SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kepala Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda Beno, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden pemukulan terhadap seorang pekerja proyek pembangunan gorong-gorong yang sempat menimbulkan kesalahpahaman dan kabar miring di tengah masyarakat.
Sebelumnya, sempat beredar isu bahwa Kades Beno menantang perguruan silat Sapujagat dan ormas Garis. Kabar tersebut memicu reaksi dari sejumlah pihak, hingga perwakilan ormas dan perguruan silat mendatangi kantor desa untuk meminta penjelasan.
Namun, situasi berhasil diredam setelah dilakukan mediasi terbuka di kantor Desa Babakan Jaya. Dalam pertemuan itu, Beno menegaskan bahwa peristiwa tersebut hanyalah miskomunikasi di lapangan antara pekerja proyek dan warga sekitar.
“Tidak ada niat menantang pihak mana pun. Ini murni salah paham yang sudah kami luruskan bersama,” ujar Kades Beno, Selasa (14/10/2025).

Mediasi berlangsung kondusif dan dihadiri berbagai unsur masyarakat dan aparat keamanan. Turut hadir perwakilan ormas Sapujagat, Garis, Sabara, Basis 99, dan Pandawa, bersama aparat pemerintah desa, Polsek Parungkuda, serta unsur TNI. Seluruh pihak sepakat menjaga situasi agar tetap aman dan damai.
Haji Erik, selaku pemborong proyek gorong-gorong, juga memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian. Menurutnya, tumpukan material yang belum sempat dirapikan akibat hujan deras menjadi salah satu pemicu kesalahpahaman.
“Sebelum insiden, kami sudah memberi tahu warga soal material proyek. Karena hujan deras, pekerjaan tertunda dan ada tumpukan batu yang belum sempat dibereskan,” jelasnya.
Sementara itu, pihak korban, Dede, menyatakan telah menerima permintaan maaf dari Kades Beno dan memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
”Saya menerima permintaan maaf dari Pak Kades. Semoga ke depan tidak ada lagi salah paham seperti ini,” ungkap Dede seusai mediasi di Mapolsek Parungkuda.
Pihak perguruan Sapujagat dan ormas Garis juga mengapresiasi langkah damai yang diambil semua pihak serta menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mewakili organisasi mana pun.
Kini, aktivitas pembangunan gorong-gorong di Desa Babakan Jaya kembali berjalan normal dengan dukungan masyarakat, aparat desa, dan pihak terkait demi menjaga suasana yang tetap aman dan kondusif. (Reno)