Efisiensi TKD Tekan APBD, Ayep Zaki Andalkan Potensi Pendapatan Daerah

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) memberikan tekanan terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Kota Sukabumi.

Di tengah keterbatasan tersebut, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki memilih mengoptimalkan potensi pendapatan daerah sembari mengupayakan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Strategi itu disiapkan untuk menjaga keberlangsungan keuangan daerah, menyusul proyeksi defisit APBD yang diperkirakan mencapai Rp110 miliar.

Ayep menegaskan, kondisi tersebut harus disikapi dengan perhitungan matang, terlebih kemampuan anggaran daerah saat ini sedang menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi TKD.

Hal itu disampaikannya ketika merespons pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna, Sabtu (7/11/2026).

Ia menyebut hampir seluruh fraksi mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran, termasuk menyangkut rencana pinjaman sebesar Rp89 miliar.

Ayep sependapat bahwa setiap kebijakan pembiayaan harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Jangan sampai keputusan yang diambil saat ini justru menimbulkan beban pembayaran yang memberatkan APBD pada masa mendatang.

Kendati demikian, ia melihat peluang peningkatan penerimaan daerah masih terbuka. Salah satu indikatornya adalah perkembangan PAD tunai Kota Sukabumi yang terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan grafik penerimaan, nilainya sejak 2024 hingga 2026 telah mencapai Rp170 miliar.

“Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pendapatan pada 2027,” kata Ayep.

Dia menambahkan, optimalisasi akan diarahkan pada sejumlah sektor, di antaranya opsen pajak, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta retribusi.

Pembenahan Pasar Pelita, Pasar Gudang, dan Pasar Degung juga masuk dalam agenda peningkatan pendapatan.

Dia berharap penataan dan perbaikan pasar-pasar tersebut dapat membuka peluang penerimaan baru bagi kas daerah.

“Masih banyak ruang dalam PAD tunai yang bisa kita optimalkan. Dari opsen, PBB-P2, PBJT, retribusi dan seterusnya. Termasuk pasar-pasar yang akan kita bereskan agar menjadi tambahan PAD tunai,” kata Ayep.

Selain menggenjot pendapatan internal, Pemkot Sukabumi juga meminta intervensi fiskal dari pemerintah pusat.

Ayep mengungkapkan, surat permohonan dukungan anggaran telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dengan nilai pengajuan di atas Rp100 miliar atau diperkirakan sekitar Rp110 miliar.

“Surat tersebut sudah diterima. Selanjutnya, pemerintah daerah akan mengawal prosesnya dengan melibatkan jajaran eksekutif dan legislatif,” terangnya.

Ayep memperkirakan kepastian mengenai permohonan tersebut baru dapat diketahui pada Maret 2027.

Ia juga menyoroti piutang BPJS Kesehatan sebesar Rp42 miliar yang hingga kini belum dibayarkan kepada Pemkot Sukabumi.

Menurutnya, pencairan dana tersebut berpotensi memperkuat penerimaan daerah secara signifikan. Karena itu, komunikasi dan lobi kepada pimpinan BPJS Kesehatan akan terus dilakukan agar pembayaran segera direalisasikan.

“Kalau tagihan BPJS sebesar Rp42 miliar dibayarkan, kita bisa loncat. Jadi uangnya ada, hanya terjadi penundaan pembayaran. Eksekutif akan terus melobi agar piutang tersebut segera dibayarkan,” tegasnya.

Ayep menjelaskan, kondisi defisit tidak bisa hanya dinilai dari satu sisi. Pemerintah perlu memperhitungkan perkembangan PAD tunai, potensi penerimaan yang belum tergarap, piutang yang belum masuk ke kas daerah, serta kemungkinan dukungan dari pemerintah pusat.

Ia pun menilai meningkatnya PAD tunai menunjukkan bahwa kinerja penerimaan daerah masih memiliki prospek positif.

Menurutnya, tambahan dukungan dari pusat sangat dibutuhkan agar tekanan fiskal tidak semakin membatasi pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap pemerintah pusat memahami persoalan yang dihadapi Kota Sukabumi, mengingat pengurangan TKD juga berdampak terhadap kemampuan keuangan daerah lainnya.

Di luar persoalan fiskal, Ayep turut menanggapi masukan fraksi-fraksi DPRD mengenai sejumlah kebijakan daerah, termasuk persoalan tata ruang yang disampaikan Fraksi PKS.

Seluruh masukan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis antara eksekutif dan legislatif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kepentingan masyarakat. (Usep)

Follow Us On

Trending Now​

Efisiensi TKD Tekan APBD, Ayep Zaki Andalkan Potensi Pendapatan Daerah

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) memberikan tekanan...

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com    Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja...

Membentang di Atas Jalan Besito Kudus, Papan Nama Home Stay & Kost Jadi Sorotan, Pemkab Diminta Bertindak

JATENG;Bidik-kasusnews.com KUDUS – Sebuah papan nama bertuliskan HOME STAY & KOST yang terpasang...

MAJALENGKA, Bidik-kasusnews.com Dalam rangka menyambut peringatan Hari Persatuan Guru Republik...

Polres Priok, Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah, Yayasan Oase Anak Bangsa Jakarta Utara

Jakarta, Bidik-kasus wes.com    Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H...

Jelang HUT ke-16 dan Mubes, KOWASI Kebanjiran Dukungan dari Berbagai Instansi

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Komunitas Wartawan...

Recent Post​

Efisiensi TKD Tekan APBD, Ayep Zaki Andalkan Potensi Pendapatan Daerah

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) memberikan tekanan terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Kota Sukabumi. Di...

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com    Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja sama dalam mencegah dan menangani kejahatan...

Membentang di Atas Jalan Besito Kudus, Papan Nama Home Stay & Kost Jadi Sorotan, Pemkab Diminta Bertindak

JATENG;Bidik-kasusnews.com KUDUS – Sebuah papan nama bertuliskan HOME STAY & KOST yang terpasang melintang di atas Jalan Besito, Desa...

MAJALENGKA, Bidik-kasusnews.com Dalam rangka menyambut peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke 81 dan Hari Guru (HGN) yang ke...

Polres Priok, Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah, Yayasan Oase Anak Bangsa Jakarta Utara

Jakarta, Bidik-kasus wes.com    Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., diwakili Kasium IPTU Dwi Dodot dan...

Jelang HUT ke-16 dan Mubes, KOWASI Kebanjiran Dukungan dari Berbagai Instansi

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Komunitas Wartawan Sukabumi (KOWASI) yang dirangkaikan dengan...

PEPADI Korwil VI Pajampangan Gelar Peringatan Hari Wayang Nasional 2026

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Persatuan Padalangan Indonesia (PEPADI) Koordinasi Wilayah VI Pajampangan secara resmi menggelar peringatan Hari Wayang...

Sholat Jumat Keliling, Polresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Bersama Masyarakat

CIREBON – Bidik-kasusnews.com Polresta Cirebon terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling yang dilaksanakan...

Polresta Cirebon Tanam 30 Pohon Mangga, Green Policing Digelar Serentak di 27 Polsek

CIREBON – Bidik-kasusnews.com Polresta Cirebon terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan melalui program Green Policing. Salah...