SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak hanya berkonsentrasi pada pengendalian api, tetapi juga menyiapkan langkah penataan kawasan dan pengurugan lahan yang terdampak.
Sekretaris DLH Kota Sukabumi Yelly Yumaeli mengatakan, penanganan dilakukan secara bertahap untuk memastikan api tetap terlokalisasi di kawasan TPA.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah mencegah bara api kembali menyebar setelah proses pemadaman.
“Kurang lebih 1,5 hektare. Tapi tidak seluruh yang 2,3 hektare ini terbakar,” ujar Yelly didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat DLH Kota Sukabumi Yanto Arisdiyanto, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, area yang terdampak merupakan bagian dari zona TPA tidak aktif. Dari total kawasan sekitar 2,3 hektare, luasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Lokasi titik api juga masih berada jauh dari permukiman warga.
Kondisi cuaca kering kata dia diduga menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan harus dilakukan secara cermat.
“Bara api yang berada di dalam timbunan sampah perlu ditemukan dan dikendalikan agar tidak kembali memicu kebakaran di permukaan,” kata Yelly.
DLH sampai saat ini belum mengetahui secara pasti sumber awal api. Dugaan mengenai kelalaian manusia, termasuk kemungkinan puntung rokok, masih menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan, namun belum dapat dipastikan sebagai penyebab.
Setelah proses pengendalian selesai ujarnya, DLH akan melakukan penataan terhadap material sampah yang terbuka akibat pembalikan.
Sampah tersebut akan kembali ditutup dengan tanah sebagai bagian dari upaya mengamankan lahan.
Pengurugan menjadi salah satu tahapan penting karena material sampah yang terbuka berpotensi kembali terpapar udara dan memperbesar risiko munculnya titik api.
Karena itu, kawasan terdampak akan terus dipantau setelah proses penutupan dilakukan.
Di tengah penanganan kebakaran, pelayanan pengangkutan sampah dari masyarakat tetap berjalan.
DLH hanya melakukan penyesuaian waktu ritase agar kendaraan pengangkut dapat masuk dan membuang sampah dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di TPA.
“Untuk sementara masih berjalan, walaupun mungkin ada penyesuaian waktu. Yang tadinya satu truk dua ritase, pagi dan siang, mungkin agak terkendala sehingga pengambilannya agak sore,” jelas Yelly.
Penanganan juga melibatkan lintas perangkat daerah untuk mengantisipasi dampak asap.
DLH berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Kesehatan, terutama dalam pemantauan kondisi warga serta relawan yang berada di sekitar kawasan TPA.
Puskesmas Lembursitu telah membagikan sekitar 300 masker sejak Minggu dan menyiagakan layanan kesehatan.
Kasubag TU Puskesmas Lembursitu Nina Daina mengatakan terdapat sejumlah keluhan kesehatan di lapangan, di antaranya sakit kepala dan kambuhnya hipertensi.
Petugas kesehatan juga melakukan pemetaan di wilayah sekitar, termasuk Rusunawa.
Dari pemantauan tersebut, warga menyampaikan dampak asap belum dirasakan terlalu berat, meski pemantauan tetap dilanjutkan.
Dengan pola penanganan tersebut, DLH memastikan kebakaran di TPA Cikundul menjadi perhatian hingga tahap pascakebakaran.
Pengendalian api, penataan material, pengurugan lahan, dan pemantauan kawasan dilakukan sebagai satu rangkaian untuk mengamankan zona tidak aktif TPA dari potensi kebakaran susulan. (Usep)