AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Upaya menjaga ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), dengan memantau perkembangan lahan jagung milik petani di wilayah hukumnya.
Monitoring tersebut dilakukan pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 10.40 Wita hingga selesai, dengan menyasar lahan pertanian jagung di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Tengah tidak hanya melihat perkembangan tanaman, tetapi juga mencermati kondisi lahan yang terdampak genangan air. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi keberlanjutan penanaman jagung dalam beberapa waktu ke depan.
Kegiatan monitoring dipimpin Aiptu Eko Yuli S bersama Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar A, Brigpol Juliansyah dan Bripda M. Zainal H. Personel menggunakan kendaraan patroli serta perangkat komunikasi untuk mendukung pelaksanaan pemantauan di lapangan.
Kapolsek Amuntai Tengah melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya pemantauan secara berkala terhadap perkembangan lahan pertanian, khususnya yang menjadi bagian dari program swasembada jagung dan ketahanan pangan.
Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah saat ini masih dalam kondisi tergenang air. Situasi tersebut membuat sejumlah lahan diperkirakan belum memungkinkan untuk kembali ditanami dalam beberapa bulan mendatang.
Genangan air menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga keberlangsungan program penanaman jagung. Karena itu, kondisi debit air di lahan pertanian akan terus dipantau untuk mengetahui perkembangan situasi secara berkala.
“Pemantauan dilakukan sebagai langkah untuk mengetahui kondisi riil lahan petani sekaligus menjadi bahan evaluasi dan pelaporan terkait perkembangan program ketahanan pangan,” demikian poin kegiatan monitoring tersebut.
Polsek Amuntai Tengah juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan dan debit air. Hasil pemantauan nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah maupun rekomendasi yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan.
Program ketahanan pangan sendiri diarahkan untuk mendorong kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan domestik, termasuk mendukung ketersediaan bahan pangan serta pakan ternak melalui optimalisasi produksi pertanian masyarakat.
Meski menghadapi kendala genangan air, kegiatan monitoring di Desa Palampitan Hilir berlangsung aman, tertib dan kondusif. Pemantauan akan terus dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan program swasembada jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
(Agus)