SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar aksi sosial melalui program IMIPAS PEDULI 2026. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 40 paket sembako disalurkan kepada masyarakat kurang mampu dan penghuni panti asuhan di wilayah Kota Sukabumi, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen jajaran Lapas Sukabumi dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Melalui momentum Hari Bakti Kemenimipas, keluarga besar Lapas Sukabumi berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Bantuan sosial tersebut menyasar masyarakat di sekitar lingkungan Lapas Sukabumi serta tiga lembaga sosial, yakni Panti Asuhan Muslimin Sukmawinata, Yayasan Bina Swadaya, dan Panti Asuhan Umi Adah. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, penyaluran dilakukan melalui beberapa cara. Sebagian masyarakat diundang untuk menerima paket sembako secara langsung di Lapas, sementara bantuan lainnya diantarkan ke rumah masing-masing penerima. Adapun untuk panti asuhan, bantuan diserahkan langsung kepada pihak pengelola. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan program IMIPAS PEDULI merupakan salah satu wujud nyata kepedulian jajaran Pemasyarakatan terhadap kondisi sosial masyarakat di lingkungan sekitar. Menurutnya, keberadaan lembaga pemasyarakatan tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan fungsi pembinaan dan pengamanan, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Pemasyarakatan tidak hanya menjalankan tugas pembinaan dan pengamanan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ujarnya. Dia berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat dan anak-anak di panti asuhan. Budi menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan dengan masyarakat serta membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan. Mengusung semangat ‘Imipas Melayani, Tegas Menjaga, Tulus Membina’, kegiatan IMIPAS PEDULI 2026 tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan membangun hubungan harmonis antara Lapas Sukabumi dengan masyarakat maupun lembaga sosial di Kota Sukabumi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Masyarakat serta pihak panti asuhan pun menyambut positif kepedulian yang ditunjukkan jajaran Lapas Sukabumi. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan nilai pengabdian Pemasyarakatan dengan mengedepankan prinsip “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.” (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketelitian dan kewaspadaan dalam menjalankan tugas mengantarkan dua petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menerima penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat. Keduanya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 12,83 gram pada 28 September 2026. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, AMd.IP., S.H., M.H., dalam apel pagi pegawai di Lapangan Apel Lapas Sukabumi, Rabu (14/10/2026). Penyerahan itu merupakan tindak lanjut atas apresiasi yang diberikan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, Bc.I.P., S.Pd., M.Si., terhadap keberhasilan kedua petugas. Pemberian penghargaan tersebut didasarkan pada Keputusan Nomor WP.11–4 SA.05.03 Tahun 2026 tentang Pemberian Penghargaan kepada Pegawai atas Keberhasilan Menggagalkan Upaya Penyelundupan Narkotika di Lapas Kelas IIB Sukabumi. Dua pegawai yang menerima penghargaan yakni Siti Mardiah, Pengolah Data dan Informasi, serta Rizki M Iqbal Dyaz, Petugas Pengamanan Pemasyarakatan. Keduanya dinilai mampu menunjukkan integritas, tanggung jawab, serta ketelitian dalam mengantisipasi masuknya barang terlarang ke lingkungan lapas. Siti Mardiah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat bruto 3,09 gram ketika melakukan pemeriksaan badan terhadap seorang pengunjung. Sementara itu, Rizki M Iqbal Dyaz menemukan sabu seberat bruto 9,74 gram yang dikemas dalam tiga paket dan disembunyikan di dalam celana yang dititipkan melalui layanan penitipan barang dan makanan oleh keluarga warga binaan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti pentingnya pemeriksaan yang cermat terhadap setiap orang maupun barang yang masuk ke lingkungan pemasyarakatan. Kewaspadaan petugas menjadi salah satu unsur penting dalam mencegah peredaran narkotika sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Dalam amanatnya, Budi Hardiono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kedua pegawai yang telah menjalankan tugas dengan baik. Menurutnya, penghargaan dari Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat bukan hanya bentuk pengakuan atas keberhasilan individu, melainkan juga motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan profesionalisme. “Keberhasilan ini harus menjadi contoh bagi kita semua. Jangan pernah melewatkan barang