HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                          Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polsek Danau Panggang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui patroli dialogis dan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Manarap, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten HSU. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (5/10/2026) mulai sekitar pukul 11.30 Wita hingga selesai. Dua personel Polsek Danau Panggang, yakni Brigpol Becklin Sidea dan Bripda M. Aldi Rahman, diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga berdialog langsung dengan warga. Masyarakat diberikan imbauan mengenai bahaya Karhutla serta larangan melakukan pembakaran hutan dan lahan yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Sebagai bagian dari sosialisasi, personel Polsek Danau Panggang juga melakukan pemasangan spanduk berisi imbauan terkait pencegahan Karhutla. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi kebakaran sejak dini. Patroli juga menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memetakan wilayah atau areal yang berpotensi rawan terjadi kebakaran serta melihat kesiapan sumber daya yang dapat digunakan dalam penanganan apabila terjadi Karhutla. Kapolsek Danau Panggang melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan bersama. Pencegahan Karhutla dinilai membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Selain mengantisipasi Karhutla, kehadiran personel di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Danau Panggang. Selama kegiatan berlangsung, patroli dialogis dan sosialisasi berjalan lancar. Situasi di wilayah hukum Polsek Danau Panggang terpantau aman dan terkendali. Polsek Danau Panggang mengimbau masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya. (Agus)

AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM            Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Selasa (6/10/2026) siang. Kebakaran diketahui sekitar pukul 12.00 WITA setelah adanya informasi dari masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Amuntai Utara bersama unsur TNI, BPBD, Posko Karhutla Kabupaten HSU, relawan BPK, serta warga setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Kapolsek Amuntai Utara IPDA Alamsyah, S.H., bersama lima personel turut terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Tim gabungan kemudian melakukan koordinasi dengan BPBD, personel Koramil 1001-06 Amuntai Utara, aparatur desa, dan masyarakat sebelum melaksanakan pemadaman. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan area penggunaan lain (APL) dengan vegetasi berupa pohon rumbia. Lahan tersebut diketahui memiliki fungsi sebagai kawasan perkebunan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,03 hektare. Api dilaporkan menyebar di beberapa titik dengan nyala yang cukup besar dan membakar pohon-pohon rumbia di lokasi. Salah satu perhatian petugas adalah jarak titik kebakaran yang hanya sekitar 10 meter dari permukiman warga. Sementara itu, akses menuju titik kebakaran berjarak sekitar 50 meter dari jalan raya. Untuk mendukung proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari Sungai Tabalong yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 13.30 WITA. Petugas menyebut penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Berdasarkan pengecekan lapangan, titik panas tersebut juga tidak terdeteksi pada aplikasi Sipongi. Tidak ada pelaku yang teridentifikasi dalam penanganan awal kejadian tersebut. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com        Sinergi antara Babinsa dan masyarakat kembali ditunjukkan dalam penanganan darurat kebakaran lahan kosong di Bukit Sepagoh, Jl. Zulkarnain Sumbing RT 07 LK 2, Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Senin (5/10/2026). Babinsa Kelurahan Sukarame 2, Serka Novriadi A.S., dari Koramil 410-03/TBU, bergerak cepat setelah menerima laporan dari Ketua RT 07 LK 2 pada pukul 14.14 WIB bahwa telah terjadi kebakaran di lahan kosong milik Bapak Edi dengan luas kurang lebih 4.000 m². Kebakaran diduga dipicu oleh faktor alam. Tanpa menunggu lama, Babinsa langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandar Lampung. Pada pukul 14.20 WIB, dua unit mobil Damkar tiba di lokasi dan segera melakukan pemadaman. Berkat kerja sama yang solid antara Babinsa, petugas Damkar, Lurah, serta warga masyarakat, api berhasil dipadamkan pada pukul 15.20 WIB. Hingga pukul 15.35 WIB, Babinsa masih melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Hadir di lokasi kejadian: Camat Teluk Betung Barat, Lurah Sukamaju, Anggota Kodim 0410/KBL, Petugas Damkar Kota Bandar Lampung, Kaling/RT dan Linmas, Masyarakat setempat Kegiatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menghadapi situasi darurat. Babinsa tidak hanya bertugas sebagai pengawas wilayah, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. (Agus)  

