Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kondisi sebagian besar lahan pertanian yang masih tergenang air menjadi tantangan dalam pengembangan tanaman jagung di wilayah Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Meski demikian, jajaran Polsek Amuntai Selatan tetap melakukan sosialisasi dan pemantauan untuk mendukung program swasembada jagung serta ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita hingga selesai di Desa Telaga Hanyar, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU.
Sejumlah personel Polsek Amuntai Selatan turun ke lapangan dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu Dedy Setiawan, Aiptu Maryono, Bripka Najib K, dan Bripda Yadi.
Sosialisasi dilakukan untuk mendorong masyarakat, khususnya petani, agar dapat memanfaatkan lahan secara optimal dalam mendukung kemandirian pangan. Program swasembada jagung diharapkan turut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan bahan pangan maupun pakan ternak.
Namun, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Selatan masih dalam kondisi tergenang air. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rencana penanaman jagung dalam beberapa waktu ke depan.
Apabila genangan belum surut, sebagian lahan diperkirakan belum memungkinkan untuk dilakukan penanaman. Karena itu, kondisi debit air dan keadaan lahan menjadi perhatian dalam menentukan langkah selanjutnya.
Jajaran Polsek Amuntai Selatan menyatakan akan terus memonitor perkembangan lahan pertanian serta kondisi genangan air di wilayah tersebut. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk memperoleh gambaran terkini sekaligus menjadi bahan dalam menyusun rekomendasi dan langkah yang dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyampaikan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam mendukung program ketahanan pangan. Petani diharapkan dapat menyampaikan perkembangan kondisi lahannya sehingga berbagai kendala yang muncul dapat diketahui lebih awal.
Dengan pemantauan yang berkelanjutan, program swasembada jagung diharapkan tetap dapat dikawal meskipun menghadapi kendala kondisi lahan. Penyesuaian terhadap situasi di lapangan menjadi penting agar upaya pengembangan pertanian tetap berjalan secara realistis dan sesuai kemampuan lahan.
Untuk menunjang kegiatan, personel menggunakan satu unit kendaraan patroli R4 Polsek Amuntai Selatan serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000.
Selama kegiatan sosialisasi dan pemantauan berlangsung, situasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif.
Polsek Amuntai Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengikuti perkembangan kondisi lahan jagung dan debit air di wilayah hukumnya. Hasil pemantauan selanjutnya akan menjadi bahan laporan dan evaluasi untuk menentukan langkah yang diperlukan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten HSU.
(Agus)