terlarang yang terlihat di hadapan kita. Tetap tingkatkan kewaspadaan dan laksanakan tugas secara profesional sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku,” tegas Budi. Ia juga mengungkapkan bahwa keberhasilan penggagalan penyelundupan narkotika tersebut mendapat perhatian dari pimpinan di tingkat pusat maupun wilayah. Direktorat Teknologi dan Kerja Sama Ditjenpas telah melakukan pengecekan langsung terkait temuan tersebut sebagai bagian dari pemantauan pelaksanaan tugas pengamanan di Lapas Sukabumi. Budi menegaskan, keberhasilan mengungkap upaya penyelundupan tidak boleh membuat jajaran petugas lengah. Sebaliknya, kejadian tersebut harus menjadi pengingat untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan ketelitian pemeriksaan, serta memastikan setiap prosedur pengamanan dilaksanakan secara konsisten. Melalui pemberian penghargaan ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja yang berintegritas, disiplin, dan profesional. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan pengawasan guna mencegah masuknya narkotika dan barang terlarang lainnya, sehingga keamanan serta ketertiban di lingkungan pemasyarakatan tetap terjaga. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya penyelundupan barang haram jenis sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi kembali terbongkar. Tak tanggung-tanggung, dalam satu hari pelayanan kunjungan, petugas menggagalkan tiga paket sabu. Narkoba tersebut disembunyikan di dalam celana serta satu paket lainnya yang ditemukan dari jaket seorang pengunjung. Pengungkapan tersebut terjadi pada Senin, 28 September 2026, saat layanan kunjungan dan penitipan barang berlangsung. Modus penyelundupan menggunakan celana disebut menjadi temuan baru bagi petugas Lapas Sukabumi. Petugas awalnya mencurigai sebuah celana 3/4 yang dititipkan seorang perempuan sekitar pukul 11.00 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas merasakan adanya bagian yang tidak lazim pada merek celana tersebut. Setelah dibuka, ditemukan barang yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 3,3 gram bruto. Kecurigaan petugas kemudian berkembang. Mereka kembali memeriksa dua celana lain yang sebelumnya dititipkan pada hari yang sama. Hasilnya mengejutkan, kedua celana tersebut ternyata memiliki merek dan pola penyimpanan yang sama serta sama-sama menyimpan barang yang diduga sabu. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono menyatakan, celana pertama tercatat ditujukan kepada warga binaan berinisial RW, terpidana kasus pencurian dengan hukuman empat tahun. Barang yang ditemukan memiliki berat 3,37 gram bruto. Celana kedua ditujukan kepada warga binaan berinisial DYP. Dia adalah terpidana kasus pencurian dengan hukuman dua tahun dua bulan, dengan barang bukti seberat 3,42 gram bruto. Sementara satu celana lainnya ditujukan kepada warga binaan berinisial HH, terpidana kasus pencurian dengan hukuman tiga tahun enam bulan. Dari celana tersebut ditemukan barang yang diduga sabu dengan berat 2,95 gram bruto. Menariknya kata Budi, tiga celana tersebut masuk dalam satu hari dan melalui layanan penitipan barang. “Pentugas menduga pola penyimpanan yang sama mengindikasikan adanya modus yang terkoordinasi, meski siapa pihak yang terlibat masih menjadi ranah penyelidikan kepolisian,” ujarnya. Tak berhenti di situ, petugas juga menggagalkan penyelundupan narkoba dari seorang pengunjung perempuan berinisial IS, 35 tahun, warga Warudoyong, Kota Sukabumi. Saat menjalani pemeriksaan di P2U, petugas menemukan barang yang diduga sabu seberat 3,9 gram bruto tersembunyi di dalam jaket yang dikenakannya. Seluruh temuan tersebut kemudian dikembangkan melalui pemeriksaan terhadap warga binaan yang menjadi tujuan barang. Petugas juga menemukan sebuah telepon seluler yang diduga digunakan untuk komunikasi terkait pemesanan narkoba. “Barang bukti kami diserahkan kepada pihak kepolisian untuk kepentingan pengembangan perkara,” ungkapnya. Untuk itu kata di, pihak Lapas Sukabumi menegaskan pengawasan terhadap masuknya barang terlarang terus diperketat. Sehingga, ketelitian petugas menjadi faktor penting dalam membongkar modus baru tersebut, termasuk ketika bagian merek celana yang terlihat biasa justru menyimpan narkoba. “Kalau saya baru menemukan kali ini. Biasanya orang diikat pinggang, di list yang lain, ataupun di dalam belahan tubuh untuk perempuan. Kalau ini sama sekali kami belum menduga,” katanya. Pihak Lapas juga menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi peredaran maupun masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan pemasyarakatan. Seluruh temuan dan pihak yang terindikasi terlibat akan diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum dan pengembangan lebih lanjut. “Usaha kami sudah maksimal. Yang namanya manusia, tentu pengawalan itu pasti ada. Namun, kami tidak akan pernah pembiaran terhadap barang,” tegasnya. (Usep)
KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA KUNINGAN, Eries Sugianto, menegaskan tidak ada kamar hunian dengan fasilitas mewah bagi warga binaan di lingkungan Lapas Kelas IIA KUNINGAN. Penegasan itu disampaikan Eries saat mengikuti kegiatan sarapan pagi bersama warga binaan di Lapangan Blok I Lapas Kelas IIA Kuningan, Minggu 27 September 2026 kemarin. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang komunikasi langsung antara pimpinan Lapas dengan warga binaan Selain membangun komunikasi, kesempatan itu dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah arahan mengenai keamanan, ketertiban, pelayanan, serta pelaksanaan program pembinaan. Dalam pertemuan tersebut, Eries turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran petugas dan warga binaan yang dinilai telah bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan Lapas. Apresiasi secara khusus diberikan terkait kegiatan penggeledahan yang dilakukan sehari sebelumnya. Menurut Eries, proses penggeledahan berlangsung tertib dan tidak menemukan barang-barang terlarang. “Terima kasih kepada seluruh jajaran dan warga binaan yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.” “Hasil penggeledahan kemarin menjadi bagian dari komitmen kita bersama untuk menciptakan Lapas yang aman dan kondusif,” ujar Eries. Kalapas Kuningan Ingatkan Zero Halinar Dalam kesempatan itu, Eries kembali mengingatkan seluruh warga binaan untuk menjaga komitmen Zero Halinar. Komitmen tersebut antara lain diwujudkan dengan tidak memiliki, menyimpan maupun menggunakan telepon seluler secara ilegal. Warga binaan juga diminta menjauhi narkoba serta praktik pungutan liar. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan tertib. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi. Melalui kegiatan bakti sosial Jumat Berkah, jajaran Lapas menyalurkan sebanyak 25 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dan panti asuhan, Jumat (25/9/2026). Dari total bantuan tersebut, sebanyak 19 paket diberikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan Lapas Sukabumi. Sementara enam paket lainnya disalurkan ke Panti Asuhan Muslimin Sukmawinata dan Panti Asuhan Umi Adah. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada penerima manfaat. Sebagian warga datang ke Lapas Sukabumi untuk menerima bantuan, sedangkan paket lainnya diantarkan langsung ke alamat penerima yang telah ditentukan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan tepat sasaran. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan kegiatan bakti sosial merupakan bentuk kepedulian jajaran Lapas terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. “Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat penerima,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan berbagi tersebut tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi bagian dari upaya Lapas Sukabumi untuk terus membangun kepedulian sosial dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Sukabumi ingin memastikan keberadaan institusi Pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen “Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat”, yang diwujudkan melalui aksi sosial dan semangat gotong royong secara berkelanjutan. (Usep)
SUMEDANG – Bidik-kasusnews.com Suasana tegang menyelimuti Lapas Kelas IIB Sumedang. Hari ini, Kamis (24/09/2026) pukul 14.00 WIB, lapangan apel Lapas Sumedang mendadak dipenuhi puluhan aparat bersenjata lengkap. Bukan ada kerusuhan, melainkan Operasi Razia Akbar Gabungan yang digelar bersama TNI, POLRI, dan BNN. Kegiatan diawali dengan Apel Bersama yang dipimpin langsung oleh Kalapas Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma Dalam apel tersebut, Kalapas memberikan arahan tegas untuk menjaga integritas dan komitmen Lapas Sumedang bersih dari HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Apel diikuti kekuatan gabungan yang tidak main-main: – 15 Personel TNI Batalyon Infanteri 301 Prabu Kian Santang – 1 Peleton Brimob Polda Jabar – 25 Personel Sat Samapta Polres Sumedang – 15 Petugas BNN Setelah apel, operasi langsung dipimpin oleh Plh. Ka.KPLP, Ikko Seluruh kamar di Blok Hunian A dan B serta Blok Wanita disisir tanpa terkecuali. Petugas gabungan masuk dari blok ke blok, memeriksa setiap sudut kamar, lemari, hingga area tersembunyi. Tidak ada celah bagi pelanggar. “Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran Handphone dan Narkoba” Tegas Plh.Ka.KPLP Ikko di tengah penggeledahan. Suasana mencekam, seluruh warga binaan diminta kooperatif saat penggeledahan berlangsung. Setelah seluruh blok disisir, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine massal yang diawasi langsung oleh BNN Sumedang. Sebanyak 120 Warga Binaan diambil sample urine-nya secara acak. Seluruh sample 120 Warga Binaan dinyatakan NEGATIF narkoba Tidak ditemukan barang terlarang yang menonjol selama razia. Kalapas Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma mengapresiasi sinergitas TNI-POLRI dan BNN. Menurutnya, razia ini adalah bukti nyata komitmen Lapas Sumedang mendukung program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memberantas narkoba di dalam Lapas. Razia gabungan selesai dalam keadaan aman dan kondusif. