SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM agar berani berkembang dan tidak takut menembus pasar ekspor.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan UMKM yang diikuti berbagai unsur perusahaan, komunitas usaha dan dinas terkait di Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Ayep membuka acara dengan menyapa para tamu undangan dan peserta yang hadir. Ia kemudian membagikan pengalaman pribadinya selama puluhan tahun membangun usaha dari nol hingga mampu menjangkau pasar internasional.
Ayep mengungkapkan dirinya mulai menekuni dunia usaha sejak tahun 1994. Saat itu, ia masih berusia 29 tahun dan berusaha membangun bisnis secara mandiri tanpa latar belakang keluarga pengusaha.
Perjalanan usahanya mulai berkembang ketika berhasil melakukan ekspor perdana pada tahun 1997 ke Jepang. Produk usahanya saat itu masuk ke sejumlah wilayah dan perusahaan di Jepang, termasuk Kawasaki dan Mitsubishi.
“Yang paling penting dalam usaha itu bukan langsung mencari untung besar, tapi membangun koneksi dan relasi,” ujar Ayep, usai membuka acara Sosialisasi Trade Expo Indonesia di Ruper BJB, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut dia menjelaskan, hingga saat ini usaha yang dibangunnya masih berjalan dan sudah menembus pasar 13 negara, termasuk Mesir.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa pelaku UMKM daerah juga memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global.
Lagi-lagi dia mengatakan Sukabumi memiliki potensi besar dalam sektor ekspor. Bahkan saat ini Pemerintah Kota Sukabumi telah melakukan ekspor kopi ke Mesir dan sedang mempersiapkan pembangunan pabrik untuk mendukung pengembangan ekspor daerah.
Dalam kesempatan itu, Ayep juga mendorong para pelaku usaha untuk aktif mengikuti pameran dan kegiatan bisnis. Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman dan jaringan usaha dari berbagai kegiatan yang digelar Kementerian Perdagangan.
“Kalau kita sering hadir di pameran, orang akan mengenal produk dan usaha kita,” katanya.
Selain berbicara soal bisnis, Ayep turut membagikan kisah perjuangannya mendapatkan modal usaha di masa awal merintis usaha. Ia mengaku aktif mendatangi perusahaan dan instansi pemerintah untuk mencari bantuan CSR maupun program dukungan usaha.
Dari upaya tersebut, dirinya berhasil memperoleh bantuan dana mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk mengembangkan usaha.
Menurut Ayep, pelaku UMKM harus memiliki keberanian untuk mencari peluang dan tidak hanya berharap bantuan datang dengan sendirinya.
“Kesempatan itu harus dicari. Jangan diam menunggu,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ayep menyampaikan bahwa saat ini dirinya ingin lebih banyak berbagi pengalaman dan membantu masyarakat dalam memajukan UMKM di Kota Sukabumi. (Usep)