SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan Garda Mawar Goes to Sukabumi, Wakil Ketua Umum Garda Mawar, M. Resqy FR, menegaskan bahwa aktivitas touring tidak sekadar berkaitan dengan perjalanan dan tujuan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui program Touring Sosial, yang memadukan aktivitas berkendara dengan kegiatan sosial. Garda Mawar menjadikan hobi touring sebagai sarana untuk membangun kepedulian, solidaritas, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Touring bukan hanya tentang perjalanan dan tujuan, tetapi bagaimana perjalanan itu bisa memberikan manfaat,” kata M Resqy FR, Minggu (16/8). Menurut Resqy, kegiatan di Sukabumi menjadi salah satu contoh bahwa komunitas otomotif dapat mengembangkan aktivitasnya menjadi ruang untuk berbagi dan berkontribusi kepada masyarakat. Bagi Garda Mawar, kebersamaan tidak hanya dibangun melalui perjalanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. “Bagi kami, berbagi adalah kebahagiaan untuk kami,” ujarnya. Semangat kegiatan sosial tersebut, lanjut Resqy, akan terus dikembangkan melalui berbagai program di sejumlah wilayah. Saat ini, Garda Mawar juga masih menjalankan renovasi mushola di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari kegiatan sosial yang tengah berlangsung. Garda Mawar pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung dan terlibat dalam berbagai kegiatan komunitas maupun gerakan sosial yang dijalankan. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan keanggotaan Garda Mawar dapat diperoleh melalui Instagram @gardamawar.official maupun situs gardamawar.org. “Bagi Garda Mawar, touring bukan semata soal seberapa jauh perjalanan ditempuh atau ke mana tujuan dituju, tetapi tentang bagaimana setiap perjalanan dapat menghadirkan manfaat dan meninggalkan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Rasa kepedulian terhadap korban kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, ditunjukkan Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) dengan menggelar aksi penggalangan bantuan, Minggu (26/7/2026). Aksi sosial tersebut dipusatkan di Prapatan Jalan Raya Minajaya, tepatnya di perbatasan Desa Buniwangi dan Desa Pasiripis, Kecamatan Surade. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hebat yang terjadi sehari sebelumnya. Diketahui, musibah kebakaran menghanguskan 51 rumah warga dan berdampak terhadap 70 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa. Seluruh bantuan yang berhasil dihimpun akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Penggalangan bantuan dipimpin Wakil Ketua Jagaraksa PJTM, Abah Dendi, didampingi Sekretaris Jenderal PJTM Hendrik Firmansyah bersama jajaran anggota paguyuban. Sekretaris Jenderal PJTM, Hendrik Firmansyah, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian dengan menyumbangkan bantuan sesuai kemampuan. “Bagi masyarakat yang ingin berbagi, kami menerima bantuan berupa uang tunai, pakaian layak pakai maupun kebutuhan pokok lainnya. Bantuan dapat diserahkan langsung ke Sekretariat PJTM di Jalan Raya Cibungur, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade. Seluruh bantuan akan kami salurkan kepada warga yang membutuhkan,” ungkap Hendrik. Menurutnya, aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk gotong royong masyarakat Jampang dalam membantu sesama yang sedang tertimpa musibah. Ia berharap semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi agar kebutuhan para korban dapat segera terpenuhi dan proses pemulihan pascakebakaran dapat berjalan lebih cepat. PJTM juga menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh bantuan yang terkumpul disalurkan secara tepat sasaran kepada warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya yang terdampak kebakaran. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menyambut Hari Ulang Tahun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, Paguyuban Jampang Tandang Makalangan menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa agar Polri semakin profesional, kuat, dan dicintai masyarakat dalam menjalankan tugasnya. Paguyuban yang berkedudukan di Jalan Raya Cibungur, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi itu berharap Polri senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, H. Hendara Permana, S.Sos., M.M., menyampaikan ucapan Dirgahayu Polri ke-80 disertai harapan agar sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin dengan baik. “Dirgahayu Polri ke-80. Semoga Polri semakin jaya dan terus mampu mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, serta kondusif demi keutuhan