SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gelaran Apel Akbar Gerakan Cinta Prabowo (GCP) 08 se-Jawa Barat yang berlangsung di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Minggu (10/8), menjadi ajang penegasan komitmen politik sekaligus konsolidasi narasi publik di era digital. Tokoh relawan GCP, Ahmad Haikal Hasan Baras—yang akrab disapa Babeh Haikal—menyerukan agar seluruh simpatisan GCP dari Aceh hingga Papua aktif meredam disinformasi di media sosial melalui penyampaian informasi yang menyejukkan. “Banyak miskomunikasi dan narasi yang tidak sesuai fakta beredar di ruang publik. Oleh karena itu, relawan harus hadir membawa narasi yang santun, memilih diksi yang sopan, serta menghindari bahasa yang memicu perpecahan,” ujar Babeh Haikal usai menghadiri kegiatan tersebut. Selain membawa agenda konsolidasi, kehadiran pengurus pusat GCP di Sukabumi juga menjadi ajang apresiasi terhadap capaian pembangunan daerah yang dinilai menunjukkan grafik positif. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyambut baik konsolidasi tersebut dan menegaskan komitmen Pemkot Sukabumi untuk tegak lurus mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto. Ayep menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah direalisasikan secara konkret melalui dukungan APBD serta pengawasan ketat terhadap program nasional. “Salah satu bentuk nyatanya adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang kami targetkan rampung pada 30 Mei 2025, dengan pembiayaan yang disokong APBD Kota Sukabumi,” jelas Ayep. Tak hanya sektor ekonomi kerakyatan, Pemkot Sukabumi juga memberi perhatian khusus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah memastikan aspek kualitas dan higienitas makanan menjadi prioritas utama dalam penerapannya di lapangan. “Secara konstitusional, kami siap mengawal seluruh program prioritas Presiden. Penyelenggaraan Koperasi Merah Putih hingga program MBG akan terus dipantau agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (Usep)

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Pelarian terduga pelaku dalam kasus tewasnya seorang perempuan lanjut usia (lansia) yang ditemukan di dalam sumur di Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, akhirnya berakhir. Tim Resmob Satreskrim Polres Kuningan berhasil mengamankan terduga pelaku di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 16.04 WIB. Terduga pelaku ditangkap di rumah istrinya yang berada di Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan menyusul penemuan jasad korban yang menggemparkan warga Kalimanggis. Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Azis membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, pelaku sudah ditangkap. Untuk lebih lengkapnya, hari Senin kita akan sampaikan kepada teman-teman media,” ujar Abdul Azis. Setelah diamankan di Brebes, terduga pelaku langsung dibawa ke Mapolres Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik kini mendalami sejumlah fakta penting, termasuk kronologi kejadian, dugaan motif, serta peran terduga pelaku dalam kematian korban. Polisi belum membeberkan secara rinci identitas terduga pelaku maupun pasal yang akan dikenakan. Keterangan lebih lengkap dijadwalkan disampaikan kepada awak media pada Senin mendatang. Kasus tersebut bermula dari penemuan jasad perempuan lansia di sebuah sumur di Dusun Puhun, Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Sabtu pagi. (Asep Rusliman)

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Kematian Rusti (77), warga Dusun Puhun, Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten KUNINGAN, menyisakan misteri. Perempuan lanjut usia (lansia) itu ditemukan meninggal dunia di dalam sumur yang berada di belakang samping rumahnya, Sabtu 8 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ditemukan, posisi kepala korban berada di bawah air, sementara bagian kaki mengapung. Kondisi tersebut diketahui keluarga ketika mencari keberadaan korban yang sebelumnya tidak ditemukan di dalam rumah. Pencarian bermula dari kekhawatiran menantu korban. Ia kemudian meminta bantuan anak Rusti untuk mencari keberadaan ibunya. Dalam pencarian tersebut, anak korban menemukan bercak darah di bagian dapur. Jejak itu kemudian diikuti hingga mengarah ke sumur yang berada di bagian belakang samping rumah. Di dalam sumur, keluarga mendapati Rusti sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kapolsek Cidahu AKP Amdan Saleh membenarkan kejadian tersebut. Setelah korban ditemukan, keluarga meminta bantuan warga. Warga bersama perangkat desa kemudian melakukan evakuasi dan mengangkat jenazah korban dari dalam sumur. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada kepolisian. Ditemukan Sejumlah Luka Kasus tersebut kemudian ditangani aparat kepolisian. Tim medis Puskesmas Kalimanggis bersama Tim Inafis Polres Kuningan melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah luka pada beberapa bagian tubuh Rusti. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dentuman tambur mengiringi pembukaan Palabuhanratu Festival (Plara Fest) di Pantai Bupolo, Sabtu (8/8/2026). Gelaran tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-156 Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas secara resmi membuka festival yang menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya. Tarian khas Singa Perbangsa dari Sanggar Seni Palabuhanratu hingga atraksi Barongsai menjadi bagian dari kemeriahan acara yang menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang juga Ketua Pelaksana Hari Jadi ke-156, H. Ali Iskandar, mengatakan Plara Fest merupakan satu dari 14 agenda utama yang disiapkan dalam rangkaian peringatan hari jadi tahun ini. Pelaksanaan Plara Fest kata dia, tidak terlepas dari respons positif masyarakat terhadap penampilan komunitas seni Palabuhanratu pada peringatan Hari Tari Dunia, 29 April lalu. Besarnya antusiasme publik kemudian menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut kembali digelar dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. “Antusiasme dan apresiasi masyarakat saat Hari Tari Dunia menjadi dorongan bagi kami untuk menghadirkan kembali kegiatan ini dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi,” ujar Ali. Plara Fest juga tidak hanya menawarkan hiburan. Festival tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Palabuhanratu. Sedikitnya 25 pelaku usaha mikro, industri kecil menengah dan UMKM dari Palabuhanratu serta daerah sekitarnya ambil bagian. Kehadiran pelaku usaha dari Provinsi Banten turut memperluas keberagaman produk yang ditampilkan dalam festival. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menilai Palabuhanratu memiliki posisi penting dalam pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi. Selain memiliki potensi wisata bahari, kawasan ini merupakan pintu gerbang menuju Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Kekayaan alam, budaya dan warisan geologi yang dimiliki kawasan tersebut, kata Andreas, merupakan modal besar yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan agar memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat. Karena itu, Andreas berharap Plara Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda yang mampu memperkuat daya tarik Palabuhanratu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kunjungan wisatawan terus meningkat, usaha mikro dan kecil semakin berkembang, serta ekonomi kreatif masyarakat semakin kuat dan memiliki daya saing,” tegas Andreas. (Dicky)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnees.com      Program ketahanan pangan melalui pengembangan tanaman jagung pakan terus mendapat perhatian dari jajaran Polsek Danau Panggang. Pada Sabtu (8/8/2026), petugas melakukan monitoring dan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung binaan Polri di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 Wita tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman sekaligus mendukung kelompok tani dalam menjaga produktivitas lahan. Dari hasil pengecekan, tanaman jagung yang dikelola Kelompok Tani Setia Usaha di Desa Pinangkara menunjukkan pertumbuhan cukup baik. Lahan yang ditanami jagung pakan tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare. Tanaman yang kini berusia kurang lebih dua bulan itu memiliki tinggi rata-rata sekitar 120 hingga 130 sentimeter. Sejumlah tanaman bahkan mulai memasuki fase berbunga, yang menjadi salah satu tanda perkembangan tanaman berjalan dengan baik. Monitoring dilakukan oleh Kapolsek Danau Panggang bersama Kasium Polsek Danau Panggang serta Bhabinkamtibmas, yakni Aipda Syaipul Hadi dan Brigpol Becklin Sidea. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, petugas juga terus mendorong kelompok tani agar menjaga perawatan lahan secara rutin. Pemeliharaan dilakukan dengan dukungan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang memberikan pendampingan kepada para petani. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempertahankan pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen sehingga hasil yang diperoleh nantinya dapat maksimal. Keberadaan lahan jagung binaan Polsek Danau Panggang di Desa Pinangkara menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan, khususnya melalui pengembangan komoditas jagung pakan. Polsek Danau Panggang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman sekaligus menjalin sinergi dengan kelompok tani dan pihak terkait. Dengan perawatan yang berkelanjutan serta pendampingan kepada petani, lahan jagung binaan tersebut diharapkan mampu menghasilkan panen yang optimal dan memberikan manfaat bagi penguatan sektor pertanian di wilayah Kabupaten HSU. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Satuan Lalu Lintas Polres Hulu Sungai Utara (HSU) meningkatkan patroli malam di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui patroli daerah rawan serta Blue Light Patrol pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Patroli dimulai sekitar pukul 21.00 Wita hingga selesai dengan menyasar sejumlah ruas jalan di wilayah Amuntai dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli antara lain Jalan Khuripan Amuntai, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Empu Jatmika, Jalan Bayur atau Bypass Amuntai, Jalan Amuntai–Sungai Turak, Jalan Pembalah Batung, serta Jalan Basuki Rahmat Amuntai. Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas tidak hanya melakukan pemantauan arus lalu lintas, tetapi juga melaksanakan pengaturan di titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan, pelanggaran maupun kemacetan. Petugas juga memberikan teguran kepada pengguna jalan yang ditemukan melakukan tindakan berpotensi membahayakan keselamatan. Salah satunya terkait penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat menyilaukan pengguna jalan lainnya. Selain itu, personel turut memberikan perhatian terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Patroli tersebut dilaksanakan oleh Aipda Saner Y., Brigadir Sumaryono, Briptu M. Widiyonata F.S., S.H., Briptu M. Zainuddin, dan Bripda M. Rangga Hidayat. Melalui kegiatan patroli malam dan Blue Light Patrol, Satlantas Polres HSU berupaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas maupun berkendara pada malam hari. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menekan potensi kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan saat berkendara. Dengan patroli yang dilakukan secara rutin di sejumlah kawasan rawan, diharapkan situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres HSU tetap aman, lancar, dan kondusif. Satlantas Polres HSU mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Sebab, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi merupakan kepentingan bersama. “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan. Keselamatan untuk Kemanusiaan.” (Agus)