Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Sejumlah warga desa Mandala, Kecamatan Dukupuntang, mengeluhkan praktik pemotongan bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng yang mereka terima. Pemotongan dilakukan dengan alasan pemerataan untuk warga lain yang tidak terdata sebagai penerima. Namun kebijakan tersebut dinilai tidak sesuai aturan dan merugikan warga yang justru sangat membutuhkan.
Menurut keterangan warga, bansos beras yang seharusnya diterima secara utuh justru harus menyetorkan. Beras 3,5kg dan 2liter minyak goreng ke pihak RT atas perintah Kadus usai di terima dari Desa. Alasan pemerataan dinilai tidak tepat, sebab sebagian warga yang disebut tidak mendapatkan bantuan ada dugaan telah menerima bantuan dari program lain. Sementara penerima yang dipotong mayoritas berada dalam kondisi ekonomi sulit dan terpaksa menerima pemotongan tersebut. Rabu, 17/12/2025.
“Yang dipotong itu kebanyakan warga yang sangat membutuhkan. Mereka terpaksa diam karena takut tidak kebagian bantuan sama sekali,” ungkap salah seorang KPM.
Saat awak media melakukan klarifikasi dengan pihak Kadus di Desa mandala, Kadus Yaya mengatakan bahwa dirinya sebagai kadis selalu kena benturan terhadap masyarakat yang tidak mendapatkan beras dan minyak, maka sebelum beras di bagikan ke KPM Kadus Desa Mandala menyarankan atau memerintahkan KPM setor Beras 3,5kg dan minyak 2liter ke RT masing masing untuk membagikan ke masyarakat yang tidak dapat demi pemerataan. Ujar Kadus Yaya.
Lanjut Yaya hal ini demi pemerataan dan kondusifitas warga nya, karena banyak orang yang benar layak menerima tetapi tidak mendapatkannya, jelas patut di pertanyakan kerja dari Puskesos dan pendamping PKH yang kurang becus dalam melakukan input data. Pungkasnya.
Dimana dalam aturan terrsebut menegaskan bahwa hak penerima bantuan sudah jelas. “Seharusnya warga menerima beras 20 kilogram dan minyak 4 liter. Tapi yang terjadi, berasnya dipotong sampai 3,5 kilogram, dan minyak 2 kantong (dua liter).
Persoalan semakin mencuat ketika muncul pengaduan dari masyarakat penerima. Saat awak media melakukan mengonfirmasi ke pihak Kadus Desa Mandala, jawaban yang diterima justru dinilai seolah benar menurut Kadus Yaya, bahkan diri sempat berkali kali menyebutkan “saya juga pernah di media” demi menggiring pertanyaan yang di tanyakan para awak media dengan berapa yang positip.
Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa menemui Kuwu Desa Mandala di karenakan sedang ada giat di luar Desa
(Asep)