PEMALANG, Bidik-kasusnews.com Ribuan masyarakat memadati lapangan Desa Sibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, untuk menyaksikan pagelaran seni Wayang Kulit dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Pertunjukan seni tradisional tersebut berlangsung meriah. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias datang dan memenuhi lokasi acara untuk menikmati kesenian wayang kulit yang menjadi salah satu warisan budaya Nusantara.
Pagelaran menghadirkan dalang Gandik Wayah Sugiono. Dengan kepiawaiannya memainkan karakter dalam cerita pewayangan, pertunjukan semakin menarik perhatian masyarakat. Alunan gamelan yang mengiringi jalannya pagelaran turut menciptakan suasana khas pertunjukan wayang kulit hingga acara berlangsung larut malam.
Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81 sekaligus momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya tradisional.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Ibu Affna, bersama Kepala Desa Sibuyur, Yoyok. Kehadiran keduanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang mengikuti acara dengan penuh antusias.
Ibu Affna dan Kepala Desa Sibuyur Yoyok menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya pagelaran wayang kulit tersebut. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai positif karena tidak hanya menghadirkan hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga keberadaan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.
Pagelaran wayang kulit juga dinilai mampu menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat. Warga dapat menikmati hiburan bersama sekaligus mempererat hubungan sosial dan semangat gotong royong di lingkungan desa.
Antusiasme warga terlihat sepanjang acara. Lapangan Desa Sibuyur dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kepiawaian sang dalang dalam membawakan cerita pewayangan.
Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Sibuyur melalui pagelaran wayang kulit tersebut akhirnya tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan seni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merawat tradisi, memperkuat kebersamaan warga, serta menumbuhkan semangat nasionalisme melalui pelestarian budaya bangsa.
Dengan tetap digelarnya kesenian tradisional di tengah masyarakat, warisan budaya seperti wayang kulit diharapkan dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman.
(Penji Pribana)
