Bidik-kasusnews.com,Jakarta
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan (agent of change) dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ancaman tersebut dinilai terus berkembang dengan sasarannya yang utama adalah generasi muda melalui berbagai modus baru.
“Ancaman narkotika terus berkembang dan menyasar generasi muda dengan berbagai modus baru,” ujar Suyudi dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (4/9/2026).
Berdasarkan survei nasional BNN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen atau setara 4,15 juta penduduk usia produktif. Kelompok usia 15–24 tahun menjadi penyumbang prevalensi tertinggi, yakni sebesar 2,53 persen.
Suyudi mengungkapkan, salah satu modus baru yang marak terjadi adalah penyalahgunaan rokok elektrik atau vape. Hingga 12 Agustus 2026, Pusat Laboratorium BNN telah memeriksa 1.745 sampel cairan vape. Hasilnya, sebanyak 1.716 sampel positif mengandung narkotika maupun new psychoactive substances (NPS). Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.552 sampel (88,9 persen) terdeteksi mengandung etomidate.
Melihat kondisi tersebut, Kepala BNN menekankan pentingnya membangun lingkungan kampus sebagai ekosistem yang aman, sehat, produktif, dan berintegritas. Kampus bebas narkoba tidak hanya diwujudkan lewat aturan tertulis, tetapi juga budaya saling menjaga, keberanian menolak narkotika, kepedulian antarteman, serta ketersediaan edukasi dan layanan bantuan.
Pesan ini disampaikan Suyudi saat menjadi penceramah dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dalam acara tersebut, BNN turut memperkenalkan program “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika). Program ini ditopang oleh lima pilar utama, yakni pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi, pemberdayaan, ketahanan, serta kolaborasi. Nilai-nilai Tri Krama Trisakti—takwa, tekun, terampil; asah, asih, asuh; dan satria, setia, sportif—diharapkan menjadi landasan mahasiswa dalam membentengi diri.
Di akhir pemaparannya, Suyudi menitipkan tiga pesan kunci bagi mahasiswa baru: jaga diri, jaga teman, dan jaga kampus.
“Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan dengan generasi yang sehat, inovatif, produktif, berintegritas, dan bersih dari narkotika. Kolaborasi pemerintah, kampus, keluarga, masyarakat, dan generasi muda adalah kunci utamanya,” tegas Suyudi.
Wartawan Basori