bangsa dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun Indonesia yang maju. Karena itu, paguyuban mengusung semangat “Solid, Sinergi, untuk Indonesia Maju” serta mendukung moto “Salam Presisi, Polri untuk Masyarakat.” Ucapan dan dukungan tersebut juga disampaikan Sekretaris Jenderal Paguyuban Hendrik Firmansyah bersama Ketua Jaga Raksa Panglima yang juga menjabat Ketua Poskab Sapujagat Wilayah Pajampangan, Ustadz Yudi Pratama atau yang dikenal dengan sebutan “Si Peci Merah Tijampang”. “Kita membutuhkan polisi yang jujur, adil, dan tegas. Salam Presisi,” ungkap Ustadz Yudi Pratama. Melalui momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini, Paguyuban Jampang Tandang Makalangan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat. Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya siaran pers atau lebih bernuansa jurnalistik media cetak. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan anggota Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM), santri, dan masyarakat menggelar Aksi Damai Gerakan Darurat Narkoba di Bundaran Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/6/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap maraknya peredaran narkotika, minuman keras, dan obat-obatan terlarang di wilayah Pajampangan. Aksi dipimpin langsung Ketua Pusat Jaga Raksa sekaligus Panglima PJTM, Yudi Pratama, yang juga menjabat Ketua Perguruan Sapu Jagat wilayah Pajampangan. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa peredaran narkoba telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan masyarakat dan harus segera dihentikan. “Kami menyatakan perang terhadap narkoba. Sudah banyak korban yang menderita bahkan kehilangan nyawa akibat barang haram tersebut. Kami juga menolak segala bentuk peredaran narkoba di wilayah Pajampangan dan meminta aparat bertindak tegas terhadap para pelakunya,” tegas Yudi. Selain menyerukan penolakan terhadap narkoba, massa aksi juga mendesak aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan ilegal secara menyeluruh demi menjaga keamanan dan masa depan generasi muda. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah unsur, di antaranya Wakil Ketua Jaga Raksa Abah Dendi, Sekretaris Jenderal PJTM Hendrik Firmansyah, perwakilan GANNAS ANNAR MUI Jawa Barat, para ketua DPP berbagai bidang, Ketua PP Kecamatan Surade sekaligus Bendahara Umum JTM Rudiana Marvel, serta ratusan anggota PJTM, santri, dan masyarakat. Pengamanan aksi dilakukan aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP Surade, serta personel Polres Sukabumi yang dipimpin KBO bersama anggotanya. Turut hadir Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Kapolsek Jampangkulon AKP Muhlis, dan perwakilan Polsek Ciracap. Dalam kesempatan tersebut, kedua Kapolsek menyampaikan apresiasi atas berlangsungnya aksi damai sekaligus menegaskan komitmen kepolisian untuk terus memerangi peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum masing-masing. Usai penyampaian aspirasi di Bundaran Surade, massa kemudian bergerak secara tertib menuju Mapolsek Surade dan melanjutkan perjalanan ke Mapolsek Jampangkulon sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum dalam pemberantasan narkoba. Dukungan juga disampaikan perwakilan MUI Kecamatan Surade, Ustadz Dede. Menurutnya, persoalan narkoba merupakan ancaman serius yang harus dihadapi bersama. “Kami tidak akan tinggal diam melihat narkoba merusak generasi muda. Bersama Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, kami sepakat menolak keras segala bentuk peredaran narkoba di wilayah Pajampangan,” ujarnya. Seluruh rangkaian aksi berlangsung aman, damai, dan kondusif. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap sinergi antara warga dan aparat penegak hukum semakin kuat dalam memberantas peredaran narkoba demi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) menggelar Rapat Pleno sekaligus Silaturahmi Akbar di Sekretariat DPP PJTM, Jalan Raya Cibungur, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dipimpin Ketua Umum PJTM, H. Hendra Permana, S.Sos., MM tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat dan anggota organisasi. Acara berlangsung sejak pagi hingga selesai dengan agenda utama pembahasan program organisasi serta penguatan konsolidasi internal. Rangkaian kegiatan diawali registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan doa yang dipimpin Ustadz Yudi Pratama. Suasana semakin khidmat dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PJTM secara bersama-sama. Selanjutnya, Dewan Penasihat PJTM, Aa Apriyandi, S.Hut., menyampaikan