SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menjelang peringatan hari lahirnya nama Surade, unsur Forkopimcam Surade bersama berbagai elemen masyarakat menggelar ziarah ke makam Eyang Santri Dalem, tokoh sentral yang dipercaya sebagai pencetus nama Surade.
Ziarah digelar Rabu (3/12/2025) di Kampung Kadaleman, Desa Kadaleman.
Kompleks pemakaman yang berada di tengah hamparan pesawahan itu menyajikan suasana hening yang seolah memisahkan pengunjung dari hiruk-pikuk modernitas. Pepohonan besar menaungi area makam, memberi kesan sakral pada perjalanan spiritual tersebut.

Camat Surade, U. Suryana, memimpin langsung prosesi. Hadir pula Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, para kepala UPTD, Kepala KUA, Ketua MUI, Paguyuban JTM, KNPI Surade, komunitas Teureuh Surade, Paguron Macan Manglayang, Baladaka, serta warga setempat.
Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan bahwa Surade tidak hanya mengingat sejarah, tetapi menjadikannya fondasi untuk memperkuat kohesi sosial.
“Surade tumbuh dari jejak para leluhur. Ziarah ini bukan seremoni, tetapi cara kami menjaga jati diri masyarakat,” ujar Camat U. Suryana. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai para pendahulu harus tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Soliditas semua unsur hari ini adalah modal sosial terpenting untuk membawa Surade semakin maju tanpa kehilangan akar budaya.”
Di sekitar makam Eyang Santri Dalem, terdapat delapan makam tokoh lain: Eyang Sri Manggala, Eyang Abdul Nasar, Eyang Abdul Nasir, Eyang Abdul Salam, Eyang Abdul Karim, Eyang Abdul Fatah, dan Ki Badra.
Mereka diyakini sebagai sahabat spiritual dan penggerak awal kehidupan masyarakat Surade. Juru kunci terakhir kompleks ini dikenal sebagai Apih Oman.
Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama, tabur bunga, dan penelusuran area pemakaman sambil mendengarkan kisah para tokoh yang dimakamkan di sana. Jalur makam yang dikelilingi tumbuhan tua membawa peserta seolah menelusuri kembali masa ketika Surade mulai menata identitasnya.
Ziarah ini diharapkan menjadi agenda tetap bukan sekadar mengenang pencetus nama Surade, tetapi memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya sejarah lokal sebagai pijakan masa depan. (Dicky)