SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi menggelar Gebyar Tahun Baru Hijriyah 1448 H sebagai upaya memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di halaman dan Aula Desa Pasirpanjang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan diisi dengan berbagai agenda keagamaan, sosial, dan perlombaan Islami. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyerahan piala bergilir, sambutan dari Kepala Desa Pasirpanjang Mamat Slamet yang akrab disapa Kades Onyod, unsur Forkopimcam Ciracap, serta Kepala KUA Kecamatan Ciracap. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama. Dalam sambutannya, Kades Onyod menyampaikan apresiasi kepada Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) beserta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat Tahun Baru Hijriyah harus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat persatuan warga. Gebyar Hijriyah turut dimeriahkan dengan beragam perlombaan Islami yang diikuti peserta dari lima kedusunan di Desa Pasirpanjang, di antaranya lomba mewarnai, adzan, Pildacil, praktik wudhu, salat berjamaah, murotal, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ), dan Lomba Cerdas Cermat (LCC). Pada sesi siang, kegiatan berlanjut dengan lomba kaligrafi, dulag, penampilan kosidah tingkat TK dan remaja, serta hadroh sebelum ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Puncak kegiatan digelar pada malam hari melalui Tabligh Akbar yang menghadirkan Kiai M. Encep Zaenal Mutaqin dari Leuwi Cagak, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan makna hijrah sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik melalui peningkatan iman, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama. Ketua Panitia PHBI, M. Kosim, bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat. “Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dan tertib. Ini tidak terlepas dari kekompakan seluruh pihak, terutama dukungan serta semangat yang diberikan oleh Kepala Desa Pasirpanjang dan seluruh warga. Semoga peringatan ini menjadi pengingat bersama untuk terus berhijrah dan memperbaiki diri menjadi lebih baik,” ujarnya. Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Pasirpanjang, unsur Forkopimcam Ciracap, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Karang Taruna, perangkat RT/RW, serta masyarakat dari lima kedusunan yang bersama-sama memeriahkan Gebyar Tahun Baru Hijriyah 1448 H. Versi ini lebih selaras dengan judul karena sejak paragraf pembuka menonjolkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat syiar Islam, bukan sekadar perayaan Tahun Baru Hijriyah. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gelombang protes warga kembali terjadi di Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Ratusan masyarakat mendatangi kantor desa untuk menyuarakan tuntutan agar Kepala Desa, Sulaeman, melepaskan jabatannya. Aksi ini merupakan kali keempat dilakukan warga. Mereka menilai berbagai persoalan yang sebelumnya disampaikan belum mendapat penyelesaian yang memuaskan. Sejumlah hal yang disorot antara lain realisasi janji kampanye, kondisi infrastruktur desa, hingga transparansi dalam pengelolaan anggaran. Untuk meredam situasi, pihak kecamatan bersama aparat keamanan turun langsung melakukan mediasi. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Surade, Unang Suryana, Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra, serta unsur TNI dari Babinsa setempat. Dalam forum tersebut, Sulaeman menyampaikan sikapnya di hadapan warga. Ia mengaku bersedia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala desa, namun menegaskan bahwa proses tersebut harus mengikuti aturan yang berlaku. “Saya siap mundur, tetapi harus melalui prosedur yang benar dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya. Menurutnya, langkah itu penting agar tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari, serta memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan. Sementara itu, Camat Surade menyatakan pihaknya akan memfasilitasi proses penyelesaian sesuai regulasi. Ia juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dalam mencari solusi terbaik. Pertemuan yang berlangsung terbuka dan tertutup itu akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk menempuh jalur musyawarah. Kedua belah pihak sepakat menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu proses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Aom Muharam, bersama perangkat desa dan Babinsa Desa Tanjungsari dari Koramil 0622-11/Sagaranten, Sukarno, turun langsung meninjau kondisi jalan di wilayah perbatasan, Selasa (28/4/2026). Peninjauan dilakukan di Kampung Ciloncer, yang merupakan jalur penghubung