SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat dan sukses kepada Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., terkait pelaksanaan kegiatan Ngabuana 3 yang akan digelar di Lapangan Lodaya Setra, Kecamatan Surade, Kabupaten pada 10–11 Oktober 2026. Pesan disampaikan melalui rekaman video pada Sabtu (3/10/2026), diawali dengan salam khas masyarakat tatar Sunda yakni “Sampurasun. Saya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Salam Mubarokah.” Ali Iskandar menyampaikan perasaan bangga sekaligus turut berbahagia dan mendoakan terselenggaranya kegiatan tahunan tersebut. “Dengan bangga, turut berbahagia, sekaligus turut berdoa serta mengucapkan selamat dan sukses atas kinerja, atas hikmah, atas aktifitas Paguyuban Jampang Tandang Makalangan dalam rangka agenda kegiatan tahunan yang akan dilaksanakan pada tanggal 10–11 Oktober 2026 ini,” kata Ali. Lebih lanjut beliau menyampaikan harapan agar kegiatan Ngabuana 3 menjadi sarana penguatan budaya sekaligus mempererat tali persaudaraan. “Akan melaksanakan kegiatan Ngabuana 3. Semoga aktifitas ini memperkuat upaya kita untuk memakmurkan sekaligus membumikan budaya Jampang dan memperkuat silaturahmi.” Kepala Dinas juga mengajak seluruh masyarakat Jampang untuk terus berkarya dan menghadirkan manfaat nyata bagi daerah, serta memohon doa bersama agar kegiatan budaya yang digagas PJTM dapat berjalan lancar dan turut mendorong pengembangan pariwisata daerah. “Orang Jampang untuk terus berkinerja menghadirkan kemanfaatan. Oleh karenanya, kami pun memohon dorongan doa agar kegiatan wisata dapat berjalan beriringan dengan aktivitas budaya yang digagas Jampang Tandang Makalangan. Semoga Allah mudahkan. Bersama kita menghadirkan kemanfaatan, pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) kembali menegaskan komitmennya menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Pajampangan melalui Festival Budaya Jampang Ngabuana 3. Kegiatan tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, di Lapangan Lodaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Tahun ini, festival mengusung tema “Muka Lawang Jampang” yang menjadi representasi semangat membuka ruang bagi budaya dan potensi masyarakat Jampang untuk semakin dikenal luas. Ketua Umum PJTM H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., mengatakan Jampang Ngabuana bukan sekadar agenda pertunjukan seni. Festival tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan masyarakat Pajampangan melalui kebudayaan. PJTM sendiri menjadi wadah yang menaungi puluhan organisasi dengan latar belakang dan wilayah yang beragam, mulai dari kawasan Pajampangan, lintas kabupaten/kota hingga lintas provinsi. Semangat tersebut terangkum dalam semboyan “Jampang Tandang Makalangan — Ngahiji Ngajadi Hiji”, yang menempatkan persatuan sebagai kekuatan utama dalam mengembangkan potensi Jampang. Ketua Panitia Jampang Ngabuana 3, Rudiana Marvel, mengatakan seluruh persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan festival dapat berjalan semarak dan memberikan ruang yang luas bagi berbagai ekspresi budaya. Menurutnya, festival tahun ini juga direncanakan mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diharapkan dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut. “Insya Allah, jika tidak ada halangan, kegiatan ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Bapak Aing,” kata Rudiana, Senin (28/9/2026). Jampang Ngabuana 3 akan menyuguhkan beragam kesenian tradisional dan pertunjukan budaya. Rangkaian kegiatan di antaranya upacara pembukaan, drama kolosal tari dan musik, kirab jampana dan kostum budaya, Raja Bubuka, Lengser, serta saresehan budaya. Pertunjukan lainnya meliputi Cakung Srikandi, Debus Taliwangsa dan Ulin Awi Jampang, Silat Simpay Pajampangan, hingga Ombak. Tidak berhenti pada pertunjukan seni, festival juga diramaikan Gasentra Pajampangan, Paras Buana Bogor, kesenian Laes, senam sehat, lomba mewarnai budaya anak, serta pertandingan bola voli putri. Ajang Jaka Dara Pajampangan, Pasang Giri Pop Sunda Pajampangan, hingga pagelaran wayang golek Munggul Pawenang Putra juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Pertunjukan wayang golek tersebut menghadirkan dalang Wawan Dede Amung Sutarya. Rudiana mengajak seluruh masyarakat, terutama warga Pajampangan, untuk hadir dan ikut menjadi bagian dari kemeriahan Jampang Ngabuana 3. “Hayu semua