sambutan dan motivasi kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam arahannya, Ketua Umum PJTM H. Hendra Permana menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi anggota dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus aktif serta berkontribusi dalam setiap program organisasi demi mendorong kemajuan daerah masing-masing. “Jangan leulah, tetap semangat dan terus bergerak untuk kemajuan organisasi serta masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta rapat pleno. Didampingi Sekretaris Jenderal Hendrik Firmansyah dan Ketua Jaga Raksa sekaligus Panglima JTM, Ustadz Yudi Pratama, Hendra menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi agar mampu menjalankan peran sosial dan pembangunan di tengah masyarakat. Dalam rapat pleno tersebut, peserta menyepakati sejumlah keputusan strategis, di antaranya pengesahan Peraturan Organisasi (PO), penetapan sikap terhadap kondisi darurat penyalahgunaan narkoba, serta dorongan pengawasan terhadap kendaraan bermuatan berlebih yang melintasi jalur provinsi Cikembar–Padabeunghar–Lengkong–Kiara Dua. Selain itu, DPP PJTM juga menetapkan dan melantik kepengurusan empat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kecamatan, yakni DPC Kecamatan Cikole, DPC Kecamatan Gunung Puyuh, DPC Kecamatan Sukaraja, dan DPC Kecamatan Nagrak. Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Ridlo Akbar Fadilah, S.Pd., didampingi Ketua Bidang Hukum Iman Budiansyah, SH. Setelah pelaksanaan rapat pleno, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan bersama (isoma), sebelum ditutup dengan musafahah dan ramah tamah yang dipimpin Danpusat Jaga Raksa Ustadz Yudi Pratama. Lantunan sholawat turut mengiringi penutupan acara dan mempererat suasana kebersamaan antaranggota. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, H. Dadang Hermawan, serta Ketua MUI Kecamatan Surade, KH. Asep Mustofa atau yang akrab disapa Aa Bentang. Keduanya menyampaikan apresiasi terhadap kiprah PJTM dan berharap organisasi tersebut terus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan di wilayah Sukabumi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan massa dari organisasi Gerakan Reformasi Islam (GARIS) Sukabumi Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (5/5/2026). Pendemo menuntut pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2015 tentang larangan minuman beralkohol. Aksi yang dimulai sejak pagi itu dipimpin oleh Ade Saepulloh. Massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan penegakan hukum atas peredaran minuman keras yang dinilai masih marak di sejumlah titik di Kota Sukabumi. Dalam orasinya, Ade menegaskan bahwa persoalan utama bukan lagi pada keberadaan regulasi, melainkan lemahnya pengawasan dan konsistensi penegakan di lapangan. Menurutnya, Perda yang sudah berjalan lebih dari satu dekade seharusnya mampu menekan peredaran miras secara signifikan. “Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Regulasi sudah jelas, tinggal bagaimana implementasinya dilakukan secara konsisten,” tegasnya. Pantauan di lokasi menunjukkan massa aksi bergantian menyampaikan aspirasi, menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan akibat masih beredarnya minuman beralkohol. Mereka juga mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah kota, mulai dari pengawasan distribusi hingga penindakan terhadap pelanggaran. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aparat dari Polres Sukabumi Kota diterjunkan dan berjaga di sejumlah titik strategis. Pengamanan dilakukan secara ketat namun tetap humanis guna memastikan jalannya aksi tetap tertib. Hingga siang hari, aksi berlangsung kondusif. Massa menyampaikan aspirasi tanpa insiden berarti, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi masih dapat dikendalikan. Aksi ini menjadi sinyal kuat dorongan publik agar pemerintah daerah tidak berhenti pada tataran regulasi, melainkan memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan demi menjaga ketertiban dan norma sosial di Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Masyarakat wilayah Pajampangan menggelar audiensi terkait kerusakan jalan dan maraknya kendaraan over kapasitas di ruas Jalan Provinsi Kiara Dua–Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Lengkong, Rabu (22/4/2026), dengan dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat. Audiensi diinisiasi Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) bersama Gerakan Reformasi Islam (Garis) sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap kondisi jalan provinsi yang kian rusak, diduga