Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com,  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), Persit KCK Cabang XXX Dim 0410 Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten menggelar kegiatan gerakan menanam pohon di Pos Ramil Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol konkret bahwa Persit hadir sebagai kekuatan moral dan aksi nyata bagi lingkungan dan ketahanan wilayah. Bertempat di lahan strategis Jalan Tengku Cik Ditiro, RT 8 LK 1 Kelurahan Beringin Jaya, Ketua beserta pengurus dengan penuh semangat menanam ratusan bibit pohon produktif dan pelindung. Aksi ini mengusung tema “80 Tahun Persit KCK: Bersama Radin Inten, Hijaukan Bumi, Kokohkan Jiwa” – sebuah manifestasi dari nilai-nilai kepahlawanan Radin Inten II yang dikenal gigih menjaga tanahnya. Ketua Persit KCK Cabang XXX Kodim 0410/KBL Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten, Ny. Fertika Roni Hermawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan tanam pohon ini adalah bukti peran aktif Persit yang tidak hanya mendampingi suami dalam tugas, tetapi juga menjadi pelopor perubahan sosial dan lingkungan. “HUT ke-80 ini kami maknai dengan aksi nyata. Pohon yang kami tanam hari ini adalah simbol pengingat bahwa Persit ikut membangun masa depan yang lebih hijau dan sehat. Ini adalah warisan untuk anak cucu, dan bentuk cinta kami kepada Bumi Radin Inten yang penuh sejarah perjuangan,” ujar Ny. Fertika dengan penuh haru. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Pembina Harian Persit KCK Cabang XXX, Kapten Inf Sunarto, yang memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, inisiatif ini memperkuat citra TNI AD yang ramah lingkungan dan dekat dengan rakyat. “Istri-istri prajurit tidak pernah ketinggalan. Mereka adalah garda terdepan dalam membangun kesadaran ekologis dari tingkat keluarga hingga masyarakat,” ungkapnya. Turut memeriahkan kegiatan: Ketua Ranting 03/TBS Cabang XXX, Ny. Meiry Sabarianto; Ketua Seksi Sosial, Ny. Nini Yudi Nugroho; Ketua Seksi Kebudayaan, Ny. Eka Sinaga; Ketua Seksi Ekonomi, Ny. Ayu Rusdi; serta seluruh pengurus cabang lainnya. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ini berjalan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Penanaman pohon dilakukan di lahan sekitar Pos Ramil yang sebelumnya merupakan area kurang produktif, kini disulap menjadi titik penghijauan yang nantinya akan memberikan manfaat teduh dan hasil panen bagi warga sekitar. Pendapat pelapor yang juga menjadi catatan penting: peringatan HUT ke-80 Persit KCK menunjukkan bahwa organisasi istri prajurit TNI AD ini tidak sekadar pelengkap, tetapi mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan. Pohon yang ditanam adalah living monument bahwa Persit hadir, bermanfaat, dan terus berkontribusi untuk negeri. Dengan semangat Radin Inten – yang mengajarkan keberanian, keuletan, dan kecintaan pada tanah air – Persit KCK membuktikan bahwa perempuan Indonesia adalah agen perubahan yang kokoh, hijau, dan abadi. (agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menekankan kepada para calon Komandan Batalyon (Danyon) dan Komandan Kompi (Danki) agar setiap tugas yang diemban harus diselesaikan dengan kinerja terbaik, sebagai wujud tanggung jawab dan profesionalisme prajurit. Penegasan tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pengarahan kepada para calon Komandan Batalyon (Danyon) dan Komandan Kompi (Danki) satuan Infanteri yang akan mengikuti pendidikan di Pakistan, di Markas Besar Angkatan Darat, Kamis (16/4/2026). Dalam arahannya, Kasad menegaskan bahwa setiap tantangan dan kendala di lapangan harus dihadapi dengan pola pikir yang solutif, serta direspons melalui kreativitas dan inovasi guna mencapai hasil optimal dalam setiap penugasan. “Bagaimana berpikir keras untuk bangsa dan negara, bagaimana tugas selesai dengan baik, dan bagaimana semaksimal mungkin tugas kalian dapat diselesaikan,” pesannya. Kasad juga menyampaikan bahwa setiap penugasan merupakan proses pembentukan karakter kepemimpinan prajurit dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks dan menuntut kesiapan tinggi. Selain itu, Kasad juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kemampuan alutsista serta perlengkapan yang dimiliki, sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis. “Berkreasilah dengan baik, berinovasilah dengan baik. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara maksimal. Jadikan diri kalian prajurit yang unggul, sehingga mampu membawa satuan ke arah yang lebih baik,” tegasnya. Sebagai informasi, sebanyak 100 perwira ini akan mengikuti pendidikan Danyon-Danki yang akan berlangsung pada 17 April hingga 28 Juni 2026 di Pakistan, dengan didampingi empat perwira peninjau. Melalui pembekalan ini, diharapkan para calon Danyon dan Danki mampu menjadi pemimpin yang tangguh, profesional, dan inovatif, serta siap mengemban tugas demi mendukung kekuatan dan kemajuan TNI Angkatan Darat. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas mendampingi penasihat khusus presiden Dudung Abdurachman dalam peresmian hunian tetap (huntap) adaptif bencana di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kamis (16/4/2026). Peresmian huntap ini menjadi langkah nyata pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, serta jajaran Forkopimcam Cisolok dan berbagai pihak terkait. Dalam kesempatan itu, Dudung Abdurachman menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang sempat mengakibatkan sejumlah rumah warga hanyut. Meski demikian, ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia juga menegaskan komitmennya untuk membantu percepatan pemulihan, termasuk dukungan pembangunan hunian bagi warga terdampak. Bahkan, tambahan unit rumah direncanakan akan dibangun di Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. “Hunian ini diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Asep Japar mengingatkan warga agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di kawasan rawan seperti lereng perbukitan. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melengkapi kebutuhan infrastruktur pendukung di lokasi relokasi, mulai dari akses jalan hingga sistem distribusi air bersih agar warga dapat hidup lebih nyaman dan layak. Di sisi lain, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi, KH. Encep Hadiana, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pembangunan huntap tersebut. Ia menyebut, terbangunnya hunian ini merupakan hasil gotong royong lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, TNI, legislatif, hingga pemerintah daerah. “Ini bukti bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki mengingatkan bahwa bekerja ke luar negeri bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga tentang menjaga martabat diri, keluarga, dan daerah. Pesan menyentuh itu disampaikannya saat melepas 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Sukabumi yang akan berangkat ke Turki dan Kuwait, Kamis (16/4/2026). Dalam suasana yang hangat dan penuh haru di Balai Kota Sukabumi, pelepasan berlangsung sederhana namun sarat makna. Penyerahan simbolis paspor dan tiket menjadi penanda dimulainya perjalanan baru para CPMI menuju harapan yang lebih luas. Ayep Zaki menekankan bahwa kesempatan ini harus dimaknai sebagai amanah. Ia mengajak para pekerja migran untuk menempatkan kejujuran, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai pegangan utama selama berada di negeri orang. “Ini bukan hanya tentang bekerja, tetapi tentang bagaimana kita membawa nilai dan karakter sebagai orang Indonesia,” pesannya, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan di luar negeri tidak ringan. Perbedaan budaya, bahasa, hingga lingkungan kerja membutuhkan kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, para CPMI diminta untuk tetap rendah hati, disiplin, serta menjaga sikap dalam setiap situasi. Menurutnya, keberangkatan ini adalah bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam membuka jalan bagi masyarakat untuk berkembang. Namun lebih dari itu, keberhasilan para pekerja migran nantinya akan menjadi cermin kualitas sumber daya manusia Sukabumi. “Ketika kalian pulang, bawalah lebih dari sekadar hasil materi. Bawalah pengalaman, keterampilan, dan cara pandang baru yang bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. Di sisi lain, momen pelepasan juga diwarnai rasa haru dari keluarga yang mengantar. Doa dan harapan mengiringi langkah para CPMI yang akan menempuh perjalanan jauh demi masa depan yang lebih baik. Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan tersebut. Ia berharap dapat bekerja dengan baik serta kembali dengan membawa hasil yang membanggakan bagi keluarga. Pelepasan ini bukan hanya seremoni, melainkan titik awal perjalanan hidup yang sarat makna. Dengan bekal pesan bijak dari pemimpin daerah, para CPMI diharapkan mampu melangkah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan, dan menorehkan kisah keberhasilan di tanah rantau. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba melalui apel deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama, Kamis (16/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel ini diikuti seluruh jajaran, mulai dari pejabat manajerial, pegawai, regu pengamanan, CPNS hingga peserta magang. Deklarasi ditandai dengan pembacaan ikrar Zero HALINAR serta penandatanganan komitmen sebagai simbol keseriusan dalam menjaga integritas dan profesionalisme. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan bahwa Zero HALINAR bukan sekadar slogan, melainkan prinsip kerja yang wajib dijalankan dalam tugas sehari-hari. Ia menekankan tidak ada toleransi terhadap peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, maupun praktik pungutan liar di dalam lapas. Seluruh petugas diminta menjaga komitmen dan memperketat pengawasan guna menutup celah pelanggaran. Untuk mendukung kebutuhan komunikasi warga binaan, pihak lapas telah menyediakan fasilitas resmi berupa Wartel Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas). Dengan demikian, seluruh aktivitas komunikasi wajib melalui jalur legal yang telah disediakan. “Deklarasi ini bukan seremonial, tetapi bentuk komitmen nyata seluruh jajaran untuk memastikan lapas bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan pungutan liar,” tegas Budi. Langkah ini juga sejalan dengan program penguatan pemasyarakatan nasional, termasuk implementasi arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi yang menekankan pemberantasan HALINAR melalui pengawasan ketat dan razia rutin. Selain itu, penguatan pengawasan juga terus didorong oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, melalui pelaksanaan razia berkala guna memastikan kondisi lapas tetap aman dan tertib. Dengan deklarasi ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan langkah konkret dalam membangun sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berintegritas, sekaligus memastikan penerapan Zero HALINAR berjalan konsisten dan berkelanjutan. (Usep)

Bidik-kasusnews.com JAKARTA,16- April 2026 — Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi mulai mendalami laporan dugaan pelanggaran etik terkait pengalihan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dari rumah tahanan negara ke tahanan rumah.   klarifikasi dilakukan terhadap pelapor Marselinus Edwin Hardhian yang merupakan Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Keadilan dan Kesejahteraan Indonesia. Ia dimintai penjelasan terkait dasar laporan yang diajukan kepada Dewas KPK. “Hari ini kami diminta menjelaskan apa saja yang menjadi dasar laporan kami terkait pengalihan penahanan tersebut,” ujar Edwin seperti dikutip Sinpo.id,15/4/2026.   Dalam keterangannya, Edwin menyoroti dugaan kurangnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan oleh KPK. Ia menilai publik tidak memperoleh informasi yang jelas dan konsisten mengenai alasan pengalihan penahanan. “Informasi yang beredar di masyarakat tidak disampaikan secara terbuka. Bahkan, penjelasan dari pejabat KPK berbeda-beda,” ungkapnya.   Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan alasan yang disampaikan oleh pihak KPK, mulai dari faktor permohonan keluarga hingga alasan kesehatan. Menurutnya, ketidaksamaan keterangan tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. “Perbedaan ini yang kami nilai sebagai bentuk ketidakjelasan informasi publik,” tegas Edwin.   Selain itu, ia juga mempertanyakan alasan pengalihan penahanan yang disebut sebagai bagian dari strategi penyidikan. Edwin meminta Dewas KPK mengkaji apakah langkah tersebut benar-benar memiliki dasar yang kuat dalam proses penegakan hukum. “Kami ingin mengetahui strategi penyidikan seperti apa yang dimaksud, karena setiap langkah tentu harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.   Edwin menambahkan, Dewas KPK memberikan respons positif atas laporan tersebut dan akan melakukan pendalaman lebih lanjut, khususnya pada aspek strategi penyidikan yang dijadikan alasan pengalihan penahanan.   Sebelumnya, laporan serupa juga disampaikan oleh Boyamin Saiman dari Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia serta pihak Advokat Persaudaraan Islam. Polemik yang berkembang di ruang publik membuat isu ini terus menjadi sorotan.   Dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, termasuk Yaqut. Perkara tersebut diduga menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah dan masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.(Wely)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mengambil langkah strategis dengan menunda pembangunan jembatan di wilayah Cibeureum dan mengalihkan anggaran sebesar Rp12,6 miliar ke sektor infrastruktur dasar. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya mempercepat perbaikan kebutuhan mendesak masyarakat, terutama pada jalan lingkungan, sistem drainase, dan penanganan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga. Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni, menilai keputusan tersebut sebagai langkah realistis dalam menyesuaikan prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang efektif bukan ditentukan oleh besarnya proyek, melainkan sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Ketika anggaran difokuskan ke kebutuhan dasar, dampaknya akan lebih cepat terlihat. Ini menyangkut kualitas hidup warga sehari-hari,” ujarnya, Kamis (16/4/2026). Ia menegaskan, kondisi jalan lingkungan yang rusak, drainase tersumbat, hingga persoalan sampah menjadi isu yang tidak bisa ditunda penanganannya. Karena itu, pengalihan anggaran dinilai sebagai bentuk respons terhadap persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat di tingkat bawah. Di sisi lain, Inggu menyebut proyek jembatan di Cibeureum tetap memiliki nilai penting untuk pengembangan kawasan. Namun, menurutnya, pelaksanaan proyek tersebut perlu menunggu kesiapan yang lebih matang, terutama setelah kebutuhan dasar terpenuhi. “Pembangunan harus bertahap. Dahulukan yang paling dibutuhkan masyarakat, baru kemudian masuk ke proyek yang sifatnya pengembangan,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan agar anggaran yang dialihkan benar-benar terealisasi sesuai rencana dan tepat sasaran. DPRD, kata dia, akan terus mengawal kebijakan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Dengan langkah ini, arah pembangunan di Kota Sukabumi diharapkan semakin terukur, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik berskala besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata warga di lingkungan tempat tinggal mereka. (Usep)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), jajaran Persit KCK Cabang XXX Kodim 0410/KBL bersama Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten menggelar kegiatan gerakan menanam pohon di Pos Ramil Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol konkret bahwa Persit hadir sebagai kekuatan moral dan aksi nyata bagi lingkungan dan ketahanan wilayah. Bertempat di lahan strategis Jalan Tengku Cik Ditiro, RT 8 LK 1 Kelurahan Beringin Jaya, puluhan pengurus dan anggota Persit dengan penuh semangat menanam ratusan bibit pohon produktif dan pelindung. Aksi ini mengusung tema “80 Tahun Persit KCK: Bersama Radin Inten, Hijaukan Bumi, Kokohkan Jiwa” – sebuah manifestasi dari nilai-nilai kepahlawanan Radin Inten II yang dikenal gigih menjaga tanahnya. Ketua Persit KCK Cabang XXX Kodim 0410/KBL Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten, Ny. Fertika Roni Hermawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan tanam pohon ini adalah bukti peran aktif Persit yang tidak hanya mendampingi suami dalam tugas, tetapi juga menjadi pelopor perubahan sosial dan lingkungan. “HUT ke-80 ini kami maknai dengan aksi nyata. Pohon yang kami tanam hari ini adalah simbol pengingat bahwa Persit ikut membangun masa depan yang lebih hijau dan sehat. Ini adalah warisan untuk anak cucu, dan bentuk cinta kami kepada Bumi Radin Inten yang penuh sejarah perjuangan,” ujar Ny. Fertika dengan penuh haru. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Pembina Persit KCK Cabang XXX, Kapten Inf Sunarto, yang memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, inisiatif ini memperkuat citra TNI AD yang ramah lingkungan dan dekat dengan rakyat. “Istri-istri prajurit tidak pernah ketinggalan. Mereka adalah garda terdepan dalam membangun kesadaran ekologis dari tingkat keluarga hingga masyarakat,” ungkapnya. Turut memeriahkan kegiatan: Ketua Ranting 03/TBS Cabang XXX, Ny. Meiry Sabarianto; Ketua Seksi Sosial, Ny. Nini Yudi Nugroho; Ketua Seksi Kebudayaan, Ny. Eka Sinaga; Ketua Seksi Ekonomi, Ny. Ayu Rusdi; serta seluruh pengurus cabang lainnya. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ini berjalan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Penanaman pohon dilakukan di lahan sekitar Pos Ramil yang sebelumnya merupakan area kurang produktif, kini disulap menjadi titik penghijauan yang nantinya akan memberikan manfaat teduh dan hasil panen bagi warga sekitar. Pendapat pelapor yang juga menjadi catatan penting: peringatan HUT ke-80 Persit KCK menunjukkan bahwa organisasi istri prajurit TNI AD ini tidak sekadar pelengkap, tetapi mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan. Pohon yang ditanam adalah living monument bahwa Persit hadir, bermanfaat, dan terus berkontribusi untuk negeri. Dengan semangat Radin Inten – yang mengajarkan keberanian, keuletan, dan kecintaan pada tanah air – Persit KCK membuktikan bahwa perempuan Indonesia adalah agen perubahan yang kokoh, hijau, dan abadi. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Warga Desa Rantau Bujur Hilir, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, sempat dihebohkan dengan fenomena tanah yang mengeluarkan asap dan terlihat seperti mendidih pada Rabu (15/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di sebuah rumah milik Haris Fadillah, yang berlokasi di Jalan Alabio–Danau Panggang RT 001, tepat di samping Mushola Darul Muta’abbidin. Kepulan asap dari dalam tanah dengan kondisi air yang tampak mendidih memicu kepanikan warga sekitar. Menjelang sore hari, sekitar pukul 16.00 WITA, fenomena ini semakin ramai diperbincangkan hingga viral di media sosial. Sejumlah spekulasi pun bermunculan, termasuk dugaan adanya kandungan minyak di dalam tanah. Menindaklanjuti hal tersebut, Camat Sungai Tabukan bersama Kapolsek Sungai Pandan dan personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta pengamanan dengan memasang garis polisi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sekitar pukul 18.40 WITA, petugas dari PLN Amuntai melakukan pemeriksaan teknis di lokasi. Hasil pengecekan mengungkap bahwa fenomena tersebut bukan disebabkan faktor alam, melainkan akibat kebocoran arus listrik dari instalasi rumah milik Haris Fadillah. Kebocoran arus listrik tersebut merambat melalui arde (grounding) yang tertanam di dalam tanah. Kondisi tanah yang lembab mempercepat penyebaran panas hingga ke permukaan, sehingga menimbulkan efek seperti air mendidih disertai keluarnya asap. Petugas PLN kemudian segera melakukan perbaikan pada instalasi listrik yang bermasalah. Setelah penanganan dilakukan, fenomena tersebut tidak lagi terjadi dan kondisi instalasi listrik kembali normal. Kapolsek Sungai Pandan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Kebocoran arus listrik berpotensi menimbulkan korsleting hingga kebakaran apabila tidak segera ditangani. Masyarakat juga diharapkan segera menghubungi pihak PLN apabila menemukan kejanggalan atau gangguan pada instalasi listrik, guna mencegah terjadinya hal-hal yang membahayakan. Situasi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan kondusif. (Agus)

MAJALENGKA-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, melaksanakan kunjungan kerja ke jajaran Polres Majalengka yang digelar di kawasan wisata Situ Cipanten, Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Majalengka Rita Suwadi bersama Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Majalengka, sekaligus menjadi ajang memperkuat kebersamaan di lingkungan kepolisian. Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya menjaga soliditas, profesionalisme, dan integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas. Ia menilai, kekompakan internal menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang dikemas dalam suasana santai di alam terbuka ini bukan sekadar kunjungan kerja formal, melainkan juga sarana membangun komunikasi yang lebih erat antarjajaran. “Kebersamaan seperti ini penting untuk memperkuat sinergi dan membangun semangat kerja yang solid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolda. Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja Polres Majalengka yang dinilai mampu menjaga kondusivitas wilayah. Seluruh personel pun didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara Polda Jawa Barat dan Polres Majalengka semakin kokoh, sehingga mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Majalengka. (Asep Rusliman)