Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com        Laju pembangunan program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-129 TA 2026 Kodim 0410/KBL di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, terus menunjukkan hasil signifikan. Di bawah kepemimpinan Dansatagas TMMD ke-129, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., para prajurit TNI bersama masyarakat setempat bergerak cepat menuntaskan dua fasilitas vital, yakni infrastruktur jalan dan sarana ibadah. Memasuki agenda kerja Senin (27/07/2026), membedah capaian yang telah dirintis sejak Minggu (26/07/2026), Satagas TMMD memfokuskan pengerjaan pada pembukaan akses jalan rabat beton di Jalan Nangka 2 Gg Alpukat II RT 04. Pembangunan jalan sepanjang 210 meter dengan lebar 2 meter ini dirancang untuk memperlancar mobilitas warga serta mendongkrak perekonomian lokal. Tidak hanya meretas keterisolasian jalan, fokus ketat juga diarahkan pada renovasi Mushola Baitul Saudah yang terletak di lokasi yang sama. Fasilitas ibadah ini mendapat sentuhan pembenahan menyeluruh, mencakup area tempat wudu hingga penyediaan MCK berukuran 2 x 1 meter. “Setiap fasilitas publik yang dibangun dalam TMMD ini diproyeksikan untuk kemaslahatan jangka panjang masyarakat. Pengerjaan Mushola Baitul Saudah tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga kenyamanan jamaah dalam beribadah,” ujar Dan satagas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M. Pada tahap ini, Babinsa Kodim 0410/KBL bersama warga bahu-membahu menuntaskan serangkaian pekerjaan teknis, meliputi pemplesteran dinding tempat wudu, pemasangan keramik dinding area wudu, pemasangan kloset dan keramik pada ruang WC, hingga pemasangan kanopi di pelataran mushola. Sinergi ini mempertegas komitmen TNI dalam menghadirkan sarana publik yang bersih, representatif, dan aman. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com    Upaya memperkuat sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, kian mendekati kenyataan. Pembangunan Pos Linmas di Jalan Garuda yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL tercatat telah menyentuh capaian fisik sebesar 75 persen per Senin (27/07/2026). Di bawah komando Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Satagas TMMD bergerak presisi mengawal setiap tahapan konstruksi. Setelah merapikan struktur dasar pada Minggu (25/07/2026), jajaran Babinsa Kodim 0410/KBL bersama warga melanjutkan pekerjaan pengacian dinding pos untuk memastikan daya tahan bangunan. Selain pembenahan dinding, tim lapangan juga memfokuskan pengerjaan pada pembuatan dudukan tempat tandon air guna menjamin ketersediaan air bersih di area pos, serta perbaikan struktur pintu agar dapat difungsikan secara optimal saat pos digunakan oleh petugas Linmas setempat. Lelaki berpangkat kolonel tersebut menegaskan bahwa keberadaan Pos Linmas yang memadai merupakan syarat mutlak terciptanya kondusivitas wilayah. “Pos Linmas adalah garda terdepan menjaga keamanan lingkungan. Melalui TMMD ke-129 ini, kita pastikan fasilitas garda keamanan warga ini berdiri kokoh dan siap difungsikan,” tegas Kolonel Arm Roni Hermawan. Guna menjaga kelancaran pekerjaan, pasokan material terus didistribusikan ke lokasi sasaran, termasuk tambahan material semen yang dialokasikan langsung untuk merampungkan tahap pengacian dan finishing bangunan. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com    Komitmen Kodim 0410/KBL dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan diwujudkan secara nyata melalui pembangunan sarana Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Salah satunya ditunjukkan pada pembangunan MCK-5 di Jalan Nangka, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, yang kini telah menginjak progres pembangunan 70 persen. Sarana MCK berukuran 3 x 2,5 meter tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan sanitasi yang layak dan higienis bagi warga sekitar. Memasuki evaluasi kegiatan Senin (27/07/2026), hasil kerja keras prajurit TNI dan warga sejak 26 Juli 2026 telah menyelesaikan tahap krusial pada bagian