akibat kendaraan bertonase berlebih. Di sela kegiatan, sejumlah warga bahkan sempat melakukan aksi bakar ban di ruas jalan provinsi di wilayah Lengkong sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan infrastruktur. Ketua Umum JTM, H. Hendra Permana, menyampaikan audiensi menghasilkan sejumlah catatan penting yang akan ditindaklanjuti hingga ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Alhamdulillah ada tanggapan dari pihak dinas, meskipun belum sepenuhnya memuaskan karena masih perlu koordinasi lanjutan. Namun setidaknya sudah ada respon konkret,” ujarnya. Ia menjelaskan, beberapa poin yang disepakati antara lain sosialisasi aturan penggunaan jalan provinsi, termasuk pemasangan rambu pembatasan tonase, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran kendaraan over kapasitas dengan melibatkan aparat kepolisian. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan gerbang pengawasan kendaraan seperti yang pernah diterapkan di sejumlah titik di Kabupaten Sukabumi. Sistem tersebut dinilai efektif dalam mengontrol kendaraan bermuatan berat. “Banyak perusahaan masih tidak patuh. Kendaraan sekarang bisa mencapai 30 sampai 40 ton. Kalau dibiarkan, jalan yang baru dibangun pun tidak akan bertahan lama,” tegasnya. Hendra juga mendorong agar pembangunan ruas jalan dari Lengkong menuju Kiara Dua segera dilanjutkan. Namun, ia mengakui saat ini anggaran masih tertunda dan baru sebatas pemeliharaan. Sementara itu, Pengawas Transportasi Darat Dishub Provinsi Jawa Barat, Dayan Swendara, mengakui bahwa over kapasitas kendaraan menjadi faktor utama kerusakan jalan. “Ada beberapa poin yang menjadi perhatian, salah satunya volume kendaraan. Aktivitas ini memang berdampak besar terhadap kerusakan jalan provinsi,” ungkapnya. Ia menambahkan, pihak provinsi akan segera memasang rambu pembatasan tonase serta mendorong perusahaan memiliki fasilitas timbangan kendaraan guna memastikan kepatuhan terhadap aturan. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam percepatan penanganan jalan rusak sekaligus menekan pelanggaran kendaraan bertonase tinggi, demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seorang tokoh masyarakat dan juga menjabat Ketua RW 02 Kelurahan Citamiang, Miftah Faroz Sanusi, menegaskan bahwa Forum Komunikasi (FK) RT/RW di wilayahnya harus berdiri independen dan terbebas dari kepentingan politik praktis. Menurutnya, FK RT/RW merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfungsi sebagai wadah koordinasi, silaturahmi, serta penguatan peran RT dan RW dalam mendukung pelayanan dan pembangunan di tingkat lingkungan. “Forum ini bukan untuk kepentingan politik. Ini murni ruang kebersamaan dan pengabdian bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026). Miftah menjelaskan, FK RT/RW Citamiang pertama kali dibentuk pada 1998 saat masa kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur. Saat itu, forum menjadi sarana komunikasi efektif antar pengurus wilayah. Ia sendiri dipercaya sebagai ketua awal, didampingi Dawami sebagai sekretaris dan Abas Sambas sebagai bendahara. Keberadaan forum kala itu dinilai mampu memperkuat sinergi antar RT dan RW di Kecamatan Citamiang. Namun, seiring waktu, aktivitas forum mengalami penurunan dan bahkan sempat vakum. Kepengurusan terakhir dipimpin oleh Ade Suherman, namun tidak berlanjut setelah masa jabatannya berakhir. “Sekarang ini secara struktur masih ada, tapi kegiatannya belum berjalan maksimal. Ini yang menjadi perhatian kita bersama,” katanya. Melihat kondisi tersebut, Miftah menginisiasi kembali pembentukan kepengurusan FK RT/RW agar organisasi ini bisa kembali aktif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa FK RT/RW harus menjadi mitra pemerintah tanpa kehilangan independensinya. Dalam konteks ini, ia juga menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Ayep Zaki. “Siapapun pemimpinnya harus kita dukung. Tapi forum ini tidak boleh ditarik ke kepentingan politik. Fokusnya tetap pada pelayanan masyarakat,” tegasnya. Dalam proses pembentukan kembali, telah muncul tiga kandidat calon ketua, yakni Ade Komarudin, Ginanjar, dan H. Dadang. Miftah pun secara terbuka memberikan dukungan kepada H. Dadang. Ia menilai pengalaman panjang dalam organisasi kemasyarakatan menjadi keunggulan tersendiri. “Kami sudah bersama sejak 1986 di BKM dan masih aktif di LPM. Saya tahu betul kapasitas dan komitmennya,” ungkapnya. Ia berharap, kebangkitan FK RT/RW Citamiang dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun organisasi masyarakat yang solid, netral, dan berkelanjutan. “Ini bukan organisasi