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi memperketat pengawasan terhadap warga binaan. Langkah itu dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) gabungan kamar hunian dan tes urine bersama TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi, Sabtu (19/9/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memperkuat komitmen Lapas Sukabumi mewujudkan Zero HALINAR atau bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba. Sidak dilaksanakan menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-61.OT.02.02 Tahun 2026 tentang peningkatan kewaspadaan dan deteksi dini gangguan keamanan serta ketertiban di lingkungan Lapas, LPKA, dan Rutan. Petugas gabungan menyasar kamar hunian di Blok A, Blok B, Blok C, hingga Blok Wanita. Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan pendekatan profesional, humanis, sopan, dan santun. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan sidak bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada narkoba, handphone ilegal, senjata tajam, maupun barang terlarang lainnya di dalam Lapas. “Target kita adalah memastikan tidak ada narkotika, handphone ilegal, senjata tajam, maupun barang-barang lain yang dilarang berada di dalam kamar hunian,” ujar Budi. Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan narkoba maupun alat komunikasi ilegal. Namun, sejumlah barang yang tidak diperkenankan berada di kamar hunian masih ditemukan dan langsung diamankan. Barang tersebut antara lain korek gas, cermin, power bank, jepit kuku, kipas angin, alat pencukur rambut, sendok, kape, botol parfum kaca, pencukur jenggot, gelas kaca, kartu remi, tempered glass, charger handphone, kabel data, baterai, termos stainless, earphone, pengharum ruangan, casing handphone, wallpaper hingga kacamata. Seluruh barang temuan kemudian diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Tak berhenti pada penggeledahan kamar, BNNK Sukabumi juga melakukan tes urine secara acak terhadap 50 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hasilnya, seluruh sampel menunjukkan negatif narkoba. BNNK Sukabumi memastikan dari 50 WBP yang menjalani pemeriksaan tidak ditemukan indikasi penggunaan maupun penyalahgunaan narkotika. Budi menegaskan, hasil negatif tersebut tidak membuat pengawasan dilonggarkan. Sebaliknya, pemeriksaan dan penggeledahan akan terus dilakukan secara rutin dan berkala. “Sinergi dengan TNI, Polri, dan BNNK akan terus kami perkuat. Kami berkomitmen menjaga Lapas Sukabumi tetap aman, tertib, bebas dari narkoba, serta bersih dari barang-barang terlarang lainnya,” tegasnya. Menurutnya, konsistensi pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga situasi Lapas tetap aman dan kondusif. Sidak juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas sistem pengamanan sekaligus menutup celah masuknya barang terlarang. Kegiatan tersebut turut melibatkan Kapolsek Warudoyong beserta personel, Danramil 0607-7 Warudoyong beserta personel, jajaran Lapas Sukabumi, BNNK Sukabumi, pejabat manajerial, staf, regu pengamanan, serta Taruna Poltekimipas. Langkah tersebut sekaligus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya program pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai modus penipuan di dalam Lapas dan Rutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi implementasi 21 Perintah Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan Drs. Mashudi, terutama komitmen mewujudkan Lapas dan Rutan yang bersih dari handphone ilegal, peredaran narkoba, pungutan liar, dan penipuan melalui razia yang rutin dan berkelanjutan. Lapas Kelas IIB Sukabumi juga menindaklanjuti arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno. Dengan penggeledahan gabungan dan tes urine yang dilakukan secara berkala, Lapas Sukabumi menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan tidak dilakukan secara sporadis. Pengawasan akan terus diperketat sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Lapas Sukabumi Bersih dari Narkoba. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah kemarau yang masih berlangsung, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi bersama warga binaan menundukkan kepala dalam doa. Mereka bermunajat pada yang maha kuasa seraya memohon turunnya hujan. Prosesi dilakukan melalui pelaksanaan Shalat Istisqa’ dan doa bersama, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Warga Binaan Lapas Kelas IIB Sukabumi dengan menghadirkan Ust. H. Endang Saepulloh sebagai imam sekaligus khatib. Sementara itu, Ust. Dedi Rizaludin dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi turut hadir sebagai penyuluh agama. Pelaksanaan Shalat Istisqa ini merupakan tindak lanjut Surat Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Nomor PAS.4.PK.06.01-35 tertanggal 15 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Gerakan Nasional Shalat Istisqa dan Doa Bersama untuk memohon hujan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap mitigasi dampak kekeringan di satuan kerja Pemasyarakatan. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan kemarau menjadi momentum bagi seluruh jajaran dan warga binaan untuk kembali bersyukur serta menyadari keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT. Menurutnya, Shalat Istisqa bukan sekadar rangkaian kegiatan keagamaan, melainkan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT sekaligus memperkuat nilai pembinaan bagi warga binaan. “Apa yang kita lakukan prinsipnya yaitu Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat,” ujar Budi. Ia juga mengapresiasi keterlibatan warga binaan yang mengikuti kegiatan dengan tertib. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan, tetapi juga menyentuh aspek keimanan dan pembentukan karakter. Sementara itu, Ust. H. Endang Saepulloh dalam khutbahnya mengingatkan bahwa hujan merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh kehidupan. Bukan hanya manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan, tanah dan berbagai ekosistem bergantung pada ketersediaan air. Karena itu, jamaah diajak memperbanyak istighfar dan taubat serta melakukan introspeksi terhadap berbagai kesalahan yang telah dilakukan. Taubat, kata dia, tidak cukup hanya diucapkan. Taubat harus diwujudkan dengan meninggalkan perbuatan yang salah, menyesali kesalahan yang telah diperbuat dan memiliki tekad untuk tidak mengulanginya. Pesan tersebut menjadi semakin bermakna bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan. Momentum Shalat Istisqa’ diharapkan dapat menjadi ruang untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat tekad memperbaiki diri. Selain menjadi ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kesadaran menghemat air dan menjaga ketersediaannya menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kemarau. Lapas Kelas IIB Sukabumi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan seluruh peserta sekaligus mendukung proses pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi warga binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan khidmat dalam suasana Lapas yang tetap kondusif. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya mengatasi persoalan kelebihan kapasitas penghuni terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi. Sebanyak 25 narapidana dipindahkan ke dua Lapas di Jawa Barat, yakni Lapas Kelas IIA Karawang dan Lapas Kelas IIA Subang, Rabu (16/9/2026). Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 narapidana ditempatkan di Lapas Kelas IIA Karawang, sedangkan 12 lainnya dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Subang. Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama program pada poin 7 yang menitikberatkan pada penanganan overcapacity dan overcrowding secara komprehensif. Pemindahan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat. Pelaksanaannya juga diawali dengan koordinasi antara Lapas Kelas IIB Sukabumi dengan kedua UPT Pemasyarakatan yang menjadi tujuan pemindahan. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H., memastikan proses pemindahan tidak hanya mempertimbangkan aspek pengurangan kepadatan hunian, tetapi juga keamanan dan keberlangsungan pembinaan warga binaan. Sebelum diberangkatkan, seluruh narapidana menjalani sejumlah tahapan persiapan. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) bersama jajaran petugas memastikan kesiapan warga binaan, sementara petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka layak mengikuti perjalanan dan proses pemindahan. Kelengkapan administrasi serta identitas masing-masing narapidana turut diverifikasi sebagai bagian dari prosedur pemindahan. Budi Hardiono juga memberikan pengarahan agar para narapidana tetap menjaga perilaku, menaati tata tertib dan mengikuti program pembinaan di tempat yang baru. Rombongan diberangkatkan dari Lapas Kelas IIB Sukabumi sekitar pukul 03.45 WIB. Perjalanan mendapat pengawalan petugas Lapas Sukabumi dengan dukungan personel Kepolisian dari Polsek Warudoyong Kota Sukabumi. Sekitar pukul 