pembuangan. Pekerjaan pemasangan bata dinding pada lubang septic tank (septicttank) berhasil dituntaskan hingga 100 persen. Keberhasilan penyelesaian struktur penampungan limbah ini menjadi pijakan vital sebelum dilanjutkan ke tahap pemasangan lantai dan dinding atas bangunan MCK. Dansatagas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., menuturkan bahwa penyediaan MCK yang sesuai standar kesehatan merupakan manifestasi perhatian TNI terhadap pola hidup bersih warga. “Sanitasi yang baik adalah pondasi keluarga sehat. Melalui pengerjaan MCK-5 ini, kami ingin memastikan warga Pinang Jaya memiliki akses sanitasi yang higienis, teratur, dan berdampak langsung pada penurunan risiko penyakit berbasis lingkungan,” ungkap Dansatagas. Dengan dukungan material yang terus mengalir ke lokasi sasaran, jajaran Babinsa Kodim 0410/KBL optimistis sarana MCK-5 ini dapat segera dirampungkan tepat waktu dan siap dimanfaatkan oleh warga. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com      Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diusung dalam TMMD ke-129 TA 2026 Kodim 0410/KBL membawa angin segar bagi Bapak Siswanto, warga Jalan Nangka, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling. Rumah berukuran 6 x 6 meter miliknya yang semula tidak layak, kini berubah wajah menjadi hunian yang lebih kokoh dan sehat. Hingga Senin (27/07/2026), pengerjaan RTLH-4 tercatat telah mencapai progres 70 persen. Setelah merampungkan penataan dinding dan atap pada hari sebelumnya, Satagas TMMD di bawah pengawasan langsung Dan satagas Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., kini memfokuskan pengerjaan pada bagian interior dasar rumah. Jajaran Babinsa Kodim 0410/KBL bersama elemen masyarakat bergotong-royong melakukan pemadatan lantai rumah sebagai tahap persiapan sebelum dilanjutkan dengan pemasangan keramik. Pekerjaan peninggian dan pemadatan ini penting dilakukan guna mencegah kelembapan tanah naik ke permukaan rumah. Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., menyampaikan bahwa program bedah rumah TMMD tidak sekadar membangun struktur fisik, melainkan mengembalikan martabat dan memberikan kenyamanan tempat tinggal bagi warga penerima manfaat. “Setiap tanah yang dipadatkan dan semen yang diratakan di rumah Bapak Siswanto adalah wujud kepedulian prajurit TNI. Kami ingin memastikan keluarga beliau dapat tinggal di rumah yang aman, bersih, dan layak,” tutur Dansatagas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL. Dukungan material seperti pasokan semen sebanyak 2 sak dan bahan pendukung lainnya terus dimaksimalkan oleh tim lapangan agar pengerjaan pemadatan serta keramikisasi dapat berjalan lancar sesuai target yang ditentukan. (Agus)

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Ratusan kepala desa se-Kabupaten Kuningan mengikuti Retreat kepala desa Tahun 2026 di Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Sabtu 25 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kapasitas kepemimpinan, membangun sinergi. Sekaligus meneguhkan kembali pentingnya integritas dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik. Dalam agenda bertema “Membangun Integritas Kepala Desa dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Menuju Desa Maju, Mandiri, dan Sejahtera” itu, Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Kuningan, Ipda Rieki Ginanjar Handani SH mengingatkan para kepala desa agar tidak menyalahgunakan kewenangan dan anggaran yang dikelola. Menurutnya, kepala desa memiliki posisi strategis. Selain memimpin masyarakat, kepala desa juga merupakan Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa (PKPKD), pengambil keputusan, pelayan masyarakat, sekaligus teladan bagi perangkat desa. “Menjadi kepala desa bukan hanya soal mengelola pemerintahan dan anggaran. Kepala desa juga harus memiliki visi, mampu berkolaborasi, berinovasi, dan yang paling penting memiliki integritas,” ujar Ipda Rieki. Ia menegaskan, semakin besar kewenangan dan sumber daya yang dikelola, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. “Semakin besar kewenangan, semakin