Dinilai Bukan Pengedar, Kuasa Hukum Desak Rehabilitasi untuk Taqiyuddin

BIDIK-KASUSNEWS.COM

JAKARTA – Penasehat hukum terdakwa Taqiyuddin Hilali, Irfan Akhyari, S.H., M.H., dari Akhyari Hendri & Partner Law Office, mengkritisi keras tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perkara narkotika nomor 194/Pid.Sus/2025 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam agenda pembacaan pleidoi yang digelar, Rabu (14/5/25) kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Irfan menyampaikan bahwa tuntutan tujuh tahun penjara dan denda Rp800 juta subsidair tiga bulan kurungan terhadap kliennya sangat tidak mencerminkan rasa keadilan.

“Taqiyuddin hanyalah seorang pengguna ganja, bukan pengedar atau bagian dari jaringan narkotika. Fakta ini terungkap jelas dari keterangan saksi dan hasil assessment dari BNN Provinsi DKI Jakarta,” ujar Irfan kepada media di Ruang Kerjanya, di Jakarta Selatan, Jum’at (16/5/25).

Menurutnya, penuntutan yang didasarkan pada Pasal 111 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tersebut seharusnya lebih mempertimbangkan pendekatan rehabilitasi, bukan pidana penjara sebagai langkah utama.

“Kami tidak menafikan bahwa narkoba harus diberantas. Tapi hukum juga harus bijak memilah mana yang perlu dihukum penjara, mana yang perlu direhabilitasi. Pidana penjara itu ultimum remedium, bukan satu-satunya jalan,” tegas Irfan.

Lebih lanjut, Irfan mengungkap bahwa dalam proses hukum yang berjalan, terdapat sejumlah kejanggalan. Di antaranya adalah tidak dihadirkannya hasil assessment BNN sebagai alat bukti persidangan, meskipun dokumen tersebut sangat penting untuk menilai status hukum terdakwa sebagai pengguna.

“Lebih ironis lagi, klien kami ditangkap berdasarkan bukti transfer kepada seseorang bernama Galih Ardani, yang justru tidak pernah dihadirkan atau diproses secara hukum. Galih bebas, sementara Taqiyuddin dituntut tujuh tahun. Ada apa ini?” tambahnya.

Barang bukti yang ditemukan pada Taqiyuddin pun disebut hanya berupa batang ganja kering seberat 13 gram netto, bukan ganja siap pakai. Sementara hasil tes urine terdakwa memang menunjukkan penggunaan, yang menurut Irfan, dilakukan semata karena alasan insomnia berat yang diderita sejak 2023.

“Klien kami sudah tidak aktif menggunakan sejak 2023. Tapi saat penangkapan di Februari 2025, ia tetap ditahan dengan dasar bukti transfer pembelian ganja, yang ironisnya juga tidak pernah dihadirkan di persidangan. Ini bukti yang hilang,” jelas Irfan.

Saat ini, Taqiyuddin masih ditahan dan dalam kondisi cukup baik. Putusan majelis hakim sendiri dijadwalkan pada 26 Mei 2025.

“Kami berharap majelis hakim bisa memberikan putusan yang adil. Jangan sampai pengguna seperti Taqiyuddin dijatuhi hukuman berat, sementara pengedar berkeliaran bebas. Rehabilitasi adalah jalan yang benar bagi korban penyalahgunaan narkoba seperti klien kami,” pungkas Irfan. (Fahmy)

Follow Us On

Trending Now​

Efisiensi TKD Tekan APBD, Ayep Zaki Andalkan Potensi Pendapatan Daerah

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) memberikan tekanan...

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com    Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja...

Membentang di Atas Jalan Besito Kudus, Papan Nama Home Stay & Kost Jadi Sorotan, Pemkab Diminta Bertindak

JATENG;Bidik-kasusnews.com KUDUS – Sebuah papan nama bertuliskan HOME STAY & KOST yang terpasang...

MAJALENGKA, Bidik-kasusnews.com Dalam rangka menyambut peringatan Hari Persatuan Guru Republik...

Polres Priok, Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah, Yayasan Oase Anak Bangsa Jakarta Utara

Jakarta, Bidik-kasus wes.com    Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H...

Jelang HUT ke-16 dan Mubes, KOWASI Kebanjiran Dukungan dari Berbagai Instansi

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Komunitas Wartawan...

Recent Post​

Efisiensi TKD Tekan APBD, Ayep Zaki Andalkan Potensi Pendapatan Daerah

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) memberikan tekanan terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Kota Sukabumi. Di...

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com    Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja sama dalam mencegah dan menangani kejahatan...

Membentang di Atas Jalan Besito Kudus, Papan Nama Home Stay & Kost Jadi Sorotan, Pemkab Diminta Bertindak

JATENG;Bidik-kasusnews.com KUDUS – Sebuah papan nama bertuliskan HOME STAY & KOST yang terpasang melintang di atas Jalan Besito, Desa...

MAJALENGKA, Bidik-kasusnews.com Dalam rangka menyambut peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke 81 dan Hari Guru (HGN) yang ke...

Polres Priok, Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah, Yayasan Oase Anak Bangsa Jakarta Utara

Jakarta, Bidik-kasus wes.com    Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., diwakili Kasium IPTU Dwi Dodot dan...

Jelang HUT ke-16 dan Mubes, KOWASI Kebanjiran Dukungan dari Berbagai Instansi

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Komunitas Wartawan Sukabumi (KOWASI) yang dirangkaikan dengan...

PEPADI Korwil VI Pajampangan Gelar Peringatan Hari Wayang Nasional 2026

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Persatuan Padalangan Indonesia (PEPADI) Koordinasi Wilayah VI Pajampangan secara resmi menggelar peringatan Hari Wayang...

Sholat Jumat Keliling, Polresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Bersama Masyarakat

CIREBON – Bidik-kasusnews.com Polresta Cirebon terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling yang dilaksanakan...

Polresta Cirebon Tanam 30 Pohon Mangga, Green Policing Digelar Serentak di 27 Polsek

CIREBON – Bidik-kasusnews.com Polresta Cirebon terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan melalui program Green Policing. Salah...