya lagi ngurus ada anak kecelakaan”, ujarnya (Tim Infestigasi)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Beredar Surat Undangan Nonton Bareng Bayar Rp 50 Ribu SMP Negeri 2 Sumber Menjadi keluhan orang tua siswa, himbauan SMPN 2 Sumber yang berada d kelurahan Babakan berisi himbauan nonton bareng siswa diminta Rp 35rb tiket masuk dan Rp 15rb transportasi  mendadak jadi sorotan. Rabu, 21/1/2026. Salah satu orang tua murid SMPN 2 Sumber mengungkapkan pada awak media bahwa Surat tersebut diduga menjadi bentuk pungutan liar (pungli) yang memicu protes dari para orang tua siswa, di mana isi surat menyebutkan, Jadwal Nobar Penguatan Pendidikan Karakter Sesuai Perpres No 87 Tahun 2017 Melalui media Film “*CYBER BULLYING*” Dimana Program PPK ini di Dukung dan Di Himbau Oleh Pejabat : – Kapolri – Mentri Komunikasi dan Digital – Wakil Mentri Ekonomi Kreatif – Wakil Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, SMPN 2 SUMBER akan melaksanakan Nobar pada hari Sabtu, 24 Jan 2026, Jam Tayang 13:0, bioskop yang di pilih CGV TRANSMART, dengan Harga Tiket 35.000/siswa. Bahkan panitia nobar sudah menjadwalkan uang tiket H-2 akan datang ke sekolah untuk Pengambilan uang tiket (Barin Sudinta). Prihal Nobar Sifatnya tdk wajib, namun himbauan yg bersifat positif, ada beberapa orang tua siswa menilai kebijakan itu tidak tepat “Saya tidak setuju dan belum membayar. Lebih baik uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau mau nonton bareng, seharusnya diadakan saja di sekolah,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya. Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa menemui kepala SMPN 2 Sumber, karena sedang tidak ada di sekolah. (Tim Infestigasi)