Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah pesisir utara Kabupaten Cirebon menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang di jalur Pantura Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, pada [Rabu 28 Januari 2026 ].
Pohon tumbang tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di jalur nasional yang dikenal padat kendaraan, terutama angkutan logistik dan pemudik.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kejadian tersebut kembali menegaskan lemahnya upaya pencegahan dari dinas terkait terhadap potensi bahaya lingkungan di jalur vital.
Warga sekitar menilai, kondisi pohon-pohon besar di sepanjang jalur Pantura sudah lama terlihat rawan roboh, terutama saat musim hujan dan angin kencang. Sayangnya, upaya pemangkasan dan perawatan terkesan reaktif—baru dilakukan setelah kejadian terjadi, bukan sebagai langkah antisipatif.
“Ini jalur nasional, bukan jalan kecil. Setiap hari ribuan kendaraan melintas. Kalau pohon tumbang sedikit saja bergeser waktunya, bisa jadi menimpa pengendara dan merenggut nyawa,” ujar salah satu warga setempat.
Peristiwa ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi dinas terkait—baik Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, maupun instansi teknis lainnya—agar bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Pemangkasan pohon bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari upaya perlindungan keselamatan publik.
Jangan sampai keselamatan warga baru dianggap penting setelah ada korban jiwa. Negara tidak boleh kalah cepat dari bencana yang sebenarnya bisa dicegah.
Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih sigap, responsif, dan proaktif, khususnya dalam memetakan pohon-pohon rawan tumbang di sepanjang jalur Pantura. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas, bukan sekadar catatan setelah kejadian.Beruntung hari ini tidak ada korban. Namun, keberuntungan tidak bisa dijadikan sistem.
Amin