besar pula tanggung jawab,” tegasnya. Ipda Rieki menjelaskan, potensi penyimpangan dalam pemerintahan desa dapat terjadi sejak tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, penyaluran bantuan, pengelolaan aset hingga pertanggungjawaban. Sejumlah modus yang perlu diwaspadai antara lain mark-up anggaran, kegiatan fiktif, penggelapan dana desa, pengadaan barang yang tidak sesuai spesifikasi, penyalahgunaan aset desa, nepotisme, pungutan liar, hingga pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang tidak sesuai fakta. “Korupsi bukan hanya soal mengambil uang. Penyalahgunaan jabatan atau kewenangan untuk memperoleh keuntungan pribadi, kelompok, atau pihak lain yang merugikan keuangan negara maupun perekonomian negara juga merupakan persoalan serius,” jelasnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui penguatan pengawasan internal, peningkatan kapasitas aparatur desa, tertib administrasi, transparansi serta pelibatan masyarakat. (Asep Rusliman)

​JAKARTA,-Bidik-kasusnews.com,. Kematian Sutrimo, Kepala Urusan Rumah Tangga (Karumga) pribadi mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Eks Jampidsus) Febri Adriansyah, menyisakan sejumlah tanda tanya besar. Almarhum dinyatakan meninggal dunia saat tiba di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026). ​Kronologi Penjemputan dan Kondisi Medis ​Peristiwa bermula sekitar pukul 06.37 WIB ketika almarhum sempat menghubungi kerabatnya untuk mengeluhkan kondisi kesehatannya. Namun, saat kerabat tiba di lokasi, Sutrimo ditemukan sudah tidak sadarkan diri dengan mulut dan hidung mengeluarkan busa. ​Almarhum kemudian dievakuasi menggunakan ambulans yang dipesan secara daring oleh pihak yang belum teridentifikasi. Penjemputan dilakukan di area Klinik Mordent—fasilitas kesehatan milik Febri Adriansyah yang diketahui sudah tidak beroperasi selama lima tahun terakhir. ​Dokter RS Muhammadiyah Taman Puring, dr. Indri Kartika, menyatakan bahwa pasien tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia (brought in dead). Saat diturunkan dari ambulans, jenazah diantar oleh empat orang tak dikenal dengan data penanggung jawab terdaftar atas nama Febrio Adianto. ​Sorotan Keluarga dan Kejanggalan di Rumah Duka ​Pihak keluarga mengaku mendapati sejumlah kejanggalan dalam peristiwa ini. Komunikasi terakhir almarhum dengan pihak keluarga masih berjalan lancar pada pukul 05.00 WIB, sebelum akhirnya dikabarkan wafat beberapa jam kemudian. ​Jenazah diantar ke rumah orang tua almarhum pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB dengan dikawal oleh tiga orang pengantar, di antaranya teridentifikasi berpenampilan seperti anggota TNI dan Babinsa setempat. Pihak keluarga menyatakan tidak sempat memeriksa kondisi fisik almarhum secara utuh karena jenazah sudah dalam keadaan dimandikan dan dikafani dari Jakarta. Selain itu, barang-barang pribadi milik almarhum seperti ponsel, kartu ATM, dompet, dan pakaian hingga kini belum diserahkan. ​Kerabat dekat juga mengungkapkan bahwa almarhum kerap merasa ketakutan akibat perselisihan terkait urusan proyek batu bara di Jambi yang melibatkan kerabat dekat mantan atasannya. ​Tuntutan Pengusutan Tuntas ​Menanggapi rentetan kejadian tersebut, Fast Respon Indonesia Center (FRIC) mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. FRIC meminta adanya pemeriksaan secara mendalam, transparan, dan akuntabel mengenai penyebab pasti kematian Sutrimo, penelusuran identitas para pihak pengantar jenazah, serta pengembalian seluruh hak dan barang milik almarhum kepada pihak keluarga. (Korwil)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat gotong royong mewarnai kegiatan penataan ruang kelas di SDN Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, kompak mempercantik ruang belajar agar lebih bersih, rapi, dan nyaman. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Kelas 3B Fathonah. Bersama para wali murid, ruang kelas disulap melalui berbagai pembenahan, mulai dari pemasangan dekorasi, wallpaper, pengecatan, hingga penataan sudut baca. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan semangat belajar para siswa. Wali Kelas 3B Fathonah, Eulis, menyampaikan bahwa seluruh proses penataan dilaksanakan atas dasar kebersamaan dan keikhlasan. Ia menegaskan tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk memberikan sumbangan, karena setiap bentuk partisipasi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. “Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan kepedulian demi kenyamanan anak-anak saat belajar di sekolah,” ujarnya, Minggu (26/7). Dalam kegiatan tersebut, salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya turut memberikan kontribusi berupa tenaga, waktu, ide, hingga bantuan dana pribadi. Dukungan itu diberikan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya ruang belajar yang lebih layak dan nyaman bagi seluruh siswa. Ketua rukun wali murid Kelas 3B Fathonah, Mama Zikri, mengapresiasi kekompakan seluruh orang tua yang telah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gotong royong menjadi modal utama dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih baik. “Kalau memiliki ide atau ingin membantu, mari diwujudkan melalui tindakan nyata. Sekecil apa pun kontribusinya akan sangat berarti bagi kenyamanan dan kebahagiaan anak-anak saat belajar,” ungkapnya. Penataan ruang kelas ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian yang akan dilakukan oleh komite sekolah dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Partisipasi aktif seluruh kelas menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di lingkungan SDN Nyangkowek Cicurug. Kolaborasi antara guru, komite sekolah, dan wali murid diharapkan tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang lebih representatif, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai persatuan, tanggung jawab, kepedulian, serta kerja sama kepada para peserta didik sejak dini. Melalui kegiatan ini, peringatan HUT Kemerdekaan RI di SDN Nyangkowek tidak sekadar menjadi ajang memperindah lingkungan sekolah, melainkan juga momentum mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua serta membangun karakter generasi muda melalui semangat gotong royong yang menjadi warisan luhur bangsa Indonesia. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Rasa kepedulian terhadap korban kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, ditunjukkan Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) dengan menggelar aksi penggalangan bantuan, Minggu (26/7/2026). Aksi sosial tersebut dipusatkan di Prapatan Jalan Raya Minajaya, tepatnya di perbatasan Desa Buniwangi dan Desa Pasiripis, Kecamatan Surade. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hebat yang terjadi sehari sebelumnya. Diketahui, musibah kebakaran menghanguskan 51 rumah warga dan berdampak terhadap 70 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa. Seluruh bantuan yang berhasil dihimpun akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Penggalangan bantuan dipimpin Wakil Ketua Jagaraksa PJTM, Abah Dendi, didampingi Sekretaris Jenderal PJTM Hendrik Firmansyah bersama jajaran anggota paguyuban. Sekretaris Jenderal PJTM, Hendrik Firmansyah, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian dengan menyumbangkan bantuan sesuai kemampuan. “Bagi masyarakat yang ingin berbagi, kami menerima bantuan berupa uang tunai, pakaian layak pakai maupun kebutuhan pokok lainnya. Bantuan dapat diserahkan langsung ke Sekretariat PJTM di Jalan Raya Cibungur, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade. Seluruh bantuan akan kami salurkan kepada warga yang membutuhkan,” ungkap Hendrik. Menurutnya, aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk gotong royong masyarakat Jampang dalam membantu sesama yang sedang tertimpa musibah. Ia berharap semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi agar kebutuhan para korban dapat segera terpenuhi dan proses pemulihan pascakebakaran dapat berjalan lebih cepat. PJTM juga menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh bantuan yang terkumpul disalurkan secara tepat sasaran kepada warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya yang terdampak kebakaran. (Dicky)