urang Jampang, kita ramaikan. Datanglah pada waktunya. Sebagai urang Jampang, siapa lagi yang akan meramaikan wilayah Pajampangan selain kita sendiri?” ujarnya. Ia berharap Jampang Ngabuana 3 tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni, tradisi, dan identitas budaya Pajampangan. Melalui tema “Muka Lawang Jampang”, festival ini sekaligus diharapkan mampu membuka semakin banyak ruang bagi budaya Jampang untuk tampil, berkembang, dan dikenal di tingkat yang lebih luas. Kegiatan tersebut pun mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Sejumlah ucapan selamat dan dukungan telah disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya PJTM menghadirkan ruang kebudayaan bagi masyarakat Pajampangan. (Dicky)

AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM            Suasana malam di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) diwarnai pagelaran seni dan pertunjukan budaya bertajuk “Sanggar Seni Tanaharum Bakarasmin Agung” yang digelar di halaman Makodim 1001 Amuntai, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.45 WITA tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, TNI, Polri, perwakilan Kesultanan Banjar, serta tamu undangan lainnya. Dari jajaran Polres Hulu Sungai Utara, Kapolres HSU diwakili oleh Kabag SDM Polres HSU AKP Misransyah, S.H. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari dukungan jajaran kepolisian terhadap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan seni dan budaya. Sementara itu, unsur Kodim 1001 Amuntai-Balangan turut hadir melalui Pasiter Lettu Mulyanto, yang mewakili Dandim 1001 Amuntai-Balangan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Hulu Sungai Utara beserta ibu, perwakilan Kesultanan Banjar, serta sejumlah undangan lainnya. Diisi Penampilan Seni Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, kegiatan diisi dengan penyerahan penghargaan dan sambutan dari pihak terkait. Puncak acara berlangsung dengan penampilan pagelaran seni dari Sanggar Seni Tanaharum Bakarasmin Agung. Pertunjukan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian acara sekaligus menghadirkan hiburan bagi masyarakat dan para tamu yang hadir. Kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 23.45 WITA. Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian acara dilaporkan berjalan dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. Kegiatan seni dan budaya seperti ini turut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan sekaligus memperkenalkan dan menjaga keberadaan seni budaya di tengah perkembangan zaman. (Agus)

PEMALANG, Bidik-kasusnews.com                Ribuan masyarakat memadati lapangan Desa Sibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, untuk menyaksikan pagelaran seni Wayang Kulit dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Pertunjukan seni tradisional tersebut berlangsung meriah. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias datang dan memenuhi lokasi acara untuk menikmati kesenian wayang kulit yang menjadi salah satu warisan budaya Nusantara. Pagelaran menghadirkan dalang Gandik Wayah Sugiono. Dengan kepiawaiannya memainkan karakter dalam cerita pewayangan, pertunjukan semakin menarik perhatian masyarakat. Alunan gamelan yang mengiringi jalannya pagelaran turut menciptakan suasana khas pertunjukan wayang kulit hingga acara berlangsung larut malam. Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81 sekaligus momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya tradisional. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Ibu Affna, bersama Kepala Desa Sibuyur, Yoyok. Kehadiran keduanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang mengikuti acara dengan penuh antusias. Ibu Affna dan Kepala Desa Sibuyur Yoyok menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya pagelaran wayang kulit tersebut. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai positif karena tidak hanya menghadirkan hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga keberadaan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman. Pagelaran wayang kulit juga dinilai mampu menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat. Warga dapat menikmati hiburan bersama sekaligus mempererat hubungan sosial dan semangat gotong royong di lingkungan desa. Antusiasme warga terlihat sepanjang acara. Lapangan Desa Sibuyur dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kepiawaian sang dalang dalam membawakan cerita pewayangan. Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Sibuyur melalui pagelaran wayang kulit tersebut akhirnya tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan seni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merawat tradisi, memperkuat kebersamaan warga, serta menumbuhkan semangat nasionalisme melalui pelestarian budaya bangsa. Dengan tetap digelarnya kesenian tradisional di tengah masyarakat, warisan budaya seperti wayang kulit diharapkan dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman. (Penji Pribana)

