Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com          Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto turun langsung memantau perkembangan lahan jagung binaan Polsek Amuntai Tengah di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Dalam kegiatan tersebut, AKBP Agus Nuryanto didampingi Kapolsek Amuntai Tengah Ipda Sulis. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman jagung yang menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten HSU. Lahan yang dipantau merupakan lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Berkat Usaha yang diketuai Bahri. Area pertanian tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare dan menjadi salah satu lokasi binaan Polsek Amuntai Tengah. Kegiatan monitoring ini sekaligus menjadi bentuk perhatian kepolisian terhadap sektor pertanian dan produktivitas lahan masyarakat. Dengan pemantauan secara langsung, perkembangan tanaman dapat diketahui dan berbagai kendala di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Kapolres HSU bersama jajaran terus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk melalui pendampingan dan pemantauan lahan pertanian yang dikembangkan masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah kelompok tani juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program swasembada pangan di wilayah hukum Polres HSU. Monitoring di Desa Pinangkara tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemantauan lahan jagung di sejumlah lokasi yang dilakukan Kapolres HSU bersama jajaran Polsek Amuntai Tengah. (Agus)

Bidik-kasusnews.com JOMBANG – Pelaksanaan Sidang Tata Tertib (Tatib) Komisi Organisasi dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026), menjadi perhatian sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Sidang yang membahas aturan serta mekanisme penting dalam pelaksanaan Muktamar tersebut berlangsung secara tertutup. Akses menuju lokasi persidangan diperketat, sementara peserta dan warga Nahdliyin yang berada di luar ruangan tidak dapat memantau jalannya pembahasan secara langsung. Tidak tersedianya monitor streaming maupun pengeras suara di sekitar lokasi sidang semakin memunculkan pertanyaan di kalangan sejumlah pengurus NU daerah. Mereka menilai, pembahasan Tata Tertib merupakan tahapan penting karena hasilnya akan menjadi dasar bagi pelaksanaan agenda-agenda Muktamar berikutnya, termasuk mekanisme yang berkaitan dengan proses pemilihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sejumlah peserta yang berada di luar gedung mengaku hanya dapat memperoleh informasi mengenai jalannya sidang dari pihak lain. Kondisi tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai alasan pembahasan Tata Tertib, yang dinilai sangat menentukan jalannya Muktamar, tidak dapat dipantau secara lebih terbuka. Salah seorang pengurus NU asal Riau yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kekecewaannya terhadap pola pelaksanaan sidang tersebut. “Ini sengaja di-setting demikian agar sidang Tatib tidak bisa dipantau oleh pengurus lain,” ujarnya. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan peserta terhadap proses pengambilan keputusan dalam forum tertinggi organisasi NU. Ia menilai, ketika peserta tidak memperoleh akses informasi secara langsung, ruang spekulasi justru akan semakin terbuka. Isu Pengkondisian AHWA Bermunculan Di tengah pelaksanaan Sidang Tatib yang berlangsung tertutup, isu mengenai mekanisme penetapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) juga mulai berkembang di kalangan sejumlah peserta Muktamar. AHWA memiliki peran penting dalam proses pemilihan Rais Aam PBNU. Karena itu, proses penetapan ulama yang nantinya masuk dalam forum tersebut menjadi perhatian serius sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Sejumlah pengurus daerah menyampaikan adanya dugaan pengkondisian terhadap komposisi ulama yang akan masuk dalam jajaran AHWA. Nama KH Miftakhul Akhyar disebut-sebut dalam pembicaraan sejumlah peserta sebagai salah satu figur yang dinilai tengah didorong untuk masuk dalam komposisi AHWA. Di sisi lain, sejumlah peserta juga menyampaikan kekhawatiran mengenai peluang ulama sepuh lainnya, seperti KH Nurul Huda Jazuli dan KH Anwar Mansur, yang menurut mereka harus mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama dalam proses tersebut. Namun demikian, informasi mengenai dugaan pengkondisian AHWA itu hingga kini masih berupa pernyataan dan spekulasi dari sejumlah pengurus NU daerah. Belum ada konfirmasi resmi dari panitia Muktamar, pimpinan Komisi Organisasi, maupun pihak terkait yang membenarkan atau membantah adanya upaya pengkondisian terhadap komposisi AHWA. Salah seorang pengurus NU daerah bahkan mempertanyakan proses demokrasi yang berjalan dalam Muktamar kali ini. “Ini keterlaluan cara berdemokrasi NU yang sudah ditanamkan oleh para Mu’assis NU dan KH Abdurrahman Wahid,” ujarnya. Menurutnya, Muktamar seharusnya menjadi ruang musyawarah yang terbuka dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pihak untuk mengikuti serta memahami proses pengambilan keputusan. Transparansi Jadi Perhatian Peserta Sejumlah pengurus NU daerah berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 tetap menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, demokrasi, dan musyawarah. Mereka menilai transparansi tidak hanya berkaitan dengan apakah sebuah sidang disiarkan secara langsung, tetapi juga menyangkut akses peserta terhadap informasi dan kepastian bahwa seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan organisasi. (Hery: jakarta)

