HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                        Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran kepolisian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Personel Polsek Danau Panggang melaksanakan patroli dialogis sekaligus sosialisasi Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang pencegahan karhutla kepada masyarakat, Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WITA tersebut menyasar warga Desa Danau Panggang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten HSU. Sosialisasi dilaksanakan sebagai bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Danau Panggang mengedepankan pendekatan dialogis kepada masyarakat. Petugas juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari ancaman karhutla. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Briptu Willy RS dan Bripda Yudhistira A dengan menggunakan satu unit kendaraan roda empat Polsek Danau Panggang. Selain menyampaikan sosialisasi mengenai karhutla, patroli dialogis juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara polisi dan warga serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Polsek Danau Panggang juga terus mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya. Kegiatan berlangsung dengan lancar. Selama pelaksanaan, situasi di wilayah hukum Polsek Danau Panggang dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Alternatif Judul SEO Cegah Karhutla di HSU, Polsek Danau Panggang Sosialisasikan Maklumat Kapolda kepada Warga Polsek Danau Panggang Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Karhutla di Desa Danau Panggang Antisipasi Karhutla, Polisi Sasar Warga Desa Danau Panggang dalam Patroli Dialogis Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla, Polsek Danau Panggang Turun Langsung ke Masyarakat Polsek Danau Panggang Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla melalui Patroli dan Sosialisasi (Agus)

AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM        Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Rabu (23/9/2026) siang. Petugas gabungan bersama masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman setelah menerima laporan mengenai titik panas di kawasan tersebut. Kegiatan monitoring dan pemadaman berlangsung mulai sekitar pukul 13.45 WITA. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,4 hektare atau 4.000 meter persegi. Informasi awal mengenai kebakaran diterima dari warga setempat. Petugas kemudian mendatangi lokasi berdasarkan titik koordinat yang teridentifikasi memiliki satu titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium berdasarkan pantauan satelit SNPP-NASA. Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan kondisi lahan sekaligus berkoordinasi dengan BPBD, aparatur setempat, serta masyarakat. Upaya pemadaman selanjutnya dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api meluas. Pemadaman melibatkan unsur kepolisian, tim Posko Gabungan, Masyarakat Peduli Api (MPA), gabungan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) HSU, relawan, serta warga. Peralatan pemadaman yang digunakan antara lain alkon milik kepolisian, peralatan BPK, dan perlengkapan dari BPBD. Lahan Gambut dengan Vegetasi Semak dan Sagu Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa lokasi kebakaran merupakan kawasan lahan gambut yang relatif lembap. Vegetasi di area tersebut terdiri atas semak belukar, bondong, serta tanaman sagu atau rumbiyah. Berdasarkan hasil ground check, kawasan tersebut merupakan areal penggunaan lain (APL). Kondisi lahan gambut menjadi salah satu perhatian petugas karena titik api perlu dipastikan benar-benar padam dan tidak kembali menyala dari bagian bawah permukaan tanah. Petugas bersama unsur terkait kemudian melakukan pembasahan setelah api berhasil dikendalikan. Sekitar pukul 15.00 WITA, api dilaporkan sudah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pembasahan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Mengenai penyebab kebakaran, hingga kegiatan pemadaman selesai, belum dapat dipastikan. Informasi mengenai penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan. Penanganan karhutla tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara aparat, pemerintah daerah, relawan, masyarakat, dan unsur pemadam dalam merespons laporan kebakaran secara cepat. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, maupun indikasi kebakaran lahan di wilayah sekitarnya agar dapat segera ditindaklanjuti dan mencegah api meluas. (Agus)

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                      Polsek Sungai Pandan, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus meningkatkan kegiatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) melalui patroli dialogis dan sambang warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (21/9/2026) pukul 10.00 hingga 11.00 Wita di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan, dengan menyasar warga Desa Rantau Bujur Tengah, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam kegiatan itu, personel Polsek Sungai Pandan juga menyampaikan sosialisasi terkait Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Patroli dilakukan sebagai bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), sekaligus menjadi upaya kepolisian untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan. Dua personel Polsek Sungai Pandan, yakni Bripka Aribowo dan Brigadir Ismail, turun langsung melaksanakan patroli menggunakan satu unit kendaraan roda empat. Selain menyampaikan imbauan mengenai karhutla, patroli dialogis tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dengan warga serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Polsek Sungai Pandan menyebut kegiatan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi tindak kejahatan serta menghadirkan polisi di tengah masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan dilaporkan berjalan aman dan kondusif. Kegiatan patroli dialogis dan sambang warga diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Danau Panggang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Minggu, 20 September 2026, personel Polsek Danau Panggang melaksanakan patroli dialogis sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di Desa Manarap Hulu, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya memasuki periode yang rawan terjadinya kebakaran. Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Warga juga diajak untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi atau kejadian kebakaran. Selain berdialog dengan masyarakat, personel Polsek Danau Panggang juga melakukan pemasangan spanduk imbauan terkait pencegahan Karhutla di lokasi yang dianggap strategis. Dua personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Brigpol Becklin Sidea dan Bripda M. Aldi Rahman. Patroli dilaksanakan menggunakan satu unit kendaraan roda dua dinas Polsek Danau Panggang. Kapolsek Danau Panggang melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya pencegahan sejak dini dengan melibatkan masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai larangan membakar hutan dan lahan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kawasan yang berpotensi menjadi lokasi rawan Karhutla. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran. Patroli dialogis juga menjadi sarana bagi personel kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, menyerap informasi serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Danau Panggang. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Manarap Hulu dan sekitarnya dilaporkan berjalan aman, lancar, dan kondusif. Polsek Danau Panggang mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi terjadinya kebakaran. (Agus)

Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews.com  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Minggu (20/9/2026) sore. Peristiwa tersebut terpantau setelah adanya informasi titik panas atau hotspot di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Petugas kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan upaya pemadaman. Berdasarkan hasil ground check, titik karhutla berada di kawasan Muara Tapus RT 3. Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan kondisi lembap dan ditumbuhi semak belukar, bondong, serta rotan. Informasi dari masyarakat setempat menyebutkan, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 15.20 Wita. Petugas bersama tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Dalam penanganan tersebut, personel Polsek Amuntai Tengah berkoordinasi dengan BPBD, aparatur desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta warga setempat. Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan Alkon milik Polri dan BPBD. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 0,2 hektare atau 2.000 meter persegi. Kawasan tersebut tercatat sebagai area penggunaan lain (APL). Upaya pemadaman membuahkan hasil. Sekitar pukul 16.00 Wita, api berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan proses pembasahan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah sekitar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penanganan karhutla tersebut melibatkan unsur kepolisian, BPBD, MPA, relawan, aparatur desa, dan masyarakat. Kolaborasi lintas unsur ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah kebakaran meluas, khususnya pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut. (Agus)

Amuntai Utara, Bidik-kasusnews.com              Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Polsek Amuntai Utara menggelar patroli dialogis sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 Wita dengan menyasar masyarakat di Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU. Dalam kegiatan itu, personel Polsek Amuntai Utara tidak hanya melakukan patroli sambang, tetapi juga berdialog langsung dengan warga. Petugas menyampaikan imbauan mengenai bahaya dan dampak yang dapat ditimbulkan akibat pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Selain memberikan sosialisasi secara langsung, petugas turut membagikan Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar warga memahami larangan pembakaran lahan serta ikut berperan dalam mencegah munculnya titik api. Patroli dilaksanakan oleh empat personel, yakni Aiptu Ferry, Aiptu A.M. Ansari, Aipda Sri Sugiarto, dan Brigadir Erry Dian Saputra. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan dua unit kendaraan roda dua Bhabinkamtibmas Polsek Amuntai Utara. Kapolsek Amuntai Utara melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi karhutla. Pencegahan dinilai perlu dilakukan sejak dini dengan membangun kepedulian bersama, terutama di lingkungan yang memiliki potensi terjadinya kebakaran lahan. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat,” demikian inti laporan kegiatan Polsek Amuntai Utara. Dari hasil kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla selama pelaksanaan patroli. Patroli dialogis dan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Amuntai Utara. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com      Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah Kota Bandar Lampung, Tim Siaga Karhutlah Kodim 0410/KBL bersama Babinsa melaksanakan apel pengecekan personel dan latihan pengoperasian mobil pemadam kebakaran (damkar), Jumat (19/9/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari penunjang kesiapan gerak Kodim 0410/KBL dalam membantu warga, khususnya bila terjadi kebakaran. Apel pengecekan diikuti 12 personel yang terbagi dalam dua kendaraan operasional. Usai apel, personel melaksanakan latihan pengoperasian mobil damkar, meliputi pengecekan mesin, pompa air, selang, nozzle, teknik penyemprotan, manuver kendaraan, komunikasi tim, hingga prosedur keselamatan. Latihan ini juga untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan, lahan, dan permukiman, serta mempercepat respons bila masyarakat membutuhkan bantuan. Dantim 1 Pelda Supranoto menyampaikan bahwa latihan ini menekankan kesiapan personel dan materiel. “Kami ingin memastikan setiap personel mampu mengoperasikan mobil damkar dengan cepat, tepat, dan aman. Kesiapsiagaan ini demi warga,” ujarnya. Senada, Dantim 2 Serka Fikri menambahkan, latihan rutin menjadi kunci agar Tim Siaga Karhutlah Kodim 0410/KBL selalu siap bergerak. “Dua unit kendaraan kami cek dan latih secara berkala. Harapannya, saat terjadi kebakaran, bantuan bisa segera diberikan,” katanya. Kegiatan ini dilaporkan kepada Komandan Kodim 0410/KBL melalui Pa Jaga, dengan tembusan Kasdim 0410/KBL, Pa Staf Kodim 0410/KBL, dan Danramil jajaran Kodim 0410/KBL. Dokumentasi kegiatan terlampir. Dengan latihan ini, Kodim 0410/KBL menegaskan komitmennya memperkuat kesiapsiagaan wilayah, khususnya dalam mendukung tugas siap gerak membantu masyarakat saat terjadi kebakaran. (Agus)