PEMALANG, Bidik-kasusnews.com          Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa kental di Desa Rimpak, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. PAC GRIB Jaya Kecamatan Belik menggelar pentas kesenian tradisional kuda lumping yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga keberadaan seni budaya tradisional di tengah masyarakat. Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi pertunjukan. Nuansa merah putih menghiasi area kegiatan, berpadu dengan panggung pertunjukan serta alunan musik gamelan yang mengiringi penampilan para penari kuda lumping. Penampilan para penari dengan kostum khas dan gerakan yang dinamis berhasil menghibur masyarakat. Suasana semakin semarak ketika para penonton memberikan apresiasi terhadap setiap penampilan yang disuguhkan. Selain menjadi hiburan bagi warga, pertunjukan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai kesenian tradisional. Keterlibatan anak muda dalam kegiatan budaya dinilai penting agar warisan leluhur tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman. Ketua PAC GRIB Jaya Kecamatan Belik sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Nur Kholis, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang telah ikut mendukung acara. “Alhamdulillah, kita dapat berkumpul bersama warga Desa Rimpak untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-81 melalui kesenian tradisional kuda lumping. Selain memeriahkan kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi upaya melestarikan budaya leluhur dan mempererat silaturahmi,” ujar Nur Kholis. Menurutnya, kegiatan seni dan budaya seperti itu diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan semakin dicintai oleh generasi muda. Kita ingin budaya daerah tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” lanjutnya. Antusiasme warga juga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Desa Rimpak. Dukungan dan gotong royong warga menjadi bagian penting dalam terselenggaranya kegiatan tersebut dengan aman dan meriah. Nur Kholis berharap ke depan PAC GRIB Jaya Belik dapat terus berkontribusi melalui kegiatan-kegiatan positif yang memiliki manfaat bagi masyarakat. “Harapan kami, semangat kemerdekaan, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya daerah semakin tumbuh. Semoga Desa Rimpak dan Kecamatan Belik semakin maju, rukun, serta sejahtera,” pungkasnya. Pentas kuda lumping dalam rangka HUT RI ke-81 tersebut pun menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk merawat budaya, memperkuat persaudaraan, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat. Penji Pribana

PEMALANG, BELIK, BIDIK-KASUSNEWS.COM  Suasana kebersamaan dan pelestarian budaya terasa kental di Desa Kalisaleh, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Pemerintah Desa Kalisaleh menggelar rangkaian kegiatan Ruwat Bumi, malam resepsi, dan pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026) malam. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kepala Desa Kalisaleh tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga dari berbagai wilayah desa hadir untuk mengikuti rangkaian acara sekaligus menikmati pertunjukan seni tradisional yang menjadi bagian penting dari kebudayaan masyarakat Jawa. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga turut hadir. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan dalam memperingati momentum kemerdekaan. Kepala Desa Kalisaleh, Bejo Utomo, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas partisipasi serta kekompakan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa nilai positif bagi kehidupan masyarakat. “Alhamdulillah, peringatan HUT RI ke-81 kali ini menjadi sangat istimewa dengan terselenggaranya tradisi Ruwat Bumi dan pagelaran wayang kulit. Semoga kegiatan ini membawa berkah, keselamatan, dan kemajuan bagi Desa Kalisaleh, serta semakin mempererat persaudaraan antarwarga,” ujar Bejo Utomo. Dalang Rofi Bawakan Lakon Pandawa Syukur Kem meriahan acara semakin terasa saat pagelaran wayang kulit dimulai. Pertunjukan tersebut menampilkan Dalang Rofi, seniman asal Purbalingga, yang membawakan lakon “Pandawa Syukur”. Lakon tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Penonton tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan moral mengenai kebaikan, ketabahan, kebersamaan, dan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan. Melalui seni pewayangan, masyarakat diajak menikmati warisan budaya sekaligus mengambil nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita. Sementara itu, tradisi Ruwat Bumi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas kehidupan, hasil bumi, serta keselamatan yang telah diberikan. Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Perpaduan antara tradisi Ruwat Bumi, resepsi kemerdekaan, dan pagelaran wayang kulit membuat peringatan HUT RI ke-81 di Desa Kalisaleh berlangsung penuh makna. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pelestarian budaya, gotong royong, dan kebersamaan. Pemerintah Desa Kalisaleh berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan sehingga generasi muda tidak kehilangan kedekatan dengan budaya lokal sekaligus memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Reporter: Penji Pribana

SUKABUMI-BIDIK-LASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah stunting. Pesan moral tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus membuka Gelar Budaya Pesona Kadudampit Tahun 2026 di Lapang Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Rabu (12/8/2026). Menurut Andreas, kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara luas harus sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Kebersihan lingkungan, kata dia, tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika ada kegiatan tertentu, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kemeriahan ini harus diimbangi dengan menjaga alam dan kebersihan lingkungan. Stunting salah satunya dipicu oleh lingkungan yang tidak bersih,” ujar Andreas. Ia menjelaskan, kondisi lingkungan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya menekan angka stunting. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Andreas pun mendorong pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa untuk terus menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Upaya tersebut dinilai penting agar pembangunan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga didukung perilaku hidup bersih di tingkat keluarga. Selain persoalan kesehatan, Wabup berharap nilai-nilai budaya dan keagamaan yang tumbuh di masyarakat Kadudampit dapat tercermin melalui kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Dalam kesempatan tersebut, Andreas juga mengapresiasi pelaksanaan Gelar Budaya Pesona Kadudampit yang dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya daerah. Ketua Panitia Gelar Budaya Pesona Kadudampit, Deden, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diisi berbagai agenda, mulai dari lomba pelajar, perkemahan Pramuka yang diikuti sekitar 1.500 peserta, pementasan seni tradisional, jalan santai, tabligh akbar hingga santunan anak yatim. Deden mengatakan, rangkaian kegiatan juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Salah satu pesannya yakni mengajak anak-anak mengurangi penggunaan gawai dan kembali aktif dalam kegiatan olahraga serta aktivitas sosial. “Acara ini lebih ke arah edukasi untuk mengajak anak-anak meninggalkan gadget sejenak. Kita hidupkan kembali budaya olahraga dan kebersamaan,” katanya. Rangkaian Gelar Budaya Pesona Kadudampit berlangsung selama sepekan sejak 10 Agustus 2026. Selain menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan olahraga, agenda tersebut turut menjadi wadah pelestarian seni budaya lokal serta rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. Berbagai kesenian khas turut ditampilkan, di antaranya rampak gendang, pencak silat, angklung bujo dari Desa Cikidang, serta teater kolosal Situ Gunung. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajak melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat. (Dicky)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Tahun 2026 berlangsung meriah di Aula KH. Dr. Idham Chalid, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Sabtu (18/7/2026) malam. Acara yang menjadi puncak ajang pemilihan duta budaya daerah tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintah, Forkopimda, dan tokoh masyarakat. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto diwakili oleh Kabag SDM Polres HSU AKP Misransyah, S.H., yang turut menghadiri kegiatan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pembinaan generasi muda serta pelestarian seni dan budaya Banjar. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati HSU H. Sahrujani, Wakil Bupati Hero Setiawan, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Dewi Raisha Aprillia, Sekretaris Daerah HSU H. Adi Lesmana, unsur DPRD HSU, Dandim 1001 Amuntai-Balangan yang diwakili Danramil Amuntai Utara, perwakilan Kejaksaan Negeri HSU, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU, Ketua DPD KNPI HSU, Ketua Inaga Kalimantan Selatan, dewan juri, serta tamu undangan lainnya. Rangkaian acara diawali dengan registrasi tamu, menyanyikan lagu Indonesia Raya, penampilan Tari Sumangat Babarkat, doa bersama, sambutan para pejabat, hingga penampilan para finalis Nanang Galuh. Suasana semakin semarak saat pengumuman enam besar, sesi pidato, penampilan seni budaya, hingga babak tiga besar yang diisi sesi tanya jawab sebelum dewan juri menetapkan para pemenang. Selain menjadi ajang kompetisi, Pemilihan Nanang Galuh HSU 2026 juga menjadi wadah untuk melahirkan generasi muda yang memiliki wawasan budaya, berkarakter, serta mampu menjadi duta promosi pariwisata dan budaya Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kehadiran jajaran Polres HSU dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan positif yang memperkuat identitas budaya sekaligus membangun karakter generasi muda. Seluruh rangkaian Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2026 berakhir pada Minggu (19/7/2026) pukul 00.19 Wita. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan maupun penyelenggaraan acara. (Agus)

Indramayu,Bidik-kasusnews.com,.Satu tahun sudah Lucky Hakim menakhodai Kabupaten Indramayu sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Mengusung visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), periode pertama kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin ditandai dengan gerak cepat melalui 14 Program Percepatan. Program-program ini dirancang bukan sekadar sebagai slogan, melainkan instrumen konkret untuk menjawab jeritan masyarakat di akar rumput. Menanam Nilai Religius melalui Indramayu Mengaji dan Berzakat Di bawah komando Lucky Hakim, aspek spiritualitas menjadi fondasi pembangunan. Melalui program Indramayu Mengaji, Pemkab menggalakkan kegiatan Hafidz Quran, Khataman 30 Juz, hingga pembangunan Rumah Tahfidz. Tak hanya itu, program Indramayu Berzakat yang diinisiasi hanya sebulan setelah menjabat, kini telah membuahkan hasil nyata. Dana zakat yang terkumpul disalurkan secara transparan untuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan beasiswa pendidikan bagi keluarga tidak mampu. Revolusi Pendidikan dan Kesehatan: Investasi Sumber Daya Manusia. Sektor pendidikan mendapatkan nafas baru melalui Indramayu Belajar. Kehadiran “Sekolah Rakyat” dan program “Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS)” bertujuan menyeimbangkan kemampuan akademik dengan pelestarian budaya lokal. Di sisi kesehatan, terobosan besar dilakukan dengan rencana pengaktifan kembali eks bangunan RS Reysa di Cikedung Lor menjadi RSUD. Langkah ini diambil untuk memecah konsentrasi pasien di pusat kota dan mendekatkan layanan kesehatan kepada warga di wilayah Indramayu Barat. Selain itu, optimalisasi layanan BPJS, penurunan angka stunting, dan cek kesehatan gratis menjadi agenda rutin yang menyentuh ribuan warga. Sektor Agraria: Upaya Mewujudkan Petani Sejahtera Sebagai lumbung pangan nasional, Lucky Hakim memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga gabah. Pemkab membangun 31 demplot pertanian di seluruh kecamatan sebagai pusat edukasi dan percontohan. Menariknya, pendekatan alami juga ditempuh dengan pelepasan predator alami seperti ular dan burung hantu untuk membasmi hama tikus, didukung dengan penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari gagal panen. “Jalan Mulus dan Aman”: Menjawab Keluhan Infrastruktur Infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat mulai menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, realisasi perbaikan mencakup: •Pemeliharaan Rutin: 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer. •Rekonstruksi Jalan: 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer. •Rehabilitasi Jalan Desa: 349 titik sepanjang 75 kilometer. Beberapa proyek strategis seperti jalan beton sepanjang 2,6 km di Situraja–Kiarapayung dan perbaikan ruas jalan Pondoh telah rampung, memberikan dampak langsung pada kelancaran ekonomi warga. Transformasi Digital dan Respons Cepat “Wong Reang Wadul” Di era keterbukaan informasi, Lucky Hakim meluncurkan Super Apps Wong Reang dan kanal aduan Wong Reang Wadul. Komitmen ini bukan sekadar formalitas; data Diskominfo menunjukkan bahwa dalam 100 hari pertama, dari 929 aduan yang masuk, sebanyak 871 aduan (93 persen) berhasil diselesaikan oleh perangkat daerah terkait. Transparansi ini dibarengi dengan reformasi birokrasi, termasuk penandatanganan 1.000 izin usaha secara cepat dan pengisian kekosongan jabatan direksi di BUMD (PT. BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu) melalui seleksi terbuka untuk memastikan profesionalisme. Pembangunan Berbasis Kepedulian Sosial dan Lingkungan Program “REANG EMAN NING SEMA” (Sayangi Ibu) hadir sebagai sentuhan humanis kepemimpinan Lucky Hakim. Program ini melibatkan ASN sebagai pendamping lansia, memastikan tidak ada orang tua yang terabaikan di Indramayu. Di bidang lingkungan dan pemukiman, Pemkab telah membangun: 1.SPAM (Sumur Bor): Di 16 desa untuk akses air bersih. 2.SPALD (MCK): 184 unit di 9 desa untuk sanitasi layak. 3.Normalisasi Sungai: Pengerukan di 13 muara sungai untuk mencegah banjir dan membantu akses nelayan. Tantangan Menuju Tahun Kedua, Satu (Asep Rusliman)

KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,.Kodim 0615/Kuningan menyelenggarakan kegiatan Donor Darah Serentak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kodim 0615/Kuningan, Senin (09/02/2026), dihadiri langsung oleh Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung yang didampingi istri tercinta Ny. Azrida Hafda Prima Agung. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kontribusi TNI AD melalui Persit KCK dalam mendukung program kesehatan nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit dan fasilitas kesehatan se-Kabupaten Kuningan. Selain itu, acara juga diisi dengan penyuluhan kesehatan dasar serta penyerahan cinderamata kepada seluruh pendonor yang berhasil menyumbang darah. Pelaksanaan donor darah yang menetapkan target sasaran 200 orang ini meraih antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, antara lain prajurit Kodim 0615/Kuningan beserta keluarga, anggota Bhayangkari Polres Kuningan, peserta KKN Tematik, pelajar SMA/SMK se-Kuningan, dan masyarakat umum. Tercatat sebanyak 222 orang mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor. Setelah melalui tahap pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis dari RSUD Kuningan dan PMI Kabupaten Kuningan, sebanyak 198 orang dinyatakan layak dan berhasil menyumbangkan darah, menghasilkan total 198 kantong darah. Adapun pembagian golongan darah yang terkumpul adalah sebagai berikut Golongan A 44 kantong, Golongan B 51 kantong, Golongan O 79 kantong, Golongan AB 24 kantong. Sebanyak 24 orang pendonor tidak dapat menyumbangkan darah dengan alasan kesehatan, antara lain 8 orang memiliki kadar hemoglobin (HB) rendah, 12 orang dengan tensi darah tinggi, dan 4 orang dengan tensi darah rendah. Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung menyampaikan, bahwa HUT ke-80 Persit KCK menjadi momentum penting untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Donor darah adalah bentuk kepedulian yang sederhana namun sangat berarti, karena setiap kantong darah bisa menjadi harapan bagi nyawa orang lain. “Saya sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah menyempatkan diri hadir hari ini, serta tim medis yang telah bekerja profesional dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat terus kita laksanakan secara berkala untuk mendukung kebutuhan darah di wilayah kerja Kodim 0615/Kuningan,” ungkap Dandim di sela kegiatan. Dandim juga menambahkan bahwa hasil darah dari kegiatan ini akan langsung disalurkan ke PMI Kabupaten Kuningan untuk didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan. (Asep.R)