SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Persatuan Padalangan Indonesia (PEPADI) Koordinasi Wilayah VI Pajampangan secara resmi menggelar peringatan Hari Wayang Nasional tahun 2026 di Lapang Lodaya Setra, Surade, Kabupaten Sukabumi. Acara ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan untuk menjaga dan melestarikan seni budaya leluhur.
Ketua PEPADI Korwil VI Pajampangan, Dedih Haryadi atau yang akrab disapa Deblo, menyampaikan bahwa wilayah Pajampangan saat ini memiliki sebanyak 15 orang dalang dan 60 sanggar seni pewayangan.
“Jumlah dalang di Pajampangan sebanyak 15 orang, dan sanggar berjumlah 60. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan kita,” ujar Dedih Haryadi.
Peringatan tahun ini mengusung tema: “Ngamumule Tradisi Budaya Sunda.”
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Wayang bukan sekadar pertunjukan, tetapi cermin kehidupan, tuntunan nilai, dan warisan leluhur bangsa,” ungkap H. Hendra Permana.
Lebih lanjut ia menjelaskan, di balik setiap tokoh dan kisah dalam dunia pewayangan, tersimpan filosofi kehidupan, kearifan leluhur, serta pesan moral yang tak lekang oleh waktu.
“Mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan seni pedalangan sebagai warisan budaya Nusantara, agar tetap hidup, tumbuh, dan terus dikenal oleh generasi penerus,” ajaknya.
Ia menutup dengan pesan yang sarat makna:
“Ngamumule Wayang, Ngajaga Budaya, Ngawarisken Leluhur Bangsa.”
“Wayang lestari, budaya tetap menjadi jati diri kita.”
Semoga seni pewayangan dan budaya leluhur kita senantiasa terjaga keberadaannya. (Dicky)