07.30 WIB, rombongan tiba di Lapas Kelas IIA Karawang. Sebanyak 13 narapidana kemudian diserahterimakan kepada petugas setempat untuk menjalani pemeriksaan identitas, verifikasi administrasi dan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Lapas Karawang. Setelah proses serah terima di Karawang rampung, perjalanan dilanjutkan menuju Lapas Kelas IIA Subang. Rombongan tiba sekitar pukul 11.20 WIB dan selanjutnya menyerahkan 12 narapidana kepada petugas Lapas Subang untuk menjalani tahapan pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan. Budi Hardiono mengatakan, pemindahan tersebut merupakan bagian dari langkah konkret Lapas Sukabumi dalam menjalankan kebijakan Pemasyarakatan, khususnya terkait persoalan kepadatan hunian. Menurutnya proses pemindahan ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin 7. “Kami memastikan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai ketentuan, melalui koordinasi dan pengawasan yang baik, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, serta pemenuhan hak-hak warga binaan,” ujar Budi. Dengan pemindahan tersebut, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengelolaan warga binaan secara terukur. Penanganan kepadatan hunian diharapkan dapat berjalan seiring dengan terciptanya situasi yang aman, tertib, serta mendukung pelaksanaan pembinaan secara optimal. Seluruh rangkaian pemindahan 25 narapidana berlangsung aman dan lancar hingga proses serah terima di masing-masing Lapas tujuan selesai dilaksanakan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Konsistensi dalam menjaga tata kelola keuangan kembali membuahkan hasil bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi. Satuan kerja tersebut kembali mencatat nilai sempurna 100 dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Semester I Tahun Anggaran 2026 yang diberikan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sukabumi. Capaian membanggakan itu sekaligus memperpanjang catatan prestasi Lapas Sukabumi dalam pengelolaan anggaran negara. Sebelumnya, pada Semester II Tahun Anggaran 2025, Lapas Kelas IIB Sukabumi juga memperoleh nilai IKPA 100 dan dinobatkan sebagai salah satu Satuan Kerja Terbaik oleh KPPN Sukabumi. Penghargaan untuk periode Semester I Tahun 2026 tersebut disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyampaian LPJ Bendahara, Rekonsiliasi/Tutup Buku, Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2026 serta Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Triwulan III Tahun 2026 di Aula KPPN Sukabumi, Rabu (16/9/2026). Dalam kegiatan yang dibuka Kepala KPPN Sukabumi, Hendi Mufti Setiawan, tersebut, Lapas Sukabumi menjadi salah satu satuan kerja yang menerima penghargaan Kinerja Satuan Kerja Terbaik berdasarkan capaian IKPA dan kepatuhan dalam pelaporan. Kegiatan tersebut juga diikuti Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan Lapas Kelas IIB Sukabumi. Sejumlah agenda evaluasi dibahas, mulai dari penyampaian LPJ bendahara, rekonsiliasi dan tutup buku Semester I 2026, penyusunan laporan keuangan Triwulan III 2026, hingga evaluasi pelaksanaan anggaran dan berbagai isu terkini terkait pengelolaan keuangan satuan kerja. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh jajaran dalam menjaga ketertiban administrasi dan memastikan pelaksanaan anggaran berjalan sesuai ketentuan. “Alhamdulillah, setelah sebelumnya meraih IKPA sempurna 100 pada Semester II Tahun Anggaran 2025, saat ini Lapas Sukabumi kembali memperoleh nilai IKPA 100 pada Semester I Tahun Anggaran 2026,” ujarnya. Sudah barang tentu pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama dan komitmen jajaran untuk melaksanakan pengelolaan anggaran secara tertib, tepat waktu, transparan, dan akuntabel, tambah dia. Lebih lanjut Budi mengatakan, keberhasilan mempertahankan nilai sempurna dalam dua periode penilaian berturut-turut menjadi dorongan bagi jajaran Lapas Sukabumi untuk tidak berhenti melakukan pembenahan. Evaluasi internal dan penguatan koordinasi, kata dia, akan terus dilakukan guna memastikan setiap tahapan pelaksanaan anggaran dapat berjalan efektif serta tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku. “Penghargaan ini bukan sekadar capaian angka, tetapi menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga integritas, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan setiap anggaran yang dikelola dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan secara optimal,” katanya. Lapas Kelas IIB Sukabumi selanjutnya berkomitmen mempertahankan capaian tersebut melalui penguatan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Konsistensi tersebut juga diarahkan untuk mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih sekaligus memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (Usep)