SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kebanggaan menyelimuti keluarga Dedi dan Sari saat putra kedua mereka, Yusuf Sujatman, tampil sebagai finalis dalam ajang pemilihan Jaka Dara Pajampangan pada rangkaian Ngabuana 3, Minggu (11/10/2026).
Yusuf yang merupakan putra Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, berkesempatan menunjukkan penampilan terbaiknya di hadapan dewan juri dan ratusan penonton yang memadati Lapangan Lodaya Serta, Kecamatan Surade.

Ajang yang digelar Paguyuban Jampang Tandang Makalangan dengan mengusung tema “Muka Lawang Jampang” tersebut diikuti puluhan peserta yang mewakili berbagai kecamatan di wilayah Pajampangan.
Di atas panggung megah, Yusuf tampil bersama para finalis lainnya dalam kompetisi yang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi generasi muda di kawasan Pajampangan.
Bagi keluarga, keikutsertaan Yusuf dalam ajang tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri.
Sang ayah, Dedi, mengaku senang sekaligus bangga melihat putranya memperoleh kesempatan tampil di hadapan publik dan bersaing dengan peserta dari berbagai kecamatan.
“Kami sebagai orang tua sangat senang dan bangga menyaksikan putra tercinta tampil di atas panggung yang megah ini bersama puluhan peserta lainnya yang mewakili berbagai kecamatan,” ujar Dedi.
Menurutnya, hasil akhir perlombaan bukanlah satu-satunya hal yang menjadi perhatian keluarga.
Kesempatan bagi Yusuf untuk tampil dan membawa nama Kecamatan Waluran dalam ajang Jaka Dara Pajampangan sudah menjadi pencapaian yang patut disyukuri.
“Kalaupun tidak meraih gelar juara, bagi kami tidak masalah. Sudah bisa tampil dan mewakili Kecamatan Waluran saja, bagi kami sudah menjadi kebanggaan,” ungkapnya.
Dedi menambahkan, keluarga masih menantikan pengumuman hasil pemilihan yang dijadwalkan disampaikan pada Minggu malam.
Ia berharap apa pun hasilnya dapat menjadi pengalaman berharga bagi perjalanan Yusuf ke depan.
Partisipasi Yusuf dalam Jaka Dara Pajampangan Ngabuana 3 menjadi momentum bagi generasi muda Kecamatan Waluran untuk menunjukkan keberanian, kemampuan, serta kepercayaan diri di ruang publik.
Bagi keluarga, kebanggaan tidak semata-mata ditentukan oleh gelar juara, tetapi juga oleh kesempatan untuk berpartisipasi dan membawa nama daerah dalam ajang budaya Pajampangan. (Dicky)