Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Sebuah peristiwa duka berupa tindakan bunuh diri terjadi di Kontrakan 12 Pintu, Jalan Sasonoloyo Gang Wiraswasta 1, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, pada Kamis (21/5/2026) malam. Namun, di tengah musibah ini, kehadiran dan langkah cepat Babinsa Raden Intan dari Koramil 410-04/TKT menjadi sorotan utama. Babinsa tidak hanya sigap mengamankan lokasi, tetapi juga menunjukkan pendekatan humanis yang menenangkan warga. Kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, ketika korban bernama Diah Nor Indah Sari (25) warga Desa Bumi Sari, Kec. Natar, Lampung Selatan, ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidup karena cekcok dengan pacarnya, Nauval, yang gagal mengantarnya menghadiri interview pekerjaan. Begitu menerima laporan, Babinsa Raden Intan bergerak cepat. Bersama unsur TNI lainnya dari Danpos Way Halim, beliau langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengambil langkah-langkah strategis: 1. Pengamanan TKP Secara Cepat: Babinsa langsung mengamankan lokasi untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan serta menjaga keutuhan barang bukti sebelum tim Inafis Polresta Bandar Lampung tiba. 2. Koordinasi Lintas Sektor: Dengan sigap, Babinsa menghubungi dan berkoordinasi dengan aparat terkait, Camat Way Halim, Lurah Gunung Sulah, serta linmas setempat. Sinergi ini memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. 3. Pendampingan Keluarga dan Saksi: Babinsa turut mendampingi penjaga kontrakan (M. Yusuf) dan pacar korban (Nauval) saat dimintai keterangan, memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan tidak mengalami tekanan psikologis lebih lanjut. 4. Pengumpulan Barang Bukti yang Tepat: Bersama aparat kepolisian, Babinsa membantu memastikan barang bukti berupa KTP, handphone korban, serta tali plastik yang digunakan dikelola dengan baik untuk proses hukum dan autopsi. Hingga pukul 20.45 WIB, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif. Jenazah korban saat ini berada di RS Bhayangkara menunggu kedatangan pihak keluarga untuk proses autopsi. Babinsa Raden Intan terus berada di lokasi hingga situasi benar-benar pulih, memberikan rasa aman bagi warga sekitar. “Kehadiran Babinsa sangat membantu. Beliau tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menenangkan warga yang kaget dan sedih. Kami melihat langsung profesionalisme TNI di lapangan,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Komandan Kodim 0410/KBL melalui jajaran Koramil 410-04/TKT memberikan apresiasi tinggi kepada Babinsa Raden Intan. “Ini bukti nyata bahwa Babinsa adalah garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, bahkan dalam situasi darurat sekalipun. Cepat, tepat, dan humanis,” demikian isi apresiasi yang disampaikan secara internal. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com, Aparat kewilayahan dari Koramil 410-04/TKT, Serma Selamet (Babinsa Kalibalau Kencana), menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Jumat dini hari (22/05/2026), Serma Selamet turut serta memonitoring langsung aksi penggerebekan tempat praktik prostitusi terselubung (open BO) oleh warga di wilayah Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian. Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB di sebuah rumah kos milik Bapak Izul, yang beralamat di Jalan P. Antasari Gang Waru 1, RT 01 LK 3, Kelurahan Kalibalau Kencana. Aksi warga ini dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Dalam kegiatan tersebut, Serma Selamet bertindak tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai pengendali lapangan yang memastikan proses penggerebekan berjalan tanpa anarkis. Kehadirannya memberikan rasa aman bagi warga yang bertindak, sekaligus mencegah terjadinya main hakim sendiri. Babinsa Serma Selamet juga aktif berkoordinasi langsung dengan aparat terkait lainnya di lokasi kejadian. Berkat kecepatan dan ketenangan Serma Selamet dalam memonitoring situasi, seluruh proses pengamanan dan evakuasi terduga pelaku dapat berlangsung kondusif. Tidak terjadi benturan berarti antara warga dan pihak yang digerebek. Dari penggerebekan tersebut, warga bersama aparat yang hadir berhasil mengamankan lima orang terduga, terdiri dari: · Empat orang perempuan yang diduga sebagai pekerja open BO. · Satu orang laki-laki yang diduga sebagai mucikari atau pelanggan. Kelima terduga berikut barang bukti langsung dibawa ke Polsek setempat (Polsek Tkt) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berikut identitas keempat wanita yang diamankan: 1. Aquila Rahma (TTL: Gisting, 01-11-2005), alamat Tanggamus. 2. Dewi Inriyani (TTL: Bakauheni, 03-05-1996), alamat Bakauheni, Lampung Selatan. 3. Sastri Hapsari (TTL: Kota Agung, 24-04-2003), alamat Desa Suoh, Kota Agung. 4. Liana Wati (TTL: Tanjung Karang, 05-10-1994), alamat Enggal, Bandar Lampung. Dalam kegiatan monitoring ini, Serma Selamet didampingi oleh unsur aparat terkait (sebagai pengganti istilah Bhabinkamtibmas), serta tokoh masyarakat setempat, yaitu: · Kepala Lingkungan (Kaling) 3 · Ketua RT 01 LK 3 · Warga setempat Kerja sama yang solid antara Babinsa, aparat terkait, dan warga menjadi kunci suksesnya penggerebekan ini tanpa menimbulkan korban maupun eskalasi konflik. Situasi Terkini Hingga berita ini dirilis, suasana di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif. Serma Selamet masih berada di lapangan bersama unsur terkait untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari kejadian tersebut. Pihak kepolisian saat ini terus mendalami kasus ini lebih lanjut. Kodim 0410/KBL mengapresiasi langkah cepat dan sigap Serma Selamet beserta aparat terkait dan warga Kalibalau Kencana yang telah bahu-membahu menjaga lingkungan dari praktik maksiat dan gangguan ketertiban umum. (Agus)