Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Warga Desa Rantau Bujur Hilir, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, sempat dihebohkan dengan fenomena tanah yang mengeluarkan asap dan terlihat seperti mendidih pada Rabu (15/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di sebuah rumah milik Haris Fadillah, yang berlokasi di Jalan Alabio–Danau Panggang RT 001, tepat di samping Mushola Darul Muta’abbidin. Kepulan asap dari dalam tanah dengan kondisi air yang tampak mendidih memicu kepanikan warga sekitar.
Menjelang sore hari, sekitar pukul 16.00 WITA, fenomena ini semakin ramai diperbincangkan hingga viral di media sosial. Sejumlah spekulasi pun bermunculan, termasuk dugaan adanya kandungan minyak di dalam tanah.
Menindaklanjuti hal tersebut, Camat Sungai Tabukan bersama Kapolsek Sungai Pandan dan personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta pengamanan dengan memasang garis polisi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sekitar pukul 18.40 WITA, petugas dari PLN Amuntai melakukan pemeriksaan teknis di lokasi. Hasil pengecekan mengungkap bahwa fenomena tersebut bukan disebabkan faktor alam, melainkan akibat kebocoran arus listrik dari instalasi rumah milik Haris Fadillah.
Kebocoran arus listrik tersebut merambat melalui arde (grounding) yang tertanam di dalam tanah. Kondisi tanah yang lembab mempercepat penyebaran panas hingga ke permukaan, sehingga menimbulkan efek seperti air mendidih disertai keluarnya asap.
Petugas PLN kemudian segera melakukan perbaikan pada instalasi listrik yang bermasalah. Setelah penanganan dilakukan, fenomena tersebut tidak lagi terjadi dan kondisi instalasi listrik kembali normal.
Kapolsek Sungai Pandan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Kebocoran arus listrik berpotensi menimbulkan korsleting hingga kebakaran apabila tidak segera ditangani.
Masyarakat juga diharapkan segera menghubungi pihak PLN apabila menemukan kejanggalan atau gangguan pada instalasi listrik, guna mencegah terjadinya hal-hal yang membahayakan.
Situasi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan kondusif.
(Agus)
