MAJALENGKA – Bidik-kasusnews.com Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas di Perempatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, suasana haru dan penuh kehangatan terasa pada peringatan Hari Lalu Lintas (Harlantas) Bhayangkara ke-71. Bukan dengan seremoni kaku, Polres Majalengka memilih merayakan momen bersejarah ini dengan cara yang paling tulus: berbagi kebahagiaan kepada mereka yang menjadi tulang punggung ekonomi jalanan, yakni para pengayuh becak dan pemulung.
Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman, bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan paket sembako. Momen ini menjadi simbol nyata bahwa kepolisian hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
Sinergi Becak Manual dan Listrik: Wajah Baru Mobilitas Rakyat
Salah satu pemandangan menarik dalam kegiatan ini adalah pertemuan dua era transportasi. Para penerima bantuan terdiri dari pengayuh becak manual yang setia dengan tenaga fisik, berdampingan dengan pengguna becak listrik—program bantuan dari Presiden Prabowo Subianto yang mulai mengubah wajah transportasi lokal.
Kehadiran kedua jenis becak ini secara bersamaan melambangkan harmoni antara melestarikan tradisi dan mengadopsi kemajuan teknologi. Polres Majalengka hadir di tengah-tengah mereka, memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan, sambil tetap memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan.
Lebih dari Sekadar Sembako: Edukasi yang Menyentuh Hati
AKBP M Aldy Sulaiman menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi kuat antara Polres Majalengka dan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka. Namun, tujuannya melampaui sekadar pembagian bantuan materiil.
“Alhamdulillah, kami bersinergi dengan Pemda untuk melakukan edukasi yang menyentuh hati. Harlantas Bhayangkara ke-71 bukan hanya tentang keselamatan berkendara di atas aspal, tetapi juga tentang keselamatan hidup melalui kepedulian sosial,” ujar Kapolres Aldy.
Ia menekankan bahwa momen ini dimanfaatkan untuk menyalurkan “tali asih” kepada saudara-saudara kita yang sehari-hari berjuang di jalanan. “Kami ingin menghadirkan kebahagiaan. Ketika polisi dekat dengan rakyat, keamanan dan ketertiban akan tumbuh dari rasa saling memiliki,” tambahnya.
Polisi yang Dirasakan, Bukan Hanya Dilihat
Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Pandu Renata, menambahkan bahwa filosofi kehadiran polisi harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin mengubah paradigma. Kehadiran polisi tidak hanya identik dengan tilang atau pengaturan lalu lintas. Kami juga hadir melalui edukasi yang ramah dan kegiatan sosial yang bermanfaat,” kata AKP Pandu.
Selain puluhan paket sembako, Satlantas juga membagikan puluhan helm gratis kepada pengendara sepeda motor. Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen Polres Majalengka dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui pencegahan dan perlindungan, bukan hanya penindakan.
Membangun Kepercayaan Melalui Aksi Nyata
Peringatan Harlantas Bhayangkara ke-71 di Majalengka telah membuktikan bahwa kepolisian mampu beradaptasi dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan menggabungkan edukasi keselamatan, dukungan terhadap program pemerintah (becak listrik), dan aksi sosial bagi kaum marginal, Polres Majalengka telah mencetak prestasi tersendiri dalam membangun public trust.
Ini adalah wajah polisi modern: tegas dalam tugas, namun lembut dalam pelayanan. Sebuah prestasi membanggakan yang layak diapresiasi, karena telah menjadikan jalan raya bukan hanya tempat berlalu lalang kendaraan, tetapi juga jalur persaudaraan.
(Asep Rusliman)