yang mengejar keuntungan, tapi pengabdian. Nilai utamanya ada pada kebersamaan dan kontribusi untuk pembangunan,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemuda Panca Marga (PPM) kembali menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat melalui aksi sosial yang digelar pada Jumat, 11 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan yang rutin dilaksanakan secara berkala. Dalam pelaksanaannya, anggota PPM menyasar sejumlah titik keramaian, mulai dari lingkungan sekolah hingga area publik. Bantuan berupa roti dibagikan kepada pelajar dan warga, termasuk para orang tua yang tengah mengambil rapor di sekitar lokasi kegiatan. Ketua PPM, Dede Dahlan menyampaikan, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kehadiran nyata organisasi di tengah masyarakat, sekaligus membangun kedekatan secara langsung. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi juga bagian dari masyarakat yang peduli dan mau berbagi,” ujarnya. Ia menambahkan, PPM memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu. Karena itu, pendekatan sosial dinilai menjadi cara efektif untuk memperkenalkan jati diri organisasi kepada publik. Menurutnya, semangat berbagi yang dikemas dalam kegiatan hari Jumat menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian antar sesama. “Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi bagaimana kita bisa saling menguatkan dan menjaga rasa kemanusiaan,” katanya. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan diperluas ke berbagai wilayah melalui pengurus di tingkat ranting, agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan. PPM berharap, langkah kecil ini dapat menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan tidak hanya dikenang, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Keluarga besar Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) DPC Pajampangan menggelar kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Taman Pandan, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (29/3/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan aksi bakti sosial berupa santunan kepada 100 anak yatim, serta pagelaran seni budaya yang turut menyemarakkan suasana.   Acara dipandu oleh Arif Rahman Hakim sebagai pembawa acara dengan gaya khas yang diselingi canda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MGP DPC Pajampangan Sudirman Geheng, para Ketua PAC MGP se-Pajampangan, sesepuh DPC MGP Ustadz Asep Mustofa yang akrab disapa Aa Bentang, para pengasuh paguron, puluhan anggota Manggala, serta tamu undangan lainnya. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar anggota, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Ketua panitia, Ade Bima, menyampaikan bahwa selain santunan, kegiatan juga diisi dengan pagelaran seni tradisional seperti pencak silat dan kuda lumping yang ditampilkan oleh Padepokan Layung Mekar. “Kegiatan ini bukan sekadar halal bihalal, tetapi juga wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat. Santunan anak yatim dan pelestarian seni tradisional menjadi bagian penting dari jati diri Manggala Garuda Putih,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya anggota tanpa mengajukan proposal bantuan kepada pihak lain. “Alhamdulillah, kegiatan ini terlaksana dari hasil iuran anggota. Ini menjadi bukti kebersamaan dan kekompakan kami dalam berorganisasi,” tambahnya. Lebih lanjut, Ade Bima menyebutkan bahwa Manggala Garuda Putih selama ini tidak hanya fokus pada penguatan organisasi, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. “Selama ini kami rutin terlibat dalam kegiatan bakti sosial, santunan, hingga membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Kami ingin terus hadir memberikan manfaat nyata,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPC MGP Pajampangan, Sudirman Geheng, mengapresiasi kerja keras panitia sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses. Menurutnya, kegiatan tahunan ini bukan sekadar rekreasi di kawasan pantai, melainkan sarana mempererat silaturahmi antar anggota dan pengurus. “Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini kami laksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota, sehingga tercipta budaya silih asah, silih asih, dan silih asuh,” ungkapnya. Acara juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Asep Mustofa (Aa Bentang) yang memberikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada seluruh peserta yang hadir. Panitia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan pelestarian budaya di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. (Dicky)