MAJALENGKA – Bidik-kasusnews.com Universitas Majalengka (Unma) kembali melaksanakan Wisuda Sarjana dan Magister ke 27 sebanyak 855 orang lulusan yang bertempat di Auditorium Unma pada Sabtu, (17/10/26) dan langsung dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman.
Dalam pidatonya Rektor Universitas Majalengka, Dr. H. Otong Syuhada mengatakan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan tetapi awal pembuktian keabsahan ilmu yang telah dipelajari dan dimiliki. Gelar akademik justru menjadi awal para lulusan untuk membuktikan kemampuan, menerapkan ilmu dan menberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Otong menekankan pentingnya mencari kebenaran berdasarkan fakta, objektivitas dan intregritas.
“Di atas selembar ijazah yang sudah diterima ada beban moral ilmiah untuk senantiasa menari kebenaran berlandaskan fakta, objektivitas dan intregritas, ” paparnya.
Selanjutnya kata Otong. para wisudawan ini lulus pada sebuah era teknologi kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence), namun kebenaran sangat bias. Seorang sarjana diuji, dan pesannya adalah jangan biarkan olgoritma mendikte moralitas para lulusan.
“Sandingkan kecerdasan buatan dengan ilmiah yang kokoh. Gunakan ilmu yang suah dimiliki sebagai instrumen untuk memfalidasi kebenaran.bukan justru menjadi bagian dari produk hoax,” tuturnya.
Sambung Otong, status sebagai sarjana mengharuskan terus sebagai pembelajar sepanjang hayat.
“Bahwa ke depan para luluan harulah memiliki hal berikut yakni
adanya kemampuan berdaptasi, yaitu harus mempu merekrotruksi pemikiran saat dihadapkan pada ajta dan data baru yang lebih sohid. Kemudian lakukan inovasi berkelanjutan melalui keberanian menembus batas batas kenyamanan berfikir demi solusi atas masalah nyata yang jadi problem bagi sebagian masyarakt dan bangsa dan negar. Dan yang terakhir wujudkan kemitraan multi disiplin, situasi dan permasalahan global saat ini mulai dari perubahn iklim, ketahanan pangan hingga kesenjangan ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya salah satu disiplin ilmu dan para lulusan harus mampu berkolaborasi secara lintas sektoral, ” tutupnya.
Sementara itu Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan bahwa lulusan Universitas Majalengka yang masuk di jajaran ASN sebanyak 30 persen di jajaran teknis, tetapi kalau digabungkan dengan guru hampir 50 persen lulusan Unma.
“Kami dari Pemerintah Daerah Majalengka komitmen bukan hanya bangga dengan keberdaan Unma akan tetapi kami mensupport dan sekaligus memberdayakannya,” terang Eman.
(Asep)