Indramayu Bidik-kasusnews.com,.Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Indramayu Polda Jawa Barat menggelar pengamanan terpadu melalui Operasi Lilin Lodaya 2025. Sebanyak 600 personel Polri disiagakan untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Kesiapan tersebut ditandai dengan pendirian 21 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di titik-titik strategis wilayah Kabupaten Indramayu. Rinciannya, 15 pos pengamanan, 5 pos pelayanan, serta 1 pos terpadu yang menjadi pusat koordinasi lintas sektor.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kabag Ops Polres Indramayu KOMPOL Eko Susilo mengatakan, seluruh pos tersebut disiapkan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Seluruh pos tersebut disiapkan untuk memberikan pengamanan sekaligus pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata KOMPOL Eko Susilo, usai gelar apel pasukan di Mako Polres Indramayu, Jumat sore (19/12/2025).
Ia menjelaskan, pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2025 tidak hanya mengandalkan kekuatan Polri. Polres Indramayu juga melibatkan unsur pemerintah daerah, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, serta elemen masyarakat lainnya. Total personel gabungan yang dikerahkan mencapai sekitar 785 orang.
“Kami mengedepankan sinergi lintas sektor agar pengamanan berjalan maksimal dan masyarakat merasa aman serta nyaman,” ujarnya.
Selain fokus pada pengamanan lokasi ibadah dan pusat aktivitas masyarakat, Polres Indramayu juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas. Pengamanan jalur dilakukan secara berlapis, mulai dari jalur tol, jalur arteri, jalur Pantura, hingga kawasan perkotaan dan pedalaman.
“Terkait pengaturan lalu lintas, kami telah mengantisipasi cara bertindak dengan membagi pola pengamanan jalur,” tambahnya.
Menurut KOMPOL Eko Susilo, pihaknya saat ini masih melakukan mitigasi terhadap sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, sekaligus mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Kita tidak hanya fokus pada kerawanan kamtibmas, tetapi juga memperhatikan mobilitas masyarakat yang meningkat. Karena itu, pengamanan jalur Pantura maupun jalur pedalaman turut menjadi prioritas,” jelasnya.
Langkah tersebut diambil untuk menekan potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, terutama saat puncak arus libur dan arus balik, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan aman dan lancar.
(Asep.R)