SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) kembali menegaskan komitmennya menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Pajampangan melalui Festival Budaya Jampang Ngabuana 3.
Kegiatan tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, di Lapangan Lodaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Tahun ini, festival mengusung tema “Muka Lawang Jampang” yang menjadi representasi semangat membuka ruang bagi budaya dan potensi masyarakat Jampang untuk semakin dikenal luas.
Ketua Umum PJTM H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., mengatakan Jampang Ngabuana bukan sekadar agenda pertunjukan seni. Festival tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan masyarakat Pajampangan melalui kebudayaan.
PJTM sendiri menjadi wadah yang menaungi puluhan organisasi dengan latar belakang dan wilayah yang beragam, mulai dari kawasan Pajampangan, lintas kabupaten/kota hingga lintas provinsi.
Semangat tersebut terangkum dalam semboyan “Jampang Tandang Makalangan — Ngahiji Ngajadi Hiji”, yang menempatkan persatuan sebagai kekuatan utama dalam mengembangkan potensi Jampang.
Ketua Panitia Jampang Ngabuana 3, Rudiana Marvel, mengatakan seluruh persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan festival dapat berjalan semarak dan memberikan ruang yang luas bagi berbagai ekspresi budaya.
Menurutnya, festival tahun ini juga direncanakan mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diharapkan dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
“Insya Allah, jika tidak ada halangan, kegiatan ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Bapak Aing,” kata Rudiana, Senin (28/9/2026).
Jampang Ngabuana 3 akan menyuguhkan beragam kesenian tradisional dan pertunjukan budaya. Rangkaian kegiatan di antaranya upacara pembukaan, drama kolosal tari dan musik, kirab jampana dan kostum budaya, Raja Bubuka, Lengser, serta saresehan budaya.
Pertunjukan lainnya meliputi Cakung Srikandi, Debus Taliwangsa dan Ulin Awi Jampang, Silat Simpay Pajampangan, hingga Ombak.
Tidak berhenti pada pertunjukan seni, festival juga diramaikan Gasentra Pajampangan, Paras Buana Bogor, kesenian Laes, senam sehat, lomba mewarnai budaya anak, serta pertandingan bola voli putri.
Ajang Jaka Dara Pajampangan, Pasang Giri Pop Sunda Pajampangan, hingga pagelaran wayang golek Munggul Pawenang Putra juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Pertunjukan wayang golek tersebut menghadirkan dalang Wawan Dede Amung Sutarya.
Rudiana mengajak seluruh masyarakat, terutama warga Pajampangan, untuk hadir dan ikut menjadi bagian dari kemeriahan Jampang Ngabuana 3.
“Hayu semua urang Jampang, kita ramaikan. Datanglah pada waktunya. Sebagai urang Jampang, siapa lagi yang akan meramaikan wilayah Pajampangan selain kita sendiri?” ujarnya.
Ia berharap Jampang Ngabuana 3 tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni, tradisi, dan identitas budaya Pajampangan.
Melalui tema “Muka Lawang Jampang”, festival ini sekaligus diharapkan mampu membuka semakin banyak ruang bagi budaya Jampang untuk tampil, berkembang, dan dikenal di tingkat yang lebih luas.
Kegiatan tersebut pun mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Sejumlah ucapan selamat dan dukungan telah disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya PJTM menghadirkan ruang kebudayaan bagi masyarakat Pajampangan. (Dicky)