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com          Sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat kembali ditunjukkan dalam aksi cepat tanggap penanganan kebakaran lahan kosong di wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur. Babinsa Koramil 0410/KBL bersama aparat terkait dan warga setempat bahu-membahu berjibaku memadamkan api yang melalap lahan kosong di Jalan RE Martadinata, RT 03 LK 1, Kelurahan Way Tataan, Jumat (2/10/2026) sore. Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut bermula ketika warga melihat kepulan asap dan api yang berasal dari arah belakang rumah di sebuah bukit kecil. Lahan kosong milik Bapak Hendrik dan Hendarmin itu diduga kuat terbakar akibat cuaca panas ekstrem yang membuat rumput kering di lokasi mudah tersulut api. Menghadapi situasi tersebut, warga bersama pemuda setempat tidak tinggal diam. Mereka melakukan upaya pemadaman awal secara manual menggunakan ember berisi air. Tak berselang lama, Babinsa dan aparat terkait tiba di lokasi (TKP) untuk mengoordinasikan evakuasi dan pemadaman. “Kami langsung menuju lokasi begitu mendapat laporan. Fokus utama kami adalah memastikan api tidak merembet ke pemukiman warga karena angin cukup kencang,” ujar Babinsa di sela-sela proses pendinginan (cooling). Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandar Lampung bergerak cepat dengan mengerahkan 3 unit mobil pemadam serta dibantu unit dari Teluk Betung Timur. Setelah melalui perjuangan keras selama kurang lebih 40 menit, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.40 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 400 meter persegi dari total area 1 hektar. Berkat kesigapan semua pihak, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa ini. Situasi saat ini dilaporkan aman dan terkendali. Babinsa bersama aparat terkait saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com          Kebakaran melanda lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di kawasan perbukitan milik PT Buleza, Jalan P. Tirtayasa RT 01 LK 3, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Kamis (1/10/2026). Api membakar area semak belukar dengan luas sekitar 300 meter persegi. Kondisi medan yang berada di perbukitan dan tidak dapat dijangkau kendaraan membuat proses pemadaman dilakukan secara manual oleh personel Babinsa bersama aparat terkait, Linmas, aparatur kelurahan, serta masyarakat setempat. Kebakaran pertama kali diketahui oleh Hambali (41), warga Perumahan Sabah Balau Indah, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, saksi melihat kepulan asap berasal dari arah perbukitan. Setelah menerima laporan, Babinsa Kelurahan Sukabumi segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Di lokasi, Babinsa bersama Akhbar selaku Parhendra RT 01, Jimmy, anggota Linmas, dan warga bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia. Titik api diketahui berada sekitar 500 meter dari kaki bukit. Akses yang terbatas membuat kendaraan tidak dapat mendekati lokasi kebakaran sehingga petugas dan warga harus berjalan menuju titik api dan melakukan pemadaman secara manual. “Karena medan yang sulit dan tidak ada akses kendaraan, kami bersama warga melakukan pemadaman secara manual. Alhamdulillah, api dapat dikendalikan,” ujar Babinsa di lokasi kejadian. Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah dilakukan penanganan bersama, api berhasil dikendalikan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman, tertib, dan lancar. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Petugas juga telah mendata identitas serta meminta keterangan sejumlah saksi sebagai bagian dari penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. Mengenai penyebab kebakaran, hingga saat ini belum dapat dipastikan. Berdasarkan keterangan pelapor, terdapat dugaan bahwa api dapat berkaitan dengan aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah, puntung rokok, atau sumber api lainnya. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Kebakaran lahan di kawasan perbukitan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani, terlebih ketika kondisi vegetasi kering. Selain mengancam lingkungan sekitar, asap dari kebakaran juga dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas udara masyarakat. Babinsa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, termasuk membakar sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api di area yang rawan terbakar. Upaya pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat juga diharapkan terus dilakukan guna mengantisipasi kebakaran lahan serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (Agus)

