AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian melalui pemantauan perkembangan tanaman jagung di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Kamis (20/8/2026), kegiatan monitoring dilakukan terhadap lahan jagung milik kelompok tani di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah.
Monitoring yang dilaksanakan sekitar pukul 11.00 Wita tersebut merupakan bagian dari pemantauan pertumbuhan jagung Kuartal III. Kegiatan dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman sekaligus mengetahui kondisi lahan dan proses budidaya yang dilakukan petani.
Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 3 hektare dan dikelola Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia dengan Bahri sebagai pemilik lahan sekaligus ketua kelompok tani.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 21 Juli 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia sekitar 30 hari setelah tanam (HST). Jagung yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18 sebanyak 75 kilogram atau sekitar 75 bungkus.
Dalam proses perawatan, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Pengolahan dan perawatan lahan masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai target, lahan jagung tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 21 November 2026.
Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari perhatian jajaran kepolisian terhadap perkembangan sektor pertanian di wilayah HSU. Pemantauan di lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tanaman sekaligus mendukung kelancaran program peningkatan produksi jagung.
Selain melakukan pemantauan, sinergi antara kepolisian dan kelompok tani juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan, khususnya dalam mendorong produktivitas komoditas jagung di tingkat desa.
Dengan adanya monitoring secara berkala, perkembangan tanaman dapat diketahui sejak dini sehingga berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi hasil produksi dapat segera menjadi perhatian bersama.
(Agus)