SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menilai, perjuangan mempertahankan bangsa tidak berhenti pada generasi yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Di era sekarang ini, generasi muda memiliki bentuk perjuangan yang berbeda sesuai dengan tantangan zaman,” kata Ayep usai peringatan HUT TNI ke-81 di Lapang Merdeka, Senin (5/9). Turut hadir Ketua DPRD Wawan Juanda, Forkopimda dan para Kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.
Menurutnya, para pejuang terdahulu menghadapi berbagai keterbatasan dari sisi persenjataan bahkan harus menggunakan bambu runcing demi mempertahankan tanah air.
“Sekarang jauh berbeda di mana perjuangan generasi saat ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi,” ujarnya.

Di samping itu, pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi menjadi bagian penting dari perjuangan generasi masa kini,” tegas Ayep
Ia juga menjelaskan, kedua sektor tersebut harus menjadi kekuatan penting dalam membawa Indonesia menuju cita-cita Generasi Emas 2045.
Karena itu, generasi muda dituntut tidak hanya memahami sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pembangunan.
Ayep juga mengingatkan bahwa perjalanan mempertahankan NKRI merupakan hasil perjuangan bersama.
TNI dan rakyat memiliki sejarah panjang dalam menjaga kedaulatan negara, termasuk ketika Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda I dan Agresi Militer Belanda II.
Anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Raden Koesoemo Hutaripto, turut menekankan pentingnya generasi sekarang memahami sejarah perjuangan bangsa.
Perjuangan panjang tersebut pada akhirnya membawa Indonesia menuju pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 1949.
“Sejarah perjuangan bangsa tidak boleh dilupakan oleh generasi sekarang,” tegasnya.
Pesan Jas Merah, atau jangan sekali-kali melupakan sejarah, dinilai tetap relevan. Generasi muda perlu mengetahui bahwa kemerdekaan dan kedaulatan yang dirasakan saat ini lahir melalui proses panjang serta pengorbanan yang tidak sedikit.
Di sisi lain, bonus demografi yang diproyeksikan terjadi pada 2030 harus dipersiapkan dengan serius. Besarnya jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi peluang besar apabila dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai.
Generasi Z, milenial hingga generasi Alfa pun diharapkan mampu menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus memiliki kemampuan dan keberanian untuk ikut menentukan masa depan bangsa.
Pesan tersebut juga berlaku bagi anak-anak muda di Kota Sukabumi. Waktu dan energi generasi muda diharapkan tidak dihabiskan untuk kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi masa depan.
Sebaliknya, potensi anak muda harus diarahkan pada kegiatan yang mampu meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekaligus membuka peluang dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Semangat persatuan dan kedaulatan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan TNI juga diharapkan dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah. Kota Sukabumi didorong untuk menerjemahkan semangat bersatu, berdaulat, adil dan makmur melalui pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, HUT ke-81 TNI tidak hanya dimaknai sebagai peringatan perjalanan panjang institusi pertahanan negara. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga dan membangun Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.
Generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama yang diharapkan mampu meneruskan semangat perjuangan tersebut melalui peningkatan kualitas diri, penguatan ekonomi dan kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia. (Usep)