PALEMBANG, Bidik-kasusnews.com        Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memperketat pengamanan dalam pelaksanaan konferensi pers terkait penanganan kasus bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan non-subsidi, Minggu (26/7/2026). Pengamanan berlangsung di dua lokasi, yakni Mapolda Sumsel dan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kertapati Kementerian Perhubungan Palembang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memastikan seluruh rangkaian konferensi pers berjalan aman, tertib, dan lancar. Sebanyak 20 personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumsel diterjunkan dalam pengamanan tersebut. Personel dipimpin PS Kanit 2 Subden 3 Detasemen Gegana, Ipda Wardi Suwardi. Dalam pelaksanaannya, personel mengedepankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dengan tetap berpedoman pada prosedur operasional. Pengamanan dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari sterilisasi area, pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan akses keluar-masuk, hingga pemantauan situasi di sekitar lokasi kegiatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan selama konferensi pers berlangsung, terlebih kegiatan tersebut berkaitan dengan penanganan kasus BBM yang menjadi perhatian masyarakat. Selain Mapolda Sumsel sebagai lokasi utama konferensi pers, pengamanan juga dilakukan di UPPKB Kertapati Kementerian Perhubungan Palembang sebagai lokasi pendukung kegiatan. Kehadiran personel Gegana menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memastikan kegiatan yang melibatkan sejumlah pihak dan menjadi perhatian publik dapat berlangsung dalam situasi yang kondusif. Pelaksanaan pengamanan juga menunjukkan kesiapan jajaran Satbrimob Polda Sumsel dalam memberikan dukungan keamanan pada berbagai kegiatan kepolisian. Profesionalisme dan koordinasi personel menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran kegiatan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, situasi di lokasi pengamanan dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tidak terdapat gangguan berarti selama pelaksanaan konferensi pers terkait kasus BBM subsidi dan non-subsidi tersebut. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebuah rumah milik warga di Kampung Cipari Hilir RT 014 RW 003, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena rumah sedang dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Sekretaris Kecamatan Cimanggu, Asep Mustofa, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan beserta barang-barang yang berada di dalam rumah milik pasangan Nandi dan Mimih. “Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya memadamkan api sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran serta melaporkan kejadian kepada aparat pemerintah setempat,” ujarnya. Setelah menerima laporan, unsur Forkopimcam Cimanggu bersama P2BK, Tagana, Polsek Jampangkulon, Pemerintah Desa Sukamaju, serta petugas pemadam kebakaran bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pembersihan sisa material bangunan yang terbakar. Selain itu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, petugas kesejahteraan sosial, dan para relawan turut membantu proses penanganan di lokasi kejadian. Akibat musibah tersebut, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Seluruh bangunan rumah berikut perabotan dan harta benda di dalamnya tidak berhasil diselamatkan. Saat ini keluarga korban untuk sementara tinggal di rumah kerabat terdekat. Pemerintah kecamatan dan desa juga terus berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan yang dibutuhkan. Kepala Desa Sukamaju, Dedih Supendi, membenarkan adanya musibah tersebut. Menurutnya, kebutuhan mendesak yang diperlukan korban meliputi pakaian layak pakai, selimut, alas tidur, serta bahan kebutuhan pokok. Pemerintah bersama sejumlah pihak terkait masih melakukan pendataan dan berupaya memberikan bantuan guna meringankan beban keluarga yang terdampak kebakaran tersebut. (Dicky)