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Palimbang Sari, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026) siang. Tim gabungan dari kepolisian, BPBD, TNI, relawan serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Kebakaran diketahui setelah adanya informasi dari warga dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres HSU bersama Polsek Amuntai Utara dan BPBD Kabupaten HSU mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan. Pemadaman dipimpin Wakapolres HSU Kompol Matnur, S.H., M.M., bersama Kasat Samapta Polres HSU AKP Sutopo dan Kapolsek Amuntai Utara Ipda Alamsyah, S.H. Kegiatan tersebut turut melibatkan personel Koramil 1001-06 Amuntai Utara, Tim Posko Karhutla Kabupaten HSU, Satgas Karhutla Polres HSU, BPBD HSU, relawan BPK serta warga Desa Palimbang Sari. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kebakaran berada pada titik koordinat -2.393276, 115.241521. Lahan yang terbakar merupakan area penggunaan lain (APL) dengan vegetasi berupa semak belukar dan berada di kawasan yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 1 hektare. Menurut keterangan masyarakat, api mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA. Saat petugas tiba di lokasi, api ditemukan menyebar di beberapa titik dengan kobaran yang relatif kecil dan membakar vegetasi semak belukar. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 750 meter dari permukiman penduduk. Sementara itu, akses menuju titik kebakaran berjarak kurang lebih 700 meter dari jalan raya sehingga proses penanganan memerlukan dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman. Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas menggunakan dua unit mobil tangki. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh personel gabungan, dibantu relawan BPK dan masyarakat sekitar. Hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan titik panas tersebut tidak terdeteksi pada aplikasi SIPONGI. Meski demikian, petugas tetap melakukan penanganan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan meluas ke area lain. Setelah dilakukan pemadaman dan pengecekan di sejumlah titik, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WITA. Hingga kegiatan pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab munculnya api. Petugas juga melakukan koordinasi dengan BPBD, TNI, aparatur desa dan masyarakat sebagai bagian dari upaya penanganan serta pencegahan meluasnya kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Haur Gading. Penanganan bersama tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar kebakaran lahan tidak mendekati kawasan permukiman dan tidak berkembang menjadi karhutla yang lebih luas. (Agus)

AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM          Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Selasa (29/9/2026). Laporan mengenai kebakaran tersebut diterima dari masyarakat. Menindaklanjuti informasi itu, tim gabungan Posko Siaga Karhutla Kabupaten HSU bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan titik api. Tim yang terlibat terdiri dari TRC-Pusdalops BPBD Kabupaten HSU, TNI, Polri/Polres HSU, Damkar HSU, tim kesehatan PSC HSU, serta masyarakat sekitar. Tim berangkat dari Posko Siaga Karhutla sekitar pukul 13.15 WITA. Setelah tiba di lokasi, proses pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 13.35 WITA. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1,04 hektare. Dari area tersebut, tim berhasil melakukan pemadaman pada sekitar 0,78 hektare lahan. Lahan yang terdampak merupakan area dengan vegetasi semak belukar dan jenis tanah gambut. Status lahan berdasarkan hasil pendataan disebut sebagai area penggunaan lain (APL). Petugas menggunakan satu unit kendaraan pikap milik BPBD HSU yang dilengkapi mesin pompa portabel, empat selang, dua peralatan pemadaman manual, serta perlengkapan pendukung lainnya. Dalam proses pemadaman, sejumlah titik api berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih menemukan beberapa bagian yang sulit dijangkau dan mengeluarkan asap sehingga tetap memerlukan pemantauan serta penanganan lanjutan. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 12 kilometer dari titik keberangkatan tim. Adapun titik koordinat lokasi tercatat pada -2.417865, 115.337624. Hingga kegiatan penanganan berlangsung, tidak dilaporkan adanya kendala berarti di lapangan. Proses pemadaman berjalan aman, lancar, dan tertib. Penanganan karhutla tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam mengantisipasi dan menangani kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara selama masa siaga karhutla tahun 2026. Tim gabungan terus melakukan penanganan terhadap titik yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah api kembali meluas ke area lainnya. (Agus)

AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM        Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Palimbang Sari, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Selasa (29/9/2026). Informasi mengenai kebakaran tersebut diterima dari masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Amuntai Utara bersama Tim Posko Karhutla Kabupaten HSU, relawan BPK, serta warga setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Kapolsek Amuntai Utara IPDA Alamsyah, S.H. bersama anggotanya turut berada di lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan sekaligus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, aparatur desa, dan masyarakat. Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan, kebakaran terjadi pada lahan berstatus APL dengan vegetasi berupa tanaman padi, bambu, serta semak belukar. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Api diketahui muncul di sejumlah titik dengan kobaran relatif kecil dan membakar semak belukar. Berdasarkan keterangan warga, api mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA. Lokasi kebakaran berada sekitar 500 meter dari permukiman penduduk. Sementara akses dari jalan raya menuju titik kebakaran berjarak kurang lebih 450 meter. Dalam proses pemadaman, tim gabungan memanfaatkan sumber air dari kolam ikan milik warga yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi. Pemadaman juga didukung satu unit mobil tangki. Setelah dilakukan penanganan bersama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WITA. Petugas kemudian melakukan pengecekan kembali untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih menyala. Meski demikian, berdasarkan hasil pengecekan, titik panas atau hotspot tidak terdeteksi melalui aplikasi SiPongi. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait asal mula kebakaran dan belum menetapkan adanya pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Kegiatan penanganan karhutla berakhir setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman. Pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api, terutama pada area yang sebelumnya terbakar. (Agus)

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Panawakan, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Minggu (27/9/2026). Kebakaran diketahui setelah adanya informasi dari masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus upaya pemadaman. Kapolsek Amuntai Utara IPDA Alamsyah, S.H., bersama personel Polsek Amuntai Utara, Satgas Karhutla Polres HSU, personel Kodim 1001 HSU-BLG, Koramil 1001-06 Amuntai Utara, Posko Karhutla Kabupaten HSU, serta warga setempat terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kebakaran terjadi pada lahan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) dengan vegetasi berupa pohon karet, bambu, dan semak belukar. Lahan tersebut diketahui dimanfaatkan untuk perkebunan dan pertanian. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Api dilaporkan muncul di beberapa titik dan sempat membesar akibat membakar material berupa daun-daun kering. Menurut keterangan masyarakat, api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 WITA. Lokasi kebakaran berjarak kurang lebih 500 meter dari permukiman warga, sementara akses menuju titik kebakaran dari jalan raya sekitar 450 meter. Kondisi medan dan jarak sumber air yang mencapai sekitar 500 meter dari lokasi turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Petugas menggunakan peralatan pemadam manual berupa kepyok atau gepyok api serta melakukan upaya memutus aliran api agar tidak merambat ke area lainnya. Setelah dilakukan penanganan secara bersama-sama, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WITA. Menariknya, berdasarkan hasil pengecekan petugas, titik panas di lokasi tersebut tidak terdeteksi pada aplikasi Sipongi. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan langsung di lapangan sebagai langkah penanganan dan pencegahan meluasnya kebakaran. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas juga masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran. Polisi bersama unsur terkait mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada area yang terdapat tumpukan daun kering dan vegetasi yang mudah terbakar. Penanganan karhutla tersebut menjadi bagian dari upaya bersama aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah kebakaran meluas serta melindungi permukiman dan lahan di sekitar lokasi kejadian. (Agus)

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                        Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran kepolisian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Personel Polsek Danau Panggang melaksanakan patroli dialogis sekaligus sosialisasi Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang pencegahan karhutla kepada masyarakat, Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WITA tersebut menyasar warga Desa Danau Panggang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten HSU. Sosialisasi dilaksanakan sebagai bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Danau Panggang mengedepankan pendekatan dialogis kepada masyarakat. Petugas juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari ancaman karhutla. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Briptu Willy RS dan Bripda Yudhistira A dengan menggunakan satu unit kendaraan roda empat Polsek Danau Panggang. Selain menyampaikan sosialisasi mengenai karhutla, patroli dialogis juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara polisi dan warga serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Polsek Danau Panggang juga terus mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya. Kegiatan berlangsung dengan lancar. Selama pelaksanaan, situasi di wilayah hukum Polsek Danau Panggang dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Alternatif Judul SEO Cegah Karhutla di HSU, Polsek Danau Panggang Sosialisasikan Maklumat Kapolda kepada Warga Polsek Danau Panggang Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Karhutla di Desa Danau Panggang Antisipasi Karhutla, Polisi Sasar Warga Desa Danau Panggang dalam Patroli Dialogis Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla, Polsek Danau Panggang Turun Langsung ke Masyarakat Polsek Danau Panggang Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla melalui Patroli dan Sosialisasi (Agus)