Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Balangan dilakukan secara kolaboratif. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto bersama Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur Supartono turun langsung ke lokasi untuk memastikan upaya pemadaman berjalan optimal.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 09.30 hingga 12.00 WITA, tepatnya di wilayah Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan, yang berbatasan dengan Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU.
Selain jajaran kepolisian, penanganan karhutla tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten HSU, BPBD HSU, BPBD Balangan, TNI, Manggala Agni, BPK Kecamatan Banjang serta unsur terkait lainnya.
Bupati HSU H. Sahrujani bersama Wakil Bupati HSU Hero Setiawan turut hadir dan terjun langsung bersama petugas ke lokasi hotspot. Sejumlah personel gabungan juga dikerahkan untuk melakukan pembasahan terhadap area yang terbakar dan masih mengeluarkan asap.
Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto dan Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur Supartono menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah dalam menangani karhutla, khususnya di kawasan perbatasan yang membutuhkan respons cepat agar api tidak merembet ke wilayah lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres HSU Kompol Sony F.L. Gaol membagi tugas kepada personel dan unsur terkait yang hadir. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pembasahan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap tebal maupun bara api.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, area lahan yang masih mengeluarkan asap diperkirakan mencapai sekitar 35 hektare atau kurang lebih 2 kilometer persegi.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya pompa air pemadam portabel milik Polres HSU dan Polres Balangan, tangki pemadam BPBD HSU dan BPBD Balangan, serta pompa air portabel milik Manggala Agni dan BPK Kecamatan Banjang.
Sebanyak puluhan personel gabungan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Dari BPBD HSU dan BPBD Balangan masing-masing mengerahkan sekitar 15 personel. Polres HSU menurunkan sekitar 30 personel, Polsek Banjang tujuh personel, Koramil tiga personel, Manggala Agni 15 personel, serta dukungan dari BPK Kecamatan Banjang dan unsur terkait lainnya.
Pembasahan dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi intensitas asap sekaligus mencegah bara api kembali membesar dan meluas. Langkah tersebut juga dinilai penting untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat, terutama risiko gangguan pernapasan dan menurunnya jarak pandang yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Kolaborasi lintas instansi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui patroli serta pemantauan titik-titik rawan kebakaran. Dengan respons cepat, titik api diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Pemerintah dan aparat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama pada kawasan yang mudah terbakar.
Penanganan karhutla di wilayah perbatasan HSU-Balangan berlangsung aman dan kondusif. Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, BPBD, Manggala Agni, BPK dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menekan dampak kebakaran sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan keselamatan warga.
(Agus)

