JATENG:Bidik-kasusnews.com
JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan anggaran sebesar Rp210,32 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan pada tahun 2026. Nilai tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Jepara.
Anggaran jumbo itu akan digunakan untuk memperbaiki 52 ruas jalan yang tersebar di berbagai kecamatan, termasuk wilayah kepulauan Karimunjawa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.
Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara menunjukkan tren peningkatan anggaran infrastruktur jalan dalam beberapa tahun terakhir. Dari Rp73,39 miliar pada 2021, anggaran terus meningkat hingga mencapai Rp210,32 miliar pada 2026.
Porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk pemeliharaan berkala jalan sebesar Rp168,04 miliar. Sisanya digunakan untuk pembangunan jalan baru, rehabilitasi jembatan, pemeliharaan rutin, hingga penyusunan perencanaan teknis.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peningkatan akses Jalan Damarwulan–Tempur di Kecamatan Keling yang selama puluhan tahun dinantikan warga. Selain itu, pembangunan Jalan Kemujan–Batulawang di Karimunjawa juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat akses menuju kawasan wisata unggulan.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan penggunaan konstruksi beton pada sejumlah ruas jalan dipilih agar lebih kuat menghadapi kendaraan bermuatan berat yang kerap melintas.
Sementara itu, Kepala DPUPR Jepara Hery Yulianto menegaskan bahwa peningkatan anggaran merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Perbaikan jalan tersebut pun mulai dirasakan warga. Selain membuat perjalanan lebih nyaman dan aman, akses yang semakin baik juga dinilai berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi, terutama di kawasan wisata dan sentra perdagangan.(Wely)