SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengapresiasi penyelenggaraan Sukabumi Drum Band Competition (SDBC) 2 di Santa Sea, Kota Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Kompetisi tersebut dinilai menjadi salah satu ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, melatih kedisiplinan, memperkuat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme. Ayep menegaskan, pemerintah daerah mendukung berbagai kegiatan yang mampu mempererat komunikasi, memperkuat komunitas, serta mendorong produktivitas masyarakat. Ia berharap SDBC 2 dapat berlangsung tertib dan kondusif sehingga seluruh peserta maupun masyarakat bisa mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan generasi muda perlu terus didorong karena memiliki nilai edukatif di luar kompetisi itu sendiri. Dalam drum band, peserta dituntut membangun koordinasi, menjaga kekompakan, mematuhi arahan, dan mengedepankan sportivitas untuk mencapai hasil terbaik bersama tim. Kemasan acara SDBC 2 juga menghadirkan beragam kegiatan pendukung yang memperkuat suasana kebersamaan. Selain perlombaan, peserta dan pengunjung disuguhi kuis, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri, serta kegiatan pengenalan Pancasila. “Acara meriah ada kuis, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri, serta kegiatan yang berkaitan dengan pengenalan Pancasila,” kata Ayep. Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Indra Wiguna. Ia menjelaskan bahwa Indonesia Drum Corps Association (IDCA), selaku penggagas kegiatan, merupakan salah satu induk olahraga yang menaungi aktivitas drum band dan marching band dengan jejaring organisasi dari tingkat nasional hingga daerah, termasuk di Jawa Barat dan Kota Sukabumi. Indra mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan kompetisi, termasuk Igornas, unsur kecamatan, kelurahan, media, serta pihak lain yang turut memberikan dukungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar kegiatan olahraga masyarakat dapat terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak kalangan. Peserta SDBC 2 berasal dari beragam jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) atau sederajat. Keikutsertaan peserta dari berbagai tingkatan ini memperlihatkan bahwa drum band dapat menjadi media pengembangan minat dan bakat sejak usia dini. Mengenai lokasi pelaksanaan, perwakilan KORMI menyebutkan bahwa pemilihan Santa Sea merupakan inisiatif IDCA sebagai penyelenggara. Lokasi tersebut diduga dipilih dengan mempertimbangkan pengalaman pelaksanaan kompetisi serupa pada tahun sebelumnya. KORMI juga mengajak masyarakat untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian guna menjaga kesehatan dan kebugaran. Ajakan tersebut sejalan dengan jargon organisasi, “Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa”, yang menekankan pentingnya olahraga masyarakat dengan suasana menyenangkan dan penuh kebersamaan. Melalui SDBC 2, Kota Sukabumi memiliki ruang untuk mempertemukan kreativitas, olahraga, dan pendidikan karakter dalam satu kegiatan. Dukungan pemerintah daerah bersama komunitas dan berbagai unsur terkait diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kegiatan. Sehingga generasi muda tidak hanya berkembang dalam keterampilan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, rasa tanggung jawab, nasionalisme, dan kemampuan bekerja sama. (Usep)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Keluarga besar Squad Nusantara PAC Pecangaan kembali menggelar pertemuan rutin bulanan sebagai ajang memperkuat kebersamaan antaranggota. Kegiatan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di WR Lumbung Padi, Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Rutinan tersebut dipimpin Ketua Ranting Pecangaan, Amir Yahya, dan dihadiri jajaran Srikandi serta anggota dari berbagai wilayah di ranting tersebut. Suasana penuh keakraban mewarnai jalannya kegiatan. Selain menjadi wadah silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat koordinasi serta memperkuat semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas Squad Nusantara. Amir Yahya menyampaikan bahwa kegiatan rutin merupakan agenda penting untuk menjaga kekompakan seluruh anggota. Menurutnya, komunikasi yang baik dan rasa saling peduli menjadi modal utama agar organisasi tetap solid dalam menjalankan berbagai kegiatan. Ia berharap semangat seduluran dan jiwa kebersamaan terus tumbuh di tengah seluruh anggota, sehingga Squad Nusantara Ranting Pecangaan dapat terus hadir sebagai organisasi yang kompak, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pertemuan ditutup dengan kebersamaan seluruh peserta sebagai simbol eratnya tali persaudaraan yang terus dijaga dalam keluarga besar Squad Nusantara.(Wely)

MAJALENGKA – Bidik-kasusnews.com                   Universitas Majalengka (Unma) kembali melaksanakan Wisuda Sarjana dan Magister ke 27 sebanyak 855 orang lulusan yang bertempat di Auditorium Unma pada Sabtu, (17/10/26) dan langsung dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman. Dalam pidatonya Rektor Universitas Majalengka, Dr. H. Otong Syuhada mengatakan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan tetapi awal pembuktian keabsahan ilmu yang telah dipelajari dan dimiliki. Gelar akademik justru menjadi awal para lulusan untuk membuktikan kemampuan, menerapkan ilmu dan menberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Otong menekankan pentingnya mencari kebenaran berdasarkan fakta, objektivitas dan intregritas. “Di atas selembar ijazah yang sudah diterima ada beban moral ilmiah untuk senantiasa menari kebenaran berlandaskan fakta, objektivitas dan intregritas, ” paparnya. Selanjutnya kata Otong. para wisudawan ini lulus pada sebuah era teknologi kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence), namun kebenaran sangat bias. Seorang sarjana diuji, dan pesannya adalah jangan biarkan olgoritma mendikte moralitas para lulusan. “Sandingkan kecerdasan buatan dengan ilmiah yang kokoh. Gunakan ilmu yang suah dimiliki sebagai instrumen untuk memfalidasi kebenaran.bukan justru menjadi bagian dari produk hoax,” tuturnya. Sambung Otong, status sebagai sarjana mengharuskan terus sebagai pembelajar sepanjang hayat. “Bahwa ke depan para luluan harulah memiliki hal berikut yakni adanya kemampuan berdaptasi, yaitu harus mempu merekrotruksi pemikiran saat dihadapkan pada ajta dan data baru yang lebih sohid. Kemudian lakukan inovasi berkelanjutan melalui keberanian menembus batas batas kenyamanan berfikir demi solusi atas masalah nyata yang jadi problem bagi sebagian masyarakt dan bangsa dan negar. Dan yang terakhir wujudkan kemitraan multi disiplin, situasi dan permasalahan global saat ini mulai dari perubahn iklim, ketahanan pangan hingga kesenjangan ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya salah satu disiplin ilmu dan para lulusan harus mampu berkolaborasi secara lintas sektoral, ” tutupnya. Sementara itu Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan bahwa lulusan Universitas Majalengka yang masuk di jajaran ASN sebanyak 30 persen di jajaran teknis, tetapi kalau digabungkan dengan guru hampir 50 persen lulusan Unma. “Kami dari Pemerintah Daerah Majalengka komitmen bukan hanya bangga dengan keberdaan Unma akan tetapi kami mensupport dan sekaligus memberdayakannya,” terang Eman. (Asep)