Bidik-kasusnews.com
Jakarta -3-Juni-2026-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa praktik korupsi dalam proyek pembangunan infrastruktur tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Hal itu disampaikan KPK saat mengumumkan penahanan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Kantor Pemerintah Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2017–2019 pada Selasa (2/6/2026).
“Kualitas infrastruktur yang digunakan masyarakat sehari-hari sangat ditentukan oleh integritas proses pembangunannya, sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujar juru bicara KPK dalam keterangannya kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp 3/6/2026.
KPK menyebut praktik manipulasi proyek, mark-up anggaran, hingga pengaturan pemenang tender dapat membuat infrastruktur yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat justru menjadi ancaman keselamatan publik.
Dalam kasus ini, KPK menahan tiga tersangka yakni Mokh. Sukiman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ahmad Abdillah, serta Herman Dwi Haryanto.
Sementara satu tersangka lainnya, Muhammad Yanuar Marzuki, belum ditahan karena belum memenuhi panggilan penyidik dan akan dilakukan penahanan pada kesempatan berikutnya.
KPK menjelaskan proyek pembangunan Gedung Pemkab Lamongan tersebut memiliki nilai kontrak mencapai Rp151,2 miliar. Namun dalam proses penyidikan ditemukan berbagai dugaan penyimpangan mulai dari proses tender, pelaksanaan kontrak, hingga serah terima pekerjaan.
Menurut penyidik, pembentukan kerja sama operasi (KSO) diduga hanya formalitas untuk memenuhi persyaratan administrasi lelang. Selain itu, pihak kontraktor disebut telah diarahkan menjadi pelaksana proyek sebelum proses tender dimulai.
Akibat penyimpangan tersebut, volume dan kualitas pekerjaan tidak sesuai spesifikasi kontrak dan mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp35,7 miliar.
KPK juga menegaskan pentingnya penguatan tata kelola, pengawasan internal, serta budaya antikorupsi dalam setiap proyek pembangunan yang menggunakan uang negara agar berjalan transparan dan bertanggung jawab.(Wely)