AMUNTAI – Bidik-kasusnews.com            Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Tapus Dalam RT 04, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (18/9/2026) malam. Api yang membakar area semak belukar tersebut berhasil dipadamkan setelah petugas bersama sejumlah pihak melakukan penanganan di lokasi. Kebakaran diketahui setelah adanya informasi mengenai titik panas atau hotspot di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan. Petugas kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 18.40 WITA untuk melakukan pengecekan langsung sekaligus penanganan terhadap titik api. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut dengan kondisi relatif lembap. Vegetasi di area tersebut didominasi semak belukar, bondong, dan purun. Dari keterangan Kepala Desa Tapus Dalam, api diketahui mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WITA. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan memiliki ukuran sekitar 40 x 50 meter. Dalam proses penanganan, personel Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Sungai Pandan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparatur desa, relawan peduli api, serta masyarakat setempat. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama menggunakan mesin pemadam portabel. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul di sekitar lokasi. Setelah dilakukan penanganan, api dilaporkan berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WITA. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penanganan karhutla tersebut berlangsung dengan melibatkan unsur kepolisian, BPBD, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya. (Agus)

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Sungai Binuang RT 2, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Jumat (18/9/2026). Mendapat informasi dari masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA), personel gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan kebakaran. Pemadaman berlangsung sekitar pukul 13.30 hingga 17.00 WITA. Tim yang terlibat terdiri dari personel Polsek Amuntai Utara yang dipimpin Kapolsek Amuntai Utara Ipda Alamsyah, S.H., Satgas Karhutla Polres HSU, personel Kodim 1001 HSU-BLG, Koramil 1001-06 Amuntai Utara, Posko Karhutla Kabupaten HSU, relawan BPK Sungai Binuang, serta masyarakat setempat. Sesampainya di lokasi, petugas melakukan koordinasi dengan unsur TNI, BPBD, pemerintah desa dan warga sebelum bersama-sama melakukan pemadaman di sejumlah titik yang masih terdapat api. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Lahan tersebut merupakan kawasan yang dimanfaatkan untuk perkebunan dan pertanian, dengan vegetasi berupa pohon karet, tanaman padi, bambu, serta daun-daun kering. Api diketahui muncul di beberapa titik dengan nyala yang relatif kecil. Berdasarkan keterangan masyarakat, kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA. Lokasi kebakaran berada sekitar 100 meter dari permukiman warga dan terpisahkan oleh sungai. Sementara itu, akses menuju titik kebakaran berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Dalam proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari sungai yang berjarak kurang lebih 150 meter dari lokasi. Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh personel gabungan dan warga untuk memastikan api tidak kembali menyebar. Petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi di lapangan. Berdasarkan laporan ground check, titik koordinat lokasi berada pada -2.364982, 115.257937. Meski demikian, titik panas atau hotspot di lokasi tersebut tidak terdeteksi melalui aplikasi Sipongi. Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Tidak ada pihak yang dinyatakan sebagai pelaku dalam laporan tersebut. Setelah dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WITA. Kapolsek Amuntai Utara bersama unsur terkait terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan berdekatan dengan lahan pertanian maupun perkebunan. Penanganan secara cepat dan sinergis antara aparat, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas dan mengurangi risiko kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan maupun permukiman warga. (Agus)

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM                            Dua titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Rabu (16/9/2026). Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polres Hulu Sungai Utara bersama Polsek Banjang bergerak melakukan pemadaman dan pembasahan untuk mencegah api meluas. Kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berlangsung sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WITA. Pemadaman dipimpin langsung Kasat Samapta Polres HSU AKP Sutopo bersama Kapolsek Banjang Fajar Hendratmo, S.H., serta sejumlah personel Samapta dan Polsek Banjang. Petugas terlebih dahulu mendatangi lokasi yang terindikasi terdapat titik panas, kemudian berkoordinasi dengan BPBD HSU, aparatur desa, serta masyarakat setempat. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama menggunakan pompa portable milik Samapta Polres HSU. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, terdapat dua titik hotspot di kawasan tersebut dengan perkiraan luas lahan yang terbakar sekitar 2 hektare. Lokasi merupakan lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar, bondong, dan purun. Data hotspot yang menjadi dasar penanganan berasal dari pemantauan NASA-NOAA20 dan NASA-SNPP pada 16 September 2026. Kedua titik tersebut berada di wilayah Desa Beringin, Kecamatan Banjang, dengan tingkat kepercayaan kategori medium. Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi. Meski demikian, upaya pemadaman dan pembasahan tetap dilakukan untuk memutus penyebaran api serta mencegah perluasan area yang terbakar. Dari keterangan masyarakat setempat, api disebut mulai terlihat sejak Selasa (15/9/2026). Namun, penyebab pasti terjadinya kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Petugas memastikan kegiatan penanganan karhutla berjalan aman dan kondusif. Upaya pemadaman juga dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. Polres Hulu Sungai Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya karhutla kepada petugas terkait. (Agus)