BANDUNG,(FRIC) – Bidik-kasusnews.com,. Dalam rangka HUT Polwan ke-78, Polwan Polda Jawa Barat menggelar “Polwan Goes to School” di Aula/Gedung Serbaguna SMA 8 Bandung, Kamis (27/8/2026), Mengusung tema “Menjadi Remaja yang Aman, Sehat dan Bertanggung jawab”, kegiatan ini diikuti 580 peserta, terdiri dari 540 siswa kelas XI, 20 guru, dan 20 Polwan. Kegiatan dibuka oleh Kepala SMA 8 Bandung, Drs. H. Yudin Wahyudin, M.Pd., bersama Ketua Panitia HUT Polwan ke-78, AKBP Reni Marthaliana, S.H., M.M.Materi disampaikan Kompol M. Dewi Candra, S.H., M.H., Kasubdit Ditres PPA dan PPO Polda Jabar sekaligus Ketua Seksi Acara Edukasi dan Sosialisasi “Polwan Goes to School”. Materi meliputi pengertian dan bentuk kekerasan serta bullying, kekerasan seksual dan kekerasan seksual berbasis elektronik, pemenuhan hak korban, mekanisme penanganan perkara di sekolah maupun kepolisian, serta cara pencegahan dan penanganan kekerasan. Dalam kegiatan tersebut juga disosialisasikan program Rise and Speak dan Jaga Rawat Jawa Barat, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Polwan Polda Jabar turut memberikan plakat dan cendera mata kepada Kepala SMA 8 Bandung serta hadiah kepada para siswa sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polwan Polda Jabar dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada generasi muda. “Melalui Polwan Goes to School, kami mengajak para pelajar untuk mengenali, mencegah, dan berani menyampaikan apabila menemukan kekerasan maupun bullying. Sekolah yang aman membutuhkan kepedulian dan peran bersama,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Jum’at (28/8/2026) Polda Jabar berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar serta mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bertanggungjawab dan bebas dari kekerasan serta bullying. (Asep Rusliman)

BANDUNG,(FRIC), – Bidik-kasusnwes.com,. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 Tahun 2026, jajaran Polwan Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan anjangsana sebagai bentuk kepedulian, perhatian, dan solidaritas kepada personel Polwan yang sedang mengalami sakit. Kamis (27/8/2026). Pada Kegiatan anjangsana tersebut, Polwan Polda Jabar mengunjungi Kompol (Purn.) Rina Winarni di kediamannya di wilayah Antapani, Kota Bandung, yang sedang menjalani pemulihan akibat stroke, serta Brigpol Nova Vilona di Kabupaten Sumedang yang sedang menjalani perawatan akibat gagal ginjal. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pakor Polwan Polda Jabar Kombes Dra. Wiwik Indrawati, A.Pt., MARS., bersama Ketua Panitia HUT Polwan ke-78 AKBP Reny Marthaliana, S.H., M.H., Ketua Seksi Anjangsana AKBP Luki Megawati, S.P., M.M., serta perwakilan Polwan Polda Jabar. Dalam kunjungan tersebut, rombongan memberikan tali asih serta dukungan moril dan motivasi kepada personel yang sedang sakit. Selain itu, para Polwan turut menyampaikan doa dan harapan agar diberikan kesembuhan, kekuatan, serta kesehatan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kegiatan anjangsana ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Polwan ke-78, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan rasa kekeluargaan di lingkungan Polwan. “Kehadiran rekan- rekan sejawat diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan bagi personel yang tengah menghadapi masa pemulihan.” ungkap Kombes Hendra, Jum’at (28/8/2026) Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar Polwan Polda Jawa Barat terus memperkuat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada personel yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Seluruh rangkaian kegiatan anjangsana berlangsung tertib, lancar, dan sesuai dengan rencana. “Semangat kebersamaan dan kepedulian merupakan bagian penting dari keluarga besar Polwan. Melalui anjangsana ini, kami ingin hadir memberikan dukungan, doa, dan semangat bagi rekan-rekan yang sedang sakit,” ujar Kombes Wiwik. (Asep Rusliman) Bandung, 28 Agustus 2026 Dikeluarkan oleh Bidhumas Polda Jabar

Muara Enim, Bidik-kasusnews.com                Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan bersama jajaran Kepolisian melaksanakan kegiatan pemadaman lahan yang terdapat titik api di seputaran Dusun 1, Desa Lembak Sumur, LKT-01 milik PT Pertamina, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Jumat (28/8/2026). Kegiatan penanganan titik api tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran lahan serta meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar. Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah Pejabat Utama (PJU), di antaranya Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H. Dirsamapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, serta Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra. Kehadiran para PJU di lokasi menjadi bentuk keseriusan Polri dalam melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel dan masyarakat. Personel di lapangan bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan pada area yang terdampak guna memastikan titik api dapat dikendalikan serta tidak kembali menyala. Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi antarpersonel serta pihak terkait. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol menegaskan bahwa personel Brimob siap mendukung setiap upaya penanggulangan karhutla di wilayah Sumatera Selatan. “Personel akan terus bergerak cepat dalam menangani setiap titik api. Kami mengutamakan keselamatan masyarakat, personel, serta berupaya agar api tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujarnya. Penanganan karhutla ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pihak diharapkan dapat mempercepat penanganan setiap kejadian kebakaran lahan di wilayah Sumatera Selatan. Kegiatan pemadaman titik api di wilayah Desa Lembak Sumur berlangsung dengan aman dan terkendali. Personel terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dari potensi munculnya kembali titik api. (Agus)