antarwilayah desa, kecamatan, hingga menjadi batas antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengajuan pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan kondisi fisik jalan sekaligus pengukuran panjang dan lebar sebagai bahan usulan. Infrastruktur jalan di kawasan perbatasan dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi antar daerah. Aom Muharam menegaskan, peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan data lapangan sebelum diajukan ke program TMMD. “Jalan ini sangat vital karena menjadi akses perbatasan Sukabumi dan Cianjur. Kami berharap usulan ini bisa masuk dalam sasaran fisik TMMD agar segera ditangani,” ujarnya. Sinergi antara pemerintah desa dan Babinsa terus diperkuat dalam mendorong percepatan pembangunan. Jika usulan disetujui, jalan tersebut diharapkan dapat segera diperbaiki dan diperkeras, sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang melintas. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendatangi kantor desa pada Senin (27/4/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan desa yang belum juga dibangun, meski sebelumnya telah dijanjikan perbaikan. Kedatangan warga berlangsung tertib dengan pengawalan serta difasilitasi pemerintah desa bersama unsur Forkopimcam dan perwakilan Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP). Dalam forum terbuka, warga menyampaikan berbagai tuntutan secara langsung. Perwakilan warga, Ahmad Caeng, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penagihan janji pembangunan yang dinilai tak kunjung terealisasi selama bertahun-tahun. “Masyarakat hanya menginginkan kepastian dan bukti nyata dari komitmen yang pernah disampaikan pemerintah desa,” ujarnya. Menurutnya, lambannya progres pembangunan menjadi pemicu utama kekecewaan warga. Pasalnya, perbaikan jalan sempat dijanjikan selesai dalam waktu singkat, namun hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan. Selain itu, warga juga menyoroti aspek transparansi penggunaan dana desa, khususnya yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Mereka meminta penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik. Ahmad menambahkan, jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, warga berpotensi kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sukatani, Sulaeman, menjelaskan bahwa ruas jalan yang dipermasalahkan sebelumnya merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun pada tahun 2026, statusnya telah berubah sehingga memungkinkan penanganan secara kolaboratif antara desa, kabupaten, dan provinsi. “Saya memastikan bahwa proses pembangunan sebenarnya sudah berjalan, hanya saja belum rampung sehingga dampaknya belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat,” terangnya. Terkait tuntutan keterbukaan anggaran, Sulaeman menyebut laporan belum bisa disampaikan secara final karena pekerjaan masih berlangsung. Meski demikian, pihak desa berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan kecamatan, BPD, serta dinas terkait guna mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Menyoal desakan sebagian warga yang meminta dirinya mundur, Sulaeman menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak masyarakat, namun harus melalui mekanisme yang berlaku sesuai ketentuan. Aksi ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan warga dengan tuntutan serupa. Masyarakat berharap adanya percepatan pembangunan jalan serta peningkatan transparansi anggaran, sehingga kepercayaan terhadap pemerintah desa dapat kembali pulih. (Dicky)

  SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Perwakilan dari setiap RT se-desa tersebut kompak turun ke Lapang Cikaramat, Kamis (23/4/2026) pagi, untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan area lapangan. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, perangkat desa, RT/RW, hingga warga umum. Dengan peralatan seadanya seperti arit, parang, dan mesin pemotong rumput, mereka bahu-membahu membabat rumput liar yang sudah meninggi di sekitar lapangan. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Lapang Cikaramat merupakan aset bersama yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari aktivitas olahraga, kegiatan karang taruna, hingga perayaan hari besar seperti 17 Agustus. “Kalau lapangan bersih dan tertata, tentu akan lebih nyaman digunakan. Terima kasih kepada seluruh RT yang telah mengirimkan perwakilan. Ini bukti kekompakan warga Cipeundeuy masih terjaga,” ujarnya. Sementara itu, salah satu Ketua RT menyebutkan bahwa kerja bakti tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama di tingkat desa. Setiap RT diminta mengirimkan minimal lima orang untuk berpartisipasi, dengan pembagian tugas yang telah diatur. “Ada yang bertugas membabat rumput, ada juga yang mengangkut sampah. Ibu-ibu turut membantu menyiapkan konsumsi. Alhamdulillah, pekerjaan bisa selesai dalam waktu relatif singkat,” ungkapnya. Warga lainnya, Saepuloh, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, selain membuat lingkungan menjadi bersih, kerja bakti juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga. “Memang capek, tapi puas. Apalagi anak-anak muda juga ikut. Sekarang lapangan sudah rapi, sore nanti anak-anak bisa main bola lagi,” katanya. Pemerintah Desa Cipeundeuy berharap kegiatan gotong royong seperti ini terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya masyarakat, sekaligus memperkuat silaturahmi antarwarga. Selain itu, pembersihan lapangan ini juga menjadi langkah persiapan agar fasilitas tersebut siap digunakan secara aman dan nyaman untuk berbagai aktivitas masyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, berhasil meraih gelar juara pengerahan massa dalam rangkaian kegiatan Khotman Qur’an Akbar, Doa Majelis, tausiah, dan halalbihalal tingkat kecamatan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MUI Kecamatan Surade ini berlangsung di Masjid Al-Jalil Bunderan Surade pada Minggu (19/4/2026). Predikat tersebut diraih berkat partisipasi warga Desa Cipeundeuy yang hadir paling banyak, mencapai 202 peserta, sekaligus dinilai paling tertib selama mengikuti seluruh rangkaian acara. Camat Surade, Unang Suryana, mengapresiasi kekompakan warga saat penyerahan penghargaan. Ia menyebut kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus syiar keagamaan. Menurutnya, kehadiran warga Cipeundeuy yang melibatkan berbagai unsur masyarakat menunjukkan solidaritas yang kuat. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen desa. Sejak awal, koordinasi dilakukan bersama RT/RW, DKM, DMI, Karang Taruna, hingga kader PKK, termasuk menyiapkan armada dan konsumsi untuk kenyamanan peserta. Panitia mencatat peserta dari Cipeundeuy terdiri dari jamaah majelis taklim, santri TPQ/DTA, pemuda, hingga unsur masyarakat lainnya. Seluruh rombongan hadir dengan atribut desa dan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari doa bersama, Khotman Quran Akbar, tausiah, hingga halalbihalal. Ketua Panitia Kecamatan, KH Asep Mustopa, menilai antusiasme peserta memberikan suasana yang lebih khidmat. Ia berharap capaian ini dapat memotivasi desa lain untuk semakin aktif dalam kegiatan syiar Islam di tingkat kecamatan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan berupa hadiah sarung kepada Desa Cipeundeuy atas keberhasilan tersebut. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kepala Desa Cibenda, Adi Rizwan yang akrab disapa Kades “Hurung”, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciletuh sebagai aset penting bagi kehidupan warga. Ajakan tersebut disampaikan di Kantor Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/4/2026). Dia mengingatkan bahwa pembangunan Sungai Ciletuh pada tahun 1980 memiliki tujuan besar untuk kepentingan masyarakat, mulai dari pengairan, pengendalian banjir, hingga menunjang aktivitas ekonomi warga. “Sungai Ciletuh ini dibangun untuk pengairan, mencegah banjir, dan mendukung kehidupan masyarakat. Ini warisan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya. Menurutnya, Sungai Ciletuh memiliki peran vital, tidak hanya sebagai sumber irigasi pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kawasan wisata Geopark Ciletuh yang terus berkembang. Namun demikian, kondisi sungai saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti pendangkalan, pencemaran sampah, serta alih fungsi lahan di sekitar bantaran sungai. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga, pemerintah, hingga komunitas, untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai. “Jangan buang sampah ke sungai, lakukan kegiatan bersih-bersih secara rutin, dan tanam pohon di bantaran. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tegasnya. Pemerintah Desa Cibenda, lanjut Hurung, akan menggandeng berbagai pihak seperti kelompok tani, karang taruna, serta pegiat lingkungan untuk menjalankan program pelestarian Sungai Ciletuh secara berkelanjutan, termasuk melalui edukasi ke sekolah-sekolah. Ia juga mengingatkan dampak nyata kerusakan lingkungan yang sudah dirasakan masyarakat. Saat musim hujan, banjir dan longsor kerap terjadi hingga merendam lahan pertanian dan membawa lumpur yang menyebabkan gagal panen. Sebaliknya, saat kemarau, kekeringan melanda dan mengakibatkan kerugian serta terputusnya akses warga. “Segera hentikan aktivitas yang merusak alam, khususnya di bantaran Sungai Ciletuh. Jangan sampai kerusakan ini terus berulang dan merugikan hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BUDIK-KASUSNES.COM – Pemilihan Ketua RW 03 Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi berlangsung tertib dan kondusif pada Sabtu (11/4/2026) malam. Proses demokrasi tingkat lingkungan ini diikuti oleh tiga kandidat yang bersaing memperebutkan kepercayaan warga. Ketiga calon tersebut yakni Didin Daryo (nomor urut 01), Hendi Hasbuloh (nomor urut 02), dan Uung Yusuf Supandi (nomor urut 03). Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Desa Cipeundeuy Ade Gusti, Ketua LPM Ripki Firmansyah beserta jajaran, Ketua Karang Taruna Abag Beken bersama anggota, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, para Ketua RT, dan warga setempat. Pemilihan digelar menyusul berakhirnya masa jabatan Ketua RW sebelumnya. Warga melalui perwakilan dari masing-masing RT menggunakan hak pilihnya dalam suasana tertib dengan pengawasan panitia. Ketua panitia pelaksana, Ripki Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak. Ia menilai proses pemilihan berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Terima kasih kepada seluruh warga dan para kandidat yang telah berpartisipasi. Alhamdulillah, pelaksanaan berjalan sukses dan kondusif,” ujarnya. Jumlah pemilih tercatat sebanyak 23 suara, terdiri dari 20 perwakilan warga dari empat RT (masing-masing lima orang) serta tiga suara dari masing-masing calon. Hasil penghitungan suara menunjukkan Hendi Hasbuloh meraih suara terbanyak dengan 12 suara. Sementara Didin Daryo memperoleh 6 suara dan Uung Yusuf Supandi mendapatkan 5 suara. Dengan hasil tersebut, Hendi Hasbuloh resmi terpilih sebagai Ketua RW 03 untuk masa bakti 2026–2031. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi LPMD Desa Cipeundeuy bersama Karang Taruna desa, dengan dukungan unsur pemuda di wilayah RW 03. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyerahkan piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Barat kepada Kepala Desa Citanglar, Kecamatan Surade, atas capaian sebagai desa dengan evaluasi kinerja terbaik dalam pelaksanaan Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat kecamatan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Desa Citanglar, Surahman, dalam acara yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Sukabumi, Senin (9/3/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Camat Surade, Unang Suryana, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Desa Citanglar. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pemerintah desa bersama masyarakat dalam meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada warga. “Alhamdulillah, Desa Citanglar telah membuktikan diri sebagai salah satu desa terbaik di Kabupaten Sukabumi. Kami ucapkan selamat kepada Kepala Desa Citanglar beserta seluruh masyarakat atas prestasi yang diraih,” ujarnya. Sementara itu, Camat Surade Unang Suryana juga menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima Desa Citanglar. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras serta komitmen aparatur desa dan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa. “Ini merupakan buah dari kerja bersama seluruh unsur desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di Desa Citanglar,” kata Unang. Penghargaan Anugerah Gapura Sri Baduga merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada desa-desa yang menunjukkan kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat, serta pembangunan desa. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menjelang bulan Ramadhan, para pemuda Desa Cipeundeuy kompak menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kalaju Mandala Ratu, Sabtu (14/2/2026). Dengan penuh semangat, para pemuda membersihkan areal wisata sambil bercanda dan menikmati suasana kebersamaan. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekompakan. Usai aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan memasak nasi liwet dan makan bersama di tepi pantai. Momen tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antar pemuda. “Kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga kebersamaan. Bersih-bersih pantai, masak liwet bareng, seru,” ujar Opik, salah satu pemuda yang terlibat. Aksi positif tersebut mendapat apresiasi dari warga dan pengunjung. Pantai terlihat lebih bersih dan nyaman, sekaligus menghadirkan suasana yang lebih menyenangkan. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para pemuda. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan potensi wisata desa. Ia pun mengajak masyarakat yang hendak berlibur atau papajar menjelang puasa untuk berkunjung ke Pantai Kalaju Mandala Ratu dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. (Dicky)